
bab 108
.
.
.
Mobil Narendra berhenti tepat didepan pabriknya yang terlalap sijago merah, bahkan kobaran api yang amat besar bisa terlihat dari langit.
beberapa petugas damkar juga tengah melakukan pekerjaan mereka berusaha melawan besarnya kobaran api yang memenuhi semua pabrik.
Narendra langsung turun dan berlari mendekat.
sumpah demi apapun ia amat syok dan begitu tak menyangka, Pabrik itu ia rintis dari nol bersama Joy, entah mengapa pabrik pembuatan perawatan pria itu bisa terbakar.
" tuan. jangan mendekat !!" cegah Joy saat melihat Narendra hendak berlari lebih dekat.
" Joy !! bagaimana bisa terbakar ??!! pabrik kita joy !!!" Narendra amat frustasi.
" kita cari tau nanti tuan.. tapi jangan mendekati api.. petugas mengatakan api sudah berada disemua titik pabrik kita.." Joy berusaha menenangkan Narendra dalam frustasinya.
Nafas Narendra seolah hendak habis mendengar penuturan Joy barusan. itu tidaklah mungkin, bahkan mereka hendak meluncurkan kembali beberapa produk terbaru diawal bulan depan, tapi kenapa bisa sampai terbakar. fikir Narendra.
Beberapa petugas kepolisian juga berlalu lalang disana. mencegah beberapa Wartawan yang ingin meliput berita kebakaran itu.
menyadari sejak tadi diperhatikan wartawan. narendra langsung tersadar. "joy. minta anak buahmu membereskan mereka. aku tidak mau kabar ini sampai ditelinga papaku." ucap Narendra dengan tegas. pada Joy.
Joy mengangguk mengiyakan. akhirnya bosnya sudah kembali seperti dulu.
Narendra menatap kobaran api yang masih membumbung tinggi melawan para petugas.
__ADS_1
" tuan Narendra sebaiknya anda jangan diarea sini..-" satu polisi mencoba memperingati Narendra namun dengan cepat Narendra menyelanya.
" suruh petugas damkar berhenti memadamkannya !! aku tidak mau mereka sampai terluka !!" ucap Narendra dengan keras dan tegas. dan kemudian memutar langkah meninggalkan pabriknya yang sudah hampir rata.
Polisi termangu saat mendengar ucapan Narebdra tanpa membalas sama sekali.
Joy membukakan pintu mobil untuk Tuannya dan segera pula Narendra masuk. buru-buru Joy masuk kekursi kemudi, dan melesatkan mobil meninggalkan kebakaran itu.
" tuan. sepertinya ada sabotase disini.." ucap joy dalam perjalanan mereka.
" aku tau. kita kemarkas !!" perintah Narendra. Joy menyunggingkan senyum. Ternyata tuannya masih bisa setegas dan seserius dulu. Joy pun segera mengangguk dan menancapkan pedal gasnya mempercepat laju mobil, menuju tempat tersembunyi yang sudah lama tidak mereka datangi.
"aku akan menemukan kalian yang mengganggu bisnisku !!!" batin Narendra penuh kebencian.
.
.
Perjalanan Narendra cukup jauh. hingga matahari sudah meninggi Narendra dan Joy belum tiba, padahal joy mengendarai mobil dengan kecepatan cukup tinggi.
Sebelum tiba. Joy sudah menghubungi anggotanya yang berada disana, dan mereka dengan sigap membukakan gerbang baja yang tertutup rapat itu.
Gerbang baja tanpa lubang yang mengelilingi Fila membuat fila tak terlihat jika dari luar. bahkan jika ada orang yang melintas tak akan bisa mengira jika terdapat fila megah didalamnya.
Narendra segera turun setelah pintu Mobil sudah dibukakan beberapa anak buahnya.
" selamat datang tuan." sapa mereka.
" apa semua sudah disiapkan ??" tanya Joy.
" sudah tuan. mari silahkan.." mereka mempeersilahkan Joy dan Narendra masuk kedalam.
__ADS_1
fila mewah dengan desain minimalis namun tetap mewah didalamnya. beberapa anak buah joy dan Narendra yang tengah berlatih menunduk hormat saat melihat bos besar mereka datang.
Langkah panjang mereka terhenti setelah memasuki ruangan khusus milik Narendra.
entah sudah berapa lama Narendra tak memasuki ruangan itu.
" apa sudah kalian coba ??" tanya Narendra saat melihat semua alat canggihnya terlihat tersusun rapi dan juga bersih.
" tidak ada yang berani mengoperasikannya tuan. semua hanya membersihkan saja." balas mereka.
" tuan perlu sesuatu lagi ??" tanya Anak buah itu.
" tidak ada.keluarlah !!" perintah narendra masih tanpa menatap.
patuh anak buah itu langsung keluar dan menutup pintu.
" kalau begitu saya tunggu diluar tuan. sepertinya aman disini." ujar Joy.
" tentu saja aman, jika tidak ada penyusup."balas Narendra dengan santai seraya duduk didepan layar besar miliknya.
" menurut tuan ada penyusup ??" tanya Joy memperjelas.
" aku hanya memastikan. kemarilah joy. kau harus belajar juga." panggil Narendra.
" saya tunggu disini saja tuan." balas Joy seraya duduk dibelakang Narendra.
jemari Narendra mulai beroperasi diatas papan keyboard dihadapannya dengan penuh serius Narendra memulai semuanya.
"aku pastikan kalian akan musnah karna mengusikku.." gumam Narendra dengan seringainya.
.
__ADS_1
.
.