You Are Only Mine

You Are Only Mine
Cium dulu dong !!


__ADS_3

bab 105


.


.


.


Setelah memasuki lorong cukup panjang, akhirnya mobil Naren bisa melihat cahaya luar dan mereka sudah sampai disisi pesawat yang begitu besar.


" nah.. menantuku.. ini pesawat anggota papa.." Revandra menunjukkan pada Herra yang begitu nampak penasaran


Herra pun dibuat kagum pada pesawat dihadapannya itu. berwarna silver dengan Logo burung elang disisi kanan dan kiri.


Herra fikir pesawat pribadi itu akan terlihat kecil, namun nyatanya bentuk dan keseluruhannya seperti pesawat pada umumnya. sangat besar hanya itu yang ada diotak Herra kini.


Mobil berhenti dan beberapa pria berseragam hitam langsung cekatan membukakan pintu mobil Narendra.


" selamat datang tuan besar.. nyonya besar.. tuan muda..nona muda.." sapa pria berseragam itu.


mama.Nada yang memang selalu ramah membalas dengan anggukan dan senyum manisnya begitu pun dengan Herra.


" semua sudah siap ?? " tanya Revandra.


" sudah tuan. Tuan Romi tidak bisa menjemput, beliau sedang ada urusan." terang pria itu.


Revandra mengangguk." iya.."


Mama.Nada menghampiri Herra dan memeluk menantunya dengan erat. "Herra mama pulang dulu.. maaf sudah merepotkan kalian.."

__ADS_1


" mama Bicara apa..bahkan kami senang mama berkunjung kesini." balas Herra saat pelukan terbuka.


Mama Nada tersenyum.bahagia. "entah mama akan bicara apa, yang jelas mama.bahagia sekali.."


" jika begitu mama harus semangat sembuh. Kami akan segera memberimu cucu.." Tambah Narendra yang merangkul pundak Herra.


" iya..iya.. mama percaya. " balas Mama.Nada dengan tawa kecilnya.


" hati-hati dalam berbisnis. jaga juga menantuku. jangan sampai membuatnya menangis.." pesan Revandra pada kedua anaknya.


" papa.tenang saja. kabar bahagia lah yang akan kami kirim"balas Narendra dengan penuh semangat.


Revandra mengangguk lalu menggandeng lengan Mama Nada untuk memasuki pesawat.


masih nampak sekali Revandra sangat mesra dan perhatian pada Nada. Herra pun bisa melihatnya.


" mereka ikut naik pesawat ?? " tanya Herra keheranan.


" tentu saja. mereka memang mengawal mama dan papa." jawab Narendra dengan tenang.


" sebanyak itu ?? untuk apa ?? " Herra masih belum mengerti.


Narendra menarik pinggang ramping Herra hingga terbentur pada tubuh Narendra.


" tentu saja menjaga mama dan papa..itu semua anak buah papa yang berada dijakarta." terang Narendra seraya menggiring Herra menuju mobil.


Herra masih belum faham. jika sang papa.dijaga seperti itu kenapa suaminya tidak ?? Otak Herra memutar menggabungkan benang kusut dikepala nya.


" papa banyak anak buah ya ?? mereka kerja dikantor ?? " Herra yang tak bisa menahan rasa ingin taunya mengutarakan semuanya dengan terus memberondong Narendra pertanyaan.

__ADS_1


Narendra tak marah, ia malah menyunggingkan senyum lalu menggoda istrinya yang begitu polos itu. "cium dulu dong kalau mau tau ??! "


Seketika pipi Herra bersemu merah. "kakak.."


" kenapa ?? cium suami pahala loh.." masih dalam mode godaannya.


" apa hubungannya ??!! aku hanya ingin tau tentang papa mertua ??!!" protes Herra


" ya ada dong !!? cerita papa itu panjang sekali beberapa kali turunan dan tanjakan, itu membutuhkan waktu cukup lama sayang.. jadi perlu asupan nutrisi..dan aku rasa jika dicium olehmu aku bisa semangat.." terang Narendra dalam ucapan nylenehnya.


" cih !! itu sama sekali tidak masuk akal kak !! " balas Herra.


" ya sudah. aku tidak akan cerita.." Narendra mulai menyalakan mesin mobilnya dan langsung melesatkan mobilnya.


" kakak !!! " rengek Herra dengan suara manjanya.


"cium dong !! " Narendra mendekatkan pipinya kearah Herra


dan akhirnya..


cupp..


" eh !! "


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2