
bab 52
.
.
Narendra mematung saat tak sengaja mendengar ucapan sang mama didalam kamarnya bersama Herra. awalnya Narendra hendak bergabung melihat kamar masa kecilnya. namun urung saat mendengar perkataan sang mama.
baru kali ini Narendra mendengar semuanya, kenapa dan mengapa sang mama begitu menyayanginya melebihi kedua saudaranya, bahkan selama ini semua seolah bungkam dan tak mau mengatakan kejadian itu. rasa bersalah kembali menyelimuti hati Narendra, yang selama ini selalu menentang keinginan serta perkataan kedua orangtuanya.
Sentuhan lembut dipundak Narendra membuyarkan lamunan Narendra yang berselimut rasa bersalah.
senyum sang papa seolah menenangkan hati Narendra. tanpa berkata lagi, Narendra memeluk papanya dengan erat. seakan ingin mengucapkan kata maaf.
Revandra yang selalu tau hanya mengusap punggung putra kesayangannya itu. berusaha menenangkan Narendra.
.
.
Revandra duduk dikursi kebesarannya diruang pribadi miliknya diikuti Narendra yang juga duduk dihadapannya.
" kau mendengar mamamu berkata apa ?? kenapa kau sedih begitu ??" tanya Revandra seolah tak tau.
" pa, kenapa selama ini tidak ada yang mengatakan atau menceritakan perjuangan mama saat melahirkan aku ??" Narendra langsung bertanya yang mengganggu fikirannya.
Revandra menautkan kedua jemari tangan diatas meja seraya menatap Narendra. " untuk apa dikatakan ?? saat itu berusaha kami lupakan."
alis Narendra menyatu saat mendengar penuturan sang papa.
Revandra mulai menceritakan semuanya, dimana ia mengalami keterpurukan sepanjang hidupnya. Narendra begitu terkejut, ternyata kedua orangtuanya pernah mengalami kejadian yang begitu menyedihkan seerta menyakitkan.
Selesai berbincang dengan sang papa, Narendra keluar dari ruang pribadi Revandra bersamaan dengan Herra dan nada yang juga baru keluar dari kamar Narendra sewaktu kecil.
" Naren.. kau sudah kembali ??!" sapa sang mama yang langsung menghampiri Narendra.
__ADS_1
" iya ma. maaf sudah membuat mama menjaga Herra. ada urusan sedikit tadi."balas Narendra.
" kak joy tidak ikut pulang kak ??" tanya Herra.
" tidak. dia belum selesai."balas Narendra dengan singkat
Herra hanya mengangguk berusaha mengerti, meski nyatanya ia sama sekali tidak tau apa-apa.
" apa kalian akan jadi berangkat hari ini ??" tanya Nada seraya menuntun keduanya duduk bersama.
" Aku rasa besok saja ma. kasihan Herra. lagian mama kan masih ingin bersama Herrakan ??" jawab Narendra..
herra langsung menatap Narendra, bahkan tadi Narendra sendiri yang mengatakan pekerjaannya sudah menumpuk diBali, kenapa sekarang ditunda lagi.
Narendra hanya membalas tatapan Herra dengan senyuman serta anggukan.
" benarkah ?? mama senang mendengarnya." Nada nampak begitu senang saat mendengar jawaban Narendra.
" Herra. bagaimana jika kita memasak untuk nanti malam ?? mama akan memberitaumu makanan kesukaan Naren.." ajak Nada.
" Naren.. mama tinggal dulu ya.." Nada segera bangkit dan menggandeng Herra meninggalkan Narendra yang tersenyum memandang betapa bahagianya sang mama.
Revandra yang baru menghampiri merengkuh tubuh Nada. "kau mau kemana ??"
" aku mau belanja dengan Herra, mereka tidak jadi pulang hari ini."balas Nada dengan penuh semangat.
" ingat kesehatanmu, kau tidak.boleh kelelahan."ingat Revandra
" aku tau.." timpal Nada.
" ma, bagaimana kalau Herra saja yang pergi belanja ?? mama istirahat saja dirumah ??" usul Herra. mengingat mertuanya memang tengah sakit.
" itu ide bagus." tambah Narendra. "aku saja yang temani Herra." lanjut Narendra.
" tuh kan. kau dirumah saja ya ??" Ujar Revandra mengusap punggung Nada.
__ADS_1
Nada mendegus perlahan. "baiklah. aku mengalah."
" mama tenang saja. Herra pandai memasak kok. dia pasti tau apa saja yang perlu dibeli." Kata Narendra.
Herra tertunduk saat Narendra tanpa sengaja memujinya.
" mama sudah duga itu Naren.. pergilah. jangan biarkan Herra kelelahan lo ya.." pesan Nada.
" pasti ma." Narendra segera mencium tangan mama dan papanya diikuti Herra kemudian keduanya beriringan keluar dari rumah.
Nada menatap kepergian kedua putra putrinya dengan direngkuh oleh Revandra.
" aku sangat bahagia pa.. sangat bahagia.."ucap Nada.
" tentu saja. mereka begitu serasi kan ??" balas Revandra.
Nada mengangguk."iya. aku jadi melihat masa lalu kita pada diri mereka."
Revandra terkekeh saat ia juga mengingat semuanya. "berbeda sayang..menantu kita lebih mulia dari kita."
" kau benar pa.."
" sekarang kau harus semangat untuk sembuh. apa kau ingin kebahagiaan mereka redup jika melihat kau drop lagi.."pesan Revandra.
Nada menatap Revandra. "apa kau tidak lelah hidup denganku yang penyakitan ??"
Revandra tak menjawab, ia malah mencium bibir Nada dengan penuh kelembutan. semua itu bisa menggambarkan jika Revandra amat tak bisa mendengar ucapan konyol seperti itu.
.
.
.
.
__ADS_1