You Are Only Mine

You Are Only Mine
melawan


__ADS_3

bab 111


.


.


.


Torik tersungkur akibat tendangan kuat dari Dirya.


Qiara yang amat terkejut membulatkan mata dengan memekik cukup kuat.


Dirya segera menarik tubuh Qiara agar menjauh dari pria berperawakan layaknya orang turki itu.


" kau tidak apa- apa ??" tanya Dirya dengan serius.


Qiara mematung menatap Dirya. seperti mimpi, kenapa bisa ??


" sialan !!! siapa yang berani menggangguku !!!?" teriak Torik seraya bangkit. dan menatap penuh benci pada Dirya.


Reflek Dirya menyembunyikan Qiara dibelakang tubuhnya. sembari waspada menatap torik.


Torik menyunggingkan senyum saat melihat penampilan Dirya yang menggunakan jas kerja hitam dengan rapi.


" kau berani sekali ya ??!! kau tidak tau aku ini siapa ??!!"


" bahkan aku tidak peduli denganmu !! lepaskan Qiara !!" balas Dirya dengan tegas.


" ha..ha..ha..qiara itu istriku bodoh !!! kau yang pergi dan jangan ikut campur !!!" balas Torik.


Sontak Qiara buru-buru menggeleng saat mendengar ucapan Torik barusan.


" tidak ada suami yang membuat istrinya menangis !! dasar pengecut !! apa kau tidak berani pada laki-laki ?? sampai kau hanya bisa membully wanita !!??" ejek Dirya.


Torik mengepalkan kuat tangannya, kesabarannya tengah diuji. melihat itu Dirya terus waspada. lalu memegangi lengan Qiara.


" jika dia menyerang kau langsung sembunyi ya ?? aku tidak mau kau terluka ?" bisik Dirya. entah mengapa Qiara hanya mengangguk setuju.

__ADS_1


dan benar Torik.berlari menerjang Dirya melayangkan pukulan serta tinjuan tak ada henti.


dagg..


dag..


ag..


bukk..


bukk.


buk..


Qiara berlari diantara mobil untuk bersembunyi. " ya Allah lindungi tuan Dirya.


Torik dibuat tercengang dengan keahlian bela diri Dirya, ia sampai kuwalahn membalas dan melawan Dirya. hingga Dirya melayangkan tendangan memutar dengan tiba-tiba.


dagg


" aahhhkkhh ?!" Torik tertendang tepat diwajah dan mulutnya hingga membuat ia tersungkur.


Torik masih berdiri lagi dan kembali menyerang Dirya dengan.brutal.bahkan kali ini Torik menyerang menggunakan senjata.


Dirya menyeringai saat melihat Torik yang mengeluarkan sebuah pisau kecil dari balik jasnya.


"hah..jika kak Naren ada dia pasti sudah mati sejak tadi.. kau salah memilih lawan kawan.." gumam Dirya berlari menyerang.


dengan mudahnya Dirya melumpuhkan Torik dan melempar pisau torik dengan ejekannya. "pisau dapur saja kau bawa bertarung ?? memalukan.."


bukk..


Tinjuan dilayangkan Dirya bertubi-tubi. hingga Torik nampak tak berdaya. saat melihat torik sudah setengah sadar Dirya mendorong tubuh Torik yang sudah babak belur.


" jangan macam-macam dengan keluarga mafia lagi kau dengar itu !!!" bentak Dirya dengan suara tegas. lalu meninggalkan Torik dan menarik Qiara meninggalkan area parkiran didalam gedung itu.


.

__ADS_1


.


Narendra sudah tiba dirumah. tanpa.menunggu lagi Narendra segera masuk. dan herra yang sejak tadi duduk didepan meja makan dengan murung langsung berbinar saat melihat suaminya sudah kembali.


" kakak !!!"panggil zherra dan kemudian berlari menghampiri suaminya.


Narendra tersenyum.manis dan membuka tangannya. Herra pun langsung berhambur kedalam pelukan pria yang begitu ia cintai.


" kakak kemana saja ??!!! kenapa tidak memberi kabar ??!!" protes Herra seraya membuka pelukannya. namun tangannya masih terkalumg dileher Narendra. begitupun Narendra, tangannya pun masih melingkar sempurna dipinggang zherra.


" maaf ya sayang.. aku harus mengurus beberapa keperluan. pabrikku terbakar.." terang Narendra.


" kau baik-baik saja kan ?? tenanglah.. masih ada usahamu yang lain.. mungkin memang pabrik itu bukanlah milikmu, hanya titipan Tuhan, kau harus iklas.." Nasehat Herra berusaha agar sang suami tidak.bersedih.


Narendra melebarkan senyumnya. Istrinya begitu takut jika dirinya terpuruk atau bahkan bersedih.


"pabrik penghasilan yang paling banyak sayang. sekarang aku sudah kehilangannya. otomatis aku akan menjadi miskin," Ucap Narendra


puk..


Herra memukul dada Narendra dengan kuat.


" sayang.. kenapa.malah memukulku !!" protes Narendra.


" biarkan saja ??!! memangnya kenapa kalau kau miskin ??!!! kau fikir aku wanita mata duitan apa ??!! menjelaskan akan menjadi miskin, Cih..apa kalau kita miskin terus tidak bisa makan?? !!!" teriak Herra dengan bernada kesal.


Narendra terkekeh dan menghujani wajah Herra dengan Ciuman. gemas rasanya jika menggoda sang istri.


" kau yakin tidak menyesal ?? kerugianku puluhan miliyard sayang..hutangku banyak nanti ??" Tambah Narendra wajahnya berubah serius.


melihat tatapan suaminya menjadi serius Herra ikut serius. "kita akan hadapi sama-sama. .. kau jangan takut dan terpuruk ya ?? semua pasti ada jalan keluarnya..aku akan membantumu melunasi semuanya.. aku berjanji.."


Tawa Narendra pecah seketika saat mendengar penuturan istrinya. sementara Herra dibuat keheranan dengan sikap suaminya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2