You Are Only Mine

You Are Only Mine
Akhirnya


__ADS_3

bab 157.


.


.


.


tak jauh dari mereka, dokter yang termasuk rekan Kennan berdiri dengan setelan dokter dan tas besar berisi peralatannya.


" Micle.. kenalkan ini anakku.."Kennan memperkenalkan Narendra.


Micle menjabat tangan Narendra "halo tuan.. perkenalkan nama saya Miclelois,"


" terima kasih sudah mau datang kemari. semoga kau bisa membantu istri saya mempertahankan calon anak kami.."ucap Narendra.


" kita akan berusaha tuan."balas dokter micle penuh keseriusan.


Pintu ruangan Herra terbuka dan muncul Zakia serta suster Qiara yang baru saja memberi penanganan pada Herra.


" paman.." sapa Zakia saat melihat Kennan yang tiba-tiba ada disana.


Kennan tersenyum dan membuka tangannya. kebiasaan Zakia langsung memeluk paman kesayangannya dengan erat.


" paman aku merindukanmu.." ujar Zakia.


" kau sudah tua Zakia..mana anak-anakmu ??" tanya Kennan.


" anakku hanya satu paman. namanya Alvian, dia dirumah dengan papanya. mungkin nanti siang dia kesini.. paman kapan datang ??" tanya Zakia penuh antusias.


" ehehnmm !!!" Deheman dari papa Revandra membuyarkan obrolan kedua orang itu. Menyadari tatapan sang papa yang tak bersahabat Zakia sadar jika ada orang asing yang harus ia sapa. dari seragamnya dan wajahnya Zakia yakin pria itu adalah dokter dari luar negeri.


" halo mister..saya dokter Zakia." sapa Zakia seketika. doter Micle langsung menjabat tangan Zakia dengan ramah. "saya doktor MicleLois"


" Zakia.. dia rekan paman, dia akan membantumu mengurus Herra. bahkan dia punya alat untuk membuat kandungan Herra kuat." terang Kennan.


" benarkah ?? pasti papa kan yang mencari anda ??" Terka Zakia.

__ADS_1


" tentu saja kak." balas Narendra.


" akhirnya Naren.. Herra bisa mempertahankan kedua janin kalian.." ucap Zakia dengan berbinar.


" iya kak.." senyum keharuan bisa terlihat diwajah Narendra.


" tunggu, dua janin ?? maksudnya ??" ujar mama Nada mencerna ucapan putrinya.


Zakia mengangguk dengan cepat. "iya ma, kemungkinan Herra mengandung anak kembar."


Mama Nada menutup mulutnya dengan senyum bahagia seraya menatap Papa Revandra "papa.."


" iya sayang.. dia mengikuti jejak kita.."balas Papa Revandra yang merangkul tubuh Mama Nada.


Qiara yang melihat pekerjaannya telah selesai, ia perlahan pergi menuju ruangannya. Dirya yang melihat itu cukup tau bagaimana perasaan Qiara. tanpa disadari keluarganya yang lain, Dirya mencari celah guna menyusul qiara.


" kak, selamat ya kau langsung punya dua baby nanti.." ucap Draka ikut bahagia.


" iya..terima kasih.. bantu doa agar kami bisa bertahan.." balas Narendra.


" apa Herra masih tidur ?? kita bisa kan menemuinya ??" tanya Mama Nada yang sudah tidak sabar.


" dia masih tidur ma, biasanya sebentar lagi dia bangun. aku hanya memberinya penahan rasa sakit saja."terang Zakia.


" baiklah.."balas Mama Nada.


" sabarlah sayang..hanya sebentar.."hibur papa Revandra saat melihat istrinya yang sangat berharap. mama Nada mengangguk mengerti.


Narendra tak bisa berkata apa-apa lagi. doanya telah terkabul.rasa bahagia tak bisa ia sembunyikan lagi.


.


.


.


Dirya memutar pandangannya. sepertinya ia tadi tidak terlalu jauh mengikuti Qiara, tapi kenapa sudah tak terlihat.

__ADS_1


tak menyerah, Dirya terus melangkahkan kakinya dan terhenti saat mendengar isak tangis tertahan dari sebuah lorong sepi tepatnya dijalan buntu diujung lorong rumah sakit.


Perlahan Dirya mendekati suara itu. terduduk dengan tertunduk wanita berhijab yang sangat dikenal dirya menangis sesenggukan tanpa sadar jika ada orang disisinya.


" Ibu..ayah.. aku merindukan kalian.." ucap Qiara dalam isak tangisnya.


bukan iri ataupun dengki, namun melihat betapa hangatnya keluarga besar Dirya membuat Qiara teringat keluarganya yang dibunuh suaminya.


Sebuah sapu tangan disodorkan Dirya hingga membuat Tangis Qiara terhenti. perlahan Qiara menoleh kesamping, dan saat sadar jika Dirya yang berdiri disisinya, Qiara kembali menatap kearah lain seraya mengusap air mata dengan tangan.


" gunakan ini, tanganmu tidak akan bisa menghapus air matamu yang banyak itu.." ucap Dirya.


" terima kasih.. kenapa anda mencari saya tuan ??" tanya Qiara mencoba mengalihkan pembicaraan.


" memastikan kau baik-baik saja." jawab Dirya singkat.


Qiara segera berdiri dan membenahi dirinya. "maaf saya harus bekerja."


" tunggu dulu !!" cegah Dirya.


" jika kau kesepian, kau bisa menganggap aku dan keluargaku keluargamu juga.." ucap Dirya.


" saya tidak pantas Tuan." balas Qiara.


" tidak pantas ???" Dirya berkata demikian seraya mendekati qiara dan menatap Qiara penuh intens.


"kau wanita yang aku cintai. aku akan menjadikanmu pantas setelah membuatmu bercerai dengan pria jelek itu !! keluargaku tidak pernah memandang seseorang dari kasta ataupun status, kau akan tau jika kita sudah menikah nanti." tutur Dirya dengan pelan, jelas dan tanpa melepas tatapannya dari Qiara.


setelah berkata demikian, Dirya langsung meninggalkan Qiara. Qiara menatap punggung Dirya yang berjalan meninggalkannya.


" dia berkata serius atau hanya ingin menenangkanku saja ??" batin qiara.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2