
bab 102
.
.
.
Dirya meminum airputih yang diberikan kakaknya hingga tandas.
" baru satu suapan sudah tersedak. kau kenapa ??" tanya Zakia.
" kata-kata kakak yang membuatku seperti ini !! kalau sedang makan jangan bahas hal aneh-aneh dong !!"protes Dirya.
"hal aneh !!?? apa ??" Balas Zakia.
" oh.. kau beneran putus cinta ya ??!!"tuduh Zakia.
" Sayang hentikan menggoda Dirya.. mau putus atau tidaknya itu urusan dia," Rans mencoba menengahi.
" benar kata kak Rans.. kak zakia terlalu ikut campur !!" tambah draka.
Zakia memanyunkan bibir dengan kesal. kali ini semua memojokkan dirinya.
" baiklah lanjutkan makanmu !!?" Zakia kembali hendak menyendokkan makanan.
" kak, biar aku makan sendiri saja. aku bisa kok.." cegah Dirya.
Zakia membuang nafas dengan kasar. "ya sudah. hati-hati.." Zakia meletakkan piring dihadapan Dirya setelah memasang meja kecil tempat makanan.
semua nampak menikmati makanan mereka, meski dirumah sakit,jika.bersama keluarga pasti akan sangat menyenangkan.
__ADS_1
.
.
Herra memilih membawa mama mertuanya menuju kantor Narendra.
Mengetahui hal itu mama Nada sangat bersemangat dibuatnya. selama 7 tahun Narendra mengemban karir diBali,Mama Nada belum sekalipun tau dimana letak tempat kerja sang putra.
tanpa memberi kabar Herra membawa mertuanya melewati jalanan yang padat oleh penggun.
Hingga setelah perjalanan cukup panjang, mobil berhenti didepan sebuah Gedung yang begitu besar dan terlihat mewah.
Mama Nada yang bisa melihat dari dalam mobil merasa terharu. putranya benar-benar sukses diBali, menjadi pengusaha muda tanpa merepotkan orangtuanya. rasa bangga, hanya itu yang ada dihati mama Nada.
Herra menggenggam jemari mama Nada hingga membuat mama Nada menatap Herra dengan sendu.
" terima kasih Herra.. berkat kau aku jadi tau tempat putraku bekerja selama ini.."ujar mama Nada.
Mama.Nada menggeleng perlahan. jujur saja, Herra ingin sekali bertanya, namun sangat tidak tepat waktunya.
Herra meraih lengan sang mama dan menggandengnya.
beberapa karyawan yang berpapasan dengan Herra dan mama Nada menunduk.hormat serta memberi salam.
Tak sengaja Giana yang baru dari tempat fotocopy melihat Herra menuju lift khusus.
" apa yang bersama nona Herra mamanya tuan Naren, tapi kok masih muda ?? atau..?? .kepo ah !! " Gumam Giana yang mempercepat langkahnya menyusul Herra dan wanita yang masih nampak muda itu.
Herra mempersilahkan sang mertua masuk lalu kemudian dirinya,
" ehh.. tunggu nona ?! " cegah Giana.
__ADS_1
Giana menunduk hormat kepada Herra. sementara Mama Nada memperhatikan Giana dari atas hingga bawah.
" kau sekretarisnya kak joy kan ??" tanya Herra.
" iya nona." balas giana. Giana menatap mama Nada. "em..dia siapa.Nona ??" tanya Giana lagi.
alis Herra bertaut dan menatap sang mama. "ini mertua saya. mamanya Bos mu.."
" oh.. maaf nonya. saya belum tau." ralat Giana.
" tidak apa. saya memakluminya.."Mama Nada menengahi.
tak lama pintu lift terbuka dan Herra mengajak sang mertua melangkah keluar menuju ruangan Narendra.
Kebetulan sekali, Narendra serta papa Revandra dan juga Joy baru keluar dari ruang mitting, mereka juga hendak menuju ruangan.
" sayang.." panggil Narendra saat netranya menangkap wajah sang istri.
senyum terbit dari wajah Herra dan mama Nada. mereka menghampiri pria pujaan hati sendiri-sendiri.
" mama.. mama kesini ?? " sapa.Narendra.
" sayang.. kau tidak lelah kan ?? sudah makan belum ?? " Revandra memberondong Mama.Nada dengan banyak pertanyaan.
" hentikan ocehan kalian. ayo kita makan bersama. nanti malam mama kan sudah kembali keJakarta. Joy, kau juga harus ikut.." Terang Mama Nada.
Semua mengangguk setuju dan segera pula mereka pergi dari kantor guna menikmati makan siang diluar bersama-sama.
.
.
__ADS_1
.