You Are Only Mine

You Are Only Mine
Suasana bahagia


__ADS_3

bab 205


.


.


.


Disalon Candrika tetap murung, bahkan ia enggan berganti baju. sebab yang ia tunggu tak datang-datang. beberapa kali Candrika mencoba menghubungi Joy, namun seakan sengaja, Joy tidak menjawab atau bahkan memberi kabar melalui pesan singkat.


" nona. jadinya akan ganti atau tidak ?? sepertinya anda sudah tertinggal acara" tegur pelayan salon.


" iya aku tau !!! makanya aku tidak mau ganti !!" balas Candrika dengan kesal.


" awas saja jika dia datang, aku akan memukulinya !!" gerutu Candrika dengan kekesalannya.


"kau yakin akan memukulku ??" suara barito membalas


" tentu saja !! aku sampai terlambat gara-gara menunggu-" Candrika menghentikan ucapannya, lalu menoleh kebelakang, Wajah orang yang sejak tadi membuatnya uring-uringan berada tepat dibelakangnya.


bukannya takut, atau berusaha membujuk, Joy malah tersenyum tipis dan membuka tangannya, seolah tau Candrika akan memeluk dirinya.


Candrika memang berdiri dan mendekati Joy. lalu menepuk lengan Joy dengan keras.


pukk !!


" kenapa malah memukulku ?? kau tidak ingin memelukku ??!!" tanya Joy.


Candrika melayangkan tatapan tajam dengan sisa kekesalannya.


" tentu saja aku ingin memelukmu !! tapi aku sedang ingin menghilangkan kekesalanku dulu !!" balas Candrika yang dengan segera berhambur memeluk Joy dengan erat.


Joy pun dibuat terkekeh dengan jawaban Candrika yang selalu membuatnya terhibur.


" kenapa datang terlambat ?? aku kan ingin menghadiri ijab kabul Dirya dan Draka ??!! kau mengacaukan semuanya !!" omel Candrika tanpa melepas tangannya yang melingkar diperut Joy.

__ADS_1


" maaf ya, aku harus menghadiri mitting dulu. Seharusnya jangan menungguku, kau bisa datang lebih dulu..malam kan kita bisa bersama."tutur Joy.


" apa kau tidak ada cuti sama sekali sih ?!!" protes Candrika.


" ada." balas Joy singkat.


" kapan ?? masa seperti ini saja masih harus bekerja." tanya Candrika.


" saat kita menikah nanti." kata Joy dengan jelas. wajah Candrika langsung bersemu merah, dan memilih menyembunyikannya didada Joy dengan senyum yang tertahan.


.


.


.


Malam penuh cahaya bintang dengan cerahnya, seolah ikut bahagia diharo bahagia Sikembar Dirya dan Draka.


Hotel mewah Papa Revandra disulap indah dengan interior mewah dengan desain minimalis namun nampak elegan.


Semua keluarga besar Papa Revandra, dan mama Nada, bahkan keluarga yang lain juga sudah ada disana.


Nurra yang sejak tadi uring-uringan karna tak mendapati anak perempuannya yang belum juga datang, Mama Nada menghampiri adik suaminya itu. "kau kenapa Nur ??" tanya Mama Nada.


"aku sedang kesal Nad, Cand tidak tau dia dimana, sejak pagi dia tidak muncul !!" balas Nurra.


" mungkin dia dirumah sakit." balas mama Nada.


" tidak. aku baru saja bertanya dengan Zakia. Cand cuti beberapa hari ini." timpal Nurra.


" lihatlah disana Nur. jangan marah-marah dulu. anakmu sedang menunggu pria nya." ujar papa Revandra seraya menunjuk pintu masuk. dimana Candrika dengan senyum bahagianya menggandeng lengan Joy memasuki pesta.


Nurra pun melongo dibuatnya. Sentuhan dari papa Mike memgejutkan dirinya. "pi, lihatlah. anak kita.."


" biarkan saja." balas Mike

__ADS_1


" tapi aku sudah bicara dengan sonia akan menjodohkan Candrika dengan Andika !!?"tutur Nurra.


" kau yang aneh-aneh. aku kan sudah bilang biarkan putri kita mencari pasangannya sendiri-sendiri."balas Mike


" kau selalu saja menyalahkanku !! dasar pria tua !!" nurra nampak kesal.


Mike hanya membenahi Kaca matanya, lalu mengekor dibelakang istrinya. tak ada menangnya jika ia berdebat dengan istri mudanya itu.


.


.


.


Dan dengan sempurna, mata Andika melihat Wanita yang tak sengaja ia kagumi dalam diam ya g sejak tadi ia cari-cari telah datang namun tanpa ia sangka, Candrika datang dengan pria dan begitu dekat sekali.


" apa..mereka berhubungan ??" tanya Andika pada dirinya sendiri.


" wah.. kak Cand cantik sekali.."puji Dayra. "kakak.. ayo temani aku menemui kak Cand, aku sangat merindukan dia.." Dayra yang segera menarik lengan Andika membuat Andika cukup terkejut dan hanya bisa ikut meski sebenarnya hatinya tak menginginkan untuk mendekat.


" kak Cand !!" panggil Dayra.


Yang dipanggil mencari sumber suara. "Dayra !!" Candrika begitu antusias dan langsung memeluk Dayra.


" ya ampun.. kapan kau tiba ?? bibi may bilang kau tidak jadi pulang ??!" tanya Candrika.


" baru tiba tadi pagi. awalnya aku tidak jadi pulang, tapi papa memarahiku, makanya aku terpaksa pulang mendadak." terang dayra.


Kedua pria yang saling pandang itu hanya diam tanpa bicara. Andika cukup merasa kalah, sebab Kehebatan Joy hampir imbang dengan Narendra. bahkan usianya juga lebih matang darinya.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2