
bab 213
.
.
.
Malam cepat sekali tiba, Joy diantar Narendra dan Herra sebagai keluarga Joy yang ada.
Nampak sekali rasa tenang dihati Joy, sebenarnya ia sendiri bisa melakukannya, namun seperti tidak memiliki keluarga saja jika ia harus sendiri.
cukup lama Joy berkendara dan tak lama mereka telah tiba dirumah Mama Nurra.
" rumah bibi Nurra besar juga ya ??" ucap Herra yang bisa melihat kemewahan disana.
" tentu saja. Kakek Adi itu orang kaya sekali sayang.." balas Narendra.
" kakek Adi itu siapa ??" tanya Herra.
" kakek Adi orangtua papa dan bibi Nurra. tapi beliau sudah meninggal. saat aku masih kuliah dulu." terang Narendra yang membantu sang istri
"dan semua bisnis kakek diberikan bibi Nurra. papa sudah memiliki bisnis sendiri, dan mama bilang hubungan papa dan Kakek tidak terlalu baik." tambah Narendra.
dipintu masuk nampak Papa Mike dan mama Nurra menyambut kedatangan Joy bersama.Herra dan Narendra.
__ADS_1
" selamat malam nyonya.." sapa Joy.
" selamat malam bibi Nurra.."sapa Herra juga dengan sopan.
" selamat malam, ayo masuk.." ajak mama Nurra. penuh keakraban.
" Naren.. kau sudah lama kan tidak kerumah bibi.." Ucap Mama Nurra menegur Keponakannya. Narendra hanya tersenyum tipis membalasnya.
Semua sudah kedalam. mama Nurra menggiring semuanya keruang keluarga yang sudah disiapkan dengan beberapa makanan serta beberapa minuman.
" ayo silahkan duduk. saya panggilkan Cand dulu ya.." ucap mama Nurra.
" bibi.. kau tidak membuat kue kesukaanku ??" tanya Narendra.
"bibimu sudah tak serajin dulu Naren.. dia lebih suka.berbaring sekarang." balas Papa Mike.
papa Mike dan Narendra tertawa kecil bersama.
" Joy.. ayo diminum dulu, jangan sungkan.." Papa Mike mempersilahkan.
" iya tuan..terima kasih.." balas Joy.
" Joy jangan memanggil saya seperti itu. saya bukan tuanmu. " timpal papa Mike.
" panggil papa saja Joy, lagian kau kesini kan mau melamar Candrika.." saran Narendra yang berkata dengan santai.
__ADS_1
" Saya tidak menyangka ternyata putri saya menjalin hubungan denganmu, saya awalnya tidak percaya, tapi saya bersyukur sekali, setidaknya dia mengenal dan berhubungan dengan orang yang masih saya kenal." ucap papa Mike.
" memang Cand tidak pernah dekat dengan pria lain paman ??" tanya Herra.
" sebelumnya tidak. hanya saja selama ini Cand hanya berteman dengan Andika yang seusia dengannya. bahkan mereka dulu kuliah disatu Unyversitas." tambah Papa Mike.
Herra mengangguk mengerti.
" Nak Joy..saya hanya ingin mengatakan satu hal padamu. Cand selalu dimanja oleh mamanya. saya bukannya menuntut kau untuk selalu membahagiakan dia, tapi saya harap kau bisa menggantikan kami menjaga dan memanjakan dia."ucap papa Mike penuh serius.
" saya tidak mau berjanji tuan. tapi saya akan berusaha menjadi yang terbaik."balas Joy dengan tepat dan jelas.
Papa Mike begitu puas dengan jawaban Joy. dan beberapa detik, Candrika turun dengan mama Nurra disisinya.
Gaun yang tak mewah namun nampak elegan dikenakan Candrika. senyum terbit dibibirnya menandakan ia cukup bahagia dengan semua kejutan dari Joy.
setelah semua duduk dan hening beberapa saat. Narendra membuka suara, setidaknya ia akan menjadi saudara serius kali ini.
" Paman.. bibi.. aku tidak tau cara meminang putri kalian untuk kakak iparku, tapi niat kakak iparku sangat baik, ia mencintai dan menyayangi Candrika begitu dalam. disini aku sebagaai keluarganya meminta restu dari kalian sebagai orangtua."Ucap Narendra dengan jelas dan santai.
Herra pun cukup terkejut, sejak tadi Joy tak pernah menyuruh Narendra melamarkannya. namun Seakan memiliki inisiatif sendiri, Narendra membuka suara guna meminang Candrika.
Joy menatap adik iparnya dengan senyum tipisnya, Baru kali ini Bos yang sekaligus adik iparnya itu memanggilnya kakak ipar. ia sangat bersyukur sekali.
.
__ADS_1
.
.