
...Chapter 100: Aku akan mengganggumu....
..."Mengapa kita menyaksikan semua itu?" tanya Po....
..."Jangan sampai Kak Hoshie tahu tentang semua ini" kata Nawa....
..."Bisa gawat" kata Rumy....
... Ved mendengar pendapat dari ketiga remaja diruangan tersebut tidak salah dengan apa yang dikatakan oleh mereka semua....
... Apakah Ved juga akan bereaksi sama jika berada di pihak Hoshie tentu itu ada benarnya tapi apa dayanya saat ini dengan kondisinya benar-benar membutuhkan pemulihan setelah aksi penyerangan yang dialami rasanya sulit bahkan untuk melakukan aktivitas mandiri dirinya sendiri....
... Jarrel mencari dimana Dashie yang baru saja keluar dari ruangan Ved beberapa menit yang lalu....
... Di area lantai pertama rumah sakit....
... Berlari mengejar Dashie yang melewati pintu masuk sekaligus keluar rumah sakit....
... Dashie masuk ke dalam taksi....
... ...
... Apa yang harus digambarkan tentang perasaannya saat ini hanya lelucon bagi dirinya sendiri itu yang dia rasakan rasanya ingin melampiaskan rasa amarahnya kepada siapa saja yang ia temui....
... Dashie sedang mode tidak ingin banyak bicara....
... Merasa dunia ini tidak ada yang peduli dengan dirinya sama sekali. Rasa percaya yang semakin berkurang dengan simpati atau berempati kepada orang lain....
... Jarrel meneleponnya dan dia sedang tidak ingin berbicara kepada orang lain....
..."Aku memang sebodoh itu" kata Dashie....
..."Ya. Aku memang bodoh" kata Dashie....
... Rio menelepon Dashie....
... Diangkat Dashie....
..."Jangan menghubungiku lagi!" kata Dashie....
... Panggilan telepon dari Rio diakhiri oleh Dashie....
... Driver taksi yang mengantar Dashie untuk sampai ke tempat tujuan melihat ke arah belakang sekilas melihat kondisi Dashie yang mengusap air mata berulang kali setelah keluar dari rumah sakit....
... Tidak peduli dengan Ved yang juga menghubunginya saat itu juga setelah ia menerima panggilan telepon dari Rio....
... Rio yang baru keluar dari rumah sakit....
... Tepat di sebelah kiri pintu masuk rumah sakit....
... Dia marah ketika niatnya untuk meminta maaf ditolak secara terang-terangan oleh mantan kekasihnya....
..."Lihat orang yang kau andalkan sedang sekarat!" kata Rio....
... Bercermin di kaca rumah sakit di belakangnya berdiri saat ini....
..."Wajahku" kata Rio....
... Lalu menyalakan kamera diatur dalam mode depan untuk melihat pipinya yang memerah terasa sakit setelah ditampar balik oleh mantan kekasihnya....
... Dia bergerak berjalan kemudian pergi menuju tempat parkir untuk mengambil mobilnya....
... Area parkir yang terlihat ramai oleh lalu lalang orang-orang yang ada disekitar Rio....
... Terhenti oleh suara keras di sekitar mereka....
..."Bug!" ...
... Rio terpelanting ke badan mobilnya....
... Wajahnya terluka membiru....
..."Bug!" ...
... Dia tidak melihat seorangpun yang terlihat baru saja memukul wajahnya untuk yang kedua kali. Dia mencari dengan orang-orang yang juga belum berhenti memberikan perhatian kepada Rio dengan tingkahnya yang aneh membenturkan dirinya sendiri di badan mobil....
... Ketakutan....
... Tak ada satupun ada yang dapat menjadi bukti bahwa dirinya telah mengalami tindakan kekerasan....
... Orang-orang kembali dengan aktivitas mereka....
..."Bug!" ...
... Kini suara itu jauh lebih keras berasal dari perut Rio yang terpukul sangat keras....
... Darah itu keluar dari mulutnya bertambah banyak dan Rio tidak berdaya dengan kekuatan sesuatu tak kasat mata itu....
... Rio bangkit dari bawah mobil merangkak caranya untuk bertahan setelah babak belur dihajar oleh hal yang tidak diketahui makhluk apa....
... Suasana sangat hening menakutkan bagai misteri yang sulit untuk dipecahkan....
... Melihat dengan waspada disekelilingnya....
... Tak ada yang bisa ditemukan dari usaha pencarian yang sulit bagi manusia biasa seperti Rio....
... Segera dia berlari menuju kursi kemudi mobilnya....
... Ditempat yang sama Ghazi berhasil menekan raga tak kasat mata untuk orang lain juga dirinya....
... Ghazi juga dengan mode tidak terlihat....
... Tak ada suara dari dorongan kuat dari Ghazi yang berhasil mengikis tanah dibawahnya terbawa jauh menabrak sebuah tiang taman tepi kota....
..."Aku yakin kau adalah bangsa Blacwhe" kata Ghazi....
... Tanpa berbalik untuk menyerang Ghazi setelah tindakannya dicegah oleh gadis yang langsung tahu siapa yang sedang mengajaknya bertarung di rencana belum selesai dibereskan....
... Aura hitam itu bertambah menyebar meluas sebagai salah satu ciri dari bangsa Blacwhe....
... Suara itu seperti suara pria dengan suara tersamarkan lebih berat seperti suara mesin dari sebuah hasil pengembangan teknologi....
..."Kau mengganggu rencanaku" kata seseorang....
... Ghazi terhempas jauh tapi tidak sampai terpelanting jatuh ke tanah sengaja dilakukan oleh seseorang yang ia anggap adalah bangsa Blacwhe....
... Dia bergerak dengan langkah menyentuh udara jejaknya terlihat segala aura hitamnya meski tak kasat mata tapi jelas nyata bisa mengambil nyawanya....
..."Rencana mu. Mengapa kau melakukan itu padanya?" tanya Ghazi....
... Berhenti dengan pasti didepan Ghazi....
... Jarak mereka hanya setengah meter....
... Satu detik kemudian....
..."Aku ingin melakukannya" kata pria tersebut....
..."Ingin!" kata Ghazi....
..."Jangan ikuti aku" kata pria tersebut....
... Aura hitam itu pergi tak meninggalkan jejak apapun di sekitar Ghazi....
... Ghazi mencari dimana dia berada dan dia benar-benar terbukti telah pergi dari pandangan mata....
... ...
... Dashie....
... Udara yang cukup normal untuk sebagian orang di pukul empat lebih dua puluh lima menit ini tidak untuk Dashie yang merasakan udara dingin terasa kuat menekan raga....
... ...
... Tangannya menyentuh bagian pembuka jendela pintu taksi tanpa ia sadari dari dalam jemari Dashie mengeluarkan efek luar biasa dingin hingga membentuk butiran es dari bagian taksi....
... Angin masuk kedalam kaca jendela yang terbuka separuh bagian....
__ADS_1
... Dia kemudian menyeka rambutnya yang menerpa pipinya....
... Butiran es itu menghilang dengan cepat dari bagian jendela mobil....
... Dia merapikan lagi jaket jeans biru yang ia pakai yang berpadu dengan dress putih tanpa lengan dengan panjang sampai diatas mata kaki....
... Sepatu sneaker putih dengan kaus kaki merah dilihatnya....
..."Air es" kata Dashie....
... Dia mencari dari mana asal air es tersebut....
..."Disini tidak ada sesuatu yang ku cari" kata Dashie....
... Serpihan es menempel di atas sepatu sneaker putih bertali putih yang ia pakai....
... Tidak mempermasalahkan lebih lanjut tentang ditemukannya serpihan es yang ada disekitar sepatunya....
... Kembali melihat keluar jendela dari dalam taksi....
... Berusaha berpikir lebih jernih rileks menikmati udara yang berubah lebih sejuk....
... Sepuluh menit tanpa jalanan yang macet tiba Dashie di depan toko....
... Waktu bisa dibilang masih sangat awal....
... Kunci yang juga dibawa oleh Ghazi....
..."Membuka toko" kata Dashie....
..."Lalu kapan dia datang?" tanya Dashie....
... Kata-kata yang keluar dari lisannya sudah tidak jelas semakin terdengar di kalimat-kalimat selanjutnya....
... Ghazi belum terlihat dan Dashie sedang menunggu kakaknya itu....
... Beberapa detik waktu yang telah di hitung dan masih menghitung sambil menunggu para pengunjung toko datang untuk membeli coklat....
..."Ku rasa udara sangat dingin sore ini tidak seperti biasanya" kata Dashie....
..."Kenapa ya, padahal suhu udara dari data ramalan cuaca sore ini tidak begitu" kata Dashie....
... Kakaknya datang dengan menggunakan taksi perasaan sangat khawatir terlihat tak bisa dibohongi oleh Ghazi....
... Dia masuk kedalam toko lalu memeluk adiknya dengan sangat erat....
..."Tidak apa-apa. Kakak disini" kata Ghazi....
... Dashie berusaha untuk melepas pelukan kakaknya yang membuatnya sulit untuk bernafas....
... Dan akhirnya pelukan itu berakhir....
... Ghazi memeriksa kedua pipi adiknya....
..."Apa yang kau lakukan?" tanya Dashie....
... Sadar jika ia harus berhati-hati dalam berbicara kini dengan adiknya ini tentang kekuatan yang ia miliki....
..."Oh tidak. Aku tiba-tiba kepikiran tentang mu" kata Ghazi....
... Mengajari adiknya....
..."Besok. Jika ada yang membuat hatimu tidak nyaman, kau harus memberontak. Ok" kata Ghazi....
..."Kau bicara apa. Aku tidak paham" kata Dashie....
... Paket....
... ...
... Paket antar makanan datang dengan membawa dua menu makan malam yang Dashie sudah pesan sebelumnya....
..."Ayo kita makan" kata Dashie....
... Menerima tanda terima paket makanan yang diterima dari petugas paket....
... Kepada petugas paket....
..."Terimakasih" kata Dashie....
... Petugas paket pergi lalu menu makanan ditaruh diatas meja yang ada di dalam toko....
... Dashie membuka pesanan makanan yang ia terima....
... Ghazi belum juga bergerak menerima makanan....
..."Kau tidak lapar?" tanya Dashie....
..."Lapar" kata Ghazi....
... Duduk berhadapan satu sama lain menikmati makanan....
... Ghazi memperhatikan adiknya yang dengan santai tanpa beban menikmati sup hangat iga sapi dengan kuah bening....
... Dia menyantap dengan nasi hangat pula. ...
..."Kau mau nasinya lagi?" tanya Dashie lagi....
... Dia menolak dengan menggelengkan kepala....
..."Ini sudah cukup" jawab Ghazi....
... Berbicara serius kepada kakaknya....
..."Itu sudah keputusanmu. Tapi, … " kata Dashie....
..."Kau ingat Jarrel. Dia serius ingin membantu mu menawarkan pekerjaan" kata Dashie....
..."Jadi, tak ada maksud lain selain itu" kata Dashie....
... Menyeruput kuah dengan sendok....
... Sedikit-sedikit menikmati tiap kondamen isi sup....
... Mengambil bihun dari sup yang masih hangat....
... Ghazi mengikuti cara makan adiknya itu....
... Dashie lahap dengan menu makanan diatas meja sambil sesekali melihat keluar toko....
... Sambal yang ia miliki berada disebelah acar lobak tidak disentuh sama sekali oleh Dashie....
..."Kau tidak suka pedas?" tanya Ghazi....
..."Tidak terlalu suka" jawab Dashie....
... Ghazi juga tidak terlalu ingin makan pedas sore ini....
... Ghazi menunggu adiknya yang belum mau bercerita tentang kisah asmaranya bersama dengan Rio....
... Ada pengunjung toko datang....
... Dashie akan bangun untuk menghampiri calon pembeli....
..."Biar aku saja" kata Ghazi....
... Ghazi mengambil alih pekerjaan....
... Adiknya kembali untuk menyantap sup....
... Di rumah Ren....
..."Siapa yang mengeroyok mu?" tanya Ren....
..."Hantu" jawab Rio....
... Jawabannya ditertawakan oleh Ren....
__ADS_1
... Tanpa berhenti menertawakan sahabatnya setelah jawaban yang ia dapat itu....
... Menepuk tumit berulang kali....
..."Kau bercanda. Mana ada hantu bisa menyentuh manusia" kata Ren....
... Menunjuk diri dengan jari telunjuk....
..."Lah ini!" kata Rio....
..."Hahahaha" ...
... Ren bertambah tertawa lagi terbahak bahak melihat ekspresi wajah Rio yang babak belur....
... Mengambil alkohol lagi dari dalam botol dengan kapas....
... Rio mengobati dirinya sendiri dengan peralatan medis milik Ren....
... Dibalik gelak tawa yang terbahak-bahak tersimpan pertanyaan dari dalam diri Ren. Dia menemukan jejak aura hitam milik salah satu bangsa Blacwhe yang terlihat dari bekas pukulan di wajah Rio. Dan kalau bisa di bilang jejak itu seperti dimiliki oleh bangsa Blacwhe dengan level setara dengannya....
..."Sepertinya, baru saja dia membuat salah satu dari bangsa Blacwhe murka" kata Ren....
..."Siapa bangsa Blacwhe yang melakukan ini?" tanya Ren....
..."Apa mungkin Hoshie?" tanya Ren....
..."Tapi, dia sedang sekarat sekarang" kata Ren....
... Mengambil snack kentang yang ada di meja ruang menonton televisi....
... Membuka bungkusnya lalu memakan isi keripik kentang didalamnya satu persatu....
..."Aku jamin. Mulai sekarang hidupnya akan bertambah berat" kata Ren....
... Status hubungan mereka berdua masih terbaca sebagai sepasang kekasih membuat Dashie tidak ingin memohon untuk mengganti keterangan status mereka di akun sosial media milik Rio. ...
... Meski itu dirasa sudah sangat jelas mengganggu tapi untuk apa berbicara dengan orang yang bahkan disimpulkan tidak mungkin bisa sedekat sebelum situasi ini terjadi....
... Ingatan lain datang ketika dia berada dirumah sakit menjenguk Ved saat dia melakukan sebuah candaan dengan memukul tanpa rasa sakit pada bahu sebelah kiri sahabatnya itu....
..."Benarkan itu Ren?" tanya Dashie....
..."Dia juga menghilang didepan mataku" kata Dashie....
..."Lalu siapa Ren yang sekarang kulihat?" tanya Dashie....
... Sebuah memori tentang menghilangnya Ren diudara saat baru menaiki bus yang sama yang dinaikinya bersama dengan Hoshie kala itu....
... Melihat kedua tangan....
... Dia juga ingat tangannya sangat dingin dan mengeluarkan serpihan es setiap benda yang disentuh olehnya sebuah serpihan es dengan bentuk yang hampir sama seperti yang ia lihat di dalam taksi saat perjalanan menuju toko ibunya tadi....
... Mengingat kejadian disaat Ren menghilang di depannya....
... Ragu....
..."Apakah orang lain akan percaya dengan ceritaku?" tanya Dashie....
..."Hoshie juga ada disana lalu kenapa selama ini dia tidak membahasnya dengan ku" kata Dashie....
..."Apa aku harus menanyakannya sekarang?" tanya Dashie....
..."Tidak. Tidak, jangan sekarang" kata Dashie....
... Ghazi sedang sibuk menjelaskan tentang produk yang ditawarkan kepada calon pembeli....
... Dashie ditempat yang sama tetap disana....
... Memantau perkembangan perubahan yang terjadi selanjutnya terhadap raga dengan gen yang sama seperti gen keturunan yang ia miliki....
..."Siapa yang tadi menghajar Rio?" tanya Ghazi....
..."Kurasa dia bukan Hoshie" kata Ghazi....
... Mobil tipe mini cooper datang....
... Dia bersama driver pribadi mendekat untuk menemui Dashie dengan membawa banyak es krim....
... Dashie masih melamun tidak memperhatikan siapa yang baru saja datang....
... Tiba didepan meja tempat Dashie sedang memakan sup....
..."Kau datang" kata Dashie....
... Orang itu belum akan duduk jika belum dipersilahkan oleh tuan rumah....
... Suaranya datar terdengar....
..."Duduk saja" kata Dashie....
... Driver pribadinya kembali dengan tugas yang harus diselesaikan yang diperintahkan oleh bosnya....
... Orang ini ingin berbagi sup dengan sup yang Dashie makan....
... Menarik makanannya menjauh dari pria berkaos biru gelap tersebut....
..."Kau baru keluar dari rumah sakit" kata Dashie....
..."Apa aku mengganggumu?" tanya Hoshie....
... Suara dan wajah tetap datar....
..."Kau menghiburku" kata Dashie....
... Dia melihat luka yang begitu banyak sekali lagi dilihatnya di tubuh pria tersebut....
..."Apa itu sakit?" tanya Dashie....
... Mengangguk pelan....
..."Ehmmm" kata Hoshie....
... Menyapa Ghazi dari posisinya duduk di kursi meja toko....
... Lambaian tangan untuk Ghazi beserta senyum sapa keakraban seperti biasa....
... Ghazi membalas Hoshie dengan tindakan yang sama....
... Mengetuk meja....
..."Ada apa?" tanya Dashie....
... Memakan sup lagi dengan bihun dalam satu sendok....
..."Tatap aku" kata Hoshie....
..."Sudah. Ada apa?" tanya Dashie....
... Berbicara rileks....
..."Aku ingin mengganggu hidupmu" kata Hoshie....
..."Berapa kali kau mengatakan itu?" tanya Dashie....
... Akan menyentuh lesung pipi Dashie sebelah kiri dengan jari telunjuk....
..."Dashie" panggil Hoshie....
... Tidak jadi melanjutkan aksinya....
..."Apalagi?" tanya Dashie....
... ...
... ...
... ...
__ADS_1
... ...