Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 40: Ruang gelap.


__ADS_3

...Chapter 40: Ruang gelap....


... Sepulang dinner bersama dengan sahabat sahabatnya mereka satu mobil dengan semuanya dalam perjalanan pulang ada Hoshie yang ada di sebelah kanan Dashie yang sedang mabuk dan juga Callie yang ada di sebelah kiri Dashie yang menahan agar Hoshie tetap tenang duduk bersandar pada pundak Dashie nyaman menjadi anak baik disisi Dashie....


... Melihat ke arah seluruh mobil Jarrel ada di kursi depan sebelah kanan tidur bersandar dengan sabuk pengaman yang terikat ditubuhnya dia tampak tidak berulah....


... Callie yqng sedang menggunakan identitas dan wajah orang lain sedang menjadi karakter yang bukan dirinya seperti Callie....


... Tiba tiba Hoshie memeluk Dashie sangat erat dari sebelah kanan memeluk erat perut Dashie tidak mau melepaskan pelukannya pada Dashie....


..."Kau sedang apa?" tanya Dashie....


... Senyum yang biasa dilakukan oleh Hoshie diperlihatkan pada sahabatnya yang sudah pergi Luc kini terlihat lagi dengan isi hati yang dari makna senyum hangat Hoshie....


..."Dashie" kata Hoshie....


... Tidak menyangka seorang Hoshie bisa menunjukan sisi manisnya dan dilihat oleh Callie dan Ved dalam satu mobil yang sedang bergerak jalan itu Ved melihat kaca mobil yang mengarahkan untuk melihat ke kursi belakang mobil yang terisi oleh tiga orang di kursinya....


... Hoshie menunjuk bibir Dashie dengan jari manisnya menatap Dashie tersenyum manja lagi pada gadis didepannya saat ini....


... Jari manisnya berhenti menyentuh bibir Dashie....


..."Ternyata benar kali ini kau memang Dashie" kata Hoshie....


... Menutup mata dengan lembut sikapnya pada Dashie dia bersandar masih tetap dipundak gadis ini....


... Semua di dalam sana dengan kondisi hening perjalanan pulang....


..."Aku membutuhkanmu" kata Hoshie....


... Tertawa kecil kemudian Hoshie dengan mata tertutup....


..."Janji padaku jangan pernah pergi" kata Hoshie....


... Dashie mengambil langkah lagi untuk melepas pelukan Hoshie dari dirinya dan pemuda ini tidak melakukan hal yang direncanakan olehnya....


..."Dashie" kata Hoshie....


... Dia tidak mau menjauh tapi kembali lagi memeluk Dashie dari arah yang sama lagi....


... Callie atau juga Owen sebuah nama yang sama dari mantan kekasih Hoshie yang sedang menahan amarah dengan kondisi ini yang disebabkan oleh tidak terimanya dia ketika sahabatnya yang didekati oleh mantan kekasihnya itu yang dia benci....


... Hoshie yang pada akhirnya menunjukkan sifat aslinya kepada Dashie terdengar dan terlihat oleh semua yang ada di dalam mobil tanpa terkecuali dengan Jarrel yang sedang mabuk juga menjadi tenang untuk sementara di sebelah kursi mobil yang dikemudikan oleh Ved yang kesal dengan tingkah temannya itu yang sedang mabuk menempel terus pada sahabatnya terus mengawasi dari kursi kemudi....


..."Dia selalu memanggilmu ketika mabuk" kata Ved....


... Callie tidak tahu kalau Ved akan berkata demikian tentang Hoshie padahal sudah jelas bagaimana perasaannya kepada Dashie yang dibaca olehnya sejak awal pertemuan mereka....


..."Aku sedang mengagumi seseorang bisa jadi besok aku menyukainya" kata Callie....


... Lanjut Callie dengan isi pikirannya sendiri....


..."Tidak. Tidak, boleh" kata Callie....


... Ved mengajak bicara Callie setelah sadar beberapa detik yang lalu gadis ini terua memperhatikannya....


..."Owen. Ada yang ingin kau bicarakan padaku?" tanya Ved....


... Salah tingkah....


..."Tidak" kata Callie....


... Callie atau Owen menyibukkan diri dengan mendengarkan musik dari earphone putihnya yang dia pasang di kedua telinganya menyalakan lagi list musik didalam ponselnya yang tadi terhenti sejenak....


...  Perjalanan ke rumah Hoshie berlanjut....


..."Kau boleh menginap dirumahku" kata Dashie....


... Callie mendengar ajakan dari Dashie tapi dia tidak mungkin menjadi dekat lebih cepat dengan sahabatnya tersebut perannya baru saja dimulai....


..."Aku ingin tapi sebentar lagi rumahku sudah sampai. Sorry" kata Callie....


... Mempunyai sebuah ide....


..."Ku pikir kau mampir saja dirumahku" kata Callie....


... Detik kedua dalam jeda obrolan ini....


..."Sudah sampai" kata Ved ...


... Memarkirkan mobil di depan gerbang rumah Callie lalu Ved menatap Dashie dengan memberikan pesan tersirat kepada Dashie yang mengambil ponselnya dari dalam saku jaketnya menyadari kode pesan dari Ved setelah menerima tatapan tajam dalam empat detik barusan membuatnya membuat keputusan lalu melihat ke arah Callie yang sedang melepas sabuk pengaman yang dipakai....


..."Bolehkah aku menginap dirumahmu" kata Dashie....

__ADS_1


... Berhenti sejenak menjadi senang karena idenya bisa diterima wajah senang berbalut tetap tenang....


..."You're welcome" kata Callie....


... Dashie melepas pelukan dari Hoshie secara paksa tanpa basa basi membuat semua yang ada disana tertawa....


..."Kau mau pergi kemana?" tanya Hoshie....


... Pintu mobil disebelah kiri Callie sudah dibuka oleh Ved lalu segera pemuda ini menarik Dashie cepat menjauh dari Hoshie....


..."Jangan khawatir tentang dia. Aku akan membawanya kerumah Jarrel" kata Ved....


... Dashie mengangguk kepada Ved lalu pintu mobil ditutup oleh Ved dengan keadaan Hoshie yang berbaring di kursi belakang mobil....


... Ved mengajak bicara Callie dan Dashie....


..."Kalian bisa istirahat aku pergi" kata Ved....


... Senyum persahabatan dan kasih sayang....


..."Aku titip Dashie padamu" kata Ved....


... Callie merespon mengangguk dengan senyum lembut di wajah dengan identitasnya yang sekarang....


... Ved pergi meninggalkan kedua sahabatnya itu hingga mereka masuk kedalam rumah memastikan bahwa mereka telah sampai dirumah dengan selamat lalu mulai menyalakan mesin kemudian bergerak pergi meninggalkan rumah Callie menuju rumah Jarrel....


... Masih dalam perjalanan menuju rumah Jarrel dengan sedikit kesadaran Jarrel membuka matanya kembali setelah tertidur sejak perjalanan pulang dimulai....


..."Psikopat itu kenapa dibawa?" tanya Jarrel....


... ...


... Tertawa jahat pada situasi di malam yang sudah dipukul hampir sebelas malam ini....


..."Kau pikir kita bukan" kata Ved....


... Dalam keadaan masih mabuk....


..."Kau benar. Kau selalu benar dan aku juga benar" kata Jarrel....


... Jarrel bertingkah menyebalkan lagi ketika sedang mabuk akan mengambil alat kemudi yang dikemudikan oleh Ved lalu segera pemuda ini mengambil tindakan memberhentikan mobilnya ke bahu jalan agar tidak terjadi hal hal yang bisa membahayakan nyawa mereka semua yang ada di dalam mobil....


...Mengambil nafas....


... Dalam keadaan mabuk tapi dia sadar dengan apa yang sedang dikatakan oleh Ved tentang kondisi mereka....


..."Kau juga bisa lebih gila dari kami" kata Jarrel....


..."Aku ingat itu" kata Jarrel....


... Ved lalu mengingat ketika dia mabuk di depan bayangan yang kabur sengaja dia ingin melupakan kejadian terakhir kali ketika dia mabuk dan tidak ingin memperjelasnya karena itu sangat memalukan....


..."Aku ingat jadi kapan kau akan berhenti terus meledekku" kata Ved....


... Dan melihat kearah Jarrel yang kembali tertidur di kursinya lalu mereka melanjutkan perjalanan pulang mobil dikemudikan lagi oleh Ved dengan kecepatan cukup tinggi tapi masih wajar tidak berlebihan ataupun ugal ugalan....


... ...


... Samar namun tetap terdengar jelas dari Ved yang sedang fokus mengemudi....


..."Pilih aku jangan pilih mantanmu" kata Hoshie....


... Sekali lagi dia mendengar kata kata lainnya dari orang yang berbeda yang juga sedang mabuk....


..."Dia tidak menyukaiku padahal aku sangat sempurna" kata Jarrel....


... Ved tidak ingin mencari cari tahu siapa yang sedang mereka bicarakan ketika sedang mabuk....


... Bicara hanya bercanda....


..."Mungkin jika aku membuang mereka dijalan mereka tidak akan sadar" kata Ved....


..."Tapi, setelah sadar mereka akan menggila padaku" kata Ved....


..."Bentar bentar lalu apa untungnya untukku" kata Ved....


... Tidak butuh waktu lama untuk Dashie mendapatkan sebuah taksi lewat aplikasi di ponsel lalu dia meminta izin untuk pulang tidak jadi menginap dirumah Callie atau Owen dengan terburu buru keluar dari rumah Owen yang sudah mengambilkan air mineral hangat untuk Dashie....


..."Sorry. Aku harus pergi" kata Dashie....


..."Ok" kata Owen....


... Dashie terlihat dari pintu gerbang rumah Owen yang mengantar sampai didepan gerbang tempat Dashie mendapatkan taksi lalu pergi segera Callie mengunci gerbang rumah lalu berjalan cepat untuk masuk kedalam rumah lagi mengunci kemudian pintu masuk rumah bergaya klasik tersebut....

__ADS_1


... Dashie membuka sedikit kaca jendela taksi tepat dikursi sebelah kanan melihat dan merasakan udara yang masuk dari luar taksi yang sedang berjalan ke arah rumahnya sendiri menghela nafas ringan menutup mata dalam beberapa detik tidak lupa dan belum bisa melupakan semua ingatan yang telah kembali dan datang dari sisi lain kedua orang yang dia anggap sebagai sahabat tentang mereka yang membuatnya terus berpikir bahwa semua itu hanya mimpi....


..."Kenapa semua itu bukan mimpi?" tanya Dashie....


... Ren yang dia kenal sudah pergi bisakah semua itu dia terima dengan mudah tanpa harus menunggu benarkah orang ini akan kembali rasa sedih menyusup secara terang terangan di malam sunyi ini kenangan kenangan itu datang mengingatkan hari hari dimana orang itu mengisi hari hari Dashie semua serasa tidaklah membuatnya cepat dipaksa melupakan....


..."Dimana Ren sebenarnya?" tanya Dashie....


..."Mungkinkah dia hanya bersembunyi" kata Dashie....


... Membuka kedua mata dalam hati yang terasa sangat sakit luka yang baru diterima setelah kehilangan seorang sahabat kini dia mengingatnya lagi senyum sapa yang selalu dia dengar dari lisan sahabatnya....


..."Dashie!" kata Ren....


... Menunggu beberapa menit lagi menunggu menahan segalanya yang segera dilepaskan dari isi hatinya yang merasakan rasa sakit luar biasa memberikan dorongan kekuatan dari luar diri agar tetap tegar....


..."Jangan sampai aku menangis" kata Dashie....


... Bagaimana dengan Hoshie yang juga kehilangan seorang sahabat yang tidak akan lagi ada mengisi hari harinya tentu kesedihan terasa jelas dirasakan olehnya sambil berbaring diatas sofa  dengan memeluk sebuah bantal disana menutup wajahnya menutupi tangisan tanpa suara yang sedang disembunyikan dari orang lain dalam kondisi masih mabuk tapi dia tahu bukan hanya ada dirinya seorang dalam ruangan yang merupakan rumah Jarrel yang juga ada di atas tempat tidur kamarnya dari sisi sofa tempat Hoshie ada berbaring di dalam ruang yang sama dalam pandangan tidak begitu jelas melihat keseluruh ruangan....


... Suara air terdengar dari dalam ruang kamar mandi tempat Ved ada didalam sana untuk membersihkan diri setelah beraktivitas selama seharian dengan air hangat yang digunakan untuk mandi....


... Bukan hanya Dashie yang mengingat tentang kejadian hilangnya Ren tadi tetapi sudah pasti juga dengan Ved yang merupakan orang yang bertugas menenangkan nyawa dari salah satu bangsa blacwhe yang menyamar sebagai manusia yang kebetulan menyamar sebagaia Ren yang merupakan sahabatnya sendiri....


..."Jika orang itu bukan Ren lalu kemana dia pergi selama ini" kata Ved....


... Sebuah harapan tentang kembalinya Ren merupakan sebuah keajaiban karena yang dia khawatirkan orang yang dianggapnya sebagai seorang sahabat bisa saja tanpa sepengetahuannya sudah pergi....


... Ved mengeringkan rambut kepalanya setelah lima menit yang lalu telah selesai mandi sebelum memikirkan Ren lalu hairdryer diambilnya untuk mengeringkan rambut kepala....


... Pintu kamar mandi sudah dibuka lalu Ved keluar dari kamar mandi setelah selesai mandi tidak terkejut dengan hilangnya Hoshie yang sudah tidak ada di ruang kamar Jarrel....


..."Aku ingat orang itu bisa pergi kapan saja" kata Ved....


... Dimana Hoshie kini yang telah pergi orang ini sudah berada di rumah seseorang dengan senjata besi tajam tergenggam oleh kedua tangannya sendiri berdarah telapak tangan Hoshie mengalir juga darahnya juga darah milik seseorang yang sedang berbaring di tempat tidurnya wanita bergaun hijau muda dengan bahan organza terluka menjadi sasaran dendam Hoshie terhadap sahabatnya yang tadi telah pergi oleh tangan gadis yang sedang terluka menatap dengan mata berkaca kaca menahan rasa sakit senjata yang melukai tepat di tengah tengah perutnya darah itu mengalir deras belum berhenti memerah luka dari seseorang yang sudah tersadar dari mabuknya selama beberapa menit....


... Kisah tentang gadis itu akan segera berakhir ditangan seseorang yang mendapat sebuah informasi dari penyelidikannya sendiri tentang siapa yang menjadi pelaku yang menyebabkan sahabatnya pergi tanpa sebuah pesan....


... Tersenyum sinis kepada Hoshie....


..."Mudah sekali kau percaya kepada orang lain" kata Gadis itu....


... Hoshie menusuk senjatanya lebih dalam lagi kepada perut gadis itu dan gadis itu tidak peduli sama sekali dengan tindakan dari Hoshie ini....


..."Kau tidak mungkin bisa membunuhku" kata Gadis itu....


..."Hahahahah" ...


... Gadis itu tertawa dalam ruang yang redup lampu kamarnya sejak kedatangan Hoshie disana....


... Gadis itu menendang Hoshie dengan kakinya sekuat tenaga hingga pemuda ini terpental membentur pintu kamar bercat hijau....


... Darah mengenai pintu tersebut dari luka yang ia dapat sebelumnya di bagian punggung yang hampir menembus tubuh bagian depan....


... Gadis itu menendang dada Hoshie sekuat tenaga hingga darah keluar dari mulutnya tanpa jeda waktu....


... Selesai menendang Hoshie gadis itu langsung mencengkram kerah baju Hoshie dengan kasar menatap wajah Hoshie....


..."Kau lupa takdirmu" kata gadis ini....


... Membalas kata kata gadis ini dengan wajah tenang sedikit tersenyum....


..."Kau terlalu percaya diri" kata Hoshie....


... "Brugg!"...


... Kaca jendela kamar gadis ini pecah akibat serangan tangan yang dilakukan oleh Hoshie kepadanya....


... Terbangun tanpa rasa sakit menyentuh kedua tangan dan kedua lutut menekan lantai terkena pecahan kaca di lantai....


..."Aku selalu percaya diri" kata gadis ini....


... Waktu hening dan suara detak jarum jam dari atas meja kamar terdengar semua kaca kaca yang berjatuhan di atas lantai dengan perintah gadis ini berhasil terbang mengenai Hoshie....


... Gadis ini berdiri dengan luka luka bertambah setelah terlempar di jendela setelah semua serpihan tajam kaca kaca jendela juga sudah berada di tubuh Hoshie....


... Mendekat kepada Hoshie yang terluka lebih parah dari gadis ini lalu berbisik....


..."Aku bisa menghabisimu" kata gadis itu....


... Hoshie tanpa ragu tertawa tanpa suara....


..."Coba saja" kata Hoshie....

__ADS_1


__ADS_2