Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 87: Kemungkinan.


__ADS_3

...Chapter 87: Kemungkinan....


... ...


... Hoshie tidak tahu kalau mereka berdua sudah putus kalau saja tahu kabar ini, dia pasti bahagia kegirangan. Ada baiknya dia belum segera mengetahui kabar baik ini baginya sungguh memberi keuntungan....


... Waktu berjalan mundur sekitar pukul sepuluh malam....


... Di rumah Ghazi....


... Hot sudah bersiap di sidang oleh Ayahnya Ghazi yang sedang marah....


... Dibalik pria tegar yang sedang bersiap dengan segala kemungkinan detik ini sebagai jaminan antara di maafkan atau tidak ia sudah pasrah....


..."Bagaimana bisa lari dari tempat ini?" tanya Hot....


... Mereka berdua didiamkan dalam beberapa menit....


..."Dia merepotkan mu lagi?" tanya Ayahnya Ghazi....


... Hot malah bingung bisa mendapatkan pertanyaan ini jika dilihat dari bukti sekarang putrinya pulang larut malam bersama dengan laki-laki....


... Kurang setuju dengan pertanyaan yang diterima....


..."Maaf Om. Tadi kami pergi ke rumah sakit menjenguk teman kami" kata Hot....


... Hot menjawab ini dan berharap mereka berdua segera dilepaskan dari berbagai pertanyaan yang menyusul....


..."Dia membuatmu pergi meninggalkan pekerjaanmu?" tanya Ayahnya Ghazi....


... Dia bertambah lagi kebingungan dengan pertanyaan ini mengingat Ayahnya Ghazi memang ikut menjadi investor ditempat dirinya mendapat proyek baru....


..."Tidak sama sekali. Pekerjaan saya berjalan lancar" kata Hot....


... Masalah event pameran saat ini masih terkontrol dengan baik itu yang ia tahu dari laporan di lapangan yang ia dapat sejak awal penyelenggaraan even diselenggarakan....


..."Pulanglah. Oh ya, terima kasih sudah mengantar putriku" kata Ayahnya Ghazi....


... Mengangguk sopan kepada Ayahnya Ghazi....


..."Pah. Aku akan mengantarnya sampai didepan rumah" kata Ghazi....


... Ghazi menarik tangan pacarnya berjalan mengantarnya sampai didepan rumah....


... Ayahnya Ghazi kembali membaca koran diruang bersantai sendirian sambil meminum teh herbal....


... Sudah sampai didepan rumah....


... Wajah memelas menatap pacarnya....


..."Sorry. Aku tidak tahu kalau kamu sedang sibuk" kata Ghazi....


..."No problem" kata Hot....


..."Baiklah. Aku harus pergi bekerja lagi" kata Hot....


... Hot melambaikan tangan kepada pacarnya pergi menuju mobilnya yang terparkir di halaman rumah....


... Ghazi membalas lambaian tangan pacarnya tidak lupa senyum ramah untuk orang yang dia sayang....


... Teriak....


..."Bye bye!" kata Ghazi....


... Kaca jendela mobil dibuka melihat ke arah Ghazi yang belum masuk kedalam rumah menunggu dirinya sampai keluar pergi meninggalkan halaman rumah....


... Memutar arah lalu pergi meninggalkan halaman rumah melewati kemudian pintu gerbang rumah yang terbuka secara otomatis....


... Hot sudah pergi....


... Pintu gerbang tertutup kembali....


... Ghazi masuk kedalam rumah menutup pintu....


... Sidang dilanjut untuk putrinya yang ada didalam ruangan yang sama....


... Secangkir teh herbal sudah diminum separuh bersama potongan buah kiwi diatas piring....


..."Jika kau menyukai Hot, biarkan dia menjadi pekerja keras" kata Ayahnya Ghazi....


... ...


..."Jangan terus menyuruhnya terus mengikuti keinginan mu" kata Ayahnya Ghazi....


..."Kemana kamu pergi dia harus ikut. Apa kau tidak sayang dengan pacarmu?" tanya Ayahnya Ghazi....


... Mengakui kesalahan....


..."Iya. Maaf, aku janji tidak bertindak hal yang sama lagi" kata Ghazi....


... Dia berpikir pasti sidang malam ini akan berlangsung lama tapi nyatanya tidak....


..."Ayah sudah selesai bicara. Pergilah belajar lagi" kata Ayahnya....


..."Ok!" kata Ghazi....


... Dia berlari cepat naik ke atas kamar sebelum Ayahnya berubah pikiran dan tetap melanjutkan sidang kepada putrinya sendiri....


... Ayahnya Ghazi menelepon ibunya Ghazi bahwa putri mereka benar-benar sudah pulang dengan selamat tanpa kurang apapun....


... Obrolan hanya berlangsung lima menit diantara mereka menanyakan kabar kedua putri mereka masing-masing....


... Di tempat event pameran berlangsung....


... Hot lanjut bekerja lagi untuk mengawasi jalannya pameran dan kali ini konser masih berlangsung di dalam sana di area cukup luas disediakan untuk para pengunjung untuk menikmati pertunjukan musik. ...


... Dia duduk dibelakang panggung bersama diantara para staf lain membantu jalannya acara....


... Seduhan kopi hangat dengan gula ada dalam genggaman tangan. Hot sedang berusaha untuk tetap terjaga dari rasa kantuk....


... Terlihat dari belakang panggung sedang dilakukan pergantian bintang tamu yang termasuk dari sejumlah penyanyi yang ikut serta dalam konser kembali ke belakang panggung sebuah grup band dengan beranggotakan lima orang....


... Acara dimulai kembali dengan penampilan penyanyi perempuan diiringi para pemain musik lain yang juga ikut berpartisipasi dalam program musik....


... Mereka sedang beristirahat dengan menyantap hidangan makanan yang sudah disiapkan oleh pihak staf bagian konsumsi....


..."Tidak biasanya aku sengantuk ini" kata Hot....


... Hot akan menghubungi nomor ponsel kekasihnya lalu dibatalkan....


..."Dia belum tidur tapi … " kata Hot....


... Melihat diri sendiri....


..."Apa yang sedang kupikirkan?" tanya Hot....


... Memakan kentang goreng....


..."Ya ampun. Pedas sekali" kata Hot....


..."Padahal tadi yang ku pesan bukan yang seperti ini" kata Hot....


..."Kesalahan ku yang tadi terburu-buru untuk datang kemari" kata Hot....


... Dia mengambil tisu lalu kemudian tidak memakannya lagi kentang yang barusan ia gigit sedikit beberapa sentimeter....


... Meminum air mineral yang dibeli tadi sendiri sebelum datang di pertunjukan konser beserta kopi dalam cup masih hangat....


... Satu box kentang goreng berukuran besar tidak bisa dihabiskan oleh Hot....

__ADS_1


... Petugas paket dengan setelan celana panjangnya hijau dan putih bergaris hijau di bagian lengan juga kancing serta memakai helm hitam datang dengan membawa makanan untuk Hot....


..."Apa benar dengan Pak Oryn?" tanya pemuda pengantar paket makanan....


... Hot tidak merasa memesan makanan....


..."Saya sendiri" kata Hot....


..."Ini tanda terimanya" kata Petugas paket....


... Disana tertulis penerimanya adalah Tuan Oryn Mason....


... Hot menerima paket tersebut lalu mendapat pesan dari seseorang....


..."Jangan lupa makan. Semangat kerjanya!" ...


... Pesan yang dikirimkan oleh Ghazi untuk Oryn Mason dengan emoticon hati....


..."Terima kasih makanannya. Sayang" ...


... Balas Hot beserta para emotikon hati....


... Pesan telah terbaca....


... Hot mulai memakan makanan yang dipesankan oleh Ghazi....


... Memprediksi....


..."Kurasa situasi mereka sedang terancam" kata Hot....


... Beberapa orang yang berkaitan dengan kasus yang Nora dan ia tangani....


..."Bolehkah. Kita berdua ikut campur dengan masalah mereka" kata Hot....


... Udara dingin malam berbaur dengan riuhnya penonton di konser malam ini....


... Hot menghitung jumlah uang didalam rekeningnya lagi....


..."Belum cukup untuk bekal hidup" kata Hot....


..." … Atau aku saja yang selalu merasa kurang" kata Hot....


... Menghirup udara malam yang dingin....


..."Ternyata begini jika beranjak dewasa" kata Tuan Oryn Mason....


... Menghabiskan makanan secara acak waktu cepat dan perlahan diambil dalam beberapa suapan....


... Waktu tetap berjalan....


... Beberapa jam kemudian ketika sudah pukul satu malam kurang sepuluh menit....


... Nora menelpon Hot....


... Mendekatkan ponselnya lebih dekat dengan daun telinga sebelah kiri agar bisa jelas terdengar....


..."Ya. Aku dengar" kata Hot....


..."Kau dimana lagi?" tanya Nora....


... Belum sempat menjawab langsung diberi kata kata lagi oleh Nora....


..."Kerja lagi. Kapan kau tidur?" tanya Nora....


... Tidak jauh berbeda dengan Hot....


..."Memangnya kau tidak kerja?" tanya Hot....


..."Ya. Kerja juga ini" kata Nora....


... Saling melaporkan hasil kerja mereka masing-masing....


... Dibangsal yang sama baik itu Hoshie ataupun Nawa sudah tidak ada didalam kamar rawat inap mereka masing-masing....


... Semua sudah rapi dengan para staff yang mengganti selimut dan sprei ranjang tempat mereka berdua mendapat perawatan medis beberapa menit yang lalu....


... Nora berencana untuk kembali ke tempat kosnya lagi....


..."Dia pasti akan mencariku jika terbangun nanti" kata Nora....


... Dia sedang mengkhawatirkan Dashie yang berada sendirian didalam tempat kosnya yang terkunci dari dalam....


... Menghilang Nora dari sebuah gedung yang sama yang digunakan sebelumnya untuk memantau perkembangan kondisi Hoshie sejak awal dia dirawat dirumah sakit....


... ...


... Beberapa menit kemudian dia sudah sampai didalam kamar kosnya lalu pergi masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri setelah berpergian menyelesaikan pekerjaan....


... Lima menit kemudian Nora keluar dari dalam kamar mandi....


... Kondisinya sudah sangat mengantuk dengan handuk kecil putih yang ia gantung di hanger dekat lemari bercat creme, dia langsung pergi naik ke tempat tidur mengambil selimut menutup separuh tubuhnya lalu tidak menunggu waktu yang lama, dia tertidur sangat pulas dengan boneka domba pemberian kekasihnya sekarang siapa lagi kalau bukan Xie....


... Malam tetap berlanjut menunggu pagi untuk memulai hari lagi....


... Sudah pagi....


... Baik Xie dan Jarrel serta Ren sudah tidak ada di depan ruang rawat Rumy dan Ved....


... Mereka sudah berlari di pagi hari berlari melakukan tugas pekerjaan sedangkan Ayahnya Rumy dan Xie menyusul kemudian untuk pergi bekerja juga....


... Di dalam ruangan tersebut tinggal ada ibunya Dashie dan ibunya Rumy saling menyuapi masing-masing kedua pasien yang sejak semalam belum sadarkan diri saat ini sudah bisa diajak berkomunikasi....


..."Makan sedikit-sedikit ya" kata Ibunya Dashie....


... Ved dipaksa untuk memakan makanan yang disediakan oleh pihak rumah sakit sesuai dengan rekomendasi makanan dari ahli gizi yang bertugas menangani asupan nutrisi apa saja yang harus dimakan oleh para pasien....


..."Bibi, aku sudah kenyang" kata Ved....


... Tidak percaya....


..."Baru dua sendok. Harus makan lagi" kata ibunya Dashie....


... Dari pasien lain yang ada di dalam ruangan yang sama lebih memilih makan lahap karena tubuhnya terasa sangat lapar belum makan sejak tadi sore....


... Ibunya menggoda....


..."Ibu kira kau sedang diet" kata Ibunya Rumy....


..."Ibu nasinya lagi" kata Rumy....


... Ibunya menyuapinya lagi makanan dengan menu yang tidak jauh berbeda dengan makanan yang disantap oleh Ved....


... Ved melirik Rumy dan begitu sebaliknya....


... Ingin menyapa tapi sulit dilakukan karena mereka tidak pernah akrab seakrab mereka dengan orang-orang terdekat keduanya....


... Sadar atau tidak gerak-gerik mereka sedang diperhatikan oleh Ibunya Dashie dan juga tentu ibunya Rumy....


... Mereka belum ingin berkata banyak setelah lima belas menit yang lalu baru saja tersadar....


... Semua sedang tahap beradaptasi dengan segala rasa sakit luka yang ada pada tubuh mereka....


... Di rumah Hoshie....


... Bersemangat untuk Hoshie yang baru saja keluar dari rumah sakit dan mendapatkan perawatan medis dirumah oleh dokter pribadi keluarganya....


... Nawa yang terpaksa menuruti perintah harus diam patuh dengan apa yang diperintahkan oleh Hoshie....


..."Aku yakin ini semua tidak gratis" kata Nawa....

__ADS_1


..."Baru beberapa kau sakit kau langsung berubah sedewasa ini" kata Hoshie....


... Berbicara jujur merasa akan dikendalikan....


..."Jangan remehkan aku" kata Nawa....


..."Tidak perlu kujelaskan" kata Hoshie....


..."Oh ya. Kau sudah dibuatkan surat keterangan sakit dari dokter jadi hari ini" kata Hoshie....


..."Jadi, jangan berangkat sekolah dulu" kata Hoshie....


..."Aku tetap akan berangkat sekolah" kata Nawa....


... Nawa yang sudah tidak memakai selang infus mendapatkan obat resep dari dokter lebih memilih untuk berangkat ke sekolah....


... Jika diperhatikan kondisi Nawa masih pucat dan tidak bertenaga membuat Hoshie khawatir jikalau terjadi hal-hal buruk terhadapnya nanti....


..."Jangan khawatirkan aku" kata Nawa....


... Gengsi....


..."Siapa?" tanya Hoshie....


... Raut muka heran tidak terlalu heran dengan perhatian orang lain....


..."Pergilah. Kau akan terlambat" kata Hoshie....


..."Ya sudah" kata Nawa....


... Nawa akan pergi ke kamarnya untuk mempersiapkan diri untuk berangkat sekolah....


... Suara bel rumah terdengar ditekan dari luar....


... Melihat Hoshie lalu pergi ke depan rumah untuk membukakan pintu....


... Pintu dibuka....


... Siapa yang datang membuat Nawa bertanya-tanya dengan siapa yang sekarang akan diajaknya bicara....


..."Kamu cari siapa?" tanya Nawa....


..."Apa Hoshie ada?" tanya Pax....


... Melihat ke arah dalam rumah lalu melihat wanita yang menjadi tamu mereka....


..."Dia ada didalam" kata Nawa....


..."Silahkan masuk" kata Nawa....


... Hoshie memang bilang bahwa akan ada yang datang pagi ini tapi dengan siapa yang datang sekarang ini membuatnya bertanya kepada seseorang....


... Diam dengan banyak pertanyaan tentang arti hubungan mereka berdua....


..."Haruskah aku penasaran" kata Nawa....


... Pax masuk kedalam rumah menuju ruang tengah rumah Hoshie sedang istirahat....


... Menuju ruang tengah rumah....


... Pax datang dengan membawa banyak makanan untuk sarapan pagi....


... Menyapa Hoshie....


..."Aku tidak terlambat kan?" tanya Pax....


..."Maaf Kak. Aku telah merepotkan mu" kata Hoshie....


..."Tidak apa. Kau mau ini?" tanya Pax....


... Nawa yang berjalan menaiki anak tangga sambil melihat Hoshie yang terlihat akrab dengan seseorang yang sama sekali diluar sana terlihat tidak pernah akrab dan sekarang mereka terlihat seakan sudah kenal sangat lama....


... Tak ada waktu lagi untuk mencari jawaban dari semua pertanyaan yang ada dibenak Nawa....


..."Aku bisa terlambat" kata Nawa....


... Hoshie terlihat akrab mengobrol dengan Pax terdengar mereka dalam percakapan yang terdengar tanpa bisa menghindar didengar oleh Nawa....


... Hoshie menerima suapan makanan dari Pax....


..."Kak, kau benar sedang libur bekerja?" tanya Hoshie....


..."Ya" kata Pax....


... Mulut masih dengan makanan yang dibuat oleh Pax....


..."Kak" panggil Hoshie....


..."Hmmm" kata Pax....


..."Menurutmu Dashie akan memaafkan ku?" tanya Hoshie....


... Berpikir untuk menjawab....


..."Emmmm. Bagaimana yah?" tanya Hoshie....


... Hoshie menghabiskan makanan yang ada di mulut....


..."Dunia ini penuh dengan kemungkinan" jawab Pax....


... Senang dengan jawaban dari Pax....


..."Kakak pasti akan mendukung ku" kata Hoshie....


... Menyuapi Hoshie sekali lagi....


..."Jangan senang dulu. Belum tentu dia mau sama kamu" kata Pax....


... Menyuapi Hoshie dengan satu suapan makanan lagi....


... Dalam waktu sepuluh menit Nawa sudah siap untuk pergi ke sekolah....


... Turun dari anak tangga tidak terburu-buru....


... Hoshie melihat Nawa akan pergi ke sekolah....


... Pax ikut melihat Nawa....


..."Kau sarapan dulu" kata Pax....


... Ini jauh dari perkiraan Nawa dengan perhatian yang ia dapat menjadi tidak nyaman akan merepotkan orang lain....


... Ketiganya diam dalam beberapa detik....


... Suaranya terdengar belum pulih dari sakit sepenuhnya....


..."Aku harus berangkat sekolah" kata Nawa....


... Itu seharusnya dikatakan oleh Nawa tapi dia memang harus minum obat dan akhirnya menerima tawaran dari Hoshie....


... ...


... ...


... ...


... ...


... ...

__ADS_1


... ...


__ADS_2