
...Chapter 38: Menunggu untuk bertemu....
... Kembang api menyala dinyalakan oleh Rumy diikuti oleh Ten dan yang lainnya lalu Ten memberikan empat kembang api menyala dari tangan Ten ketika Dashie menerima kembang api darinya seketika semua ingatan yang terhapus oleh Hoshie datang kembali disaat jemari tangan mereka bersentuhan tanpa sengaja....
... Percikan kembang api menyala menghabiskan tiap tiap ujung kembang api wajah Ten kembali terlihat tersenyum kepada Dashie momen indah sekaligus membuat segalanya berubah ingatan ingatan itu datang secara acak pada Dashie sebagai pemilik sesungguhnya terdiam lalu semua pandangan matanya kabur dan akhirnya dia jatuh langsung dipangku oleh Hoshie datang setelah merasakan bahwa Dashie sedang dalam bahaya....
... Wajah sedih ditunjukkan oleh Hoshie....
..."Bangun. Tidak, kau juga tidak boleh pergi" kata Hoshie....
... Ten sedang menahan diri agar tidak mengambil aura milik Dashie dalam gerakan selanjutnya yang diambil tanpa dia sadari....
... Hoshie benar benar sedih....
..."Kau sudah gila. Kenapa tetap disini?" tanya Hoshie....
... Rumy dan pemuda itu juga kaget dengan apa yang terjadi pada pacar Ten yang dianggapnya sebagai kakak....
... Tangan Dashie sangat dingin dan Hoshie menghangatkan kedua tangannya dengan kedua tangannya sendiri walau dia tahu bahwa energi miliknya akan terserap oleh energi dari dalam tubuh Dashie....
..."Bangunlah" kata Hoshie....
... Pemuda itu baru melihat seorang Hoshie seperhatian itu kepada orang lain....
... Ten melihat dengan mata kepala sendiri bahwa dia seperti manusia yang tidak berguna sama sekali dan juga untuk pemuda itu tidak bisa bebuat apa apa sedangkan dari jarak mereka dia langsung merasakan sesuatu yang berbeda dari diri Dashie dia semakin kehilangan energi kekuatannya mundur beberapa jarak menjauh dari Dashie yang ada dipangkuan Hoshie masih menutup mata belum sadarkan diri....
..."Aku melihat air matamu jadi bangunlah" kata Hoshie....
... Sebuah harapan besar dengan tangisan Dashie memberikan tanda bahwa gadis yang ada dipangkuannya masih hidup belum pergi....
..."Aku mohon bangunlah" kata Hoshie....
... Suara batuk batuk kecil terdengar oleh Dashie yang mulai sadar dan membuka matanya melihat Hoshie ada disaat dia membuka matanya lalu Hoshie mengusap air mata gadis ini dengan lembut memandang Dashie....
..."Jangan pergi" kata Hoshie....
... Dashie memberikan senyum di wajah pucatnya kepada Hoshie....
... Dashie menyentuh wajah sebelah kiri Hoshie....
... Terbangun dari pangkuan Hoshie teringat lagi apa yang telah terhapus dari ingatan miliknya yang dihapus oleh Hoshie....
..."Kakak, apa terjadi sesuatu?" tanya Rumy....
..."Aku sudah baik baik saja" jawab Dashie....
... Ketika Hoshie menangkap Dashie yang jatuh kebawah tadi gadis ini sambil memegang dua kembang api yang menyala di tangan kirinya dan tangan kanannya sedang menerima panggilan telepon dari ibunya tentang tambahan pelajaran hari ini. Jadi, disaat Hoshie tiba tiba saja datang secepat kilat dengan waktu yang seperti terhenti gadis ini tidak melihat waktu itu membuatnya merespon bahwa Dashie hanya jatuh pingsan seperti orang lain pingsan pada umumnya dan ditangkap oleh Hoshie yang datang pada waktu yang tepat....
... Ved datang segera memaksa melepaskan pertolongan Hoshie untuk Dashie didepan ketiga orang yang tadi bersama dengan Dashie sebelum keduanya datang....
..."Lepaskan Dashie!" kata Ved....
... Dashie yang sedikit pusing sekarang ada di sebelah Ved disebelah kanannya dengan di genggaman tangan erat tangan kirinya olah sahabatnya itu....
..."Jangan dekati dia lagi!" kata Ved....
... Ved akan membawa pergi Dashie dari mereka tapi gadis ini menolak ajakan dari sahabatnya itu untuk pergi dari tempat itu....
..."Lepaskan tanganku" kata Dashie....
... Ved melepaskan tangan Dashie....
... Kepalanya masih terasa pusing di menit menit ini sambil memegang kepalanya yang sakit....
... Melihat ke arah Rumy yang sedang membaca keadaan didepannya saat ini....
..."Kau bisa naik bus sendirian?" tanya Dashie....
... Dia langsung menyetujui perintah dari Dashie....
..."Ya!" kata Rumy....
... Rumy langsung pergi ke tempat perhentian bus yang berjarak sekitar tujuh belas langkah dari tempat semula mereka bertemu....
... Dashie menunggu sampai Rumy benar benar mendapat bus dia disana jongkok melihat sekitar yang hening meski banyak orang orang yang sedang menunggu untuk sebuah penjelasan....
... Rumy mendapatkan bus Dashie sudah lega kini kembali urusannya dengan orang orang yang ada disana....
... Siapakah yang akan dipilih oleh Dashie tentu orang itu adalah Hoshie tanpa memberikan kata kata penutup dia meraih tangan Hoshie yang mengulurkan tangannya untuk Dashie....
... Dia dan Hoshie pergi meninggalkan mereka yang memperhatikan keduanya pergi sedangkan untuk pemuda yang mengaku sebagai adik dari Ten sudah memakai helm lalu pergi dari sana dengan arah yang sama dengan Rumy yang sedang melakukan perjalanan pulang....
... Ten pergi menyusul pulang sendiri mengambil kendaraan pribadi roda empat yang terparkir di depan kantornya bersama berjejer mobil mobil lain....
... Berteriak....
..."Kau tidak perlu bantuan?" tanya Ved....
... Berbalik kepada Ved....
... Wajah tanpa emosi....
__ADS_1
..."Tidak" jawab Ten....
... Berbalik lagi pergi dengan tujuan mengambil kendaraan pribadi miliknya yang sudah menunggu....
... Dashie dan Hoshie sudah pergi dan mereka terlihat sedang mengobrol serius dari gestur tubuhnya membahas sesuatu bersama dengan Hoshie....
..."Apa yang mereka bicarakan?" tanya Ved....
... Mereka berdua melanjutkan obrolan mereka disana juga terlihat gadis itu tampak panik dengan ingatan yang telah kembali genggaman tangan Dashie erat dengan rasa takut tidak bisa ditutupi oleh Dashie....
..."Benarkan itu semua tidak nyata?" tanya Dashie....
... Hoshie memilih mendengar apa yang ingin dikatakan oleh gadis yang sedang menggenggam erat tangan kanannya itu untuk sejauh ini lalu memeriksa luka luka yang sebelumnya tidak ada pada Hoshie kini ada terlihat oleh Dashie dari perban perban yang nampak timbul di bagian leher sebelah kirinya yang membalut ke arah bawah memutar tubuh bagian atas Hoshie gadis ini melihat dan menyentuh perban di bagian sekitar lehernya itu menjadi bertambah cemas tentang situasi yang pernah dilewati di depan matanya sendiri....
..."Sudahlah. Jangan panik" kata Hoshie....
... Meraih kedua tangan Dashie dengan menggenggam balik dengan kedua tangan Hoshie menggenggam kedua tangan Dashie yang sangat dingin....
... Wajah ingin menangis sangat cemas dan ketakutan....
..."Aku … aku melihat Ren … " kata Dashie....
... Segera Hoshie menutup bibir Dashie dengan telapak tangan kanannya....
..."Tenangkan dirimu. Aku akan jelaskan semua" kata Hoshie....
... Hoshie tidak mungkin menjelaskan dengan semua kenyataan yang telah diketahui tentang kejadian yang Dashie alami secara keseluruhan melihat kondisi temannya itu tidak mungkin menceritakan semuanya karena itu akan membuat Dashie jauh lebih syok lebih dari ini....
..."Kau tenang saja kau tidak bersalah dan lihat ada aku disini" kata Hoshie....
... Peduli dengan Hoshie....
..."Bagaimana dengan luka lukamu?" tanya Dashie....
... Senyum untuk menenangkan kondisi psikologi Dashie....
..."Aku sudah jauh lebih baik baik saja" kata Hoshie....
... Membelai rambut di sebelah kanan telinga Dashie....
... Dia sudah tahu kalau Ved ada di arah dan juga ditempat yang sama tadi mereka bertemu memperhatikan mereka berdua sedari tadi....
..."Jangan takut dan khawatir lagi. Ok" kata Hoshie....
... Sementara itu di tempat lain sudah menunggu disana sejak tadi menunggu seseorang pulang kerja di depan sebuah gerbang sebuah bangunan yang penuh lampu lampu menggantung warna warni sendirian....
... Papan nama sebuah panti asuhan tergantung di atas gerbang dengan warna acak juga lampu lampu mengitari tiap huruf huruf yang berwarna warni udara semakin dingin dia menggosok kedua telapak tangannya sendiri dan menempelkannya di kedua pipinya....
..."Seharusnya dia sudah pulang jam segini" kata Aka....
..."Sudah jam sembilan malam dan dia belum pulang" kata Aka....
... Berulang kali juga dia sudah menghubungi nomor ponsel orang yang sudah ditunggu tapi tetap saja orang itu belum juga datang....
..."Semoga saja tidak terjadi hal buruk padanya" kata Aka....
... Dia dengan apron hitam masih dipakai dengan baju blouse putih berlengan panjang dan rambut panjang terikat ke belakang kepala serta rok hitam panjang telah selesai membuat makan malam untuk anak anak yang berada di dalam panti asuhan yang sedang makan malam sekarang....
... Ibu pengasuh panti asuhan datang keluar dari dalam rumah....
..."Diluar sangat dingin masuklah kedalam rumah" kata ibu tersebut....
... Senyum wanita itu datang....
..."Baiklah" kata Aka....
... Semua sedang makan malam anak anak disana menikmati makan malam yang sudah dibuat oleh ibu pengasuh dan Aka tadi. Sedangkan, Aka belum ingin makan sebelum orang yang dia tunggu pulang makanan yang sudah disiapkan untuk orang itu masih belum tersentuh oleh pemiliknya yang belum datang. Aka memandang makanan itu lalu melihat ke arah luar ruang makan dari jendela jendela yang cukup lebar untuk melihat kearah luar rumah....
..."Kenapa dia belum juga pulang?" tanya Aka....
... Dia sudah mulai cemas karena Ren belum juga pulang ke rumah setelah pulang kerja malam ini lalu datang seseorang dengan sepeda motornya sendirian yang juga salah satu penghuni panti asuhan tersebut datang memarkirkan motornya di dalam garasi panti....
... Membuka helm....
..."Bagaimana aku harus bersikap?" tanya pemuda itu....
..."Ya. Aku hanya perlu bersikap seperti tidak terjadi apapun" kata pemuda itu....
... Pemuda ini selesai memarkirkan motornya di garasi lalu berjalan masuk kedalam panti seorang pemuda yang juga merupakan salah satu dari bangsa Blacwhie yang tadi bersama dengan Hoshie....
... Dia membuka pintu semua melihatnya masuk dan memakai sandal rumah putih dari rak sepatu dekat pintu rumah bagian dalam....
..."Dia datang kemari" kata pemuda itu....
... Bersikap seperti biasa menyapa ibu panti dan anak anak yang sedang makan malam....
... Sikapnya biasa saja juga bersama duduk tepatnya di tempat duduk di sebelah kiri tempat duduk yang biasa digunakan oleh Ren. ...
..."Selamat makan" kata pemuda itu....
..."Kamu pasti lelah setelah seharian belajar" kata ibu panti....
__ADS_1
... Pemuda ini mengangguk santun....
... Ibu panti mengambilkan makanan untuk pemuda ini yang akan mengambil makanannya sendiri lalu mangkuk sup di tangannya diambil oleh ibu panti diambilkan sup daging ke dalam mangkuk putih untuk pemuda ini....
... Pemuda itu menunggu mangkoknya dari ibu panti....
... Menyapa Aka pada pemuda ini dengan gerak kepala condong sedikit ke arah pemuda ini....
..."Nawa. Apa kau tidak mendapat pesan dari Ren?" tanya Aka....
... Menjaga agar tetap cool di depan Aka....
..."Orang itu?" tanya Nawa....
... Bersemangat....
..."Iya. Ren, siapa lagi" kata Aka....
... Menjawab dengan jawaban dibuat apa adanya raut muka yang ditampilkan kepada semua yang ada didalam ruang makan....
..."Kata katamu menjelaskan semua isi hatimu" kata Nawa....
... Setelah mendengar kata kata yang diberikan dari Nawa menjadi sedikit bad mood tapi tetap dia menanyakan hal yang sama kepada Nawa....
..."Kau tidak mendapat kabar apapun tentangnya?" tanya Aka....
... Aka menunggu jawaban dari Nawa....
... Sudah menerima sup daging dari ibu panti kini Nawa sedang mengambil nasi sendiri di piring yang ada di tangannya....
..."Terima kasih sudah memasak semua ini" kata Nawa....
... Dia mengalihkan topik pembicaraan tentang Ren ketika sedang makan malam yang juga sedang bersama anak anak yang sedang makan....
... Mengambilkan nasi lagi untuk beberapa anak anak yang ingin menambah nasi di piring mereka....
..."Antri yah" kata Nawa....
... Aka berhenti bertanya lagi dan mulai akan menyendok makanan didepannya saat ini....
... Udara malam ini sangat dingin dan orang itu belum juga datang....
... Nawa mulai makan sup di mangkuk dengan tenang dan melihat Aka yang belum menyentuh makanan yang ada di depannya itu....
... Satu suapan selesai dimakan oleh Nawa lalu mengajak bicara lagi Aka yang belum juga makan....
..."Makanlah, sup mu akan dingin" kata Nawa....
... Aka mulai memakan supnya dengan wajah polosnya sedih karena Ren belum juga pulang sedih karena malam ini adalah malam ketika Aka sudah putus dengan Hoshie dan dia baru bisa bertemu lagi dengan Ren....
... Memakan nasi dengan telur bumbu kecap menatap Aka yang sedang terlihat tidak bersemangat karena Ren belum juga pulang....
..."Orang itu berakting sehebat itu hingga wanita ini bisa percaya seperti ini" kata Nawa....
... Aka juga terlihat oleh Nawa sesekali mengirim pesan kepada seseorang dan itu adalah untuk Ren sekali lagi pesannya tidak bisa terkirim dari ponselnya menuju nomor ponsel Ren....
... Berbicara dalam hati sambil menikmati sup....
..."Aku kasihan pada wanita ini" kata Nawa....
... Wajah Aka tidak bisa berbohong jika dia sedang menunjukkan rasa cintanya kepada Ren sebuah ekspresi wajah yang tidak dia berikan kepada Hoshie. Ini jauh lebih tulus untuk Ren yang hingga anak anak mulai satu persatu selesai makan malam Ren belum juga pulang....
... Nawa yang biasanya cepat sekali menghabiskan makanannya sekarang sedang mengikuti sedikit waktu yang dimiliki oleh Aka....
... Ibu panti pergi membantu anak anak untuk pergi ke kamar mandi untuk menyikat gigi anak anak setelah selesai makan dan kini tinggal mereka berdua di ruang makan....
..."Apa dia setampan itu hingga kakak menjadi seperti ini?" tanya Nawa....
... Menjawab dengan jujur....
..."Dia bukan hanya tampan tapi juga baik" kata Aka....
... Batuk alami....
..."Uhuk uhuk!" ...
... Nawa pura pura batuk didepan Aka....
... Isi pikirannya berkata merespon jawaban dari Aka....
..."Dia tidak tahu saja orang yang bukan Ren itu" kata Nawa....
... Separuh sup di mangkuk Aka masih tersisa....
..."Apa dia sudah punya pacar?" tanya Aka....
... Nawa masih dengan seperempat sup di mangkuk yang sedang berusaha dihabiskan pelan pelan....
..."Tidak. Setahuku dia sedang sibuk bekerja" kata Nawa....
... Aka sedang menghabiskan makanannya lagi dan Nawa masih dengan analisanya sendiri tentang orang yang berpura pura menjadi Ren itu....
__ADS_1
..."Sayang sekali. Dia tidak sempat mendapatkan cinta tulus dari kakak ini" kata Nawa....
... ...