
...Chapter 66: Mengikuti lagi....
..."Dia" kata Rumy....
... Dalam satu arah di tempat penyebrangan yang sama seseorang yang ada di dalam mimpinya selama ini muncul kembali membuat tersentak dalam satu kali tatap mengubah pikiran berubah arah tujuannya kemana harus pergi....
... Mengendap endap di antara banyak orang-orang diantara mereka melalui tempat penyeberangan....
... Kehilangan jejak dalam beberapa detik....
..."Dimana Rumy?" tanya Nawa....
... Melewati tempat penyeberangan, Nawa....
..."Itu dia" kata Nawa....
... Mengejar langkah kaki dipercepat dan berhasil mencegah Rumy untuk terus melanjutkan mengikuti rasa penasarannya....
... Pergelangan tangan sebelah kanan dipegang oleh Nawa....
..."Kau mau pergi kemana?" tanya Nawa....
... Berhenti dan belum menatap lawan bicaranya sekarang....
..."Aku" kata Rumy....
... Rumy terlihat jelas sedang mencari seseorang yang sudah pergi tanpa jejak dengan cepat hilang dari pandangan....
... Kembali dengan tujuan utamanya....
..."Ayo kita pergi" kata Rumy....
... Arah tujuan kembali untuk Rumy pergi ke rumah sakit....
... Nawa mengantar temannya ini yang berencana pergi ke rumah sakit dengan terus membaca apa yang sedang dipikirkan oleh Rumy yang membuat temannya ini berkurang fokusnya kepada orang lain bukan kepada niatnya untuk memeriksakan diri ke dokter....
... Melewati pintu gerbang rumah sakit....
..."Siapa yang merasukimu?" tanya Nawa....
..."Tidak ada siapapun yang merasuki ku" kata Rumy....
..."Apa aku seaneh itu?" tanya Rumy....
... Sesuatu sudah mulai berbeda terjadi pada orang yang Nawa kenal....
..."Pertanyaan mu terdengar aneh" kata Nawa....
... Tatapan tajam dari Rumy....
... Nawa terdiam agak takut....
..."Kenapa kalau aku aneh?" tanya Rumy....
... Rumy lalu meninggalkan Nawa dan pergi memasuki rumah sakit untuk mengambil daftar antrian pemeriksaan kesehatan....
..."Kurasa hantu telah merasuki gadis itu" kata Nawa....
... Benar, kini Rumy telah berhasil mengambil jalan lain untuk mengikuti orang yang mirip dengan seseorang yang juga pergi ke dalam rumah sakit berjalan mengubah arah sebagai alasan Rumy kembali pergi ke rumah sakit....
... Mengikuti kemana sebenarnya tempat yang dituju oleh orang tersebut terus diikuti Rumy yang berhasil membuat Nawa tidak terlihat bersamanya lagi....
... Mengendap bersembunyi tetap mengikuti orang tersebut dengan hati hati agar jangan sampai aksinya diketahui oleh orang yang sedang diikuti....
... Mode tidak terlihat....
... Situasinya yang diterima saat ini....
..."Apa ini rasanya jika terbuang?" tanya Nawa....
..."Siapa yang membuatnya menjadi sepenasaran ini?" tanya Nawa....
... Rumy melihat mengambil waktu memeriksa apakah Nawa ada dibelakangnya sedang mengikuti kemana dia pergi....
... Nawa ada disebelah kanannya sendiri....
... Rasa percaya diri yang kuat....
..."Apa dia sedang mencariku?" tanya Nawa....
... Tersenyum bangga....
..."Dia tidak bisa melihatku" kata Nawa....
... Lanjut dengan tujuan sekarang dan tidak mau kehilangan targetnya belum berhenti dari pengintaian yang sedang dilakukan oleh Rumy....
... Nawa tetap mengikuti kemana Rumy akan pergi....
... Bukan hanya Rumy yang merasakan perubahan suhu dari dalam tubuhnya melainkan juga Nawa....
... Dia sampai bersandar di sisi kiri lorong rumah sakit menuju salah satu bangsal....
..."Kenapa dengan tubuh ku?" tanya Nawa....
... Rumy semakin menjauh darinya sedangkan untuk Nawa tidak bisa menggerakkan kedua kakinya bersandar di dinding salah satu kamar pasien melihat Rumy yang semakin jauh pergi....
... Tidak bisa menunggu lalu Nawa memaksakan diri untuk bisa bergerak lagi menggerakkan kedua kakinya mengejar Rumy....
... Memunculkan diri sendiri tanpa seizinnya lalu tubuhnya pucat semakin tidak berdaya melebihi apa yang sedang dialami oleh Rumy yang terlihat berlari cukup kencang menuju ke arahnya sambil belum berhenti melihat ke arah belakang....
..."Kenapa dia berlari ketakutan seperti itu?" tanya Nawa...
... Tabrakan di antara keduanya tidak terjadi saling bertindak sigap menjaga diri mengambil arah lain....
... Rumy tanpa berkata banyak langsung menyeret pergi Nawa yang tidak baik baik saja....
... Nawa berlari seperti tidak mempunyai energi sama sekali....
... Ini Rumy dengan sikapnya yang galak muncul....
..."Bisa kau berjalan lebih cepat!" kata Rumy....
... Nawa yang tidak ingin mengikuti apa yang dikatakan oleh Rumy....
..."Pergi saja sendiri" kata Nawa....
... Tangan Nawa melepaskan diri dari tangan Rumy....
... Tidak mungkinkan Rumy meninggalkan Nawa dengan kondisinya yang tidak bisa ditinggalkan sendirian....
... Tak ada cara lain selain membuka pintu salah satu kamar di sederet kamar di bangsal yang ada....
__ADS_1
... Penghuni kamar tersebut menatap kedua remaja ini....
... Memasang wajah tidak bersalah kepada penghuni salah satu kamar rawat di bangsal yang mereka lalui barusan....
..."Excuse me" kata Rumy....
... Nawa sedang pucat tak berdaya digenggam erat tangan kanannya oleh Rumy bersandar di pundak sebelah kiri Rumy....
... Mendorong kepala Nawa yang bersandar di pundaknya, berhasil tapi tak berapa lama dalam waktu dua detik Nawa kembali menyandarkan kepalanya di pundak Rumy....
..."Bangun!" kata Rumy....
... Nawa sangat panas suhu tubuhnya disadari oleh Rumy yang masih memegang tangan Nawa....
... Sedikit grogi dengan situasi disaat mereka sedang ditatap tanpa kata oleh penghuni di kamar rawat rumah sakit itu....
..."Jangan pura-pura sakit" kata Rumy....
... Lebih menyadarkan diri membuka mata....
..."Kenapa kalian ada disini?" tanya Hoshie. ...
... Nawa bertambah semakin kehilangan keseimbangan diri akan jatuh kebawah....
... Ditangkap oleh Rumy....
..."Nawa!" kata Rumy....
... Fable menaruh laptopnya diatas meja lalu langsung membantu Rumy memapah Nawa duduk diatas sofa....
... Fable lalu menelepon Dokter melalui telepon yang tersedia di ruang rawat Hoshie....
... Rumy terlihat panik sedangkan untuk Hoshie yang dalam keadaan sakit ingin melihat kondisi Nawa saat ini tapi tubuhnya terasa sangat berat lebih dari rasa sakit di menit sebelumnya dialami rasa sakit itu membuatnya hanya bisa melihat Nawa dari atas ranjang kamar rawat....
... Orang yang tadi mengejar Rumy melihat mencuri kesempatan untuk melihat ke dalam kamar dimana ada Hoshie dan kedua remaja yang tadi mengikutinya dari kaca pintu kamar....
... Rumy melihat dari arah duduknya di bawah sofa memegang tangan kiri Nawa melihat ke arah kaca pintu kamar....
... Orang itu hilang dalam sekejap sebelum Rumy bisa melihatnya....
... Sesuai rencananya, Rumy tidak melihatnya tadi ada memperhatikan mereka dari luar kamar lalu fokus dengan kondisi Nawa yang lebih bertambah pucat....
... Memeriksa lubang hidung dengan kedua jari tangan....
... Mendengar apa yang dikatakan oleh Rumy....
..."Kau jangan bercanda, kau masih bernafas" kata Rumy....
..."Tenang saja, aku belum mati" kata Nawa....
... Dalam kondisi lemas dan kelopak mata yang berat untuk terbuka....
... Setelah Fable menghubungi dokter beberapa detik selanjutnya Nawa diperiksa oleh seorang dokter yang sama yang juga menangani Hoshie dibantu oleh dua perawat yang ada sedang memasang selang infus dan menunggu arah tindakan yang dikatakan oleh Dokter yang sedang memeriksa Nawa lagi....
... Dokter ini menyimpulkan kondisinya saat ini sedikit sama persis dengan kondisi yang dialami oleh Hoshie....
... Berada diruang yang sama dengan kondisi Nawa yang tertidur setelah menerima pertolongan dari Dokter tadi....
... Hoshie memperhatikan Rumy yang jauh lebih perhatian dari sikapnya ketika menemani Nawa yang sedang sakit....
... Keramahan yang mencurigakan bagi Hoshie....
..."Kau satu sekolah dengannya?" tanya Fable....
..."Tidak" jawab Rumy....
... Memberi satu kode untuk Rumy....
..."Dia memang pandai mencari teman" kata Fable....
... Suaranya serak mengajak bicara sahabatnya itu....
..."Berhentilah, kau akan membuatnya takut" kata Hoshie....
... Tanpa kata kata yang berlebihan....
..."Ok" kata Fable....
... Di meja dekat ranjang yang digunakan oleh Nawa sedang berbaring....
... Rumy melihat ponsel Nawa bergetar....
... Dashie sedang menghubungi nomor ponsel Nawa lagi lalu ponsel milik remaja laki-laki ini diambil olehnya....
..."Oh, Kak Dashie" kata Rumy....
... Hoshie memberikan kode dengan suara serak lirihnya kepada Rumy ketika mendengar Dashie sedang berbicara lewat ponsel Nawa dengan Rumy....
..."Nawa?" tanya Rumy....
... Mendapatkan sebuah ide....
..."Dia sedang membeli makanan, baiklah akan ku sampaikan pesanmu" kata Rumy....
... Obrolan akan berakhir....
..."Bye bye" kata Rumy....
... Ponsel milik Nawa ditaruh kembali di meja semula....
... Hoshie berbaring ditempat tidurnya sendiri sedang menikmati rasa sakit....
... Suara didalam sana berhenti yang terdengar adalah keheningan mengarah ke ketenangan yang dibutuhkan oleh pasien yang sedang sakit. ...
... Melihat Fable yang sibuk dengan kesibukannya sendiri sedangkan untuk Hoshie berbaring dengan selimut yang dia kenakan melihat ke arah luar jendela kamar dengan tirai putih terbuka separuh....
..."Aku tidak tahu kalau hari libur ku akan berakhir disini" kata Rumy....
... Fable yang kebetulan melihat ekspresi wajah Rumy....
..."Kau sudah makan, aku bisa pesan makanan untukmu" kata Fable....
..."Aku belum lapar" jawab Rumy....
..."Kalau aku lapar lagi" kata Fable....
... Fable memesan makanan secara daring memilih makanan yang akan dimakan untuknya sekaligus untuk Rumy....
... Rumy memperhatikan Hoshie yang sedang berbaring menghadap keluar jendela kamar....
... Sepertinya ada sesuatu hal yang ingin dikatakan oleh gadis ini tapi enggan untuk ditanyakan secara langsung....
__ADS_1
... Berbalik arah dan melihat ke arah Rumy....
..."Ada yang ingin kau katakan padaku?" tanya Hoshie....
... Tersadar dari lamunan....
..."Oh, itu. Apa kau dekat dengan Kak Dashie?" tanya Rumy....
... Menjawab penuh semangat....
..."Kesayangan ku. Maksudku, dia. Kita bisa dibilang cukup dekat" kata Hoshie....
... Melihat Rumy lagi....
..."Kenapa, apa yang membuatmu ingin bertanya tentang hal ini?" tanya Hoshie....
... Remaja yang ingin tahu tapi terlalu jujur dalam mengungkapkan isi pikirannya....
..."Bukankah, dia sudah punya pacar" kata Rumy....
... Fable baru saja memesan beberapa makanan secara daring....
... Fable senyum senyum mendengar arah obrolan kedua orang ini mendengar rasa keingintahuan seorang gadis tentang status Hoshie untuk Dashie....
... Sengaja meledek sahabatnya itu....
..."Jawab saja" kata Fable....
... Sikapnya sudah menunjukkan penolakan....
..."Maaf, aku terlalu jauh ingin tahu privasi mu" kata Rumy....
... Rumy beranjak pergi dari kursi di dekat sebelah Nawa sedang berbaring....
... Fable juga tak bisa berkata apapun untuk memilih siapa yang akan dibela dari situasi yang kurang menyenangkan ini....
... Seperti malaikat maut....
..."Hentikan. Kau membuatku takut" kata Hoshie....
..."Inilah dirimu" kata Fable....
..."Jangan merasa bersalah. Bisa saja ini caranya agar bisa pergi dari sini" kata Hoshie....
..."Ada apa denganmu. Kau terlihat sangat serius" kata Fable....
... Fable hanya sedang menguji seberapa sabar sahabatnya jika berada di situasi yang bisa saja menjebaknya ke dalam kesalahan yang tidak dilakukan. ...
... Menolak sebuah pertolongan dari Fable dengan pertanyaan iseng....
..."Kenapa kau terus disini?" tanya Hoshie....
..."Kenapa kau bisa jadi sahabat ku?" tanya Fable....
... Hoshie menang lagi dua kali tanpa harus mengeluarkan banyak tenaga dalam permainan kata lagi dan hal semacam ini sudah diketahui oleh Fable yang sedikit tahu bagaimana karakter pribadi seorang Hoshie yang kembali dengan termenung memikirkan sesuatu yang tidak bisa dibagikan kepada siapapun bahkan kepada Fable yang sudah berteman cukup lama dengan nya ada disana....
... Melirik ke arah Nawa....
..."Dia juga kenapa ikut ikutan sakit" kata Hoshie....
..."Penyakit ku juga tidak mungkin menular" kata Hoshie....
... Dari tempat yang sama suara itu terdengar lagi....
... Tidak terlalu heran....
..."Beneran. Dia tidak boleh tahu" kata Fable....
..."Siapa?" tanya Hoshie....
... Meledek dengan tujuan pasti....
..."Siapa lagi kalau bukan gadis yang bernama Dashie itu" kata Fable....
..."Tidak, dia tidak boleh kesini" kata Hoshie....
... ...
... Always percaya diri....
..."Kau juga bisa cemburu denganku" kata Fable....
... Amarahnya sudah tidak bisa dibendung lagi tapi raganya menahan Hoshie mencegahnya untuk menyerang Fable yang menyeringai puas dengan sikap sahabatnya itu yang menjadi marah marah....
... Layanan pesan antar makanan datang....
... Mengambil satu porsi dari makanan yang baru saja tiba lalu membuka satu mangkuk sup hangat pedas....
..."Selamat makan, Hoshie" kata Fable....
... Di sisi lain Rumy yang berjalan dibuat biasa seperti tidak terjadi apapun yang membuatnya sekali lagi penasaran dengan apa yang dilihatnya tadi tentang orang yang sangat mirip dengan orang yang ada dalam mimpinya yang selalu datang ketika hampir setiap malam....
... Disadari atau tidak orang yang ia maksud ada tidak berada jauh dari dirinya saat ini yang beranjak pergi dari lorong bangsal rumah sakit....
... Melihat beberapa kali ke arah kanan dan kiri serta belakang memeriksa situasi sekitar dalam keadaan aman....
..."Aku harap ini hanya perasaanku saja" kata Rumy....
... Rumy keluar dari bangsal rumah sakit turun menggunakan lift masuk ke dalam lift bersama dua orang perawat wanita yang memakai masker putih dan satu orang pria dewasa memakai masker biru serta dirinya yang memakai masker hitam....
... Lift berjalan....
... Menunggu lantai pertama yang dipilih oleh Rumy....
... Lantai dua dan akhirnya lantai satu....
... Rumy keluar bersama dua orang perawat yang juga berada dalam satu lift....
... Pria yang dimaksud oleh Rumy sudah menunggu Rumy dengan pakaian yang sama ada didepan rumah sakit diantar orang orang yang sibuk yang memiliki kepentingan disana....
... Rumy berjalan cepat menuju pintu keluar sekaligus pintu masuk depan rumah sakit....
..."Syukurlah. Dia tidak mengikuti ku lagi" kata Rumy....
... Gadis remaja ini tidak melihat keberadaannya begitu juga orang orang yang juga sedang berada disekitarnya tak bisa melihat dirinya yang sengaja membuat diri tidak terlihat oleh siapapun sorot mata tajam itu raga itu benar-benar raga yang dimiliki oleh Ren....
... Tubuhnya seperti mengeluarkan aura hitam menguasai seperti bayangan api membakar tapi tidak membakar pemilik raga yang tidak memiliki rasa empati atau simpati seperti pemilik nya yang diketahui oleh orang-orang terdekatnya lebih cenderung tak memiliki emosi tak berbelas kasihan sebagai kesan pertama yang diterima oleh gadis yang melihatnya tadi hingga membuatnya sangat ketakutan berjalan cepat ingin segera pergi dari tempat temannya sedang dirawat di dalam sana....
..."Dia membuat ku jauh lebih tertarik" kata orang yang mirip dengan Ren....
... Orang ini mengikuti lagi kemana Rumy pergi....
__ADS_1
... ...