Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 115: Kembali.


__ADS_3

...Chapter 115: Kembali....


... Xie yang sudah memeriksa alarm sekali lagi....


... Sebuah alarm sebagai penanda waktu untuk menjemput kedua adiknya besok pagi....


..."Akhirnya, selesai juga" kata Xie....


... Dia dengan pekerjaan yang baru saja selesai dikerjakan bersama kelima karyawan lain yang berada dalam ruangan yang sama....


... Xie bersama karyawan yang lain saling berpamitan untuk perjalanan mereka pulang kerja....


... Semua seperti biasa tak ada yang aneh malam ini ia melewati jalan yang biasa ia gunakan menuju arah pulang yang juga melewati tempat kos kosan adiknya saat ini berada disana sebagai salah satu penyewa....


... Dia menggerakkan mesin mobilnya untuk berhenti di jalan gang tepat berhenti di depan gedung tersebut....


... Membuka jendela mobil sebelah kanan untuk memeriksa lingkungan sekitar gedung tersebut untuk memastikan situasi disana aman dan baik-baik saja....


... Suasana yang terang dengan lampu-lampu yang menyala di sekitar gang tempatnya sekarang mematikan mesin mobil....


... Dia akan menyalakan satu putung rokok tapi tidak jadi dilakukan. Dia menaruh rokok itu lagi ke dalam bungkusnya lalu menaruhnya lagi di dalam lemari kecil mobil di sebelah kanan kemudi....


..."Besok mereka akan marah-marah jika menghirup bau rokok dari mobil ini" kata Xie....


... Dia hanya menduga tapi ia yakin akan hal itu mengingat kalau Dashie juga tidak suka kalau melihat kakaknya merokok lagi seperti yang pernah ia lihat tempo hari....


... Terdiam sendiri....


... Apa yang ia lihat baru saja membuat rasa ketakutan dari dalam diri muncul dalam tingkat tidak biasa setelah melihat makhluk aneh yang sedang berterbangan dari atas sebuah rumah yang terletak disebelah kiri persis tempat kos kosan yang disewa oleh adiknya, Dashie....


...Dia juga bersembunyi dari waktu yang kurang tepat ini ia berada disana tanpa sebuah petunjuk bahwa akan melihat hal yang mengerikan yang belum pernah ia lihat disemasa hidup yang sudah seharusnya tidak perlu dilihat oleh dirinya atau bahkan siapapun....


... Dia masuk lebih bersembunyi ke dalam bawah baris kursi depan kemudi untuk menghindari hal yang dianggapnya menyeramkan sekaligus aneh itu....


... Bau amis darah tercium di udara bahkan sampai menembus kaca jendela mobilnya yang tertutup secara perlahan ketika melihat makhluk aneh yang masih melayang layang diatas rumah kediaman orang lain....


... Xie mendengar suara yang ditimbulkan dari makhluk yang menyeramkan di atas rumah itu seperti suara binatang liar yang bersuara berteriak seperti ia dengar ketika ia berada di hutan melakukan sebuah perjalanan pencarian jejak....


... Suara itu semakin jelas terdengar oleh Xie yang sedang bersembunyi. Dia berpikir jika ia bercerita kepada orang lain mengenai kejadian ini mungkin saja orang-orang akan menertawakan dirinya tapi apa yang ia alami sungguh menakutkan dengan banyak darah yang tak jarang berjatuhan di atas mobilnya mengalir di kaca jendela menimbulkan bau sangat amis dan busuk ketika makhluk yang ia takuti melintas di atas mobilnya yang saat ini juga sedang terdengar dari kibasan dari bagian tubuhnya yang tak bersayap tepat melewati langit diatas mobil dengan suara-suara aneh yang baru saja ia dengar tak pernah ia mendengarnya ditempat lain lagi selain di hutan yang ia ingat....


... Darah darah kental bercampur daging yang menempel mengalir dari atas atap mobil masih terus terjadi dalam suasana hening malam ini....


... Dia mengirim pesan kepada kedua adiknya....


..."Jangan pernah keluar dari kamar kalian!" ...


... Dan ia mengirim pesan yang sama sampai untuk yang keenam kalinya kepada Dashie....


... Sudah seharusnya ia melawan makhluk itu tapi itu bisa dikatakan sebuah tindakan yang konyol dengan kapasitas kekuatan yang dimiliki mengingat ia bukanlah makhluk seperti manusia yang akan dihadapi tapi makhluk yang bahkan ia tidak tahu sama sekali nama makhluk yang ia lihat sekarang....


... Makhluk yang Xie maksud sudah tidak terdengar lagi bersuara kali ini ia memberanikan diri untuk melihat ke arah luar mobil berniat memeriksa kondisi situasi saat ini....


... Dia memberanikan diri dari rasa takut akan makhluk yang dengan cepat mengambil aura milik seorang pria yang melintas di jalan yang ia gunakan untuk memarkirkan mobil. Dia dengan usahanya agar tidak ketahuan melihat makhluk itu secara langsung sedang beraksi melenyapkan nyawa manusia....


... Dia dengan gemetar ketakutan sebagai manusia biasa melihat nyawa orang lain pergi menghilang di udara hanya dalam satu kali sentuhan tak menyentuh wajah pria didepan makhluk yang menakutkan itu....


... Makhluk itu berbalik ke arah Xie....


... Segera Xie bersembunyi lagi di posisinya semula agar tidak ketahuan keberadaannya oleh bangsa Blacwhe tersebut....


... Xie menutup mulutnya mengatur nafas agar tidak terdengar dari makhluk yang terdengar langkah kakinya semakin mendekat ke arah mobilnya....


... Dia mendengar langkah kaki yang sangat kuat dengan bau yang sangat amis bau yang sama dengan darah yang masih menempel disebagian luar mobil....


... Suara ketukan dari luar jendela disebelah persis kursi kemudi....


... Xie tak mungkin untuk memberanikan diri untuk melihat ke arah luar mobil....


... Jendela mobil kembali diketuk oleh makhluk tersebut....


... Lebih keras....


... Lebih keras ketukan yang ia lakukan hingga membuat keretakan kaca jendela mobil Xie....


... Serpihan kaca jendela terjatuh ke bawah tepat diatas tangan Xie....


... Hening....


... Suara ketukan yang tadi tidak terdengar lagi....

__ADS_1


... Dia mulai sangat cemas dengan detak jantung sendiri yang semakin jelas terdengar....


... Dia melihat ke arah lubang jendela mobil yang pecah....


... Mereka saling menatap satu sama lain....


... Xie melihat makhluk itu tersenyum kepadanya dengan tingkat kepercayaan diri yang sangat kuat....


... Dia dengan senjata yang keluar dari tangannya yang memakai setelan serba hitam dengan kain yang tidak beraturan tapi masih bisa dilihat pakaian yang ia anggap itu seperti sebuah jubah hitam dengan setelan yang serba hitam pula menembus kaca jendela senjata tajam yang keluar dari dalam telapak tangannya memecah kaca jendela mobil dengan mudah melewatinya segera akan menusuk mata Xie dari ujung senjata yang ia keluarkan sambil tertawa tanpa suara dengan mulut merah itu....


... Suara keras terdengar....


..."Bugg!"...


... Seperti sebuah suara pukulan dan kali ini suara tendangan muncul....


..."Bugg!" ...


... Jantung Xie seakan akan berhenti saat itu juga tapi seseorang berusaha untuk mencegah hal buruk itu terjadi kepada pria yang berkacamata minus itu....


... Hening tak ada lagi suara seperti sebuah pukulan atau tendangan terdengar....


... Xie memberanikan diri untuk melihat apa yang terjadi dari suara-suara yang ia dengar dari dalam mobil yang cukup keras....


... Tak ada apapun yang terlihat dari luar tempat persembunyian tapi kerusakan terjadi disekitar dengan kondisi banyak mobil yang rusak penyok seperti tertabrak sesuatu benda yang keras tapi yang ia tahu tak ada seorangpun di sekitar tempat itu selain dirinya yang ada di dalam mobil....


... ...


..."Bugg!"...


... Suara keras itu terdengar lagi oleh Xie dan dilihatnya secara langsung dengan kedua pasang matanya sebuah mobil yang rusak parah seperti sesuatu sengaja menabrakkan diri ke bagian sisi kanan mobil berwarna biru yang ada terparkir disisi sebelah kiri jalan tempatnya memarkirkan mobil....


..."Bugg!"...


..."Bugg!"...


..."Bugg!"...


... Berulang kali seperti seseorang dihajar di sebelah mobil itu lalu dibenturkan secara kuat tanpa henti ke sisi bagian mobil....


..."Tak ada apapun disini. Selain diriku, apa mereka hantu" kata Xie....


..."Siapa yang bisa menjelaskan semua ini padaku?" tanya Xie....


... Hentakan suara pukulan itu terhenti semua kembali hening....


..."Tolong aku" ...


... Xie mendengar suara seorang wanita meminta bantuan padanya yang sebenarnya hanyalah sebuah tipuan semata....


... Xie keluar dari dalam mobilnya lalu bergegas mencari siapa yang baru saja meminta tolong kepadanya....


... Dia dikejutkan oleh sesuatu yang sangat menakutkan....


... Diam langsung ditempat tanpa gerak sama sekali....


... Senjata itu terbang tajam segera menembus tepat bagian tengah dada Xie lalu dicegah oleh udara yang mengikat senjata itu dengan gumpalan es....


... Enam senjata tajam dari salah satu bangsa Blacwhe tersebut hancur berkeping-keping didepan mata Xie....


... Dia tertawa di detik ini....


... Sebuah lawan yang tidak sepadan sedang berusaha untuk melenyapkan salah satu dari bangsa Blacwhe ini....


... Dia dengan meninggalkan banyak darah disekitar tempat itu masih dalam cengkraman tangannya kuat dengan tangannya yang berubah dengan kuku panjangnya yang memerah setelah memukul beberapa kali dengan jemari tangannya dengan sebagian daging dari lawannya ikut terbawa berbau busuk sama dengan darahnya yang menimpanya yang ia dapat disetiap satu kali pukulan ia dapat hingga dipukulkan dan tendangan terakhir kali....


... Xie mendengarnya berbicara kepada seseorang....


..."Kau tidak akan bisa membunuh ku" kata seseorang dengan suara pria itu....


... Dia melihat dengan tatapan rasa ingin membunuh yang kuat kepada lawannya yang merupakan bangsa Blacwhe tersebut....


... Dia dengan kondisi yang sangat menakutkan bertambah menakutkan lagi dari pertama kali Xie melihatnya sebelum pertarungan ini....


... Tubuhnya yang tercabik dengan satu tangan yang mencengkram bagian dada sebelah kiri lawannya yang tetap bertahan dengan rasa sakit yang terima bertahan hingga detik ini tentu dengan tujuannya yang tersembunyi....


... Xie mendekat ke arah seseorang yang dilihat tanpa rasa ampun ingin segera menghabisi lawannya dengan cepat....


..."Kenapa kau tetap diam. Bunuh aku!" kata pria tersebut....

__ADS_1


... Dia tersenyum sinis melihat seseorang dari bangsa Xoco tak bisa memutuskan apa yang sudah menjadi takdirnya selama berabad-abad lamanya yang sudah menjadi warisan turun-temurun....


... Xie menyadari siapa seseorang dengan tanpa alas kaki yang sudah berlumuran darah di kaos putih dan celana panjang yang ia kenakan....


... Belum ingin percaya dengan apa yang ia saksikan sendiri....


..."Shie!" panggil Xie....


... Dia belum berbalik dengan panggilan nama yang dikatakan oleh Xie....


... Dia masih tersenyum dengan tanpa beban mendengar seseorang telah mengetahui sisi lain dari bangsa Xoco yang ia lihat sudah tanpa bisa mengendalikan diri....


..."Dia memanggil mu" kata pria tersebut....


... Wujud mereka yang semakin jelas terlihat dari semula tak bisa dilihat oleh siapapun kini semakin jelas dilihat oleh siapapun termasuk Xie sebagai orang yang pertama melihat adiknya dalam wujud seperti ini....


... Dia berbalik ke arah kakaknya tanpa mengenali siapa orang yang baru saja memanggil namanya....


... Wajahnya sangat serius melebihi ia biasa lihat dengan cipratan darah milik lawannya yang sedang bertahan dalam kondisi sekarat....


... Tatapan itu benar-benar mengartikan bahwa ia ingin melenyapkan siapapun didepannya saat ini....


... Bangsa Blacwhe menjelaskan kondisi adiknya dalam beberapa kata yang ia katakan dengan apa adanya....


..."Dia tidak akan mengenalimu" kata pria dari bangsa Blacwhe tersebut....


..."Terus mendekat padanya maka kau juga akan bernasib sama sepertiku" kata bangsa Blacwhe tersebut....


... Dia salah satu bangsa Blacwhe tersebut yang sedang menunggu momen itu segera melepaskan diri dengan mudah dari cengkeraman tangan Dashie yang penuh darah dan daging dari jemari kuku kukunya yang dingin memutih akibat es membeku mengikat kuat dari ujung kuku hingga pergelangan tangan menjalar sampai ke atas siku....


... ...


... Dia sudah pergi dari dekat mereka berdua yang saling melihat satu sama lain dengan arti tatapan yang berbeda bukan sebagai kakak beradik seperti biasa. Adiknya terlihat asing baginya saat ini meski jarak mereka tidak jauh tapi salah satu dari mereka tidak ingin mengenali orang yang ia kenal sebelumnya sebagai seorang saudara seperti yang dikatakan oleh salah satu bangsa Blacwhe yang baru saja pergi barusan....


..."Kau tidak mengenal kakak?" tanya Xie ...


... Suara ledakan dari arah lain yang merupakan arah berbagai CCTV yang terpasang di sekitar mereka terbakar lalu terjatuh ke bawah pecah bertambah rusak....


... Menatap adiknya lagi berusaha menjadi seorang kakak yang menerima bagaimanapun kondisi adiknya sekarang....


... Dia belum berubah dengan tatapan mata yang sama penuh kebencian terhadap Xie dengan darah yang masih terjatuh dari atas pergelangan tangan hingga ujung kuku sisa darah musuhnya dari pertarungan yang baru saja selesai....


..."Kau siapa?" tanya Dashie....


... Dia benar-benar tidak mengenali siapa orang yang ada didepannya saat ini....


... Berusaha menyakinkan adiknya bahwa ia benar-benar adalah kakaknya sendiri....


..."Aku kakakmu. Xie" kata Xie....


..."Kakakku?" tanya balik Dashie....


..."Ya. Kakak mu" kata Xie....


... Dia melihat kedua tangan yang berbeda kondisinya dengan salah satu masih normal seperti biasa di sebelah kirinya akan tetapi berbeda dengan tangan sebelah kanannya yang berbalut dinginnya es yang membeku dengan darah yang hampir habis jatuh ke tanah melewati pergelangan tangan dan setiap ujung jarinya....


..."Aku Dashie. Siapa itu Dashie?" tanya Dashie....


..."Aku tidak tahu siapa itu Dashie" kata Dashie....


... Dia jauh lebih menakutkan dari senyumnya saat ini terlihat dimata kakaknya yang mulai merasa sedikit ketakutan dengan perubahan yang sedang terjadi kepada adiknya sendiri....


... Dia tertawa manis berubah dengan cepat ekspresi wajah dari sebelumnya....


..."Namaku Dashie" kata Dashie....


..."Ya. Namamu adalah Dashie" kata Xie....


... Suara keras dari pintu yang tertutup....


... Pintu mobil Xie tertutup oleh kekuatan tangan Dashie yang digerakkan dengan cepat....


... Suasana kembali hening dengan udara sangat dingin disekitar mereka....


... Mendorong kakaknya hingga terbentur ke bagian luar pintu mobil lalu menggerakkan tangan kanannya dengan ujung jari dalam sedikit gerakan tangan....


... Dia mengeluarkan energinya dengan udara disekitarnya diubah menjadi es yang membeku mengikat kakak laki-lakinya dengan sekali genggaman tangan....


... Xie sudah terperangkap di pintu luar kuat dengan es yang membeku membuatnya tak bisa bergerak hanya bisa bernafas di balik pintu sebelah kiri mobilnya yang tertutup....

__ADS_1


... Dashie pergi....


... ...


__ADS_2