
...Chapter 165: Dimana sekarang?....
..."Kau dapat berapa customer?" tanya Jarrel....
..."Tiga" jawab Hoshie....
... Usil....
..."Itu teman kamu semua kan?" tanya Jarrel....
... Nada suara marah....
..."Kau dimana sekarang?!" tanya Hoshie....
..."Kenapa?. Kau ingin menghajarku?" tanya Jarrel....
..."Silahkan saja. Aku di cafe milik Xie bersama dengan Dashie juga disini" kata Jarrel....
... Dia yang juga ada di depan cafe yang sama didatangi oleh Jarrel berjalan masuk kedalam cafe melewati beberapa meja dengan aura bad boy yang dia tunjukkan secara natural....
..."Gangster berulah lagi" tanya Jarrel....
... Dashie datang dengan tiga minuman mango madness....
... Dia yang juga mengambil nafas panjang setelah bekerja di restoran kakak laki-lakinya itu sejak pulang bekerja....
... Melirik ke arah Jarrel lalu Hoshie datang mengambil bagian tempat duduknya yang ada disebelah kanan Dashie persis. Hoshie....
... Jarrel mengalah geser lagi ke arah kiri tidak ingin ada keributan didalam kafe di pukul sembilan malam lebih lima belas menit....
..."Aku belum mandi" kata Hoshie....
..."Aku tahu" jawab Dashie....
... Jarrel yang ingin tertawa lepas tapi tertahan dengan rasa lelah yang memerintah secara memaksa agar dia berhenti sejenak dari segala aktivitas untuk beberapa saat....
..."Aku tetap tampan kan?" tanya Hoshie....
..."Hmmm" jawab Dashie....
... Melihat ke arah Dashie....
..."Maaf jika aku selalu mengganggumu ketika sedang bekerja" kata Hoshie....
... Menjawab apa adanya....
..."Aku sudah terbiasa" kata Dashie....
... Jarrel....
... Melihat ke arah keduanya....
..."Akhirnya, dia menyadari kesalahannya itu" kata Jarrel....
..."Sorry. Aku terlalu psycho and crazy" kata Hoshie....
..."Hmmm" jawab Dashie....
... Dia mendekat ke arah Dashie lagi tapi tidak bersandar di bahunya melainkan bersandar di kursi panjang yang mereka duduki....
... Lirikan mata itu hadir ingin sekali diperhatikan dengan orang yang ada disebelahnya itu....
..."Look me now" kata Hoshie....
... Berbalik melihat ke arah Hoshie....
... Saling menatap satu sama lain....
... Tak ada yang ingin mereka katakan dari lelahnya hari ini hari yang sudah mereka lewati....
... Hoshie melihat Dashie yang tetap dengan dirinya yang selalu menjadi miliknya....
... Dia ingin masuk kedalam dunia indahnya yang selalu ia simpan untuk diri sendiri tapi sepertinya sampai kapanpun itu akan tetap milik gadis di depannya itu....
... Di dalam hatinya sendiri untuk untuknya sendiri....
..."Aku juga tidak jauh berbeda dengannya" kata Hoshie....
..."Bukankah. Ini bukan waktu yang tepat untuk menyatakan cinta" kata Hoshie....
..."Tapi, aku merasakan hal yang berbeda yang tidak bisa kujelaskan" kata Hoshie....
... Dashie merasa tanpa harus ditanya sudah diketahui sudah cukup ia menatap mata Hoshie. Dia kembali dengan dirinya yang lebih memilih untuk bersandar di kursi yang sama memberikan waktu untuk raganya merasakan hal yang tidak menguras energi....
... Dia seakan berada diantara siap atau tidak siap untuk kehilangan seseorang yang kini berada didekatnya kini....
..."Maaf" kata Hoshie....
... Dia tak melihat air mata di pelupuk mata seseorang yang ia sayang dan ia katakan berulang kali yang mungkin bisa membuat orang lain akan bosan dengan pengulangan kalimat itu yang ia katakan kepada wanita yang ada di sebelahnya saat ini belum ingin ia berpaling segera dari sisinya....
... Sekali lagi....
..."Maaf" kata Hoshie....
..." … Karena sudah memainkan perasaan mu selama ini" kata Hoshie....
..."Bicaralah sekalipun itu adalah sebuah makian dari lisanmu" kata Hoshie....
... Dia memohon sekali lagi....
..."Katakan saja. Sekali saja, kau percaya padaku" kata Hoshie....
..."Aku juga sadar. Aku bukanlah orang terbaik yang kau butuhkan" kata Hoshie....
..."Tapi, … " kata Hoshie....
... Suasana memberi kesan romantik bertambah tak bisa dihindarkan hingga akhirnya mereka tahu akan akhir kesedihan yang akan mereka dapat jika hal itu terlalu lama dipertahankan....
..."Kau lelah dengan sikapku?" tanya Hoshie....
..."Maaf" kata Hoshie....
... Dia berbalik menatap kedua mata Hoshie....
... Dia si paling pintar menyembunyikan isi hatinya bahkan kepada orang yang dia mulai sadar ia sudah mulai menyayanginya entah sejak kapan itu terjadi....
..."Entah kenapa aku selalu … " kata Dashie....
..."Orang-orang juga selalu mengatakan aku sangat malas" kata Dashie....
..."Aku terlihat suka berfoya-foya dan tak punya masa depan" kata Dashie....
__ADS_1
... Dia dengan suaranya tanpa sebuah emosi meski ia ingin menangisi diri sendiri....
..."Rasanya aku ingin menjadi orang jahat bukan berarti aku tidak pernah melakukannya" kata Dashie....
..."Tapi, aku tidak tahu bagaimana harus mengungkapkan isi hatiku kepada orang lain" kata Dashie....
..."Aku juga tidak tahu apa yang sedang kualami" kata Dashie....
... Semuanya sama tak memiliki emosi ketika semua kalimat itu keluar dari lisan keduanya sekalipun berasal dari hati mereka yang terdalam tapi mereka tidak yakin seseorang akan bisa menerima diri mereka apa adanya terasa sulit untuk memiliki ruang itu bersama dan saling berbagi....
..."Maaf. Maaf, aku tidak bisa memelukmu" kata Hoshie....
..."Aku adalah orang jahat yang akan selalu menyakiti siapapun orang yang ada di sekitarku" kata Hoshie....
... Jarrel membuka matanya lalu melirik ke arah keduanya....
... Hoshie dia dengan isi hatinya entah orang lain menganggapnya sebagai kebohongan dia tidak peduli dia hanya ingin mengatakan apa yang ingin dikatakan....
..."Kenapa kita sangat sulit. Kenapa kita menjadi seperti ini?" tanya Hoshie....
..."Aku tidak ingin akhir seperti itu. Kau juga mengerti" kata Hoshie....
..."Sungguh. Aku minta maaf" kata Hoshie....
... Hening....
... Dia sedang memilih kata yang tepat untuk kedua orang didekatnya itu....
... Entah hal apa yang bisa membuat mereka menjadi seperti ini seakan ingin lari keduanya tak ingin bertemu karena sebuah kesalahan yang sudah seharusnya tidak bisa untuk dimaafkan baik itu dari salah satu dari mereka atau keduanya tak ada yang diketahui oleh Jarrel. ...
... Pelan meminta maaf....
..."Sorry. Jika dulu aku tidak mendukung kisah kalian … tapi kali ini, aku mohon jangan pernah berpisah meski kalian tidak pernah bersama" kata Jarrel....
... Jarrel bergegas akan pergi....
..."Aku tidak ingin terlalu lama disini" kata Jarrel....
..."Aku tidak ingin menangis melihat kisah kalian" kata Jarrel....
... Dia dengan jas hitam yang ditaruh di sisi kiri kursi yang sama bergegas pergi....
... Dashie....
... Dia menatap lebih dalam mata pria didekatnya lagi lebih dari sebelumnya ia lakukan dengan ekspresi wajah yang juga merasa bersalah....
..."Maaf. Maaf sudah membebani hidupmu dengan kisah hidupku" kata Dashie....
... Dia sekali lagi tersenyum dengan sangat tulus kepada Hoshie seperti yang selalu ia lihat setiap hari ketika berada didekatnya....
... Dia merapikan helai rambut disebelah kiri telinga Dashie lembut dengan jemari tangan kanannya itu....
... Pria dengan jas abu-abu gelap di sisi kanan tangan dengan menggulung lengan baju kemeja putih dikedua sisi tangan....
..."Jangan meminta maaf lagi. Semua adalah salahku" kata Hoshie....
..."Aku yang seharusnya meminta maaf pada mu" kata Hoshie....
... Berhenti merapikan helai rambut Dashie dengan suaranya hangat terdengar juga dengan simpati yang ia tunjukkan dengan kata....
..."Wonderful" kata Hoshie....
... Dia....
... Dia tersenyum tersipu malu....
..."Benarkah. Ini yang pertama kali kau memujiku secara langsung" kata Hoshie....
... Mengingat sesuatu....
... Mengadu....
..."Tapi, tadi orang itu bilang aku seperti gangster" kata Hoshie....
... Dia jadi tertawa kecil menundukkan pandangannya ke bawah lalu kemudian menatap wajah Hoshie kembali....
... Menutup mulut agar tidak tertawa dengan kedua jemari tangan yang menumpuk menjadi satu....
..."Kenapa kau tertawa?" tanya Hoshie. ...
... Dashie tidak berkomentar tentang aduan dari Hoshie tentang Jarrel yang seperti ini adalah sifatnya yang ia tahu....
... Dia dengan mode tidak terlihat memutuskan akan segera pergi setelah melihat dan mendengar sendiri makna dibalik kata-kata seseorang yang baru saja ia dengar mengartikan kesedihan yang sangat mendalam dari dua orang yang sangat ia sayang dan tetap harus seperti itu ada didalam pikirannya tak ingin sama sekali ia ubah kapanpun dimanapun itu tak akan pernah....
... Dibalik jendela kaca yang luas terlihat dari arahnya sekarang berdiri melihat keduanya penuh emosi yang ingin segera meledak kapanpun tapi dia tidak tahu tempatnya untuk mengatakan itu semua yang ada. Dia hanya terdiam sendirian melamun....
... ...
... Dia juga tidak tahu kalau dia begitu cengeng ketika menjalani semua ini tak ingin henti-hentinya untuk berhenti menangis air matanya terus jatuh dari sisa pertahanan diri yang masih tersisa....
..."Aku tidak mencintai orang itu. Sungguh, aku hanya terbiasa. Itu saja" kata Ghazi....
... Mengusap air matanya....
..."Sungguh, aku sangat mencintai orang itu. Orang itu yang sudah meninggalkan ku" kata Ghazi....
... Terisak menghapus air matanya lagi....
... Jika menyendiri adalah pilihan yang tepat maka tak ada yang berbeda jika ia lebih memilih sendiri dengan terkadang melamun dan memikirkan diri sendiri bagaimana harus bersikap sebagai cara intropreksi diri hingga ia sulit dan lelah untuk bertanya mengapa semua ini terjadi kepadanya....
..."Aku sungguh belum rela melepasnya pergi" kata Ghazi....
... Dia menangis bertambah sedih lagi....
... Untuk diri sendiri yang sedang sedih....
..."Bagaimana ini. Bagaimana aku menangani ini?" tanya Ghazi....
..."Dia yang selalu menghiburku sudah memiliki orang lain yang sangat ia cinta dan cari selama ini" kata Ghazi....
..."Jangan sampai dia melihatku sedang menangis" kata Ghazi....
..."Dia lebih membutuhkannya melebihi diriku" kata Ghazi....
... Dia tertunduk sambil jongkok sendirian tanpa siapapun diantara banyak orang yang melewati tetap saja dia hanya sendiri....
..."Aku sendirian lagi" kata Ghazi....
... Dengan pertanyaan untuk diri sendiri yang belum berakhir....
..."Kenapa dia begitu tega padaku?" tanya Ghazi....
__ADS_1
... ...
... Wajahnya yang memerah akibat tangis yang belum berhenti....
..."Kenapa aku tidak bisa mengumpat atau marah padanya. Kenapa?" tanya Ghazi....
... Ghazi pergi....
... Dia tidak berbohong tentang isi hati dan pikirannya terhadap wanita yang ia sayang didepannya saat ini. Hoshie juga menyadari kedatangan seseorang meski dalam mode tidak terlihat yang juga ia sayang melainkan dengan alasan untuk menguji seberapa kuat wanita yang disayangi dan dicintai oleh sahabatnya itu, Oryn. Seberapa kuat kemungkinan terburuk yang akan diterima olehnya jika hal yang sangat menyedihkan itu menimpa mereka dan benar-benar memisahkan keduanya yang ia tahu saling mencintai. Dia tidak bisa membayangkan sama sekali akan seperti apa Ghazi belum bisa untuk menerima dengan mudah semua takdir itu....
..."Kamu pulang jam berapa?" tanya Hoshie....
..."Masih lama kira-kira jam sepuluh malam. Jangan tunggu aku" kata Dashie....
..."Aku tunggu kamu" kata Hoshie....
..."Ya sudah. Aku kerja dulu lagi" kata Dashie....
... Hoshie mengangguk....
... Hoshie dengan jas ada disampingnya ia gunakan untuk menutup sebagian kedua lengan....
... Sepuluh menit kemudian....
... Satu sup krim telur dibawakan untuk Hoshie dan satu gelas air hangat ditaruh diatas meja bersebelahan....
..."Makan juga nasinya" kata Dashie....
... Nada suara mengancam....
..."Habiskan!" kata Dashie....
... Suara pelan tetap terdengar....
..."Ok" kata Hoshie....
... Dashie kembali bekerja untuk menemui para pengunjung di meja lain yang masih didalam kafe lain yang akan memesan makanan....
... Jarrel yang kembali datang setelah pergi sesaat memeriksa bagian keamanan dipusat perbelanjaan tersebut....
... ...
... Dia memanggil salah satu waiters di kafe untuk memesan makanan untuk makan malam....
... Waiters datang lalu mencatat menu makanan yang Jarrel pesan....
... Waiters perempuan itu pergi untuk memberikan pesanan selanjutnya yang harus disiapkan di meja milik Jarrel....
... Jarrel akan mengambil sup yang dibuat untuk Hoshie....
..."Kau tidak mau memakannya?" tanya Jarrel....
... Dicegah langsung dengan tangan kanan Hoshie....
..."Tidak bisa" kata Hoshie....
... Menaruh ponsel diatas meja lalu mulai menikmati makan malam yang disiapkan oleh Dashie....
... Dia memakan pelan sup yang sedang ia makan dengan nasi dalam satu sendok makan dengan tangan kanan....
... Tiba-tiba punya pertanyaan untuk Hoshie....
..."Apa Ghazi tidak berkata sesuatu tentang ku?" tanya Jarrel....
... Respon cepat....
..."Sejak kapan kalian seakrab itu?" tanya Hoshie....
... Mengela nafas pendek....
..."Makanlah" kata Jarrel....
... Membaca keadaan yang terjadi saat ini....
... Ia merasa seperti baru selesai mengerjakan sebuah misi rahasia duduk disana rileks menikmati suasana yang menjelang akan tengah malam beberapa jam lagi mulai dari sekarang....
... Dingin berbaur tanpa suara yang bising kini lebih jelas dengan para pengunjung yang mulai berkurang asik mengobrol bersama dengan orang terdekat dalam satu meja....
... Suara permainan game yang dimainkan oleh Jarrel jelas terdengar dengan volume ponsel tidak dihening kan....
... Ketenangan hanya bertahan dua menit saja....
... Dari arah luar terlihat dua orang sedang bertengkar tidak biasa keduanya bagi mereka yang ada disana sedang istirahat setelah selesai bekerja....
... Membentak ...
..."Kenapa kau selalu mengikuti ku?!" kata Gan....
... Dia ikutan emosi....
..."Kenapa kau takut tidak bisa memperbaiki semuanya?" kata Ans....
... Ketua kelas bersemangat bertengkar dengan teman satu kelasnya itu....
..."Terus saja. Kau selalu ungkit masalah itu!" kata Gan....
... Menunjuk dengan jari telunjuk tangan kanan di wajah si ketua kelas....
... Dia galak ketika bicara lagi....
..."Kau kehilangan akal sehatmu!" kata Gan....
... Tidak mau kalah....
..."Kau jauh lebih aneh daripada aku!" kata Ans....
..."Untuk apa kau sampai pindah sekolah gara-gara aku?" tanya Gan....
... Dia tidak mungkin mengatakan didepan umum alasannya kenapa sampai melakukan hal sejauh itu....
... Membela diri....
..."Pinter banget. Terus saja mengubah bahwa kau korbannya disini!" kata Ans....
..."Kenapa. Kau tidak terima aku bisa lebih cerdas dari mu?" tanya Gan....
..."Baru saja aku bilang dan kau sudah memulainya lagi" kata Ans....
... Mungkin cara mereka bicara tidak terlalu keras tapi tempat mereka berada saat ini sudah mulai hening menjelang malam sudah sewajarnya akan memperjelas setiap kata apapun yang dikatakan orang-orang disekitar kafe....
..."Apa kau mendengar sepasang suami istri sedang bertengkar?" tanya Hoshie....
__ADS_1
... Memperjelas....
..."Mereka "Seperti" bukan "Suami istri beneran" kata Jarrel....