
...Chapter 58: Chocolate Muffin....
... Dia belum pergi....
... Dia melihat dua orang yang baru saja menjadi sepasang kekasih didepannya sendiri diatas gedung sekolah....
... Coklat dengan karamel lembut separuh tergigit olehnya menikmati rasa manis di indera perasa yang ingin lanjut menghabiskan satu buah coklat di jemari tangan kanan bercat kuku shimmer red bergambar bunga camomile di tiap ujung kuku bergambar satu bunga penuh....
... Satu kotak lumayan besar sedang dimakan satu persatu oleh gadis ini dan kali ini dengan buah stroberi sebagai isinya lumer asam manis di mulut dengan sentuhan sedikit daun mint di tiap gigitan....
... Suasana penuh cinta masih ada dibawah sana bertaburan di sekitar mereka dengan suara anak anak yang ikut meramaikan pernyataan cinta teman mereka yang baru saja berhasil diterima oleh gadis pilihan....
..."Selamat untuk mu, Bloom" kata gadis itu....
... Dia masih tetap ditempat yang sama belum pergi di sisi jalan lain mengarah melihat kedua remaja yang sedang ada didalam sebuah restoran sedang asik berbincang datang melintas seorang pria didepan mereka berdua diluar jendela dan mereka tampak tidak menyadari hal itu....
... Seorang pria itu datang membuka pintu tempat makan tersebut lalu orang orang tidak terlalu memperhatikan kehadirannya namun hal itu tidak bisa terbantahkan hal ini membuat mereka sedikit tertarik dengan orang yang berusia sekitar kepala lima itu untuk seusianya sekarang cukup menakutkan dengan perawakan tinggi seperti binaragawan lengkap dengan beberapa tato di kedua sisi lengannya cukup membuatnya menjadi pusat perhatian....
... Rumy dan Nawa bangkit dari tempat duduknya setelah pria tersebut datang menghampiri mereka....
..."Ayah, kau kemari" sapa Rumy....
..."Kau disini sebentar, Ayah ingin bicara dengan temanmu ini" kata Ayahnya Rumy....
... Nawa dibawa sebentar untuk diajak bicara oleh Ayahnya Rumy mengajaknya untuk berbicara di luar tempat makan tersebut....
... Gadis yang ada di sisi jalan tadi mulai membuka pintu depan restoran tersebut berpapasan dengan Ayahnya Rumy dan Nawa....
... Gadis ini melihat Nawa dalam kesempatan waktu yang kecil ini dan Nawa juga menyadari hal ini lalu fokusnya kembali berbagi dengan lebih menyeluruh setelah Ayahnya Rumy dan sekarang dengan gadis yang juga seumuran dengannya yang baru saja saling berpapasan dengannya dengan sorot mata langsung tertuju ke arah tempat Rumy sedang menunggu dua orang yang akan membicarakan suatu urusan....
... Ayahnya Rumy dan Nawa sedang berbicara di luar restoran sedangkan untuk gadis itu benar dugaan yang ditebak oleh Nawa, gadis itu sedang menghampiri Rumy mengambil tempat duduk milik Nawa tadi....
... Sinis wajahnya berbaur dengan wajahnya yang anggun....
..."Kau tidak terkejut, terkejut lah" kata gadis ini....
... Gadis ini mengambil stik biskuit coklat coffe milik Nawa....
... Menendang bagian kaki meja sengaja membuat Rumy merasa gentar dengan kehadirannya....
... Wajah anggun itu jauh lebih sinis menatap tajam wajah Rumy....
... Rumy lebih menikmati cheese cake strawberry di piring kecil dengan motif dedaunan dan bunga mawar di tepian piring dengan garpu aluminium bergaya klasik....
..."Kau tidak pergi?" tanya Rumy....
... Gadis itu tertawa merasa lucu dengan ucapan gadis di depannya itu....
..."Hey gadis bodoh, kau sudah berani padaku" kata gadis ini....
... Tangan gadis itu tertahan oleh Rumy di bagian belakang kepalanya di bagian kiri oleh tangan kirinya dengan cepat pergelangan tangannya dipegang oleh Rumy....
... Gadis itu akan menjambak dan membenturkan wajah Rumy ke piring berisi cheese cake....
... Tangan kanan gadis itu dihempas oleh Rumy....
... Gadis itu belum berputus asa dengan perlawanan dari Rumy barusan....
... Tawa sekaligus senyum menjengkelkan dengan sok paling benar dan berkuasa....
..."Hahahaha"...
... Hening tiga detik....
..."Kau sedang pura-pura lupa atau kau tidak peduli" kata gadis ini....
... Berhenti memotong cheese cake dengan garpu yang sama dari awal memakan cake dengan topping strawberry itu....
..."Maksudmu?" tanya Rumy....
... Wajah menjengkelkan masih dipertahankan oleh gadis itu mengajak berbicara dengan target yang dianggapnya paling lemah....
..."Ingat ini, dia menghilang sejak terakhir pergi bersama dengan mu" kata gadis itu....
... Menyilangkan kedua tangan diatas perut....
... Menunggu Rumy menanggapi perkataan darinya tapi pada akhirnya dia melanjutkan kata katanya lagi....
... Nada suara menekan....
..."Kau pasti ingat itu" kata gadis tersebut....
..."Semua itu salahmu, paham!" kata gadis itu....
... Rumy mengambil kesempatan untuk membela diri....
..."Niatmu hanya untuk membuat ku tertekan kan" kata Rumy....
__ADS_1
... Masih menyilangkan kedua tangannya di perut bergerak posisinya mendekat wajahnya ke arah Rumy yang sedang bersandar di kursi tempat duduknya....
..."Ya dan aku akan terus melakukan itu" kata Gadis itu....
... Kembali bersandar di kursi tempat duduknya dengan mengangkat satu tangannya yang menyilang di perut barusan memainkan dan melihat jemari kuku....
... Tidak ingin orang lain semena mena dengannya lagi....
..."Apa yang ingin kau katakan sebenarnya padaku?" tanya Rumy....
..."Sadarlah dari semua orang orang terjelek disini kaulah yang paling kampungan" kata gadis tersebut....
... Wajahnya puas dengan kata kata yang barusan diucapkannya dengan tanpa merasa bersalah kepada Rumy....
... Berdiri dengan memakai tas selempang putihnya di lengan atas sebelah kanannya itu....
... Akan pergi meninggalkan meja dengan Rumy kembali terhina sehina hinanya sekali lagi....
..."Bahkan dia yang bersama dengan mu sekarang sebentar lagi akan membuangmu" kata gadis itu....
... Gadis itu pergi meninggalkan Rumy pergi keluar dari tempat makan tersebut lalu Ved tentu mendengar segala apapun yang dibicarakan oleh mereka berdua menciptakan racun baru yang mengganggu situasi damai di dalam sana....
... Ved juga berpikir kalau apa yang dikatakan oleh gadis yang baru saja keluar dari dalam tempat makan ini tidak sepenuhnya salah bukan bermaksud untuk merendahkan pihak yang sedang tersakiti melainkan berkaca dengan dunia yang sedikit diketahui olehnya hal itu bisa saja terjadi meski itu bukanlah Nawa terlepas apakah orang itu dia atau orang lain juga jika posisi Rumy seorang perempuan ataukah laki laki pukulan keras itu cukup menyakitkan bagi orang yang mengalaminya terlebih lagi dengan banyak perhitungan yang menuntut seseorang menjadi sempurna dan dunia yang dia jalani tidak sepenuhnya berpihak kepada pihak yang lemah....
..."Dia tidak mati tapi sudah dimatikan" kata Ved....
... Menyadarkan temannya yang tertangkap basah sedang memperhatikan seorang gadis remaja....
..."Kau tertarik dengan gadis itu?" tanya Owen....
... Ved sedang berusaha menjaga sikap didepan Owen....
..."Kau boleh menunjukkan sikap itu padaku" kata Owen....
... Pemuda yang sedang bersama dengan Owen tetap dengan usahanya menutupi sifatnya ini lagi dengan kembali membuat daftar nama nama barang keperluan usaha barunya yang akan dibangun nanti sedangkan untuk Owen menjadi senyum senyum sendiri melihat tingkah Ved yang tiba-tiba menunjukkan sinyal cinta kepada orang lain....
... Nawa datang melewati pintu masuk restoran tentu mendengar apa yang sedang dibicarakan oleh mereka berdua dari luar tempat makan tersebut yang membicarakan masa depan kisah mereka berdua selanjutnya membuatnya ingin cepat cepat pergi dari tempat itu menghindarkan Rumy dari dorongan situasi yang membuatnya mengambil keputusan untuk pergi meninggalkan dirinya akibat perkataan gadis dari salah satu empat gadis yang pernah dilihatnya tempo hari dihari mereka mengeroyok menghajar Rumy di sebuah ruang sekolah mereka yang tidak sengaja melihatnya dari dalam kelas di hari pertama mendapatkan sekolah baru....
..."Dia jauh lebih menakutkan jika dilihat lebih dekat" kata Nawa....
... Mengambil kursi tempat duduknya kembali....
... Penasaran....
..."Ayahku tidak memarahi mu kan?" tanya Rumy....
... Selesai minum....
..."Lalu, apa yang kalian bicarakan tadi?" tanya Rumy....
..."Ini masalah di antara dua orang pria" kata Nawa....
... Menunjukkan wajah kesal sebentar....
..."Kalian terlihat mencurigakan" kata Rumy....
... Nawa sudah melihat foto di balik buku berwarna hijau muda yang sering dilihatnya sejak pertemuannya di tempat kursus mereka sebelum juga mereka saling memperkenalkan diri....
... Tidak mungkin untuk Nawa melupakan orang yang ada di dalam foto tersebut mengingatnya saja membuatnya sedih....
... Rumy menutup kembali buku notes kecil itu dan menemukan ekspresi wajah Nawa yang terpaku melamun seperti sedang memikirkan sesuatu....
..."Apa terjadi sesuatu?" tanya Rumy....
..."Tidak terjadi apapun" jawab Nawa....
... Seorang sahabat yang hilang di hari disaat bersama dengan Rumy dari yang dia tahu dari informasi yang sudah banyak orang orang ketahui tentang kepergian mereka berdua ke suatu tempat dan salah satu dari mereka belum juga kembali hingga hari ini membuatnya menjadi penasaran rasa ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi diantara mereka dengan sikap Rumy yang tidak mencerminkan sebuah rasa bersalah sama sekali setelah kabar hilangnya remaja yang bisa dibilang pacarnya itu....
... Ini adalah pandangan pendapat dari Nawa tentang Rumy berbeda dengan gadis ini yang merasa dirinya tidak salah sama sekali dan merasa heran dengan kejadian waktu itu kenapa dia tidak ingat sama sekali bahwa hari itu mereka dalam perjalanan ke suatu tempat bersama dengan bukti yang sudah dimiliki oleh polisi mematahkan keterlibatan menghilangnya pacarnya itu setelah bukti selanjutnya ditemukan menjawab bahwa mereka berdua berpisah dengan jalan berbeda mereka terlihat secara terpisah dan setelah itu mereka tidak terlihat lagi bertemu lagi....
... Siapa yang baik baik saja ketika orang yang mereka sayangi telah pergi dengan tanpa kabar didapat menghilang tanpa berpesan apapun sudah sewajarnya rasa sedih kehilangan pasti ada dan jika diingat kisah asmara mereka hanya bisa dihitung baru satu minggu....
... Belum ada kisah diantara mereka berdua yang bisa diceritakan manis seperti sepasang kekasih para remaja sebaya dengan mereka yang teringat hanyalah hari terakhir mereka bisa bertemu dan kini kabarnya belum lagi didengar datang oleh pihak pihak yang terkait dalam pencarian pacar Rumy ini....
..."Dia bukanlah bangsa Blacwhe bukan juga bangsa itu" kata Nawa....
... Meminum butterfly pea flower latte lagi sambil memperhatikan Rumy....
..."Bisakah ini hanya sebuah kebetulan semata?" tanya Nawa....
..."Apa tujuannya mendekati gadis ini?" tanya Nawa....
... Sekali lagi Rumy melihat foto di balik cover buku notes hijau muda diatas meja tanpa membukanya terlihat oleh Nawa jelas sekali dia sedang merindukan orang yang ada di dalam foto itu yang berpose bergandengan tangan mereka dengan bunga buket mawar putih yang diberikan remaja laki laki itu di hari ulang tahun Rumy seminggu sebelum kejadian hilangnya pacarnya itu....
..."Dia orang yang kau suka?" tanya Nawa....
... Menutup lagi bukunya lalu memasukkannya ke dalam tas....
__ADS_1
... Menunggu Rumy menjawab pertanyaan darinya....
..."Kau tidak mau jawab?" tanya Nawa....
... Reaksi penolakan dari Rumy dalam diam sikapnya itu....
... Sedang mulai masuk dalam suasana sedih ini....
..."Sepertinya aku pernah melihatnya di suatu tempat tapi dimana?" kata Nawa....
... Berharap lebih....
..."Dimana kau pernah melihatnya?" tanya Rumy....
... Tidak terkejut dengan sikap penuh harap Rumy....
... Akting pura pura ingat....
..."Ah, aku ingat" kata Nawa....
..."Dimana?" tanya Rumy penasaran....
..."Dia pernah masuk berita di televisi bahkan cukup heboh di internet" kata Nawa....
... Tidak penasaran lagi setelah mendapatkan jawaban dari Nawa berubah lagi sikapnya menjadi Rumy sebelum pertanyaan ini dimulai ditanyakan olehnya sendiri kepada Nawa....
... Nawa mengambil makanan yang Rumy makan satu persatu dimulai dari spaghetti....
... Rumy melihat remaja ini menikmati dengan nyaman makanan tersebut sambil menatapnya dengan sesekali melempar senyum persahabatan lalu kembali mengambil makanan yang lain yang juga tadi Rumy makan....
... Mengambil popcorn chicken dari mangkuk hitam berisi setengah jumlah ayam yang tersisa dengan tanpa saus....
..."Kau tidak makan lagi, daging ayam ini juga lezat" kata Nawa....
... Menilai dan mulai perlahan menerima lagi sikap yang ditunjukkan oleh Nawa dan remaja ini terlihat sedang berpura-pura memperlihatkan sisi lain dari dirinya akan tetapi berbeda dengan respon yang diterima oleh seorang Ved yang sesekali melihat keakraban mereka....
... Memakan raspberry dari atas muffin coklat....
... ...
..."Benarkah memang seperti ini?" tanya Ved....
... Merasa sesuatu yang aneh telah menyerang dirinya merasuk tanpa seizinnya....
..."Ada apa denganku, kenapa aku menjadi sepeduli ini kepada orang lain?" tanya Ved....
... Sedangkan untuk Owen sedang merasakan tiap makanan yang tadi dipesan oleh Ved secara lebih detail sedikit demi sedikit mencari alasan mengapa makanan yang mereka pesan di restoran tersebut menjadi makanan yang cukup membuat orang orang mau datang kembali menikmatinya ditambah lagi suasana tempat makan tersebut yang memang tergolong nyaman bagi siapapun dengan nuansa taman didalam ruangan seperti terasa di dalam rumah sendiri....
..."Ada coklat di pipimu" kata Ved....
... Mencari....
..."Dimana, di sebelah kanan atau kiri?" tanya Owen....
... Menaruh garpu dari tangan kanan di atas piring kecil dengan sisi tepi bermotif garis memutar berwarna emas yang berisi muffin coklat yang meleleh coklat dari dalamnya....
... Menunjuk dengan jari telunjuk tangan sebelah kanan....
..."Kiri!" kata Ved....
... Berhasil menemukan coklat di pipinya....
..."Ok, thank you" kata Owen....
... Dari meja yang berbeda seorang remaja laki laki yang duduk bersama dengan seorang remaja putri menyadari kalau dirinya sedang kalah taruhan dari temannya itu setelah melihat jawaban tentang kebenaran status hubungan dari Owen dengan Ved hanya sebuah hubungan pertemanan saja lalu Nawa memanggil waiters untuk melakukan transaksi pembayaran....
... Kode QR sudah dipindai melalui ponselnya dan transaksi pembayaran sudah dilakukan oleh Nawa....
... Rumy berhasil menang taruhan dari Nawa....
..."Kita akan menjadi teman baik" kata Rumy....
..."Kau lumayan juga" kata Nawa....
... Merendah....
..."Aku hanya beruntung saja" kata Rumy....
... Berbicara sesuai realita....
..."Pada akhirnya kau yang menjadi pemenang" kata Nawa....
... Tanpa sepengetahuan Owen kalau Ved melakukan ini agar seorang gadis bisa menang dari taruhannya tentang arti kedekatan mereka....
... ...
... ...
__ADS_1