
...Chapter 188: Tetap menjadi diri sendiri....
..."Semudah itu kau akan memaafkan orang itu" kata Shawn....
..."Apa kau masih berpikir kau harus memaafkan semua kesalahan orang lain?" tanya Shawn....
..."Dan jika tidak, maka hatimu penuh dosa dan mereka sangat suci?!" kata Shawn....
... Realistis....
..."Ada hal didunia ini yang tidak bisa dimaafkan" kata Shawn....
..."Sadarlah" kata Shawn....
..."Sehina apapun dirimu kau berhak atas kebahagiaan hidupmu sendiri" kata Shawn....
... Sisi lain dari Dashie akhirnya muncul juga dihadapan orang lain....
..."Lalu setelah kau membelaku, kau juga akan menghinaku!" kata Dashie....
..." … lalu melupakan apa kesalahan mu seperti seakan tidak pernah terjadi apapun" kata Dashie....
... Dia masih dengan dirinya yang dia kenal....
..."Kau tidak menangis, kau juga masih berpikir jika kau menangis maka kau adalah orang lemah" kata Shawn....
..."Ingat kata-kataku ini. Aku akan bersamamu di masa depan dalam keadaan apapun" kata Shawn....
... Merasakan ada sesuatu yang menjadi pertanyaan dari kata-kata yang diucapkan oleh seseorang yang sudah dianggapnya sebagai kakak sejak dia kecil....
... Menatap Dashie....
..."Apa maksud dari perkataan mu tadi?" tanya Dashie....
..."Kenapa, apa aku tidak boleh menyukaimu?" tanya Shawn....
..."Ini yang kutakutkan darimu yang selalu mudah dimanfaatkan oleh orang lain" kata Shawn....
... Shawn mendekat lalu memeluk gadis kecil yang ia tahu sedang membutuhkan seseorang yang bisa menjadi pelindungnya....
... Mengusap ubun-ubun gadis kecil yang saat ini sedang menangis di dalam pelukannya itu belum berhenti dengan isak tangis yang terdengar dari Shawn....
..."Kau pasti sangat kesepian" kata Shawn....
..."Mengapa kau selalu memilih sendiri padahal ada aku" kata Shawn....
..."Menangis lah sepuasmu" kata Shawn....
..."Besok. Kau akan pergi?" tanya Dashie....
..."Beberapa hari tapi jangan khawatir aku akan langsung kembali setelah pekerjaan ku selesai" kata Shawn....
... Hoshie....
... Dia menyaksikan prediksi apa yang dikatakan oleh salah satu sahabatnya yaitu Fable....
... Terdiam....
... Membaca situasi....
... Lalu, mendekat ke arah Dashie yang masih bersama dengan Shawn....
... Tanpa pura-pura dengan ekspresi penuh ketenangan dia usahakan....
... Suaranya terdengar sama menyenangkan seperti biasa....
..."Kau disini. Aku mencarimu kemana-mana" kata Hoshie....
... Berbalik melihat ke arah orang yang mengajaknya bicara....
..."Oh. Ku kira … " kata Dashie....
... Melepas pelukan dari Shawn....
... Masih terus mendekat ke arah Dashie....
... Serius tapi tidak menunjukkan ekspresi marah....
..."Aku selalu bisa menemukanmu" kata Hoshie....
... Membawa orang yang dia sayang kembali ke sisinya kini berada disebelah kanan Hoshie....
... Mengusap wajah Dashie yang terlihat masih ada air mata mengenai pipinya itu....
..."Kenapa kau menangis?" tanya Hoshie....
... Melihat ke arah Shawn....
..."Sorry. Aku telah membuatmu menangis lagi" kata Hoshie....
... Shawn tertawa sinis mendengar kalimat yang baru diucapkan oleh seseorang yang terdengar klise....
..."Kau tadi dicari oleh rekan kerjamu. Kau tidak pergi?" tanya Hoshie....
... Shawn pergi hampir bersamaan menuju area lantai pertama pusat perbelanjaan tersebut keluar dari area salah satu balkon mall di lantai dua menghadap ke arah sungai....
... Mode sebagai kakak laki-laki dari gadis yang sedang berjalan bersebelahan di sisi kiri Hoshie....
..."Kau akan langsung pulang?" tanya Shawn....
..."Ku pikir itu pilihan yang tepat" kata Dashie....
... Akan menuruni anak tangga....
..."Pelan-pelan biar nggak jatuh" kata Hoshie....
... Terdengar agak berlebihan sikapnya ini oleh Shawn termasuk bagi orang yang sedang mendapatkan perhatian dari Hoshie....
... Berhenti ketiganya dalam melangkah menuruni anak tangga....
... Dia melihat mata pria yang sedang menggenggam tangan kanannya itu....
..."Kau sedang apa?" tanya Dashie....
... Jujur....
... Menunjuk ke arah Shawn....
..."Iya. Iya, aku takut kalah saing dengan orang ini" kata Hoshie....
... Suara agak merendah....
..."Dia terlalu keren untuk menjadi sainganku" kata Hoshie....
... Dashie tertawa kecil begitu juga dengan Shawn yang tidak menduga hal semacam ini akan didengar langsung oleh seorang Hoshie....
... Meledek tapi juga tidak bisa dianggap bercanda oleh Hoshie....
... Melihat ke arah Dashie....
..."Bagaimana kalau kita jadian sekarang?" tanya Shawn....
... Dia menutup wajahnya yang sedang tersenyum puas ingin sekali meledek Hoshie secara terus-menerus bersama dengan Shawn....
... Pukul enam kurang sepuluh menit....
... Dari arah lain seseorang melihat keduanya sedang bersama....
... Bukan Hoshie melainkan seorang gadis remaja yang ada disana menggunakan teropong berada di dalam kapal feri bersama dengan asisten pribadinya itu....
..."Kenapa ada orang yang selalu hidup dalam kesedihan?" tanya Ans....
..."Aku harap orang lain tidak menganggapnya tidak memiliki logika tapi dia bisa merasakan apa yang orang lain juga rasakan" kata Ans....
... Dia dan menu makan malam yang sudah disiapkan diatas kapal feri yang sudah dia sewa menikmati indahnya pemandangan sungai diantara gedung gedung di kedua sisi sungai di malam hari....
... Melihat layar ponsel yang bersih tanpa pesan dari orang yang dia sayang....
... Menghela nafas pendek....
... Memakan steak yang dia potong dalam potongan kecil....
..."Kenapa dia terus bekerja?" tanya Ans....
..."Aku seperti istri yang makan malam sendirian karena suamiku sibuk bekerja" kata Ans....
__ADS_1
... Dia dan potongan daging steak yang kedua....
..."Apa dia memang sengaja membuatku begini?" tanya Ans....
... Orang yang dia tunggu baru saja menelepon....
... Dia belum mengangkat panggilan dari orang itu lebih tepatnya membiarkan....
... Satu pesan muncul dari Gan....
..."Kau dimana. Aku tidak melihatmu" ...
... ...
... Satu pesan lagi menyusul cepat untuk Ans lagi....
..."Kau menghamburkan uangmu lagi!" ...
... Dibaca oleh Ans lalu segera dibalas....
..."YA"....
... Di tempat pameran di waktu yang sama....
... Soft bertemu dengan Rumy....
... Dia dengan ekspresi sinis penuh kebencian ketika bertemu dengan teman satu kelasnya itu....
... Ved....
... Dia sedang mengobrol bersama dengan Ten....
... Berjarak sekitar lima meter dari jarak keduanya....
..."Mudah sekali kau melupakan Bloom dasar gadis tidak tahu malu" kata Soft....
..."Kau belum bisa menerima semua itu" kata Rumy....
..."Pada kenyataannya dia lebih memilihku" kata Rumy....
... Melihat realita sesuai pandangannya sendiri....
..."Ya, tapi kau juga yang membuat dia hilang hingga sekarang" kata Soft....
... Menambah jarak satu langkah ke arah Soft....
..."Hidupmu terlihat sangat membosankan" kata Rumy....
... Memberi jeda dua detik dengan kalimat selanjutnya yang ditambahkan oleh lawan bicara Soft....
..."Pengganggu hidup orang lain" kata Rumy....
... Akan memukul wajah Rumy....
..."Kau minta dihajar lagi!" kata Soft....
..."Hajar aku sekarang!" kata Rumy....
..."Kenapa?. Kau takut?" tanya Rumy....
..."Kau takut kebiasaan burukmu dilihat oleh orang banyak" kata Rumy....
... Dari arah dua puluh tiga langkah menuju ke arahnya sudah akan datang kekasihnya yang membawa dua cup minuman untuk mereka....
... Nada ancaman....
..."Awas kau!" kata Soft....
... Dia pergi menyembunyikan karakter uniknya itu bersikap manis ketika bersama dengan kekasihnya....
... Rumy yang masih dengan acara pameran yang mendidik dan sekaligus menghibur yang diikuti olehnya ini dirusak oleh salah satu temannya yang pandai dalam mengendalikan orang lain serta mengubah sikapnya sesuai dengan siapa orang yang diajaknya bicara....
... Nawa....
... Dia sendirian berada disebuah toko buku setelah menghadiri pameran beberapa menit yang lalu....
... Mencari dan memilih buku yang dia butuhkan....
... Dia dan diantara para pengunjung toko buku lainnya....
..."Ini, ini dan ini" kata Nawa....
... Pergi ke meja kasir....
... Mengantri....
... Dari arah belakang datang dengan tiga buku yang dia bawa merasa baru saja melihat seseorang yang dia kenal ada ditempat yang sama....
..."Kau kemari?" tanya Eir....
... Suara itu dia kenal lalu berbalik ke arah belakang....
..."Kau" sapa Nawa....
... Berbalik kedepan meja kasir lagi maju satu langkah diikuti juga oleh Eir....
... Dia hanya menebak....
..."Aku tidak tahu kenapa hidupmu terlihat datar. Apa kau belum bisa melupakannya?" tanya Eir....
... ...
... Tiba-tiba lupa nama seseorang....
..."Siapa?" tanya Nawa....
..."Hei. Kau sampai kapan akan berpura-pura" kata Eir....
... Mengalihkan pembicaraan....
..."Kau lebih cantik darinya" kata Nawa....
..."Jangan mengada-ada. Itu memang benar tapi aku bukan tipemu" kata Eir....
..."Kau membumi sekali" kata Nawa....
... Dia yang sudah kebal dengan segala rayuan dari Nawa....
..."Kau akan mulai merayuku" kata Eir....
... Nawa melakukan pembayaran dengan kartu ATM yang dia ambil dari dalam dompet hitamnya itu....
... Dia mengambil buku yang dipegang oleh Eir lalu sekalian membayar ketiga buku itu dengan kartu elektronik yang sama miliknya itu....
... Buku yang sudah dibayar milik Eir diberikan kepadanya langsung....
..."Terima kasih" kata Eir....
... Berjalan beriringan....
... Dia dengan celana jeans hitam panjang bersama dengan atasan kaos putih dan jaket oversize berbahan parasut abu-abu....
... Nawa melihat tali sepatu sebelah kanan Eir terlepas....
..."Sebentar" kata Nawa....
... Akan membantu mengikatnya lalu dengan sigap....
..."Stop!" kata Eir....
..."Pegang ini!" perintah Eir....
... Dia memberikan tiga buku yang dia bawa kepada Nawa lalu mengikat tali sepatunya sendiri yang terlepas....
... Kurang dari tiga puluh detik dia sudah selesai mengikat tali sepatunya lagi....
..."Berikan padaku!" kata Eir....
... Mengambil bukunya dari tangan Nawa....
..."Terima kasih" kata Eir....
... Berjalan lagi beriringan bersama menuju lantai pertama....
... Akan memberikan waktu untuknya beristirahat sebentar di sana di dekat sebuah toko pakaian yang menghadap bagian balkon bagian dalam mall yang mengarah ke lantai bawah....
__ADS_1
... Nawa masih dengan langkahnya yang berjalan mendahului Eir....
..."Perubahan mu sungguh luar biasa" kata Eir....
... Berbalik melihat ke lantai bawah....
... Membatalkan untuk duduk sebentar di sana setelah melihat gadis yang disukai oleh sahabatnya itu ada dipandangannya jelas sedang bersama kekasihnya itu....
... Menarik Nawa....
..."Ayo kita pergi dari sini" kata Eir....
... Dia meninggalkan lagi sisi matanya yang menjengkelkan seperti berhadapan dengan seorang musuh....
... Dia sudah melihat lebih awal dan sahabat remaja putri ini sudah kabur lebih awal....
... Diam. ...
... Tatapan kebencian ...
... Berbalik mengambil arah lain jalan yang dia pilih dari salah satu sahabatnya itu....
... Nawa merasakan seseorang yang berbahaya bagi sahabatnya semakin mendekat ke arah jalan yang dipilihnya sekarang membuat dia berbalik mengambil arah yang dipilih oleh Eir yang sudah menjauh tiga belas langkah dari jaraknya sekarang sedang jarak mereka semakin dekat lalu dia berlari sebisa mungkin untuk mengejar sahabat perempuannya itu....
... Alih-alih untuk menolong tapi tidak dilakukan oleh remaja laki-laki ini. Dia lebih memilih untuk terus berjalan berbalik arah sesuai apa yang sudah dia ambil....
..."Kalau belum rasain patah hati. Dia nggak bakalan sadar" kata Nawa....
... Nawa memilih untuk pergi sedangkan disana juga datang berdua dari luar masih bagian lantai dua pusat perbelanjaan yang mengarah ke balkon yang menghadap sungai panjang barusan. ...
... Hoshie melihat Nawa pergi lalu melihat sahabatnya sendirian sedangkan di sana ada salah satu dari bangsa Blacwhe....
... Melihat layar ponsel....
... Mengetik ...
... Terkirim....
... Lalu diterima langsung dibaca oleh Nawa....
..."Kau biarkan dia sendiri?" tanya Hoshie....
... Tidak dibalas oleh Nawa....
..."Sayang" panggil Hoshie....
... Terasa asing....
..."Apa sih?" kata Dashie....
..."Kenapa?" tanya Hoshie....
..."Tadi malam kau memanggilku dengan kata sayangku" kata Hoshie....
... Tidak merasa....
..."Kapan?" tanya Dashie....
... Mereka dari arah utara sedangkan remaja laki-laki itu sedang berjalan menuju arah timur sedangkan Eir akan menuju arah barat di jalan yang sama....
... Menabrak remaja laki-laki itu dengan sengaja....
... Marah....
... Berbicara kepada Hoshie....
..."Hey!. Pakai matamu!" kata remaja laki-laki itu....
... Lalu kaget ketika ditatap balik oleh Hoshie....
... Wajah menakutkan....
..."Ada apa dengan mataku?!" kata Hoshie....
... Sadar....
..."Kau!" kata remaja laki-laki itu....
... Dia kabur karena dia tahu dengan siapa dia bicara adalah seseorang yang dia tahu adalah kakak dari musuhnya selama ini yaitu Bloom....
... Berlari melewati Eir yang sibuk dengan layar ponsel meski dia menabrak gadis ini tetap dia tidak peduli atau bahkan meminta maaf fokusnya sekarang adalah harus segera pergi dari dekat Hoshie....
..."Shie. Kau kenal remaja itu?" tanya Dashie....
..."Tidak. Baru saja, aku bertemu disini" kata Hoshie....
... Masih sedikit penasaran....
..."Ok" kata Dashie....
... Mengingat masih ada pekerjaan yang harus dikerjakan....
..."Shie" panggil Hoshie....
..."Hmmm" kata Dashie....
... Mereka berdua akan menuruni anak tangga eskalator ada Dashie disebelah kanan dengan tangan kanan memegang pegangan anak tangga yang sedang berjalan itu lalu dengan Hoshie berada disebelah kirinya sedang memegang dari arah belakang memegang pundak sebelah kanan atas Dashie sedangkan tangan kirinya memegang bagian pegangan eskalator sebelah kiri....
..."Bukankah. Itu mereka, dia terlihat tetap gentleman" kata Dashie....
..."Aku juga sering membawakan tas mu. Biasa saja" kata Hoshie....
..."Itu memang sudah kebiasaan mu" kata Dashie....
... Memohon....
..."Puji aku" kata Hoshie....
..."Apa ini, kau sedang merajuk" kata Dashie....
... Melihat ekspresi wajah Hoshie yang ingin sekali dipuji olehnya....
..."Baiklah. Kau memang gentleman dan … " kata Dashie....
..."Ahhhh. Sudahlah terlalu banyak ku sebutkan" kata Dashie....
... Malah ingin terus dipuji....
..."Benarkah?" tanya Hoshie....
... Selesai menuruni anak tangga....
... Dashie berpikir akan sesuatu hal yang masih harus dia kerjakan dan secepatnya harus pergi....
... Melihat layar ponsel....
..."Kau masih harus menemui Ayahmu kan?" tanya Dashie....
..."Ya, kenapa?" tanya Hoshie....
... Wajah memelas....
..."Sepertinya, aku harus pergi. Sorry, aku nggak bisa temani kamu" kata Dashie....
... Mencubit pipi sebelah kiri Dashie....
..."Ok no problem" jawab Hoshie....
..."Aku akan mengantarmu ke depan" kata Hoshie....
..."Tidak. Tidak perlu, terima kasih" kata Dashie....
... Berjalan lebih cepat....
... Salam perpisahan dengan lambaian tangan kanan untuk pria yang juga membalas hal yang sama yang gadis ini lakukan....
..."Bye bye!" kata Dashie....
..."Bye bye" kata Hoshie....
... Dia berjalan lebih cepat dari sebelumnya untuk meninggalkan pusat perbelanjaan tersebut....
... Hoshie memperhatikannya dari arah belum berubah saat terakhir bersama dengan Dashie....
... Dashie....
__ADS_1
... Dia merasa ada yang aneh telah terjadi kepada dirinya yang seakan membuat kepalanya sangat sakit dengan pandangan mata yang mulai tidak stabil....