Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 44: Chaotic.


__ADS_3

...Chapter 44: Chaotic....


... Gadis itu meninggalkan permohonan maaf dari mantan kekasihnya yang ada di belakangnya lalu berjalan ke arah jalan pulang....


... Berteriak....


..."Sorry, Ka!" kata Hoshie....


... Permintaan maaf dari pemuda ini lantas tak membuat gadis ini luluh setelah apa yang dialaminya akibat ulah Hoshie yang membuat wanita ini merasa malu dan sakit hati tentunya....


... Hoshie akan mengejar mantan kekasihnya itu yang berjalan semakin jauh seakan merasakan apa yang akan dilakukan oleh mantan kekasihnya lalu segera gadis ini berbalik pada Hoshie....


... Dengan suara cukup keras di antara suara ombak pantai dan angin malam....


..."Stop!" kata Aka....


... Hoshie tidak berputus asa dengan misi yang akan dilakukan di momen ini....


..."Berhenti mengikutiku!" kata Aka lagi....


... Hoshie berhenti disana melihat Aka yang tak mau diajak bicara olehnya mengingat perlakuan yang diberikan pemuda ini di malam pesta ulang tahun di depan teman teman mereka belum juga mendapatkan maaf dari gadis itu....


... Udara keluar dari hela nafas Hoshie di malam yang cukup dingin....


... Berkata kepada diri sendiri sambil melihat seseorang pergi tanpa mau menoleh lagi kearahnya....


..."Apa seperti ini rasanya meminta maaf?"....


... Menghubungi nomor telepon seseorang yang ada di urutan daftar nama kontak di dalam ponsel....


..."Menjadi manusia?" kata Hoshie....


... …...


... Menunggu seseorang mengangkat panggilan telepon darinya lalu teringat kembali jika tidak ada hal yang sangat penting yang ingin dikatakan jangan menghubungi orang ini....


... Menghentikan memanggil seseorang lewat ponsel....


..."Hampir saja, bisa bisa dia marah padaku" kata Hoshie....


... Pemuda ini membatalkan memanggil nomor telepon Dashie....


... Dilihat waktu yang sedang berlangsung saat ini gadis yang tadi dihubungi oleh Hoshie sedang melakukan meditasi di kamarnya sendiri dengan mode ponsel hening....


... Ruang agak gelap dengan lampu sedikit redup sengaja menggunakan mode ini gadis itu masih fokus dengan aktivitas yang sedang dilakukan olehnya sedangkan untuk Hoshie memilih untuk pergi dari bibir pantai dengan mantra yang diucapkan olehnya sekejap pemuda ini pergi tidak menghirup udara bebas pantai....


... Menutup mata merasakan waktu berjalan dengan detik waktu jarum jam yang terus berputar malam ini gadis ini masih terus mencari alasan mengapa hal semacam itu bisa terjadi kepada Ren bisa musnah menghilang dengan mudah di hadapannya sendiri menimbulkan rasa curiga rasa penasaran tentang dunia yang sedang dijalankan mencari mencari jawaban dari ketidaktahuannya itu yang menimbulkan kebuntuan tentang masalah yang membuatnya terus tidak mempercayai apa yang sudah di lewati masih belum percaya seakan ia masih dalam dunia mimpi tidur dan terbangun lagi dari tidur yang tidak mendapatkan kesempurnaan jawaban yang diinginkan selama ini....


... Membuka mata....


... Udara yang ia hirup tetap sama tak ada yang berubah dan tak ada perubahan yang terjadi dihadapannya melihat dan merasakan kondisi ini membuatnya terus bertambah bingung dengan keberadaannya sendiri....


... Dalam benaknya bertanya dalam renungan malam yang belum berakhir....


..."Siapa aku dan apa tujuan hidupku?"....


... Belum juga berakhir dengan pertanyaan itu dalam keingintahuan kini gadis ini bertanya kepada dirinya lagi....


..."Apa aku bukan manusia?"....


..."Mengapa semua yang terjadi sangatlah nyata?" tanya Dashie....


..."Aku belum bisa percaya Ren bisa menghilang dengan mudah didepan ku sendiri" kata Dashie....


... Dimana harus mendapatkan jawaban dari semua pertanyaan yang sudah dia katakan pada diri sendiri gadis ini tidak tahu harus bertanya ini kepada siapa....


..."Siapa orang yang bisa kupercaya?" tanya Dashie....

__ADS_1


... Menghitung waktu yang sudah terlewati dimana orang yang dikenalnya sudah pergi dan kini tak ada kabar yang bisa didapat dari orang tersebut membuat rasa kehilangan sudah tentu ada di dalam benaknya terlebih cara kepergian orang yang dia kenal sama persis dengan remaja yang pernah dilihatnya ada dalam kereta bawah tanah yang membawanya pergi pada hari berlibur waktu lalu....


... Bukan tanpa alasan melainkan dia juga merasakan rasa takut yang dipendam rasa takut bahwa hilangnya Ren adalah akibat kesalahan yang tanpa sadar dilakukan olehnya yang bisa saja terjadi diluar kendali dirinya sendiri seperti yang sudah terjadi pada remaja laki laki yang diingatnya lagi saat ini....


..."Mengapa manusia bisa menghilang seperti itu?" tanya Dashie....


... Kebingungan datang bertambah membuatnya merasa tidak percaya bahwa dia adalah seorang manusia pada umumnya....


..."Lalu jika remaja itu bukan manusia, aku ini apa?"....


... Menyadarkan diri lagi....


..."Tidak, tidak aku tidak seistimewa itu" kata Dashie....


... Menghubungkan apa yang sudah terjadi padanya dengan hadirnya Hoshie ketika hal itu terjadi pada Ren dan dia tidak merespon lebih dari apa yang disaksikannya kala itu membuatnya ingin berhenti memikirkan bagaimana hal itu terjadi dan itu tidak bisa dihapus secara otomatis dalam isi pikirannya semenjak hal itu terjadi....


..."Apa Hoshie bisa ku percaya dalam hal ini?" tanya Dashie....


..."Kenapa sebelumnya ingatan ini tak kumiliki dan kini seakan menyiksaku dengan mudah?" tanya Dashie....


... Dashie mengingat lagi kapan ingatan ingatan ini datang sekaligus secara acak dan menjadi ingatan yang tersusun sistematis dengan sendirinya hadir dalam memori menyentak kan datang menjadi sebuah jawaban tanpa sebuah pertanyaan dan sudah berulang kali untuk melepas ingatan ingatan itu tanpa batas waktu ingatan ingatan itu tetap menjadi miliknya....


... Renungan renungan ini membuka hati dan pikirannya menyadarkan dirinya bahwa tidak semua hal bisa dikendalikan olehnya sendiri....


..."Apa aku harus mengubur semua ini sendiri?" tanya Dashie....


... ...


... Menyimpan untuk diri sendiri bisakah semua itu dilakukan olehnya nyatanya rasa sedih itu muncul lagi dalam segala usaha yang sudah ia lakukan untuk menutupinya....


..."Bagaimana dengan Ren dan dimana dia sekarang?" tanya Dashie....


... Menangis dalam renungan ini....


..."Tolong, berikan jawaban dari pertanyaanku ini?"....


... Akhirnya, gadis ini tertidur bersandar bagian kepala sampai punggungnya di bagian ujung tempat tidur dengan selimut putih yang ada diatas ranjang busa terlelap dengan air mata yang diseka oleh seseorang yang datang dalam mode tidak terlihat oleh manusia menyeka lembut pipi gadis ini berusaha menjaga agar gadis ini tidak terbangun merapikan rambut yang menutupi sebagian wajahnya lalu seseorang ini mengambil selimut lain yang ada di lemari terbuka yang ada disisi kanan lemari pakaian gadis yang sedang tertidur lelap itu tidak lupa mengambil beberapa bantal persegi dengan cover berwarna hitam menaruhnya di setiap sisi gadis ini kemudian menyelimutinya dengan selimut yang baru saja diambilnya dari lemari terbuka tadi kepada gadis yang sedang dipandanginya dengan tatapan penuh kasih sayang....


..."Kau pasti sedang sangat menderita" kata Hoshie....


... Kepulan asap hadir dalam diri pemuda ini secara perlahan memberikan rasa sakit yang luar biasa saat itu juga membuat pertahanan dirinya melemah sudah pasti dengan hilangnya perlahan raganya dan perlahan muncul kembali....


..."Percayalah aku tidak akan pergi seperti yang telah terjadi pada Luc" kata Hoshie....


..."Bisakah aku berjanji dalam hal ini" kata Hoshie....


..."Maaf jika aku tidak bisa menjanjikan apapun padamu" kata Hoshie....


... Hoshie berada diantara kondisi antara percaya atau tidak bahwa bisa saja kapan saja dia pergi dari dunia ini tanpa tahu kapan hal itu bisa saja terjadi dan semua persiapan itu dirasakan olehnya tidak sempat dipersiapkan untuk menyambut ketika hari itu datang....


... Sikap hangat yang tidak diketahui oleh Dashie selama ini hadir kembali di momen ini secara sembunyi tanpa diketahui oleh gadis yang sedang tertidur lelap disisi kiri Hoshie yang sedang bersandar di lemari pakaian dibelakang gadis ini bersandar dengan sisi tubuhnya sebelah kiri kedua pasang mata itu terus menatap gadis ini kemudian wajah ceria dengan buih buih bentuk hati berterbangan pelan dari diri pemilik kedua pasang mata indah yang sedang menatapnya dalam sesekali tak lupa memberikan kejujuran perasaan yang tidak bisa diungkapkan hanya dengan kata kata bahwa dia menyayangi gadis yang sedang terlelap tidur itu....


... Ten menyadari kehadiran sosok seseorang hadir di sekitar tempat dimana seseorang yang disayang olehnya terlalu lama waktu yang diberikan Hoshie ada disana lalu Ten segera datang ke tempat dimana seseorang itu ada didalam sekitar dimana orang yang disayang olehnya berada lalu menyeret orang itu menjauh pergi berpindah tempat dari dekat seseorang yang sedang dilindungi olehnya....


... Sapaan menjengkelkan nada suara pemuda yang diseret pergi dari dekat Dashie....


..."Kau tidak menghajar ku?" tanya Hoshie....


... Menunjukkan wajahnya didepan Ten menyerahkan diri untuk dipukul oleh mantan kekasih orang yang disayanginya secara terus terang....


... Tangan Ten menahan Hoshie yang bersikap menjengkelkan ini lalu terdorong cepat dua meter jarak Hoshie menjauh akibat pertahanan diri orang yang sedang ditantangnya berkelahi saat ini tetap dengan wajah dingin itulah tanggapan yang diterima oleh Hoshie dengan sikapnya yang tidak ingin amarahnya menguasai....


..."Apa yang kau inginkan lagi sedangkan kalian sudah putus?" tanya Hoshie....


... Lisan terkuncinya akhirnya terbuka dengan kalimat yang menjelaskan bagaimana isi hati seorang Hoshie....


..."Aku seharusnya bertanya siapa disini yang terlihat sangat kasihan" kata Ten....

__ADS_1


... Berbalik bertanya dengan wajah sinis senyumnya yang dingin itu kepada lawan bicaranya kini....


..."Kau atau aku?" tanya Ten....


... Sorot matanya tajam melihat seseorang yang dianggapnya sebagai musuh yang menghalanginya untuk mendapatkan seseorang yang selama ini ditunggu dan dicari....


... Suara nada membentak cukup keras kepada Ten....


..."Tahu apa kau tentang Dashie!" kata Hoshie....


... Kata kata dari lisan Hoshie belum berakhir sampai disitu dengan kata kata yang mengartikan bahwa tidak mungkin seorang Ten hanya ingin berniat melindungi gadis yang dikatakan di sayang olehnya seperti yang Hoshie ketahui....


..."Kita berdua adalah bangsa Blacwhe dan berteman dengan manusia itu adalah hal mustahil" kata Hoshie....


... Suara Hoshie menggetarkan sekitar cukup keras akibatnya rerumputan disekitarnya menjadi mengering lalu berubah hancur menjadi debu berterbangan di udara....


... Namun, apa yang dilakukan oleh Hoshie tidak membuat Ten gentar atau takut sikapnya seperti sudah menduga hal ini bisa terjadi jika dia bersama dengan Hoshie bahkan situasi terburuk sudah diprediksi lebih awal oleh Ten bisa saja terjadi kepada mereka berdua....


..."Sampai kapanpun gadis itu tetap menjadi milikku" kata Hoshie....


... Kata kata Hoshie ditanggapi oleh Ten sebagai bukti ketidakyakinan dirinya, apakah dia bisa mendapatkan hati yang masih cenderung memilih Ten ketimbang dirinya....


... Ten melihat kondisi Hoshie yang semakin tidak terkendali dengan amarah yang menyelimuti pemuda yang ada di depannya itu sedangkan di sisi lain dari tempat sekarang mereka akan berkelahi adalah sebuah tempat untuk pelayanan kesehatan yang tidak mungkin untuk menanggapi seseorang yang sedang tersulut emosi bukan menjadi seorang yang pengecut jika akhirnya Ten memilih untuk pergi menghilang tanpa jejak dengan mantra yang diucapkan baru saja dalam lisannya pergi tidak menanggapi ajakan perkelahian antar sesama pria....


..."Simpan saja kekuatan mu" kata Ten....


... Dia pergi setelah mengatakan hal itu kepada Hoshie yang sedang penuh amarah....


... Kemarahan Hoshie menjadi teredam seketika ketika Ten pergi dalam waktu beberapa detik saja....


..."Ada apa dengan diriku?" tanya Hoshie....


..."Aku marah hanya karena masalah sepele ini" kata Hoshie....


... Mengamati seseorang yang baru saja ditemui dan tersadar bahwa orang itu tidak bisa dianggap enteng....


... Menghela nafas mengirup udara yang sudah bercampur dengan rerumputan yang hancur mengering menjadi debu akibat dirinya sendiri....


..."Dia jauh lebih berbahaya dari dugaan ku" kata Hoshie....


... Langit malam ini bertabur milyaran bintang terang tersenyum bahagia dengan segala rencana yang sudah tersimpan didalam diri....


..."Baguslah jika seperti itu" kata Hoshie....


... Sikapnya menjadi tidak seperti biasanya perlahan lahan seperti tidak seperti Hoshie menjadi sedikit labil jika dinilai dalam sepintas didengar dan dirasakan dari setiap kata dan perbuatan pemuda ini yang juga dirasakan sendiri oleh pemilik raga tersebut yang secara langsung merasakan perubahan demi perubahan....


... Di rumah kini ada Nawa yang menerima tawaran dari seseorang yang sudah dianggap sebagai kakak laki lakinya itu menunggu sampai sampai tertidur dengan kepala diatas buku buku dan pulpen yang ada diatas meja ruang belajar rumah Hoshie menunggu orang yang dianggapnya kakak itu yang juga belum juga pulang dan orang tersebut memang tidak pulang malam ini pergi terbawa oleh kemana kakinya ingin pergi....


... Nawa terbangun setelah waktu sudah menunjukkan pukul dua pagi dengan tangan menyadarkan diri mengucek kedua mata kembali lagi memakai kacamata yang ada diatas meja diantara buku bukunya melihat waktu berapa lama sudah dia ketiduran di ruang belajar belajar sambil menunggu Hoshie pulang dan belum juga pulang....


..."Rumahku dan rumah ini sama saja" kata Nawa....


... Membereskan buku buku beserta peralatan menulis lalu akan beranjak pergi ke dalam kamar untuk melanjutkan istirahat....


..."Apa hanya aku makhluk hidup di rumah ini?" tanya Nawa....


... Membawa buku buku dan peralatan menulis menuju ke kamar dengan menaiki anak tangga menuju ke kamar hingga sampai didepan pintu dan membuka pintu kamar....


..."Kalau begini aku lebih memilih tinggal dirumah panti saja" kata Nawa....


... Pertanyaan kesal ditunjukkan untuk Hoshie....


..."Lagian, kenapa orang itu tidak sadar diri?"....


... Menjadi kesal sendiri....


..."Jangan lupa orang macam apa kakakmu itu" kata Nawa....

__ADS_1


... Buku latihan tes bahasa asing dan dua buku yang lainnya di taruh diatas meja kamar....


__ADS_2