Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 50: Satu jawaban.


__ADS_3

...Chapter 50: Satu jawaban....


..."Dia terlihat cemas?" tanya Rumy....


... Alat pencetak dokumen masih sedang bekerja sedangkan Nawa duduk manis sibuk dengan ponsel ditangan....


... Berbicara menatap layar ponsel....


..."Kau sebenarnya menyukai ku tapi malu mengakuinya" kata Nawa....


... Geleng-geleng kepala sendiri, Rumy dengan kepercayaan diri Nawa....


..."Aku benar kan, buktinya sedari tadi kau memperhatikan ku terus" kata Nawa....


... Di tambah lagi dengan statement itu terdengar super narsis orang yang dianggap Rumy seorang yang dingin dan misterius ini....


... Menarik bahu Nawa dengan tegas agar menghadap menatap wajah Rumy....


..."Kenapa?" tanya Nawa....


..."Apa kau belum makan atau kau lapar?" tanya Rumy....


... Menjawab singkat....


..."Tidak keduanya" jawab Nawa....


... Lalu kembali fokus dengan layar ponsel....


... Mengasihani diri sendiri berpikir bagaimana mengusir Nawa dari tempatnya bekerja....


... Merenungi fenomena yang terjadi pada orang yang ada disebelahnya....


..."Apa aku terlalu mudah menerima orang lain?" tanya Rumy....


..."Hanya karena orang ini kakak dari pacar Kak Dashie" kata Rumy....


..."Obat apa yang dia minum hingga jadi senarsis ini?" tanya Rumy....


... Rumy mengambil hasil print yang ada di samping mesin pencetak tersebut dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya memegang mouse memeriksa layar komputer apakah hasil printnya sudah sesuai dengan yang dibutuhkan setelah lembaran hasil print ada ditangan kemudian memeriksa hasil print kembali secara satu persatu nomor halaman lalu memberikan kepada pelanggan yang sedang menunggu dokumen dokumennya selesai di print....


..."Bagaimana hasil cetaknya?" tanya Rumy....


... Memeriksa ulang hasil print dokumen....


... Tiga puluh detik berlalu....


..."Ok" kata pemilik dokumen....


... Pemilik dokumen memberikan hasil print tersebut kepada Rumy yang kemudian di jilid menjadi sebuah makalah....


... Nawa masih memikirkan kenapa target yang akan diambil aura milik korban pertamanya bisa menghilang tanpanya melakukan apapun dalam waktu satu detik saja....


... Segala sudut arah memutar tempat terakhir yang didatanginya disaat targetnya berada juga tidak bisa memberikan sedikitpun petunjuk....


..."Aku yakin pasti ada petunjuk yang tertinggal" kata Nawa....


... Orang orang sudah datang dan pergi selama dua jam disana sudah tidak ada juga Rumy disebelahnya dan remaja ini dengan pandangan lurus kedepan menatap layar monitor entah apa yang sedang dipikirkan hingga dia begitu sangat mencurigakan tidak juga....


... Teman Rumy juga sudah pulang lalu pekerjaan malam ini di gantikan oleh Ayahnya Rumy seperti hari hari biasa tetap saja remaja di sebelah kiri Ayahnya Rumy tersebut tak berkutik dengan sikap yang diambil....


... Dan Hoshie yang sudah selesai bermain game di dalam warung internet itu memutuskan untuk membawa Nawa pulang....


..."Kau tinggal di rumahku harus patuh dengan aturanku" kata Hoshie....


... Wajah berbeda style berbeda suaranya juga berbeda meski begitu tetap saja dia tahu siapa yang mengajaknya bicara sambil berjalan keluar....


..."Aku kenal gantungan ponsel itu" kata Nawa....


... Gantungan ponsel milik Dashie dengan bentuk bintang berwarna kuning tersenyum kepada siapapun yang melihat....


... Memberi salam kepada Ayahnya Rumy dengan sopan....


..."Paman saya pulang, salam untuk Rumy" kata Nawa....


... Hoshie melempar satu kaleng soda kepada Nawa lalu remaja ini menangkap dengan sigap....


..."Terima kasih" kata Nawa....


... Hoshie meminum satu teguk bir kaleng dengan kadar alkohol tidak terlalu tinggi....


... Menghirup udara malam melihat jalanan yang mulai sepi....


..."Kau tidak menyembunyikan sesuatu dariku kan?" tanya Hoshie....


..."Tidak" jawab Nawa....


..."Kau tidak bisa berbohong padaku" kata Hoshie....


... Sedikit melihat Hoshie lalu melihat mobil mobil yang berlalu lalang di jalan....


... Di tempat yang tidak ramai juga tidak sepi jika digunakan untuk para pejalan kaki di sana di depan sebuah toko kecil di antara toko toko yang lain juga kedai kedai kaki lima....


..."Jika aku mengambil aura manusia maka akan menjadi jahat" kata Nawa....


... Meneguk bir kaleng yang ada ditangan....

__ADS_1


..."Apakah kita terlahir menjadi jahat?" tanya Hoshie....


..."Aku akui bahwa aku memang jahat" kata Nawa....


... Tertawa cukup keras Hoshie....


..."Hahahaha!" ...


..."Entah kenapa aku sedikit tersinggung" kata Hoshie....


..."Aku juga tidak tahu kau bisa memiliki sifat itu" kata Nawa....


... Mereka pergi sebelum minuman ditangan mereka habis terminum....


... Malam minggu dirumah teman setelah seharian bekerja....


... Rio pulang kerja setelah lembur malam ini tidak pulang ke rumah akan tetapi pulang ke rumah Jarrel sejak pukul sembilan malam hingga satu jam selanjutnya....


..."Kalian sudah dapat kabar dari Ren?" tanya Rio....


... Ved sedang memakan satu potongan grapefruit menikmati rasa manis segar buah....


... Belum ada jawaban dari Ved yang sedang makan....


... Lalu, Jarrel mengambil alih menjawab pertanyaan dari Rio yang penasaran dengan keingintahuan....


..."Dia juga belum mengabariku pergi kemana" kata Jarrel....


..."Kau lebih dekat dengan Ren?" tanya Rio....


... Sikap biasa dengan ketenangan milik Ved meminum susu hangat dari dalam gelas dalam satu tegukan....


..."Sudah beberapa hari aku juga tidak bisa menghubunginya" kata Ved....


... Menyentuh dahinya dengan jari tangan telunjuk kanan seakan sedang menggali seseuatu yang akan ditanyakan lagi tentang seseorang yang juga sudah lama tidak dilihat beberapa hari hampir sama dengan Ren....


..."Ehh" kata Rio....


..."Dashie, bagaimana dengannya?" tanya Rio....


..."Dia masih dengan aktivitas seperti biasa" kata Ved....


..."Aku sudah seperti kakak laki lakinya saja" kata Rio....


... Mengambil kacang almond panggang dari atas mangkuk belum memakannya tapi akan lalu melirik ke arah kedua sahabatnya lalu menjadi anak yang polos....


..."Hoshie dan Dashie kembali dekat" kata Jarrel....


... Satu kacang almond dilahap oleh Jarrel....


... Datang memarkirkan mobil convertable didepan toko keluar dengan tiga tas belanjaan dibawa oleh Ten dan satu tas yang berisi beberapa buku di tas yang lain....


..."Apa waktuku tidak tepat?" tanya Ten....


... Tidak tega berkata dengan suara jadi isi pikiran perpendapat berbicara kepada diri sendiri....


..."Kalau ini mantan pacar Dashie" kata Jarrel....


... Menaruh barang belanjaan diatas meja lalu jiwa iseng Jarrel tiba begitu saja memeriksa apa yang dibawa oleh Ten....


... Memeriksa satu persatu apa yang dibawa oleh sahabat baru mereka di malam malam begini yang jika dilihat semuanya bukanlah pakaian seorang pria....


... Menebak....


..."Semua ini edisi terbatas" kata Jarrel....


..."Siapa pacar barumu?" tanya Jarrel....


... Ved jadi harus mulai turun tangan jika kejadiannya sudah melebihi batas rasa penasaran Jarrel....


..."Apa untuk Dashie?" tanya Ved....


... "Ya" kata Ten....


... "Coba saja pasti dia akan lebih memilih buku buku ini" kata Ved....


... Rio baru saja mendapat kenalan baru dari pertemuan mereka diam beradaptasi menyibukkan diri dalam obrolan diri dengan sesekali mengisi obrolan....


... Sebagai orang baru juga Ten lebih berhati hati terlebih ada Rio yang baru dikenal juga bukan dari bangsa Blacwhe seperti saat ini ada dua orang di sebelah kanan....


... Dashie datang diantar oleh seorang wanita yang memakai mobil putih tepat turun dari mobil didepan toko Jarrel dekat rumahnya lalu mereka semua melihat ini langsung pergi wanita yang mengantar Dashie pulang....


... Agak kaget ketika melihat semua menatap serius kepadanya tanpa berkedip itu yang dilihat oleh Dashie....


..."Kabur adalah keputusan yang tepat" kata Dashie....


..."Jika dilakukan" kata Dashie....


... Sadar diri....


..."Ada apa dengan mereka?" tanya Dashie....


... Ragu akan kekuatan persahabatan yang selama ini sudah terjalin berkesan menyusup tersebar di atmosfer disekitar mereka saling menunggu siapa yang akan menyapa lebih awal dalam langkah pelan agak ragu tetap untuk ikut bergabung....


..."Tidak biasanya jam segini mereka masih membuka toko" kata Dashie....

__ADS_1


... Akhirnya sapaan di mulai oleh Dashie dengan lambaian tangan sekilas dalam beberapa detik menyapa mereka yang ada disana didalam toko....


..."Selamat malam!" kata Dashie....


... Dashie berlalu pergi melewati mereka....


... Jarrel merasa ada yang aneh dengan sikap Dashie....


..."Apakah kita akan memarahinya?" tanya Jarrel....


..."Apa yang sedang kita lakukan?" tanya Jarrel....


..."Sikap kita bisa membuat orang lain menjauh" kata Jarrel....


... Ten baru meminum air mineral yang Jarrel siapakan tadi ketika awal Ten datang....


..."Ini yang membuatnya betah bersama dengan Hoshie" kata Ten....


... Dari perkataan yang di lontarkan oleh Ten membuat Rio bertanya tanya darimana Ten bisa mengenal sahabat mereka....


... Daya pikir acak ada didalam isi pikiran gadis ini tidak lupa belum lupa kejadian tadi sebelum sampai didepan rumah gemetar kunci sampai terjatuh kebawah pintu terburu buru ingin membuka pintu....


... Gemetar ketakutan keringat dingin melihat ke arah belakang lalu menyeluruh memeriksa seluruh luar depan rumah sendiri berpikir jauh lebih waspada....


..."Aku pasti sudah gila" kata Dashie....


... Pintu rumah akhirnya bisa terbuka langsung ditutup terkunci dari dalam rumah oleh Dashie yang belum siap dengan segala yang dilalui dalam menit menit sebelum perjalanan aktivitas hari ini terlalui menyapa kembali ruang tamu rumah....


... Dashie pergi dengan berjalan cepat masuk kedalam kamar mandi di kamarnya menyalakan keran panik tidak bisa terhindarkan dari setiap detik yang sudah tersimpan sejak menit menit yang lalu....


... Bayangan mayat itu masih jelas ada dipikiran Dashie seorang mayat pria terbujur kaku di antara banyak orang....


... Satu basuhan membasuh wajah Dashie lalu menatap wajahnya sendiri didepan cermin. Air mengalir menetes deras dari wajahnya lalu melambat habis terjatuh lebih banyak sebelumnya menyegarkan wajah....


..."Dia benar menatapku" kata Dashie....


... Membasuh lagi wajahnya untuk yang ketiga kali dengan air dalam keran wastafel kamar mandi....


... Melihat diri dari dalam cermin lagi....


..."Tidak, tidak" kata Dashie....


..."Dia tidak menatapku" kata Dashie....


... Meraih berusaha sisi lain yang beriringan dengan kejadian ini yang dirasa tidak masuk di akal menebak nebak apa maksud dari kejadian ini maksud mengapa bisa secara kebetulan terjadi kepadanya yang tidak merasa bahwa hal hal tidak biasa terjadi itu berhak diketahui olehnya seakan menjadi ancaman tersendiri dengan beban ini tanpa siapapun di sekitarnya ada dan paham dengan hal luar biasa apa yang dialaminya....


... Masih bisa menghirup udara tapi dia sudah ketakutan seperti mayat hidup mengendalikan diri sendirian....


..."Malam ini tidak nyata kan" kata Dashie....


..."Ya, ini tidak nyata" kata Dashie....


... Satu menit terlalu singkat dan lebih dari itu Dashie ada di dalam kamar mandi baru keluar dari dalam sana setelah sepuluh menit selesai mandi dengan air hangat tidak cukup membuat gadis ini kembali tenang dengan dirinya seperti pagi hari ini tidak semudah itu bisa dikembalikan....


... Memberi begitu banyak semangat memberi memori yang sangat kuat mendorong untuknya tidak bisa melupakan masa masa lebih dari horor dari nilai ulangan sekolah yang buruk berhati hati saat membuka pintu kamar mandinya sendiri merasa keamanannya mulai tidak bisa terjamin bahkan di rumahnya sendiri....


... Setelan serba hitam piyama dipakai oleh Dashie dengan handuk di kepala membungkus rambutnya setelah keramas....


... Suara bunyi terdengar dari bawah kaki....


..."Krietttt"...


... Tingkat kewaspadaan yang lebih dan lebih disetiap waktu yang berjalan dalam langkah yang diambil dalam satu ketukan langkahnya sendiri sudah membuatnya terkejut dengan kakinya yang menginjak sebuah mainan anak kecil yang terjatuh di lantai kamar....


... Mengambil dengan tangan kanan sambil memegang handuk yang membungkus bagian atas kepala lalu berdiri melangkah hati hati pelan pelan menaruhnya di atas meja belajarnya lagi dengan kedua matanya tetap melihat ke segala arah kamar dengan nafas yang dijaga dan jantungnya berdetak mulai tidak teratur....


... Tak ada sesuatu apapun atau angin masuk dari luar jendela kamar yang sudah terkunci seperti yang biasa terjadi di dalam film film....


..."Ya, pasti aku sedang berhalusinasi" kata Dashie....


... Memindai aura yang dimiliki oleh Dashie dalam mode tidak terlihat orang itu sudah menunggunya sejak awal masuk di dalam kamar mandi mengingat kembali siapa yang datang dalam situasi yang sudah semua segala yang ada di dunia dimatanya semua terlihat gelap yang hanya tersisa dirinya ada disana yang tak terlihat....


... Bajunya yang sudah mulai mengering setelah hujan tadi ketika jarum jam berada di pukul tujuh malam ini ketika perjalanan yang singkat itu secara tidak sengaja dengan takdir yang sudah diatur bukan oleh manusia terjadinya pertemuan mereka....


..."Kau baik baik saja?" tanya Dashie....


... Dashie memeriksa denyut nadi seseorang yang baru saja ditemukannya disebuah jalan keramaian tidak jauh dari tempat tinggalnya....


... Memeriksa dan tak ada tanda tanda kehidupan ada dalam diri orang yang baru ditemuinya tapi seakan tidak ada yang bisa melihat padahal jelas jelas ada orang yang baru saja jatuh pingsan....


..."Darah" kata Dashie....


... Perutnya mengeluarkan banyak darah dan dia mendapatkan darah itu di tangannya sendiri jelas bukanlah sebuah adegan tidak nyata....


... Tanpa disadari raga orang yang baru ditemukan oleh Dashie mulai terlihat oleh orang orang setelah tangannya menyentuh nadi di tangan pria tersebut....


... Orang orang datang berkerumun dan Dashie dengan darah di telapak tangan menghubungi rumah sakit terdekat agar mengirimkan ambulans di tempat ditemukannya mayat yang ada di depan sebuah toko di antara pusat keramaian....


... Dashie berhenti untuk menyentuh mayat yang baru saja ditemukan agar tidak terjadi hal hal yang merugikan keduanya dalam penyelidikan kepolisian nanti....


... Kedua mata yang tertutup tiba tiba saja terbuka menatap Dashie lalu menutup kembali....


... Dashie yang penasaran dengan apa yang dilihatnya kembali memeriksa apakah benar pemeriksaannya yang diawal keliru dalam menyimpulkan bahwa pria tersebut telah tidak bernafas....


... Memeriksa kembali apakah ada tanda tanda kehidupan ada dalam pria yang ditemukannya itu nyatanya setelah urat nadi di pergelangan tangannya diperiksa kembali tetap dengan hasil kesimpulannya dia awal....

__ADS_1


..."Dia kini tersenyum lagi, dan membuka matanya lagi padaku" kata Dashie....


__ADS_2