Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 199: Tuan Muda.


__ADS_3

...Chapter 199: Tuan Muda....


..."Entah kenapa aku sangat merindukanmu" kata Rumy....


..."Bloom, kapan kau kembali. Berikan aku alasan kenapa aku merasa takut" kata Rumy....


..."Nyatanya, mungkin ketika kau kembali aku tak bisa berharap apapun" kata Rumy....


... Dia melanjutkan mematikan layar komputer yang baru saja digunakan oleh pengunjung di warung internet di rumahnya sendiri....


... Tubuhnya jongkok ke bawah lalu mengambil bungkus snack kosong yang tertinggal di bawah komputer diatas lantai bukan hanya satu tapi lebih....


..."Berapa usia mereka. Kenapa membuang sampah sembarangan?" tanya Rumy....


... Tiba-tiba melepas earphone yang terpasang di kedua telinganya lalu melihat ke arah gadis yang sedang menyapu itu....


..."Itu bukan aku" kata Namir....


... Tidak terkejut karena sudah tahu kalau ada Namir disana sendirian tanpa para orang-orang kepercayaan....


..."Dimana pacarmu?" tanya Rumy....


... Jujur....


..."Tidak punya" kata Namir....


... Mengajak lebih akrab....


... Heboh ekspresi wajahnya....


..."Orang sekeren kamu!" kata Rumy....


... Nada suara merendah semakin lembut didengar....


..."Impossible" kata Rumy....


... Karakter meneduhkan datang kembali....


..."Possible" kata Namir....


... Dua jempol untuk remaja laki-laki di depannya....


..."Innocent boy!" kata Rumy....


..."Tidak punya pacar?" tanya Namir....


... Berpikir dalam....


..."Maksudku kamu hebat mau bicara jujur" kata Rumy....


..."Ya begitu" kata Rumy....


... Namir kembali dengan layar komputer yang masih menyala dengan pekerjaan sekolah yang sedang dikerjakan. Sedangkan untuk Rumy lanjut menyapu ruangan warung internet....


... Menjauh berbalik ke arah Namir dan berpikir tentang makna dari kata-kata yang sudah mereka bicarakan....


..."Dia baru saja mengubah perilaku orang lain" kata Rumy....


..."Ini terlihat memaksa tapi baik untukku" kata Rumy....


... Kepada diri sendiri....


..."Mengapa aku langsung menuruti alur pembicaraan tadi?" tanya Rumy....


... Berbalik lagi di posisi terakhir menyapu lantai....


..."Entahlah" kata Rumy....


... Rumy pergi ke depan rumah untuk membuang sampah....


... Namir seperti mencari orang yang sama yang tadi diajaknya bicara....


... Pergi ke meja kasir....


... Menunggu....


... Beberapa detik kemudian orang yang ditunggu datang....


..."Kau perlu sesuatu?" tanya Rumy....


..."Aku ingin perpanjang waktu" jawab Namir....


..."Berapa jam?" tanya Rumy....


..."Satu jam" kata Namir....


... Rumy pergi ke meja komputer mengklik waktu untuk di meja komputer memperpanjang waktu satu jam lagi untuk Namir menyewa komputer....


..."Sudah. Ada lagi?" tanya Namir....


... Jujur....


... Menatap gadis di depannya tanpa pura-pura....


..."Kau cantik" kata Namir....


... Gadis itu melihat remaja laki-laki itu pergi....


... Terus dia balik pergi ke meja komputer yang tadi digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan sekolah....


... Tatapan datar....


... Rumy....


..."Apa yang dia lakukan?" tanya Rumy....


... Senyum keakraban....


..."Bilang saja ingin berteman" kata Rumy....


... Duduk di meja kasir lagi sambil memeriksa layar komputer apakah ada yang sudah selesai menggunakan komputer. ...


... Daripada bosan dia ambil buku milik Nawa yang dia pinjam sebelumnya yang juga sudah diketahui bahwa itu adalah buku milik Dashie yang sudah diberikan izin oleh pemiliknya untuk dipinjam oleh Rumy....


... Onyx datang....


... Duduk di sebelah kiri Rumy....


... Dia di depan mesin print....


..."Untukmu" kata Onyx....


... Mengambil potongan pineapple dengan garpu....


... Rumy....


..."Kau satu sekolah dengan orang itu?" tanya Rumy....


..."Yang mana?" tanya Onyx....


..."Cowok yang namanya Namir itu" kata Rumy....


... Mengingat seseorang yang disebutkan oleh tetangganya itu....


..."Ahhh. Dia, iya. Ada apa memangnya?" tanya Onyx....


..."Apa kau juga mengenal Nawa?" tanya Rumy....


... Melihat ke arah Namir duduk di salah satu meja komputer lalu melihat ke arah Rumy lagi....


..."Dia dulu satu sekolah yang sama tapi karena suatu hal anak itu pindah" kata Onyx....


..."Kenapa?" tanya Onyx....


..."Kau tertarik padanya?" tanya Onyx....


... Mengalihkan pandangan ke arah buku yang dia baca lagi....


... Menyenggol lengan kiri temannya itu dengan ekspresi meledek....


..."Ayolah katakan saja" kata Onyx....


... Meledek lagi....


..."Dia juga cowok baik-baik tak masalah jika kau dekat dengannya" kata Onyx....


... Tetap bertahan dengan membaca bukunya lagi....


..."Apa sih!" kata Rumy....


... Sadar....


..."Sorry" kata Onyx....


... Dia mendorong tetangganya itu ke arah kiri lagi dengan kursi yang dipakai oleh gadis disebelahnya itu....


... Melihat layar komputer lagi lalu mulai mengeprint dokumen milik salah satu pengunjung yang datang dua menit kemudian yang membutuhkan pertolongan untuk membuat sebuah makalah....

__ADS_1


... Membuka salah satu file dokumen dari flashdisk yang merupakan milik pengunjung warung internet yang diberikan kepada Onyx yang sudah tersambung di komputer didepannya....


... Dia sedang mengatur letak ukuran kertas lalu memeriksa berapa lembar yang perlu dicetak setelah itu klik ok....


... Proses mencetak sedang berjalan....


..."Apa tadi dia bilang "kamu cantik" atau sebagainya padamu?" tanya Onyx....


... Tanpa basa-basi....


..."Ya" jawab Rumy....


..."Kenapa kamu bisa tahu?" tanya Rumy....


..."Tahu saja. Jangan dimasukkan ke dalam hati, dia memang seperti itu" kata Onyx....


... Nada suara yang tidak terlalu tertarik dengan topik obrolan ini....


..."Apa kamu seorang detektif?" tanya Rumy....


..."Detektif apa. Dia teman sekelasku sekarang. Dia mengucapkan kalimat itu sebagai ucapan terima kasih saja" kata Onyx....


... Sebagai tanda terima kasih....


..."Terima kasih sudah menjadi informan ku" kata Rumy....


... Onyx....


... Dia mulai mengambil hasil print lalu memeriksa kemudian merapikan selanjutnya proses penjilidan dimulai....


... Membutuhkan waktu tiga menit untuknya melakukan penjilidan....


... Tiga menit berlalu setelah itu proses pembayaran waktu penyewaan komputer sekaligus biaya pembuatan makalah dilakukan oleh pengunjung kafe dengan topi hitam dengan potongan rambut gaya belah tengah itu....


..."Terima kasih" kata Onyx....


... Pengunjung warung internet itu pergi setelah selesai melakukan pembayaran dengan menggunakan uang tunai kepada Onyx....


... Dia duduk kembali di kursi di depan layar komputer....


... Padahal sedari tadi Rumy sedang menahan rasa takutnya ketika melihat seseorang dengan aura mirip dengan apa yang dimiliki oleh bangsa Blacwhe yang juga dimiliki oleh Ved....


... Di dalam isi pikiran gadis ini....


..."Ved menjelaskan kalau apa yang kulihat adalah aura tapi selebihnya dia tidak memberitahuku mengapa dia memiliki itu" kata Rumy....


..."Kenapa aku setakut ini. Padahal Nawa juga memiliki ciri yang seperti dimiliki orang tadi" kata Rumy....


..."Dan lagi kenapa akhir-akhir ini aku sering melihat aura itu disini?" tanya Rumy....


... Onyx membuat candaan tentang kehadiran seseorang untuk tetangganya itu....


..."Look that!" kata Onyx....


... Belum menoleh....


... Sekali lagi....


..."Ada Bloom!" kata Onyx....


... Rumy melihat ke luar rumah....


..."Sudah kuduga. Dia adalah pemenang hatimu" kata Onyx....


... Sedikit kesal....


..."Apa kau tidak punya kerjaan?" tanya Rumy....


..."Aku sudah bekerja selama empat jam" kata Onyx....


... Sadar....


..."Oh iya. Sorry, ini sudah waktu bagian kerjaku" kata Rumy....


..."Dia belum ditemukan?" tanya Onyx....


... Ekspresi sedih....


..."Begitulah" kata Rumy....


..."Kau sudah mencarinya?" tanya Onyx....


..."Tadi pagi, aku pergi ke tempat terakhir kami bertemu" kata Rumy....


..."Kau pasti sangat sedih menderita sendirian" kata Onyx....


... Empat puluh menit kemudian seseorang datang....


..."Rumy!" panggil Ved....


... Dia mengenal suara itu dan tidak menghiraukan kedatangannya langsung dirumahnya....


... Seorang pria yang terlihat dengan wawasan luas hanya sekali lihat sekilas saja....


... Sekali lagi....


..."Rumy!" panggil Ved....


... Nada suara datar menatap kedua mata Ved yang sedang berusaha meminta maaf kepada orang lain....


..."Ada apa?" tanya Rumy....


... Hening dengan suara mesin komputer yang menyala....


... Diantara banyak orang-orang disana....


..."Aku minta maaf" kata Ved....


... Dia pura-pura tidak dengar....


..."Ved minta maaf kepada Rumy" kata Ved....


... Sekali lagi....


..."Rumy" kata Ved....


... Orang-orang jelas mendengar permintaan maaf pemuda dengan usia dua puluh tahun ini termasuk Onyx yang juga masih ada didepan layar komputer sedang bekerja....


... Terdengar jelas sedang memohon kepada Rumy....


..."Aku sungguh membutuhkan mu. Bisakah kau memaafkan ku" kata Ved....


... Rumy belum juga terbuka hatinya dengan mudah untuk memaafkan kesalahan orang lain....


... Dia belum menyerah untuk meminta maaf lagi....


..."Kau sungguh tidak mau mempertimbangkannya lagi?" tanya Ved....


..."Aku sungguh minta maaf" kata Ved....


... Berkedip matanya ke arah bawah sebentar lalu menatap lagi kedua mata Ved....


... Masih di tempat duduknya itu yang terbuat dari kayu yang juga terukir di bagian setiap sisi luarnya....


..."Ada satu syarat jika kau ingin aku memaafkanmu" kata Rumy....


... Kembali optimis....


..."Apa itu?" tanya Ved....


... Tegas....


..."Jauhi gadis itu. Bagaimana kau setuju?" tanya Rumy....


... Yang Rumy maksud adalah Aka....


..."Tapi, dia" kata Ved....


... Tatapan serius....


..."Tidak mau?" tanya Rumy....


... Berpikir ulang untuk menyetujui persyaratan yang gadis di depannya itu berikan....


..."Kau boleh pulang dan pikirkan persyaratan yang ku berikan itu setelah itu kembalilah setelah kau setuju" kata Rumy....


..."Persyaratan itu juga akan ditulis diatas kertas yang juga akan ditandatangani oleh kita berdua" kata Rumy....


..."Bagaimana?" tanya Rumy....


... Ved tidak bisa jika menjauh dari Aka karena sudah jelas kedekatan mereka yang sudah kuat sejak kecil tak semudah itu melepas ikatan yang sudah terbentuk....


..."Baiklah. Aku pikirkan lagi" kata Ved....


... Dia pergi setelah diskusi lumayan panjang bersama dengan Rumy....


... ...

__ADS_1


... Ved sudah menjauh dan kini Onyx dengan opininya setelah melihat hal yang sedikit mengguncang dunia itu....


... Dia menyalakan mobil berwarna merah lalu segera pergi didepan rumah Rumy....


... Melihat buku apa yang sedang dibaca oleh temannya itu....


... Dia sedang membaca buku dengan isi materi tentang hukum....


..."Kalian seperti pasangan suami istri yang sedang bertengkar saja" kata Onyx....


... Mendekat ke arah Rumy yang masih cuek....


..."Jangan bilang dia pacarmu sekarang" kata Onyx....


..."Jangan bercanda" kata Rumy....


..."Serius. Dia Kakak yang sering dibicarakan oleh teman-teman ku dikelas" kata Onyx....


... Tidak penasaran juga tapi ingin tahu saja....


..."Apa istimewanya orang itu?" tanya Rumy....


... Terlalu jujur....


..."UANG!" kata Onyx....


... Menilai diri sendiri....


..."Apa aku terlihat materialistis sekali?" tanya Rumy....


..."Apa itu salah?" tanya Onyx....


... Dia dan paham kapitalisme....


..."Harga diri wanita adalah jika dia memiliki pasangan model kaya Kakak Kakak yang tadi" kata Onyx....


... Dia yang masih ingin menikmati masa muda tanpa banyak drama dan gimmick....


..."Melelahkan sekali" kata Rumy....


..."Sepertinya tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah" kata Rumy....


... Dia dengan pendapatnya yang belum dipahami oleh orang yang sedang diajaknya bicara ini....


... Helaan nafas panjang....


..."Susah memang ngomong sama bayi" kata Onyx....


... Bicara agak kesal....


..."Kau enak selalu juara kelas. Bagaimana denganku yang naik kelas saja sudah bangga" kata Rumy....


... Tengil....


..."Sorry. Aku lupa kalau kau agak kurang pintar" kata Onyx....


... Sudah terbiasa dengan sikap temannya itu....


..."Kau bukan lupa tapi sengaja" kata Rumy....


... Mengakui....


..."Belajarlah yang rajin. Jangan kalah sama aku terus" kata Onyx....


... Meledek....


..."Aku juga heran kenapa di duniamu selalu dikelilingi oleh orang keren" kata Onyx....


... Emosi....


... Nada suara cukup keras....


..."Bilang saja kalau aku jelek!" kata Rumy....


... Dia yang sudah selesai menggunakan komputer....


... Dia seperti bayi dengan senyum polosnya itu....


..."Kamu cantik kok. Buktinya, Nawa juga suka sama kamu" kata Namir....


... Dia memberikan beberapa uang sebagai pembayaran menyewa salah satu komputer di dalam warung internet tersebut kepada Rumy....


... Onyx sudah menyebutkan berapa jumlah nominal pembayaran....


... Rumy....


... Menerima uang dari Namir lalu akan mengembalikan kembalian uang Namir....


... Dia bersiap pergi....


... Akan memberikan kembalian uang tapi remaja laki-laki itu telah berjalan keluar dari dalam warung internet....


... Namir pergi dengan kendaraan roda dua yang biasa digunakan pergi dari depan halaman rumah Rumy....


... Menegur....


..."Dia sudah pergi" kata Onyx....


..."Entah kenapa. Dia jauh lebih baik dari seseorang" kata Rumy....


... Menegaskan....


..."Sudah kubilang dia memang memiliki aura positif" kata Onyx....


... Rumy menilai sikap salah satu sahabat Nawa itu....


..."Entahlah. Seakan kehadirannya memberikan ketenangan" kata Rumy....


... Jujur....


..."Kau gadis yang kesekian yang sudah menilainya sebaik itu" kata Onyx....


... Merasa bangga....


..."Kau informan terbaik" kata Rumy....


... Menyadarkan orang didepannya itu....


..."Apa kau lupa dengan Grady. Jangan sampai itu terulang lagi" kata Onyx....


..."Terima kasih sudah mengingatkan aku lagi" kata Rumy....


... Menghitung tiga meja komputer yang sudah habis masa waktu penyewaan lalu menghentikan komputer berfungsi....


... Tiga orang datang lalu Rumy pergi ke dapur untuk membuat makanan instan untuk beberapa orang yang berteriak dalam kondisi hening, dan itu hatinya....


... Ketiga orang yang terlihat seumuran sekitar empat belas tahunan pergi keluar dari warung internet berpapasan dengan seseorang yang dikenal oleh kedua remaja yang sedang berjaga di bisnis jasa penyewaan di bidang teknologi ini....


... Tanpa ingin berniat untuk menatap lawan bicaranya itu lebih memilih untuk melihat layar komputer....


..."Kau cari siapa?" tanya Onyx....


... Grady tidak menemukan gadis yang dia cari....


..."Apa yang kau cari?" tanya Onyx....


... Melihat Onyx yang sedang sengaja menyibukkan diri....


..."Apa dia ada disini?" tanya Grady....


..."Siapa. Selingkuhanmu atau pacarmu?" tanya Onyx....


... Sadar dengan siapa dia berbicara....


..."Ahhh. Semua sama saja bagimu" kata Onyx....


... Langsung emosi dan mencengkram kerah baju Onyx....


... Nada suara ancaman....


..."Jaga bicaramu" kata Grady....


... Bicara realita....


... Tidak gentar dengan ancaman ini....


..."Itu benarkan" kata Onyx....


... Kedua tangannya sendiri mencengkram kerah baju Onyx. ...


... Grady melihat gadis yang dicari lalu Onyx melepas kedua tangan remaja laki-laki itu....


... Rumy keluar dari dalam dapur dengan membawa dua mangkuk mie instan panas lalu segera pergi ke arah pengunjung yang memesan makanan yang dia bawa di atas nampan itu....


... Beberapa meja komputer dia lewati setelah melewati tujuh meja komputer, dia menaruh pesanan mie kepada pemesannya....


... Pergi ke arah Grady....

__ADS_1


..."Seperti biasa, dia selalu haus kehormatan" kata Rumy....


__ADS_2