
...Chapter 140: Tidak bercanda....
... Mereka masih ada ditempat yang sama....
... Rio bangun dari tempat duduk lalu berbalik ke arah belakang....
... Jarrel ada di sana....
... Hening....
..."Kau ada disini?" tanya Rio....
..."Aku hanya sedang berkunjung saja" kata Jarrel....
... Salah satu karyawan yang bertanggung jawab dalam even pertandingan para mahasiswa tadi....
... Rio menunggu dengan ponsel menghubungi seseorang....
... Dia dan karyawan pria itu berdiskusi sebentar....
... Rio mendekat ketika Jarrel sudah selesai berdiskusi dengan salah satu karyawannya....
..."Kita pergi ke tempat biasa" kata Rio....
..."Itu ide bagus" kata Jarrel....
... Dia bersama dengan Jarrel dalam mobil yang sama dengan kemudi diserahkan kepada Rio....
... Bayangan dedaunan hitam terlihat dari luar jendela mobil menyebar di bagian lainnya dengan kecepatan mobil yang dikendarai oleh pria dengan tipe introvert ini....
... Dia akhirnya merasakan kehilangan seseorang yang ia sayang hanya karena kesalahpahaman tanpa berpikir ratusan kali atau bahkan ribuan kali untuk menganggap bahwa semua ini adalah kesalahan dari Hoshie....
... Hancur, kini dia hancur sendirian meski banyak orang disekitarnya terlihat selalu ada bersamanya akan tetapi realita yang terima adalah sebaliknya....
... Pukulan pukulan ini ia anggap tak berarti apapun dengan kisah yang sangat singkat membuatnya mudah untuk melupakan asmara ini....
..."Dia pasti sebentar lagi dapat pacar baru" ...
..."Aku jamin itu" ...
..."Aku tampan"...
..."Aku keren"...
..."Aku kaya"...
... Dia mengikuti lirik lagu yang ia putar dari ponselnya didengar juga oleh Rio....
... Dia langsung paham dengan maksud dari lirik lagu yang dinyanyikan oleh sahabatnya itu....
... Dia hanya tersenyum biasa mau marah tapi itu memang lirik lagu yang sedang diputar oleh Jarrel dan itu adalah salah satu lagu kesukaan sahabatnya itu....
... Suara drum dan gitar elektrik yang menjadi pengiring lagu itu menambah situasi di dalam mobil menjadi bersemangat rasanya Jarrel ingin segera memberi pelajaran bukan hanya dimulut saja....
... Dia melirik ke arah Rio dan ia tahu tidak mungkin ia lakukan bukankah ini terlalu picik....
... Lalu melihat keluar jendela sekali....
..."Balas dendam" kata Jarrel....
..."Entahlah. Aku hanya ingin seberapa jauh orang ini dalam bersikap" kata Jarrel....
... Selesai melihat keluar jendela mobil....
... Ia melihat pria itu yang sedang mengemudikan mobilnya setelah berbicara kesal sendiri....
... Di rumah sakit....
... Soft yang tidak menyangka datang berkunjung di tempat teman sekolahnya sedang dirawat di salah satu rumah sakit....
... Ved melihat ke arah Rumy....
..."Apa kau mengenalnya?" tanya Ved....
..."Ya. Dia teman satu kelasku" jawab Rumy....
... Melihat dari reaksi yang diperlihatkan oleh gadis di sebelah kanannya sedang berbaring ia pikir hubungan pertemanan mereka berdua bisa dibilang kurang baik hanya satu kali melihatnya semua sudah terbaca bahkan tanpa perlu saling mengobrol untuk menunjukkan itu semua....
..."Kau tidak duduk?" tanya Ren dan Ved bersama....
..."Oh" jawab Soft....
... Dia hanya menyapa dengan sapaan saling menatap di detik detik sebelumnya....
... Tanpa berpura-pura ataupun basa-basi keduanya sudah menjawab semua pertanyaan tentang semua yang mungkin ditanyakan oleh Ved....
... Disana dengan suara infus yang masih berjalan terus mengalir obat ke tubuh kedua pasien yang sedang menjalani perawatan....
... ...
... Di dalam ruangan yang hening ini....
... Ren melihat Ved lalu melihat Rumy lebih memilih sibuk bermain game offline di layar ponselnya sendiri....
... Soft yang tidak ingin berinteraksi dengan Rumy....
... Beberapa menit kemudian juga tidak ada kata pulang atau apapun yang ia bisa utarakan bahwa ia tidak suka berada berlama-lama menjenguk sahabat kekasihnya itu....
... Di tempat kos kosan Dashie....
... Dashie melihat beberapa orang memakirkan sepeda mereka masuk kedalam tempat parkir tempat tinggalnya sekarang....
... Melihat waktu di pergelangan tangan kiri sebuah jam tangan berwarna hitam....
... Hoshie juga melihat jalan yang ramai dengan orang-orang disana dipukul setengah delapan malam....
..."Kita akan berpisah disini?" tanya Hoshie....
..."Pergilah. Karyawan mu sudah menghubungi mu sejak tiga menit yang lalu" kata Dashie....
... Dia melihat jarum jam di pergelangan tangannya lagi dengan waktu yang sesuai dengan apa yang dikatakan oleh wanita didepannya sekarang....
... Dia memandang Dashie....
..."Ok. Aku pergi" kata Hoshie....
... Dashie masih melihat Hoshie yang belum pergi....
..."Masuklah. Maka aku akan pergi" kata Hoshie....
... Datar tak seceria biasanya....
..."Ok" jawab Dashie....
__ADS_1
... Dia juga tanpa salam ataupun senyum perpisahan dari gadis yang mulai menaiki anak tangga menuju lantai kedua kamarnya sendiri....
... Hoshie masih menunggu Dashie untuk masuk kedalam gedung tempat tinggalnya....
... Berbalik....
... Berjalan cepat lalu mendekat kepada Hoshie....
... Mereka kini berjarak satu meter saling melihat satu sama lain lagi....
..."Kenapa?" tanya Hoshie....
..."Mungkin aku akan lebih sering sulit ditemui bukan karena aku pergi tapi aku hanya ingin sendiri" kata Dashie....
..."Why?" tanya Hoshie....
..."Aku tidak bisa menjelaskan tapi kita masih tetap menjadi teman" kata Dashie....
... Dia melambaikan salam perpisahan kepada Hoshie dengan wajah yang sedikit ceria tapi tetap ia masih terlihat sangat sedih....
... Teriak Hoshie....
..."Ayo kita jadian!" kata Hoshie....
... Berbalik ke arah pria yang mulai membuat semua yang ada disana terdiam....
... Sorot matanya yang datar tidak mengartikan banyak hal hanya sebuah keinginan untuk melewati hari ini dengan cepat....
... Tidak teriak tapi ia usahakan bicara agar bisa didengar oleh Hoshie....
..."Kita jangan bertemu lagi" kata Dashie....
... Dia kembali menaiki anak tangga semakin naik ke atas dan tidak terlihat lagi oleh Hoshie....
... Orang-orang yang ada disana melihat kondisi Hoshie yang tanpa kata atau tindakan apapun selain menunggu orang yang ia kenal tidak bersikap seperti ini lagi....
... Masih hening....
... Terdengar suara kendaraan roda dua melintas disekitar mereka....
... Menerima perhatian dari orang-orang disana....
..."Biasanya dia langsung marah jika aku berkata seperti itu" kata Hoshie....
..."Apa ini yang namanya patah hati?" tanya Hoshie....
..."Aku belum pernah merasakan ini" kata Hoshie....
... Orang-orang disekitarnya melanjutkan aktivitas mereka....
... Beberapa menit kemudian ia melihat ke atas dan lampu kamar Dashie terlihat sudah menyala lebih terang lagi sebagai tanda bahwa ia sudah masuk kedalam kamarnya....
... Menurunkan pandangan tidak melihat ke arah jendela luar kamar Dashie lagi....
... Hoshie beranjak pergi dari depan pintu masuk gedung berlantai tersebut....
... Mendengar orang lain sedang membicarakan dirinya....
... Dia melewati dinding tempat kendaraan diparkir didalamnya....
... Hoshie terhenti dari langkah yang ia ambil....
... Seorang pria tidak dikenal sedang membicarakan Hoshie....
... Dia kemudian lanjut lagi pergi untuk menuju kendaraan pribadi yang sudah tiba berjarak lima belas langkah yang dikemudikan oleh salah satu bodyguardnya....
... Ia terlihat sedang berbicara dengan seseorang cukup serius dengan kembali dalam beberapa detik melihat ke arah belakang lalu kembali lagi menuju kendaraan roda empat yang berjarak lima belas langkah semakin berkurang jarak disetiap langkah yang ia ambil....
... Dashie melihat dari dalam jendela kamar melihat Hoshie dari arah belakang....
... Membandingkan dirinya dengan orang lain....
..."Bagaimana aku bisa bersama dengannya lihat siapa mantan-mantannya itu?" tanya Dashie....
..."Aku juga terlihat malas dalam menjalani setiap hubungan asmara" kata Dashie....
... Masuk kedalam kamarnya lagi....
... Di salah satu bar di pusat kota....
... Rio dan Jarrel sudah tiba ditempat yang mereka akan datangi dengan bangunan luar yang sudah cukup banyak orang-orang berada disana....
..."Sepertinya malam ini sangat ramai" kata Jarrel....
..."Kita sudah memesan tempat. Jangan khawatir" kata Rio....
..."Aku sudah tidak sabar untuk berpesta" kata Jarrel....
... Jarrel hanya berniat ingin minum seperti biasa tapi tidak dengan seseorang yang terlihat sudah membuat janji untuk bertemu yang dilakukan tanpa sepengetahuan sahabatnya sendiri....
... Mereka bertemu didepan bar yang akan mereka masuki....
... ...
... Melirik dengan biasa tanpa menimbulkan rasa curiga kepada dua orang disisi kirinya itu....
... Dia memperhatikan gadis yang datang menghampiri Rio....
... Mereka bergandengan tangan lalu gadis itu terlihat bersandar di bahu juga lengan sebelah kanan Rio....
... Hasil analisisnya mengatakan....
..."Tidak peduli. Terserah bocah ini mau apa" kata Jarrel....
... Tujuannya sekarang adalah bisa minum didalam tempat hiburan tersebut dengan puas....
... Mereka masuk melewati pintu masuk bar tersebut pergi ke bagian meja resepsionis....
... Setelah itu ke tempat yang sudah di reservasi sebelumnya dari salah satu ruangan yang ada disana juga terdapat ruang karaoke sesuai yang diinginkan oleh Rio....
... Didalam ruangan tersebut hanya ada mereka bertiga dengan aktivitas mereka masing-masing seperti Jarrel yang sedang memilih sendiri dengan minuman minuman yang sudah ia pesan baru saja pelayan datang menghantarkan diatas meja. ...
... Jarrel melihat Rio yang asik bernyanyi bersama dengan gadis yang ia hubungi dan ikut bernyanyi bersama dengan microfon yang mereka gunakan untuk menyanyikan lirik lagu yang sudah mereka pilih membacanya di layar depan mereka....
... Meneguk wine yang ada dalam gelas sambil melihat ke arah kedua orang yang terlihat cukup mesra....
..."Dia memang seperti ini" kata Jarrel....
... Rio yang merangkul gadis disebelah kanannya sambil sesekali mencium bagian wajah gadis didekatnya itu....
... Jarrel menuang kembali minuman beralkohol dengan warna coklat kedalam gelas yang sama lalu meminumnya lagi sambil sesekali menyaksikan sahabatnya itu bermesraan di depan matanya lagi....
... Dia diantara suara musik karaoke yang terdengar cukup keras....
__ADS_1
..."Apa orang ini perlu ditangisi?" tanya Jarrel....
... Senyumannya sinis ditujukan oleh Jarrel untuk dua orang yang berada didalam ruangan yang sama dengannya....
... Meneguk air dalam gelasnya lagi....
... Satu tegukan hingga dua tegukan ia minum....
... Selesai minum lalu mengambil kacang oven yang ada di dalam tempat yang juga terbuat dari gelas kaca yang berada diantara banyak botol minuman yang sudah dibuka ataupun belum dibuka diatas meja juga beberapa bungkus rokok yang juga sudah mereka pesan....
..."Untuk apa gadis itu menangisi orang seperti dia" kata Jarrel....
... Dia menyalakan rokok yang ia ambil dari sakunya sendiri....
... Meniupkan asap rokok yang ia hisap....
... Satu kali....
... Lalu ia hisap lagi rokok yang ada di tangannya lagi....
... Membuang asap rokok melalui hidung dan mulutnya bersamaan setelah itu melihat ke arah dua orang yang sedang bermesraan lagi....
... Meminum wine yang ada didalam gelasnya lagi....
... Satu tegukan sambil melihat tingkah Rio yang sudah sering ia lihat tapi tidak dengan Dashie....
..."Aku akan pulang larut malam" kata Jarrel....
... Baru saja salah satu karyawan yang bekerja di rumahnya menelepon untuk menanyakan keberadaan bos mudanya sekarang....
... Dan salah satu karyawan tersebut memberitahukan kepada penanggung jawab bagian asisten rumah tangga di rumah tersebut tentang apa yang harus dilakukan ketika mendapatkan informasi kalau tuan muda mereka berada didalam sebuah bar....
... Empat bodyguard sudah diberitahukan kembali oleh ketua asisten rumah tangga di rumah tersebut....
... Salah satu dari mereka mendapatkan perintah langsung lagi dari ketua penanggung jawab dirumah Jarrel....
... Mereka lebih meningkatkan pengawalan mereka yang sudah mengikuti kemana bos mudanya pergi saat ini setelah mendapatkan perintah lebih tegas lagi dari ketua penanggung jawab semua karyawan di rumah Jarrel tentang apa yang dilakukan oleh bos muda mereka....
... Kedua orang yang sedang bermesraan didepannya melihat secara bersamaan kepada seseorang yang sedang bersandar ke sofa hitam panjang dengan memegang gelas wine ditangan kanannya itu....
..."Kau tidak meminta para gadis untuk menemanimu?" tanya Rio....
... ...
... Dengan tangan masih memegang gelas berisi minuman beralkohol....
... Dia tidak bicara melainkan hanya memberi isyarat bahwa ia tidak ingin melakukan apa yang disarankan oleh kedua orang yang membawa microfon ditangan mereka masing-masing....
... Jarrel meneguk minuman yang ada ditangannya lagi....
..."Aku kira orang berengsek cuma Hoshie ternyata dia juga" kata Jarrel....
... Hoshie tersedak....
... Dia tersedak ketika sedang minum air mineral ditempat ruang kerjanya....
... Satu orang yang sedang berada diruangan itu agak heran padahal di ruangan itu cukup tenang meski di bawah lantai ruang yang mereka tempati terdengar sedikit suara musik dengan mereka yang sedang bermain bilyard....
..."Kau baik-baik saja" kata seorang wanita....
... Dia mengangguk dengan efek tersedak yang belum sepenuhnya hilang....
... Kembali ke tempat dua orang sahabat yang sedang ada di salah satu hiburan malam....
... Duduk di baris sofa panjang yang sama....
..."Berapa lama kau sudah mengenal gadis tadi?" tanya Jarrel....
... Menegaskan....
..."Gadis tadi" kata Rio....
..."Siapa lagi?" tanya balik Hoshie....
..."Dua minggu yang lalu" jawab Rio....
..."Kau gila" kata Jarrel....
... Dia dengan sinis wajahnya terdiam dengan apa yang dilakukan oleh sahabatnya itu....
... Rio terlihat santai dengan jawaban yang ia berikan....
... Jarrel tidak tertarik lagi untuk menanyakan lebih jauh tentang gaya hidup orang lain....
... Gadis yang ia maksud sudah datang lagi setelah pergi sebentar ke kamar kecil....
..."Dia memang sangat mudah mendapatkan pacar lagi" kata Jarrel....
... Meneguk wine yang ada digelasnya lagi....
... Di tempat bilyard....
... Wanita itu sedang merapikan riasan yang ia pakai....
... Melihat putranya yang jadi lebih penurut dan mau diem tidak pergi kemanapun seenaknya sendiri seperti biasa yang ia tahu selama ini....
... Hoshie berbalik melihat ibunya yang sedari tadi memperhatikan dirinya terus....
..."Aku tidak bertindak aneh-aneh" kata Hoshie....
..."Justru itu" kata ibunya Hoshie....
..."Aku memang pantas mendapatkan perlakuan ini" kata Hoshie....
... Dia makin khawatir dengan kondisi anaknya itu....
..."Ada apa ini. Kau juga jauh lebih patuh?" tanya Ibunya Hoshie....
..."Tak ada yang kusembunyikan darimu, beneran" kata Hoshie....
... Dia melihat minuman yang masih terpajang di rak juga banyak berada diatas meja didepan putranya tidak tercium sama sekali bau minuman yang tercium diruangan itu terbuka dari salah satu botol disana....
... Mengambil salah satu botol berisi wine dari salah satu minuman diatas meja....
... Ibunya akan membuka salah satu botol minuman disana....
..."Ibu mau apa. Aku sedang tidak minum" kata Hoshie....
... Mengurungkan untuk membuka botol minuman dari botol wine yang akan dibuka di kedua tangan....
... Lumayan kaget dengan perubahan yang terlihat dari putranya itu....
..."Kau tidak bercanda kan?" tanya Ibunya Hoshie....
__ADS_1