Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 207: Kenapa dia bersikap seperti itu?.


__ADS_3

...Chapter 207: Kenapa dia bersikap seperti itu?....


..."Kenapa?" tanya Hoshie....


... Dashie belum bicara ketika menelpon Hoshie....


... Dashie....


... Dia tanpa sengaja menyentuh layar ponsel lagi seperti sering dilakukan ketika tiba-tiba terbangun dari tidur dan langsung menghubungi nomor ponselnya....


..."Ini Hoshie?" tanya Dashie....


..."Hmmm" jawab Hoshie....


..."Kau butuh bantuan ku?" tanya Hoshie....


... Dashie baru saja tersadar kalau dia sedang menghubungi nomor ponsel Hoshie....


... Melihat dengan jelas layar ponselnya....


..."Ya Tuhan!" kata Dashie....


... Salah tingkah....


... Nada suara malu....


..."Sorry. Aku baru saja terbangun dari tidurku" kata Dashie....


... Suara memelas....


..."I'm sorry, ok. Aku sudah mengganggumu" kata Dashie....


... Masih terhubung dengan nomor ponsel Hoshie lalu melakukan tatap muka....


... Menutupi pipinya bagian kanan....


..."Aku tak sengaja melakukan ini" kata Dashie....


... Jujur sekaligus mengalihkan situasi canggung ini....


..."Woahh. Kau cantik sekali ketika bangun tidur" kata Hoshie....


... Terdiam....


... Menatap wajah Hoshie....


... Dia terlihat malu....


..."Really. Aku pikir aku tidak secantik itu" kata Dashie....


... Disana dia melihat Hoshie ada di sebuah tempat bermain biliar....


..."Kau belum tidur?" tanya Dashie....


... Tambah perhatian....


..."Kau masih kerja?" tanya Dashie....


..."Aku tidak kerja. Aku sedang bermalas-malasan disini" kata Hoshie....


... Merapikan rambut di kepalanya yang terlihat tidak begitu rapi seperti biasa....


..."Apa kau tidak bisa tidur lagi. Apa kau sudah minum obatmu?" tanya Dashie....


..."Sudah" jawab Hoshie....


..."Pasti belum. Jangan bohong" kata Dashie....


..."Sudah sayangku" kata Hoshie....


... Obrolan mereka tiba-tiba berakhir....


... Masih banyak sinyal di ponsel Hoshie....


... Mengirim pesan kepada Dashie....


... Berbicara cukup bisa didengar oleh ketiga orang disekitarnya dengan jumlah baterai yang belum habis....


..."Aku merindukanmu!" kata Hoshie....


... Lirikan aneh datang dari Sky lalu sedikit tawa kecil dari Crew....


... Mengirim pesan lagi....


..."Jangan lupa itu!" kata Hoshie....


... Dengan emoticon hati lebih dari sepuluh kali berhasil dikirim oleh Hoshie....


... Dorongan dari tangan Oryn yang merasa terganggu oleh tingkah sahabatnya itu....


..."Berhenti pamer terus!" kata Oryn....


... Menegaskan....


..."Aku tidak bohong kalau aku menyukainya" kata Hoshie....


..."Aku sudah tahu" kata Oryn....


... Dia yang dalam mata tertutup memberikan komentar....


..."Kau akan tidur dengan nyenyak malam ini" kata Oryn....


... Dia yang menyimpan semua kebahagiaan yang dia dapat sebelum tidur....


... Oryn menyilangkan kedua tangan lalu duduk berusaha untuk tertidur diatas sofa yang sama digunakan oleh Hoshie dan kedua temannya yang sedang minum....


..."Pantas kau jarang mau diajak nongkrong lagi" kata Crew....


..."Ternyata ini alasannya" kata Crew....


..."Kita tidak boleh lupa kita harus pura-pura tidak tahu" kata Sky....


... Semangat....


..."Oke. Oke!" kata Crew....


... Dashie di kamar tempat kosnya sekarang....


... Menutup wajahnya dengan selimut karena malu baru saja menelpon orang lain ketika sedang tertidur....


..."Apa yang baru saja aku lakukan?!" kata Dashie....


... Menerima pesan....


... Dashie membuka pesan yang baru saja dikirim dari Hoshie....


... Membaca....


..."Aku selalu merindukanmu" ...


... Satu pesan lagi dari Hoshie....


..."Jangan lupa itu" ...


... Dashie enggan untuk membalas pesan dari Hoshie bukan apa-apa tapi dia lihat juga masih ada beberapa teman-teman tongkrongannya yang masih nyaman bermain di tempat bilyard orang yang baru saja mengirim pesan di ponselnya secara online....


... Tiba-tiba saja air matanya jatuh tanpa sebuah sebab tapi hatinya terasa sakit....


... Di kamar lain masih di gedung yang sama sebagai penghuni baru dari gedung tersebut. Dia belum bisa tidur berbalik menghadap ke kanan dan kiri lalu bangun lagi tidak bisa tidur sedangkan di jam dinding di kamarnya sudah menunjukkan pukul setengah satu malam dan waktu terus berjalan maju tak bisa dihentikan....


..."Ini mimpikan?" tanya Yellow....

__ADS_1


... Dia menangis sendirian dengan kesedihan yang menjadi miliknya sendiri....


... Melihat ke jendela kamar dengan langit cerah bulan purnama di antara awan hitam yang terlihat semakin menutupi....


..."Aku tidak yakin ini adalah bumi tempat ku tinggal" kata Yellow....


..."Tapi, ini bumi tempat ku tinggal" kata Yellow....


... Dia berbicara dalam diam dengan air mata yang terus mengalir....


... Dia dan banyak pikiran datang bercampur menjadi satu didalam isi pikirannya tak bisa berhenti mendorongnya terus sedih takut akan masa depan....


..."Bagaimana kalau dia tidak kembali?" tanya Yellow....


..."Aku takut sendirian" kata Yellow....


... Menghapus air matanya lagi....


..."Aku tidak punya hal lain selain ibuku" kata Yellow....


..."Dia pergi kemana sebenarnya" kata Yellow....


... Di kamar lain seseorang juga mendengar tangis seseorang yang tidak asing suaranya pernah didengar meski belum tahu kalau itu adalah salah satu teman sekolahnya....


... Ans menutup kepalanya dengan bantal berwarna hijau muda juga selimut tebal biru muda berusaha agar tidak mendengar tangis seseorang disekitar tempatnya sedang beristirahat....


..."Kenapa aku juga ingin menangis?" tanya Ans....


..."Malam ini sungguh sangat menakutkan" kata Ans....


... Nawa dia yang baru selesai belajar mendengar itu dari samar-samar udara yang membawanya hingga sampai di kedua indera pendengarannya secara perlahan jelas bahwa itu adalah suara Yellow....


... Dia baru tahu tentang informasi tentang perginya ibu dari teman satu sekolahnya itu....


..."Aku baru tahu kalau ini sebuah perasaan sedih manusia" kata Nawa....


... Nawa selesai merapikan buku-bukunya yang ada di atas meja lalu pergi ke ranjang tempat tidur mengambil selimut lalu dalam sekejap langsung tertidur tanpa terganggu oleh suara tangis dari dua orang yang masih didengarnya ketika terakhir terjaga sebelum tertidur pulas. Sedangkan untuk Ans, dia belum bisa tertidur malahan ikutan menangis didalam kamarnya sendiri. ...


... Dia dalam kesedihan yang sudah sangat sering tersimpan sendiri beberapa kali beberapa waktu....


... Tak ada yang bisa dilakukan olehnya setelah mengetahui kalau ibunya Yellow bisa jadi menjadi salah satu korban dari salah satu bangsa Blacwhe....


..."Tapi, siapa yang sudah berbuat sejahat itu?" tanya Ans....


..."Aku saja sangat takut dengan mereka" kata Ans....


..."Dia benar. Kita bukan siapa-siapa hanya orang biasa yang harus berjuang menjalani hidup ini" kata Ans....


... Dia mengusap air matanya....


..."Apakah aku hanya bisa melindungi diri sendiri dan tidak bisa menolong orang lain?" tanya Ans....


..."Ini sungguh menyiksa ku" kata Ans....


..."Aku harap kesedihan ini cepat berakhir untuk temanku" kata Ans....


... Lima belas menit kemudian....


... Dia sudah berada didepan sebuah kamar apartemen orang lain....


... Memencet bel....


... Belum dibuka oleh pemiliknya lalu dia memencet bel untuk yang kelima kalinya....


... Pintu apartemen terbuka....


..."Untuk apa kau datang kemari?" tanya Soft....


..."Aku ingin bicara denganmu" kata Nawa....


..."Tunggu" kata Soft....


... Dia menutup kembali pintu apartemennya kembali masuk kedalam untuk mengambil sesuatu. Tidak membutuhkan waktu yang lama dia keluar dengan jaket masih dengan piyama putih satin bermotif hati dengan alas kaki hitam keluar dengan ponsel dan dompet yang ada di dalam bagian saku dalam sebelah kanan jaket lalu menutup pintu dari luar....


... Enam menit kemudian....


... Duduk saling berhadapan didepan sebuah minimarket keduanya menikmati cemilan hangat yang dibeli mereka dari dalam minimarket di dekat mereka saling melihat satu sama lain....


..."Sesuatu telah terjadi?" tanya Soft....


..."Aku tidak yakin itu adalah ulahmu" kata Nawa....


... Melihat ke arah jalan dekat apartemen....


... Menatap wajah Nawa lagi lalu raut wajah kesal jelas ditunjukkan oleh Soft....


..."Itu berarti kau tak percaya padaku" kata Soft....


..."Aku percaya padamu. Ini yang membuatku selalu menyukaimu" kata Nawa....


... Tatapan kebencian....


..."Berhenti mengeluarkan kata-kata manis dari dalam mulut mu itu" kata Soft....


..."Kau sangat membenciku" kata Nawa....


... Jujur....


..."Tidak. Tapi, aku benci karena kita adalah bangsa Blacwhe" kata Soft....


... Senyum sinis....


..."Lihat. Inilah dirimu yang asli" kata Soft....


... Tatapan mematikan dari dalam sorot mata Nawa....


..."Apa kau sudah kehilangan seseorang untuk jadi objek kekesalan mu?" tanya Nawa....


... Dia juga kesal....


..."Apa kau sangat memperhatikan ku hingga bertindak sejauh ini?" tanya Soft....


..."Kau memang pandai membolak-balikan keadaan" kata Nawa....


... Mendekat ke arah Nawa berbicara berbisik....


..."Kau juga pandai merusak hubungan percintaan orang lain" kata Soft....


..."Aku harap kalian cepat putus" kata Nawa....


... Berbisik....


..."Katakan dengan jujur. Apa kau sudah melakukan itu kepada orang lain?" tanya Nawa....


..."Kau memang seperti ini selalu menganggap ku sejahat itu" kata Soft....


... Dia bersandar di kursi berbahan plastik yang berada di depan minimarket....


... Dia belum berubah dengan wajah pucat dingin aura yang diperlihatkan kepada lawan bicaranya itu....


..."Kau masih berpura-pura?" tanya Nawa....


..."Aku memang manusia super jahat yang kau kenal" kata Soft....


..."Dan kau seorang malaikat yang diciptakan oleh Tuhan untuk terus mengawasiku" kata Soft....


... Serius dengan arah obrolan mereka lagi....


..."Apa rencanamu?" tanya Nawa....


..."Lagi. Kau belum berubah sama sekali" kata Soft....

__ADS_1


..."Apa kau menganggap ini hanya sebuah upaya balas dendam ku?" tanya Nawa....


... Jujur dengan siapa orang yang sedang mengajaknya bicara....


..."Tidak. Kau bukan seperti itu, apa sudah cukup kau selalu membanggakan dirimu yang sangat bersih itu!" kata Soft....


... Nada suara merendah....


..."Aku masih percaya kau bukanlah orang seperti itu" kata Nawa....


... Lantang dengan kata-kata yang diucapkan oleh gadis remaja didepan remaja laki-laki yang sedang emosi....


..."Kau sedang menggoda ku!" kata Soft....


... Nawa juga terlihat sudah lelah dengan pertengkaran ini....


... Diam keduanya tanpa kata dengan orang-orang yang berlalu-lalang melewati kedua remaja ini yang saling memperhatikan lawan bicaranya itu....


..."Kapan kalian akan putus?" tanya Nawa....


..."Bukankah kau sudah punya Rumy" kata Soft....


... Tertawa kecil tertunduk lalu menatap Soft lagi....


..."Dia prioritasku" kata Nawa....


..."Kau tidak berubah" kata Soft....


... Serius....


..."Kau yang sudah membuatku berubah" kata Nawa....


..."Sejak kapan aku harus percaya semua perasaan itu?" tanya Soft....


..."Kau selalu percaya kalau aku selalu memilihmu" kata Nawa....


... Tertawa lembut terdengar sambil melihat ke sisi lain jalan di sebelah kiri gadis ini menghadap kembali ke selatan memperhatikan Nawa....


..."Aku pikir kisah kita hanya sebagai pelengkap dari kisah orang lain" kata Soft....


... Melihat Nawa lagi....


..."Jangan terlalu serius dengan kisah kita" kata Soft....


..."Aku pikir ini tidak berarti apapun" kata Soft....


... Diam sejenak melihat respon yang diberikan oleh Nawa setelah beberapa kata diucapkan oleh Soft....


..."Sorry. Aku sudah melukai hatimu" kata Soft....


... Jujur....


..."Aku baru mendengar seseorang meminta maaf" kata Nawa....


... Kembali dengan Soft yang biasa dilihat oleh orang lain....


..."Inilah alasan ku menjauh darimu" kata Soft....


..."Ini alasan ku mengajakmu bicara" kata Nawa....


... Ekspresi tidak percaya....


..."Ini alasanku menjauh darimu" kata Soft....


..."Kita tak bisa seakrab seperti dulu" kata Nawa....


..."Tak perlu diperjelas kita tidak bisa semudah sedekat itu" kata Soft....


... Dia dengan rasa percaya diri yang hebat....


..."Ini alasan gadis itu meninggalkan mu?" tanya Soft....


... Tanpa kata di antara angin malam yang berada di sekeliling mereka lembut terasa dengan suasana yang berubah canggung ketika seseorang membahas seseorang yang merupakan kekasihnya yang sudah pergi dan tak ada kabar sama sekali....


..."Ternyata benar dugaan ku. Dia takut kepada mu dengan sifat mu itu" kata Soft....


..."Sifat mu yang sangat perfeksionis ini" kata Soft....


... Dia pergi meninggalkan Nawa sendirian disana duduk di depan minimarket....


... Lima menit berlalu....


... Dia masih disana....


... Hingga sepuluh menit berlalu dia juga masih disana dengan melihat ke arah yang sama arah yang sudah diambil oleh orang yang pernah membuat hatinya berdebar-debar dalam waktu yang cukup lama....


..."Dia kembali dengan sifatnya itu. Apakah dia tahu apa yang sudah dia dikatakan sudah melukai hatiku lagi" kata Nawa....


..."Dia jelas tidak bisa menerima kekuranganmu" kata Nawa....


..."Dia selalu menganggap aku sebagai orang yang sangat malang" kata Nawa....


..."Yang selalu membutuhkan kasih sayang orang lain" kata Nawa....


... Dia sudah pergi meninggalkan tempat semula dia dan Soft duduk saling bicara pergi dengan menggunakan bus yang sudah dia naiki untuk sampai di tempat kosnya lagi....


... Di dalam isi pikirannya sendiri....


..."Kau kan bisa menggunakan kekuatanmu pasti akan lebih cepat sampai dirumah" kata Nawa....


..."Salahkah aku jika ingin merasakan sisi lain manusia yang kumiliki" kata Nawa....


... Melihat ke arah luar dari dalam bus yang dinaiki duduk di bagian sisi jendela sebelah kanan....


... Menyentuh hatinya di bagian luar kaos biru yang diselimuti dengan jaket hitamnya itu....


..."Ternyata ini rasanya sakit hati" kata Nawa....


..."Ini lumayan" kata Nawa....


... Tiga menit kemudian....


... Bus berhenti di sebuah perhentian bus lain lalu menaikkan satu orang penumpang....


... Pintu tertutup kembali lalu masuk seseorang sendirian....


..."Nawa" kata Jeje....


... Dia lalu mencari tempat lain selain tempat kosong di sisi kiri Nawa....


... Nawa sedang melamun sambil melihat ke arah luar jendela sedikit hal yang sama juga dilakukan oleh teman satu sekolahnya itu....


... Berada di sisi kiri bus duduk di sebelah kiri kursi melihat ke arah luar jendela melihat pemandangan sungai yang dilewati oleh bus yang mereka tumpangi di pukul satu lebih empat menit malam menuju awal pagi....


... Hening....


... Beberapa lagu di putar menemani malam untuk para penumpang di malam ini....


... Keduanya tak saling menyapa meski bisa dibilang dekat sebagai teman satu sekolah sibuk dengan isi pikiran mereka masing-masing tidak ingin banyak bicara hingga lima menit sudah berlalu....


... Satu persatu penumpang datang dan pergi dari dalam bus dengan lampu terang dinyalakan disepanjang perjalanan disetiap malam disetiap beroperasi sebagai aturan yang sudah berlaku....


... Sepuluh menit berlalu selanjutnya Jeje turun dari dalam bus dengan barang bawaan yang cukup banyak yang dia bawa dari dalam tas ransel hitamnya itu....


... Bus berhenti dan Jeje turun dari dalam bus tanpa berpaling melihat apalagi menyapa Nawa....


... Bus pergi....


... Berbalik ke arah bus yang sudah pergi....


..."Kenapa dia bersikap seperti itu?" tanya Jeje....

__ADS_1


... ...


__ADS_2