Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 54: Lebih santai.


__ADS_3

...Chapter 54: Lebih santai....


..."Bicara padaku!" kata gadis itu....


... Semua memperhatikan di detik ketiga puluh....


... Hoshie yang sudah malu akibat dari perlakuan gadis itu padanya akhirnya mulai membela diri....


..."Bukankah, kita sudah putus" kata Hoshie....


... Tidak terima dengan keputusan Hoshie....


... Menunjuk Dashie....


..."Apa karena gadis ini?" tanya gadis itu....


... Dia sedang menebak saja tapi tidak salah juga memang benar....


... Ved dan Jarrel langsung pasang badan menjaga jarak dari kemarahan gadis yang mengaku sebagai mantan kekasih Hoshie mengajaknya keluar dari sana menghindar tapi dia menolak dengan tetap menerima perlakuan perlindungan dari kedua sahabatnya....


... Menunggu apa lagi yang akan diterima informasi yang belum diketahuinya tentang Hoshie....


..."Lebih baik kita pergi dari sini" kata Ten....


..."Benar, biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri" kata Rio....


... Gadis yang juga seumuran dengan Dashie menarik kerah jaket hitam Dashie yang membuatnya berhenti pergi dari pertengkaran melihat bajunya yang belum terlepas dari gadis itu langsung tangan Dashie menggenggam dan melepas tangan gadis itu dari kerah jaketnya yang terlalu keras ditarik....


... Menahan amarah....


..."Lepaskan!" kata Dashie....


... Maju akan melanjutkan pergi dari rencana awal tapi gadis itu menarik bahu di sebelah kanan Dashie untuk menghadapkan wajahnya kepada gadis ini....


..."Kau mau pergi kemana?!" kata gadis itu....


... Menghela nafas....


... Menunggu reaksi meledak ledak ini menunggu kata kata apalagi yang akan diterimanya lagi....


... Dashie sudah bosan dengan masalah seperti ini langsung pergi saja dari ocehan yang akan dikatakan oleh gadis ini tanpa ingin diikuti oleh siapapun ini respon yang jauh lebih dari apa yang pernah di alaminya ketika di hari ulang tahun temannya tempo hari menjadi pengingat dirinya tidak ingin hal itu terjadi kembali....


... Kata kata yang tegas menekan suara yang akan keluar dari lisan gadis itu....


..."Aku sudah boleh pergi?" tanya Dashie....


..."Kau takut!" kata gadis itu....


... Kata katanya memberikan arti kelelahan seseorang dengan orang lain yang dipandangnya kini....


..."Aku sudah selesai" kata Dashie....


... Pergi dari mereka lelah dengan keributan ini tanpa mendengar kepedulian dari mereka sahabat sahabatnya yang mengejar Dashie yang berjalan cepat pergi....


... Rio belum pergi dan dia ada disekitar dua orang yang belum selesai bertengkar tidak habis pikir untuk Hoshie ini sudah kesekian kalinya membuat seseorang menjadi korban dari cerita hidupnya yang dibuat penuh drama....


..."Nona kau memang sangat cantik" kata Rio....


..."Jika kau mau jadi pacarku saja" kata Rio....


... Nada suara sinis matanya melihat gadis itu lalu pergi meninggalkan kedai mengejar yang lain yang sedang mengejar Dashie....


... Nora dan Hot tertawa jahat didalam mobil kursi depan menyikapi situasi dimana sifat asli seseorang pasti terlihat dengan sendirinya bukan penjelasan darinya melainkan orang lain yang sama sekali tidak terduga....


..."Kita sedang mengulur waktu?" tanya Hot....


..."Kau tidak salah" kata Nora....


... Nora bisa saja menghabisi orang yang sedang bersih tegang dengan mantan kekasihnya itu sedangkan Dashie sudah pergi dengan taksi yang dinaikinya dengan tujuan yang hanya diketahui oleh Dashie....


... Mereka berempat tidak bisa memaksa seseorang untuk bertahan semua terserah dengan Dashie....


..."Apa dia selalu seperti ini?" tanya Ten....


..."Entah apa yang dimiliki oleh orang itu sehingga gadis itu rela berulangkali menerima hal semacam ini" kata Jarrel....


..."Apakah hal ini akan mengubah cara berpikirnya?" tanya Ved....


..."Ini semua salahku" kata Ten....


... Rio mengirim banyak pesan motivasi kepada sahabatnya yang sudah jelas sedang sedih namun belum mendapatkan balasan dari Dashie....


... Dashie pergi dengan taksi dari dalam kedai Hoshie melihatnya kecewa dengan pembuka hari ini yang mungkin akan menjauhkan dirinya dengannya menjadi pesimis dengan kemajuan perkembangan pertemanan mereka wajah itu sama sekali tidak terlihat mudah untuk memaafkan....


... Layar ponsel Dashie sedang menghubungi nomor ponsel Luc, tapi tidak aktif sudah menjauh dari Hoshie ada saat ini melihat arah belakang dari dalam taksi dengan ponsel kembali menghubungi nomor ponsel Luc....


... Menunggu....


..."Nomor ponsel yang Anda tuju sedang tidak aktif"...


... Itulah kata kata yang terulang ketika menghubungi nomor ponsel Luc....


... Melihat layar ponsel....


... Mengetik satu pesan lalu mengirimkan dan mengirimkan beberapa lagi pesan belum terbalas sama seperti pesan pesan sebelumnya jangankan untuk dibalas tak ada satupun balasan sejak hari terakhir Luc pergi....

__ADS_1


... Suasana tenang di dalam taksi dalam perjalanan pulang....


... Kepada diri sendiri....


..."Kenapa perasaanku tidak nyaman ketika mengingat Luc?" tanya Dashie....


... Tangan sebelah kirinya memegang ponsel sedangkan untuk telapak tangan sebelah kanan menyentuh leher kepala bagian belakang....


..."Perasaan apa ini" kata Dashie....


... Seakan sesuatu telah berakhir tanpa sebuah penjelasan ataupun alasan hilang begitu saja menyiksa perlahan dalam setiap waktu yang datang ringan lembut tak bisa dipisahkan ingin selalu mengiringi bahkan memaksa diri tanpa sebuah wujud nyata kembali dan pergi kembali berulang lagi....


..."Atau aku hanya sedang emosional saja" kata Dashie....


..."Apa aku akan menerima semua ini secara mentah mentah?" tanya Dashie....


... Nora dan Hot memutuskan mengakhiri pengintaian mereka setelah Hoshie sudah ditinggalkan oleh gadis mantan kekasihnya itu yang terlihat cukup puas selesai meluapkan kemarahannya yang tersimpan kepada Hoshie....


... Seorang pemuda dengan helm retro hitam di tangan...


... kanan dan baju yang basah serta angin pagi datang....


... Hoshie sudah terlihat keluar dari dalam kedai dilihat dari kaca spion mobil di tempat Nora mengemudi semakin menjauh pergi meninggalkan Hoshie yang benar benar sendirian....


... Dia mengambil motor bergaya retro nya di tempat parkir yang ada di sebelah kiri tempat makan tersebut....


... Di sebelah kiri motor yang terjaga lalu melepas bajunya yang basah akibat air lemon tadi dan memakai jaketnya....


..."Aku lupa Luc sudah tiada" kata Hoshie....


... Dia hampir saja menghubungi nomor ponsel sahabatnya itu dan memasukkan ponselnya di tas selempang hitamnya lagi yang dikenakan di bagian depan lalu menutupnya lagi....


... Memakai helm retro berwarna hitam dengan motor biru yang baru saja dinyalakan lalu pergi....


... Motornya melaju melewati rumah Jarrel yang masih ada mereka keempat orang yang ada di kedai yang sama tadi ada di toko yang melihat Hoshie melintas dengan kecepatan mengendarai motor yang lumayan tinggi....


... Kembali dengan diri mereka dengan aktivitas dihari minggu dirumah sahabat mereka....


..."Kita numpang tidur di rumahmu" kata Rio....


..."Silahkan saja" kata Jarrel....


... Jarrel memeriksa lagi garasi mobilnya masih terkunci dengan aman meski dia tahu dari semalam dia pergi makan di dalam kedai dari arahnya berada masih terlihat jelas aman terkendali memantau keamanan rumahnya dari arah kejauhan sekitar dua puluh lima meter dari arah kedai ke rumahnya....


... Di ruang pertama rumah duduk lalu memeriksa kembali barang bawaan mereka setelah ditinggal pergi makan dengan pintu dalam keadaan terkunci dari arah luar....


... Jarrel datang selesai memeriksa keamanan garasi dan sekitar rumah....


... Bersiap untuk istirahat....


... Dashie mengambil sepasang slipper putih dari rak sepatu....


... Dia juga melihat sepatu ayahnya yang juga ada disana....


... Masuk kedalam rumah lebih jauh sudah tercium bau aroma masakan dari arah dapur rumah....


..."Mama sedang masak" kata Dashie....


... Langkah yang diambil menuju ruang dapur lebih cepat lalu menyapa hangat kepada mereka....


... Ayahnya Dashie sedang ikut membantu memotong daging ikan juga sapi di atas talenan hijau bundar di meja dapur sedangkan ibunya sedang memotong wortel ungu di atas talenan berbeda dengan tetap dengan bentuk dan warna yang sama....


..."Morning!" kata Dashie....


... Pergi ke wastafel dekat dapur untuk mencuci kedua tangan dengan sabun cair berwarna merah muda beraroma Cherry blossom....


... Dashie duduk di meja dengan gelas minum berisi air hangat memperhatikan kedua orangtuanya yang sedang masak....


..."Ayah pulang kapan?" tanya Dashie....


..."Tadi malam. Kemari sarapan bersama" kata Ayahnya Dashie....


..."Lalu dimana kakak?" tanya Dashie....


... Ibunya Dashie menaruh sayuran sayuran yang sudah terpotong di wadah berbeda dengan sayuran lain berupa brokoli dan pakcoy yang sudah dipotong sebelumnya....


..."Dia ada di kamar mu" kata ibunya....


... ...


... Tiba-tiba panik....


..."Kamarku?!" kata Dashie....


... Mengatur nafas menenangkan diri....


... Dalam sekejap sudah menenangkan diri....


..."Dia punya kamar sendiri kenapa selalu memilih kamarku" kata Dashie....


... Tidak merasa heran dengan reaksi putri mereka ini jika hal ini terjadi....


..."Dia tahu kalau kau tidak dirumah dan langsung tidur di dalam kamarmu" kata ibunya....


..."Aku akan tidur di kamarnya" kata Dashie....

__ADS_1


... Dashie akan pergi ke kamar Xie lalu dicegah oleh ibunya sebelum akan beranjak bangun dari tempat duduk meja makan....


..."Kau yakin tidak sarapan dulu" kata ibunya Dashie....


..."Ok, tapi aku mandi dulu" kata Dashie....


... Dashie yang sudah memiliki karakter yang serba cepat bahkan disaat menuju kamar mandi kakaknya pergi jalannya tergolong cepat kedua orang tuanya tidak lupa dengan sikap ini....


... Geleng-geleng kepala melihat ini....


..."Ayah khawatir jika dia tidak berjalan lebih santai" kata Ayahnya Dashie....


... Pergi ke tempat mencuci daging untuk mencuci daging ikan....


... Ayah Dashie akan menaruh ikan di panci dengan bumbu yang sudah tercampur siap mendidih air didalamnya....


... Sepuluh menit telah terlewati dan Dashie sudah bersiap muncul untuk membantu memasak....


... Pagi yang cerah di awal hari untuk bersih bersih rumah....


... Kain lap di tangan kanan lalu ditangan kiri semprotan pembersih sedang mengelap meja dapur....


... Nawa memperhatikan Hoshie....


... Hoshie mengambil air mineral hangat dengan gelas makan duduk lalu mengambil obat tidurnya lagi sebanyak dua tablet lalu meminumnya....


..."Obat tidur lagi?" tanya Nawa....


... Hoshie mengangguk sambil meminum obatnya menjawab pertanyaan dari Nawa....


... Akan pergi ke kamar meninggalkan ruang makan lalu mengajak Hoshie berbicara lagi....


..."Tadi Kak Dashie meneleponku" kata Nawa....


... Hoshie langsung berbalik pada Nawa lagi langsung bersemangat berubah kondisinya....


... Penuh ekspresi berharap....


..."Dia bicara apa?" tanya Hoshie....


..."Bohong, aku sedang berbohong" kata Nawa....


... Hoshie yang sudah ingin kembali ke ruang istirahat rupanya kembali moodnya turun setelah mendengar kalimat itu hanya sebuah kebohongan yang direncanakan....


... Bengong dengan hasil kalimat jebakan yang dikatakan dirinya sendiri tak ingin bertanya lebih jauh lagi sudah terbaca dua orang yang dikenalnya sedang bertengkar lagi....


..."Lebih baik mereka bertengkar" kata Nawa....


..."Lihat sikapnya itu sok sedih tidak biasanya" kata Nawa....


... Pose sedang memikirkan sesuatu dengan tangan menyilang di bawah dada dengan kedua tangan masih dengan alat pembersih dapur di kedua tangan masing masing....


... Berpikir lagi dengan kondisi Hoshie....


..."Dia lebih terlihat sedang menipu" kata Nawa....


..."Sungguh aku sudah terlihat benar benar jahat" kata Nawa....


... Remaja dengan kaos hitam bergambar kucing kemerahan memakai kacamata hitam dan celana training pendek hijau lanjut membersihkan dapur....


..."Benar yang dikatakan oleh Kak Luc" kata Nawa....


... Mengingat saran dari Luc di tempo hari....


..."Kendalikan Dashie maka habislah kau olehnya" kata Luc....


..."Mungkin aku bisa mencobanya lain kali" kata Nawa....


... Kabar surat pengunduran diri dari pekerjaan magang Ren sudah diterima oleh Aka yang belum menyerah mencari keberadaan Ren yang belum ditemukan berapa kali sudah mendatangi tempat biasa Ren sering datangi sudah Aka lakukan akan tetapi belum membuahkan hasil....


... Apakah dia akan menyerah dengan mudah begitu saja ataukah dia sedang terlalu berharap dengan sesuatu hal yang tidak pasti hatinya belum pulih sepenuhnya tentang kemarin dan kini dia sedang menyiapkan diri akan hal itu yang mungkin juga akan membuatnya kecewa dengan kisah yang berbeda pula dengan siapa orang yang dicarinya saat ini lebih baik dari yang sebelumnya....


..."Maafkan aku" kata Aka....


..."Mungkin, aku sangatlah terlambat" kata Aka....


... Menutup wajah dengan jemari tangan menutup kedua kelopak mata....


..."Kemana lagi aku akan mencarimu?" tanya Aka....


... Membuka kedua kelopak matanya lagi wajah bingung harus berkata apa dan berbuat apa dengan usaha yang sudah dilakukan untuk mencari seseorang yang dirasakannya belum cukup....


... Mengingat ulang mengingat lagi dimana lagi tempat yang pernah dikunjungi oleh Ren dengan memberikan tugas ini juga kepada beberapa bodyguard tersebar masih terus mencari orang yang sama dengan apa yang dicari oleh Aka....


... Menunggu dan mencari itu yang dilakukan tidak ingin semakin berlarut larut dibiarkan tanpa ada sebuah kabar membuatnya bertambah cemas sebuah hal yang wajar dengan seseorang yang sudah dikenal baik sejauh ini terlebih lagi kepedulian dari Ren baru disadari olehnya bahwa orang ini adalah orang yang tepat untuknya rasa bersalah sekaligus hadir dari rasa cemas menimbulkan rasa tidak nyaman tersendiri penyesalan dengan rasa yang datang terlambat....


... Mengingat lagi siapa yang membantunya ketika kesulitan mengerjakan tugas tugas kuliah dan Ren datang membantu tepat waktu membela menambah waktunya mengulang lagi materi kuliah untuk Aka bukan hanya sekali dua kali tapi beberapa kali dengan sabar mengajari Aka sampai benar benar paham dan mengingat ingat yang lain teringat dengan cepat datang dan pergi kembali masuk kedalam memori....


... Teringat jelas senyuman Ren yang melekat di hati dan pikiran Aka tanpa diketahui apa yang sudah terjadi pada Ren sebenarnya. ...


... Mungkinkah kegigihannya akan terus bertahan mencari orang yang disayang lalu siapkah jika hari itu menjawab segala usaha yang sedang dikerjakannya jika itu adalah jawaban yang sebenarnya bisa dibilang lebih baik pasti akan membuat hatinya sangat sedih....


... Itulah yang sedang dikhawatirkan oleh Ved jika kebenaran itu datang langsung kepada Aka dengan segala keterbatasan yang dimilikinya bisa saja kemungkinan itu bisa saja terjadi bahkan tanpa sepengetahuannya sendiri....


... Melamun di dalam jendela kamar sahabatnya melihat kearah luar rumah....

__ADS_1


... ...


__ADS_2