Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 93: Mengenal lebih dekat.


__ADS_3

...Chapter 93: Mengenal lebih dekat....


...Waktu kembali di pukul setengah dua belas siang lebih lima belas menit....


...Di rumah sakit....


...Suara tetesan selang infus terdengar mengisi ruang pasien....


...Ved tetap cool dengan menu makan siang yang sedang disantap perlahan....


..."Apa kau butuh bantuan ku?" tanya Rumy....


...Tetap cool....


..."Tidak. Terima kasih" kata Ved....


...Rumy dengan menu makan yang juga sedang dimakan perlahan....


..."Sungguh. Tidak butuh bantuan ku?" tanya Rumy....


..."Ehmmm" jawab Ved....


...Rumy melanjutkan menghabiskan makan siang di atas tempat tidur pasien....


...Jarum jam didinding juga lebih jelas didengar diantara mereka....


...Rumy ingin mencari waktu untuk mengatakan apa yang dipikir oleh gadis remaja ini utarakan....


...Memandang Ved....


..."Maaf telah merepotkanmu" kata Rumy....


...Ved tetap sibuk dengan menu makan siangnya....


...Dalam hati Rumy....


..."Dia mendengarnya tapi … " kata Rumy....


...Mengutarakan isi hatinya....


..."Terimakasih sudah menolongku" kata Rumy....


...Belum ada respon dari Ved....


...Dan Rumy tidak ingin menundanya untuk mendapatkan tanggapan positif dari pria yang ada didalam satu ruangannya itu....


..."Kenapa kau ada disana ketika aku mengalami semua itu?" tanya Rumy....


...Sekali lagi belum ada respon dari Ved sama sekali....


...Rumy mulai emosi....


...Suaranya lebih tinggi mengajak bicara Ved....


..."Kau dengar tidak. Aku benar-benar ingin berterimakasih" kata Rumy....


...Menghentikan sejenak makan siangnya menaruh sendok di atas mangkuk berisi sup vegetarian bening....


...Tidak tahu endingnya akan seperti ini....


..."Apakah kau mau memberikan nyawamu untuk berterima kasih?" tanya Ved....


...Ved melanjutkan makan siang....


...Menjadi serba salah....


...Berkata jujur....


..."Ku rasa tidak" kata Rumy....


...Berharap akan ada obrolan lagi datang setelah obrolan sebelumnya nyatanya tidak bagi Ved....


..."Oh ya. Aku juga tidak akan bercerita kepada siapapun kalau kau juga bisa menghilang" kata Rumy....


...Tiba-tiba Ved batuk....


...Mengambil air di atas meja makan siang kecil yang ada diatas tempat tidur....


...Meminum air dari dalam gelas....


...Melirik lagi pria disebelah kanannya itu....


..."Ada apa. Kali ini aku juga berkata jujur" kata Rumy....


...Dia mengingat lagi kapan waktu terakhir kali menghapus ingatan itu dari pikiran gadis remaja di sebelah kanannya itu....


...Kembali menghabiskan menu makanan....


...Tenang seakan tak ada guncangan apapun yang menimpa....


..."Ada apa dengan kekuatan ku?" tanya Ved....


...Menyadari perubahan diri sejak terbangun dari tidur akibat obat bius setelah operasi tadi malam....


..."Proses pemulihan lukaku ini juga berjalan lambat" kata Ved....


...Rumy melihat orang yang diajaknya bicara sedang memikirkan banyak hal yang tidak ingin diutarakan kepada orang lain....


...Dia mendengarnya, mendengar Rumy berpendapat tentang dirinya....


...Memperhatikan Ved....


..."Kau sedang memikirkan sesuatu. Sungguh, aku tidak akan mengatakan rahasiamu" kata Rumy....


...Langsung to the point....


..."Lalu menurutmu. Aku itu apa?" tanya Ved....


...Menjawab apa adanya....


..."Bagaimana aku bisa tahu kamu orang seperti apa. Kita juga baru bertemu" kata Rumy...


..."Setelah ini jika kita bertemu lagi berpura-puralah tidak mengenalku" kata Ved....


..."Apa itu sangat serius?" tanya Rumy....


...Lalu bertanya lagi tentang seseorang....


..."Bagaimana kau bisa mengenal kak Dashie?" tanya Rumy....


...Ved lebih memilih untuk menghabiskan menu makanannya yang tinggal separuh porsi belum habis dimakan tanpa menjawab pertanyaan dari Rumy....


...Di dalam pikirannya kini adalah kenapa semua yang ia lihat kemarin hanya tersisa sedikit memori tentang pelaku penyerangan tadi malam. Pelakunya langsung kabur setelah melakukan penyerangan kepada mereka tanpa memberikan gambaran petunjuk bagaimana tentang rupa wujudnya....


..."Sadar Ved. Dia salah satu dari bangsa Blacwhe" kata Ved....


...Memikirkan diri sendiri....


..."Dia bahkan membuat diriku tidak bisa menggunakan kekuatan ku" kata Ved....


...Melihat Rumy....


..."Apa hubungan gadis itu dengan semua penyerangan ini?" tanya Ved....


...Rumy merespon Ved....


..."Ada yang ingin kau bicarakan?' tanya Rumy....


...Berhenti untuk memperhatikan gadis disebelah kanannya itu....


...Kembali dengan memakan sup vegetarian....


...Ved tetap tak ingin menanggapi ucapan Rumy yang berniat lebih akrab dengan orang yang telah menolong dirinya dari kejahatan seseorang....


...Dia kesal dengan respon Ved yang dianggapnya terlalu cuek kepada orang lain....


..."Apa yang dia inginkan?" tanya Rumy....


..."Keterampilan sosialnya buruk sekali" kata Rumy....

__ADS_1


...Ibunya datang setelah pulang sebentar untuk mengambil keperluan Rumy....


...Dia membuka tas berisi keperluan pribadi seorang anak perempuan....


...Merebut sesuatu yang secara tidak langsung dilihat oleh Ved....


...Melirik ke arah Ved....


..."Mah" kata Rumy....


..."Maaf. Ibu lupa" kata Ibunya Rumy....


...Ved menghindar secara halus agar tidak melihat sebagian isi yang terlihat dari tas berisi keperluan seorang gadis yang sedang menstruasi....


...Ibunya Dashie datang dengan membawa beberapa buah yang baru dibelinya di supermarket di dekat rumah sakit...


...Memberikan satu kilogram buah apel merah kepada Ibunya Rumy....


..."Kebetulan tadi saya mampir di toko buah jadi teringat Rumy ketika melihat apel-apel ini" kata Ibunya Dashie....


..."Terima apel-apel ini" kata Ibunya Dashie lagi....


...Ibunya Rumy terlihat tidak ingin merepotkan ibunya Dashie....


..."Terima saja" kata Ibunya Dashie....


..."Terimakasih Bu Calen" kata Ibunya Rumy....


..."Sama-sama Bu Riley" kata Ibunya Dashie....


...Ved tanpa disadari oleh orang yang ada di dalam sana sesekali secara sembunyi menatap ke arah Rumy....


...Seperti saat ini sedang terjadi...


...tidak tahu dengan apa yang sedang dilakukan olehnya sendiri ketika melihat Rumy....


...Detak jantungnya berdetak kembali beraturan setelah sebelumnya berdetak tidak beraturan lebih cepat dari biasanya ketika berbicara dengan Rumy....


..."Aku tidak pernah merasakan detak jantung yang seperti itu" kata Ved....


...Berpikir ulang belum mendapatkan jawaban atas pertanyaannya itu....


..."Entahlah" kata Ved....


..."Yang terpenting sekarang adalah bagaimana kekuatan ku bisa kembali lagi" kata Ved....


...Bersamaan waktu makan siang datang seseorang yang sudah Ved kenal sebagai sahabatnya. Ya, dia adalah Ren....


..."Ren" sapa Ved....


...Dia menyapa orang-orang yang berada di sana termasuk ibunya Rumy dan Rumy....


...Dia dengan keramahan alamiah dimiliki tanpa segan bersikap memberikan kesan orang baik....


..."Ren. Kau pasti sangat sibuk tapi masih sempat menjenguk Ved" kata Ibunya Dashie....


...Wajah malaikat milik Ren....


..."Ya. Nggak apa-apa Tante" kata Ren....


..."Duduk disini" kata ibunya Dashie....


...Ibunya Dashie memberikan kursi duduk yang tersedia untuk pengunjung di ruangan pasien....


...Ibunya Dashie berniat akan keluar sebentar untuk pergi ke instansi radiologi di rumah sakit itu....


..."Tante mau kemana?" tanya Ren....


..."Tante mau pergi mempersiapkan konsultasi untuk Ved" kata ibunya Dashie....


...Ibunya Dashie pergi dari ruangan pasien....


...Tanpa perasaan ekspresi wajah Ren melihat Ved....


..."Aku baru tahu kau bisa sakit" kata Ren....


..."Menurutmu?" tanya Ved....


...Nada suara meledek sekaligus menekan sengaja....


..."Marah saja. Kau juga bisa marah kan" kata Ren....


...Tawaran yang sangat berharga untuk Ren....


..."Bisakah kau gantikan aku disini?" tanya Ved....


...Responsif untuk seorang Ren....


..."Menggantikan mu, disini?!" kata Ren....


...Melirik ke arah Rumy....


...Mendekat kepada Ved...


...Ved mulai menjaga jarak dari temannya yang semakin mendekat....


...Berbisik sedikit suara terdengar hanya Ved yang mendengarnya....


..."Jika aku jadi kau. Aku tidak ingin melakukan itu" kata Ren....


...Ved melihat siapa yang dilirik oleh sahabatnya itu....


...Mendorong Ren menjauh darinya....


..."Menjauh dariku!" kata Ved....


...Ren menjauh setengah meter dari jarak sebelumnya....


...Merasa usul dari sahabatnya itu membuatnya sedikit salah tingkah untuk sebagai seorang pria....


...Merasa pendapat dari Ved barusan sepenuhnya setuju....


..."Aku lupa pacarmu kan hanya rumus dan pekerjaan" kata Ren....


...Suaranya membela diri dengan pertanyaan yang sering ditanyakan kepadanya ketika dibilang hal yang tidak jauh berbeda dengan apa yang dikatakan oleh Ren....


..."Mengapa semua orang berkata seperti itu padaku?" tanya Ved....


...Dia sekali lagi meledek sahabatnya yang sedang sakit dengan sengaja....


..."Coba saja kau tanyakan hal ini kepada gadis itu" kata Ren....


...Menghela nafas pendek....


..."Heeeeh" kata Ved....


..."Bukan aku tapi kau sendiri" kata Ved....


...Ved melihat gejala yang ada di dalam diri Ren. Dia terlihat kelelahan meski segalanya tersamarkan oleh fisiknya yang ahli menyesuaikan diri bagai bunglon....


...Ved yang ketularan usilnya dari Jarrel....


..."Apa kau melakukan kerja paksa?" tanya Ved....


..."Kerja paksa?" tanya balik Ren....


..."Tidak juga. Aku hanya belajar menjadi pekerja keras" kata Ren....


...Balik bertanya....


..."Memang ada yang aneh?" tanya Ren....


..."Astaga. Aku lebih terlihat seperti kakakmu sendiri" kata Ved....


...Ved melanjutkan makan siangnya lagi yang tinggal seperempat porsi....


...Melihat diri dengan layar ponsel lalu mengingat seseorang yang dekat dengan Ved....


..."Apa Aka kemari?' Tanya Ren....

__ADS_1


...Reaksi terang-terangan tidak begitu setuju dengan pertanyaan Ren yang menanyakan sahabat perempuannya itu....


..."Kenapa?" tanya Ved....


..."Aku hanya tanya saja" kata Ren....


..."Yakin. Tidak ada yang lain?" tanya Ved....


..."Kau jelas-jelas tidak bisa diajak bekerja sama" kata Ren....


...Alasannya adalah kasihan dengan sahabatnya ini sehingga tidak memberitahukan sedang apa dan dimana orang yang dicarinya....


..."Dia langsung pergi tadi setelah menjenguk ku" kata Ved....


...Melanjutkan kalimat yang selanjutnya....


..."Sepertinya, dia sedang buru-buru" kata Ved....


...Menyadari maksud dari segala tindakan yang diperlihatkan oleh sahabatnya ini....


..."Tunggu" kata Ved....


...Ved belum sempat berkata sesuatu kepada Ren tapi orang itu sudah pergi dengan meninggalkan satu parsel buah-buahan segar di atas meja....


..."Sejak kapan dia lebih mementingkan seorang wanita" kata Ved....


...Sadar diri....


...Ved yang sedang memakan brokoli dari dalam sup di mangkuk....


..."Benar juga mau tidak mau ketika sahabat memiliki pacar atau teman baru harus terima hubungan persahabatan yang telah lama akan menjadi renggang" kata Ved....


...Rumy baru keluar dari dalam kamar kecil di ruangan pasien tersebut....


...Ibunya membantu membawakan selang infus beserta kantung infusnya....


...Ibunya membantunya untuk naik lagi keatas ke tempat tidur dengan infus dipasang lagi di tiang infus....


...Rumy sudah berada diatas tempat tidur pasien....


...Ved ketahuan sedang memperhatikan Rumy lalu kembali dengan sikap cool tenang mengalihkan pandangannya dari remaja putri ini....


...Dengan ekspresi agak tidak yakin dengan dirinya sendiri....


..."Meragukan" kata Rumy....


...Dari dalam ponsel Rumy tak sengaja ibunya menemukan sebuah foto yang tidak asing....


...Raut wajah yang terlihat memendam amarah....


...Menunjukkan foto itu kepada putrinya....


..."Ini Bloom kan!" kata Ibunya....


...Dia lupa kalau ia masih menyimpan foto Bloom di dalam ponselnya....


..."Ya" jawab Rumy....


..."Ibu akan menghapusnya" kata Ibunya....


...Ibunya langsung menghapus foto Bloom yang merupakan pacar Rumy....


..."Awas saja kalau kau masih menyimpan foto-fotonya lagi" kata Ibunya....


...Kemarahannya belum berakhir....


..."Gara-gara anak ini semua teman sekolahmu menjauhimu" kata Ibunya....


..."Kau juga lupa orang-orang juga menuduhmu atas semua tuduhan yang tidak kau lakukan" kata ibunya Rumy....


...Rumy menyadari kalau dia salah masih menyimpan kenangan tentang Bloom yang juga sudah diketahui oleh kedua orang tuanya bahwa dia adalah pacar putri mereka....


...Ponsel Rumy diberikan kepadanya lagi....


..."Kau harus renungkan perkataan ibu" kata ibunya....


...Lalu, ibunya pergi keluar dari ruangan tersebut....


...Ved sudah selesai dengan makan siangnya lalu berusaha sendiri memindahkan meja makan kayu yang digunakan untuk mempermudah aktivitas menyantap makanan disebelah kirinya....


...Melihat ke arah Ved....


...Ved sedang berpura-pura tidak mendengar segala perkataan yang dikatakan oleh ibunya Rumy sebelumnya di tiga puluh detik yang lalu....


..."Aku terima ucapan terimakasih mu" kata Ved....


...Tak ada kebohongan yang terlihat oleh Ved disaat melihat kondisi Rumy bahwa dia sedang menahan kesedihan....


...Memberitahu kondisi Rumy secara langsung....


..."Kau terlihat akan menangis" kata Ved....


..."Aku tahu tak perlu dijelaskan" kata Rumy....


...Ini bagaimana ceritanya jadi dia yang seakan bersalah atas kesedihan orang lain....


...Itu yang dirasakan oleh Ved....


...Ved yang dikenal gentleman hadir kembali....


..."Jangan seperti itu. Kau membuatku serba salah" kata Ved....


...Rumy masih melihat Ved dengan tatapan sedihnya yang masih berjalan belum berakhir....


..."Tahan air matamu" kata Ved....


...Ren yang sudah berada didepan pintu rumah sakit....


...Dia mulai menyimpulkan dengan apa yang baru saja diselidikinya secara langsung....


..."Perlahan kekuatannya akan semakin menghilang" kata Ren....


..."Dan gadis itu sepertinya juga sama dengan Ved tidak akan mengingat siapa yang sudah menyerang mereka" kata Ren....


...Raga Ren mengeluarkan aura hitam menjadi memutih dengan sendirinya dengan berhasilnya menebar racun kepada Ved tanpa meninggalkan jejak yang tidak bisa terlihat oleh Ved sekalipun merupakan sama juga sebagai bangsa Blacwhe....


...Kesal kepada Hoshie....


..."Dan pria brengsek itu merusak segalanya" kata Ren....


..."Si brengsek yang sedang sekarat itu" kata Ren....


..."Padahal dia juga belum tentu lebih baik dariku" kata Ren....


...Kesal dengan Ved juga...


..."Gara-gara Ved juga aku tidak bisa mengambil aura gadis itu" kata Ren....


...Yang dimaksud olehnya tentu Ved yang sudah menggagalkan rencananya tadi malam....


...Ren yang ada di sebelah kiri depan pintu masuk rumah sakit....


...Minum vanilla milkshake dengan sedotan berwarna putih sama dengan cup yang ia pegang sekarang....


...Melihat dua orang polisi wanita dan tiga orang polisi laki laki masuk kedalam rumah sakit. Polisi yang sama yang dilihatnya tadi malam ketika dirinya datang kembali dalam mode tidak terlihat di rumah Rumy....


..."Mereka lagi" kata Ren....


..."Semua jejak ku disana telah menghilang dengan sendirinya pasti kalian sedang kebingungan sekarang" kata Ren....


...Dia menerima pesan dari wanita yang ia cari....


..."Dia lagi. Kenapa begitu naif dan juga keras kepala" kata Ren....


...Ren tidak menanggapi pesan yang dikirim oleh Aka....


..."Dan kini dia mulai mengganggu ku lagi" kata Ren....


...Aka kembali terabaikan oleh Ren dari sekian banyak kegigihannya untuk mengenal lebih dekat orang yang dianggapnya adalah Ren ini....

__ADS_1


__ADS_2