Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 134: Kau yang terbaik.


__ADS_3

...Chapter 134: Kau yang terbaik....


..."Aku tidak melihatmu" kata Nawa....


... Ia berdiri didepan jendela bagian dalam kamar kos kosan yang ia tempati sebagai tempat tinggal saat ini dan tidak melihat kekasihnya menyalakan lampu kamarnya membuat ia terus bertanya dimana ia sekarang tapi tak ada jawaban dari semua pertanyaan yang ia kirimkan lewat pesan juga nomornya sulit untuk dihubungi....


..."Apa dia sedang bermain dengan Yellow atau Jeje?" tanya Nawa....


... Di depan kos kosan Dashie yang ramai oleh para pejalan kaki yang mampir di toko toko yang masih buka di pukul tujuh malam ini....


... Ghazi dan Oryn baru bisa bertemu setelah seharian tidak bertemu mereka juga ada disana tidak dengan banyak kata yang ingin dikatakan oleh keduanya seperti biasa....


... Dari dalam kos kosan seseorang berlari menerobos ke empat orang yang saat ini sedang mengobrol membicarakan sesuatu disekitar area dekat kos kosan....


... Dia berlari terus berlari kencang seperti sedang menyimpan kesedihan....


..."Dia kenapa?" tanya Ghazi....


..."Seseorang itu berarti ketika ia sudah pergi" kata Oryn....


..."Maksudmu?" tanya Ghazi....


..."Sebentar lagi kita tahu jawabannya" kata Oryn....


... Nawa yang berlari menuju arah rumah kekasihnya yang sulit untuk dihubungi beberapa jam yang lalu. Berpikir negatif yang tidak ingin itu menjadi sebuah kenyataan tapi itu memang menjadi sebuah mimpi buruk untuknya di hari yang bahkan ia tidak menduga ini akan terjadi....


... Rumah yang sudah tidak berpenghuni di depannya kini hanya ada para penjaga sedangkan untuk penghuninya sudah pergi ke luar negeri untuk melanjutkan pendidikan disana tanpa memberi pesan ataupun bercerita ia akan pergi....


... Jawaban yang ia terima dari segala pertanyaan yang biasa baginya sebagai seorang kekasih yang tidak mendapatkan kabar tentang dimana kekasihnya ternyata ini jawaban yang ia terima....


... Dia berjalan dengan tanpa semangat kembali melewati jalan yang sama langkah demi langkah ia ambil....


..."Tidak harus seperti ini" kata Nawa....


..."Dia pergi" kata Nawa....


... Dia tertunduk dengan wajah menatap aspal jalan yang ia lalui dibawah malam yang cerah dengan bulan bersinar penuh tidak dengan hatinya di malam ini. Tak bisa berkata setelah mengetahui bahwa seseorang yang mulai ia sayangi telah pergi tanpa kata apapun sebagai salam perpisahan....


..."Dia pergi" kata Nawa....


... Menaikkan wajahnya tidak lagi tertunduk melihat ke bawah....


..."Bagaimana aku bisa merelakanmu?" tanya Nawa....


..."Beritahu aku caranya?" tanya Nawa....


... Dia kembali dengan langkah untuk pulang melewati setiap bangunan yang tadi ia lewati kini kembali dengan berjalan tanpa semangat jauh lebih terlihat sedih itu yang sedang tergambarkan dari raut wajah Nawa....


... Hoshie tidak pernah melihat Nawa seperti ini lalu menghampiri seseorang yang sudah ia anggap sebagai adiknya sendiri....


..."Ada apa dengan wajahmu?" tanya Hoshie....


... Dia tidak menjawab pergi begitu saja dengan ekspresi sangat sedih ingin menyimpannya sendiri. ...


... Melihat ketiga orang yang lain yang juga ada disekitar Hoshie dengan salah satu dari mereka sudah mengetahui alasan mengapa dia menjadi seperti itu....


... Menarik Oryn agar mau mengatakan berita yang belum diketahui....


... Berteriak....


..."Kita pergi sebentar!" kata Hoshie....


... Dia menjauh dari kedua wanita yang tidak berada jauh dari mereka....


... Hoshie berencana untuk membicarakan ini dengan jarak mereka yang jauh dari keduanya secara santai agar terlihat seperti sedang mengobrol sesuatu yang biasa laki laki obrolkan untuk sesama laki-laki....


... Merangkul Oryn....


..."Katakan!" kata Hoshie....


..."Kau mau informasi apa dariku?" tanya Oryn....


... Hoshie masih merangkul Oryn dengan tangan kanannya itu....


..."Lepaskan tanganmu" kata Oryn....


..."Ok" kata Hoshie....


... Oryn menjelaskan apa yang sedang terjadi dengan kedua remaja yang dibilang sebagai sepasang kekasih itu....


... Tentang Nawa dengan ekspresi wajah yang menyimpan rasa sedihnya sendirian....


... Dia menceritakan kejadian tentang ketidaksadaran seseorang yang hampir saja menghabisi nyawa orang lain karena pengaruh seseorang yang merupakan salah satu bangsa Blacwhe....


... Reaksi yang diperlihatkan oleh Hoshie yang serius sekali ketika mendengarkan penjelasan dari sahabatnya itu....


... Mereka semakin jauh dari kedua wanita yang saat ini ada didepan sebuah bangunan yang menerima jasa tempat tinggal....


..."Ini sudah menjadi keputusan dari remaja itu" kata Oryn....


..."Ia sudah bijaksana di usianya terbilang muda" kata Hoshie....


..."Apa kita akan kembali. Mereka akan berpikir aneh-aneh tentang kita?" tanya Hoshie....


..."Kau jangan seperti anak kecil" kata Oryn....


... Oryn Mason menggiring pergi semakin pergi dari keduanya dari saudara kembar itu....


... Oryn sambil bertambah jauh bersama dengan Hoshie pergi menjauh menyempatkan diri untuk menghubungi nomor ponsel kekasihnya....


..."Aku harus pergi" kata Oryn....


..."Ok" kata Ghazi....


... Obrolan lewat ponsel berakhir....


... Dashie yang melihat situasi yang sedikit tidak ramah untuk kakak perempuannya....


... Dia tidak dipungkiri lagi sedang menutupi rasa marahnya dari adiknya itu....


... Dia tersenyum sinis dengan apa yang telah ia alami secara singkat didepan mata....


... Dengan sebuah ide....


..."Kapan kalian jadian?" tanya Ghazi....


..."Aku dan siapa?" tanya Dashie....


... Arah mata masih melihat ke arah kekasihnya dan Hoshie yang semakin jauh....


..."Kau dan Hoshie?" tanya Ghazi....


..."Kami berdua asyik menjadi teman tidak menjamin sebagai pasangan" kata Dashie....


..."Kau memang tumbuh menjadi dewasa" kata Ghazi....


..."Dewasa apanya. Kau jauh lebih dewasa dariku" kata Dashie....


... Dia dengan pipinya yang memerah dengan udara yang semakin dingin tidak seperti biasa....

__ADS_1


... Sorot mata tajam wajah marahnya kini kembali seperti yang ia gambarkan setiap hari kepada semua orang....


... Dashie yang sedang memakan permen jelly kedua pipinya terisi makanan....


..."Kau jauh lebih cantik dengan wajah seperti ini" kata Dashie....


... Dia selalu percaya diri....


..."Aku harus selalu cantik" kata Ghazi....


..."Lalu?" tanya Dashie....


..."Aku bisa mendapatkan apa yang ku inginkan" kata Ghazi....


..."Kau suka peran villain rupanya" kata Dashie....


... Dashie masih menganggap pertanyaan dari kakaknya hanyalah sebuah candaan biasa tapi tidak menutup kemungkinan itu menjadi jalan yang ia pilih....


... Nora datang....


... Dia terlihat sangat ceria membawa banyak cinta juga di kedua tangannya lalu memotong pandangan Ghazi yang masih melihat kedua sahabatnya semakin pergi menjauh....


... Kekasih dari kakak laki laki mereka terlihat berlari lumayan cepat....


... Dia datang lalu langsung memeluk kedua gadis kembar di depannya itu....


..."Kau terlihat sangat senang" kata Dashie....


..."Ayo kita pergi!" ajak Nora....


..."Kemana?" tanya Ghazi....


... Menyeret keduanya pergi tanpa memberitahu akan pergi kemana....


..."Apa kau baru saja dapat gajian?" tanya Ghazi....


... Nawa yang ada di kamarnya sendiri....


... Menggerakkan pensil yang ia pegang diputar berulang-ulang dengan jemari tangan kanan sambil melihat layar ponsel membuka salah satu akun sosial media milik kekasihnya....


... Dia sudah mengirim pesan tapi belum dibaca dengan kondisi akun yang masih offline....


..."Dia tidak menjawab pesanku?" tanya Nawa....


..."Ada apa dengannya. Kenapa tiba-tiba begini?" tanya Nawa....


... Dia belum melihat kalau pacarnya sudah online lagi....


... Mulai frustasi....


..."Tapi, mau gimana lagi tidak mungkin untuk membawanya pulang ke negara ini" kata Nawa....


..."Itu sudah keputusannya" kata Nawa....


..."Aku harus menghargai itu" kata Nawa....


... Dia menyandarkan wajahnya diatas meja menghadap ke arah jendela melihat keluar melihat ke arah rumah kekasihnya yang telah pergi....


... Tak ada yang menghubungi nomor ponselnya lagi....


... Dia tidak melihat kontak nama dari seseorang yang tadi malam menghubungi nomor ponselnya....


..."Aku tidak tahu orang seperti ku bisa merasakan hal ini" kata Nawa....


... Tiga menit berlalu....


... Lalu menit selanjutnya bertambah hingga sepuluh menit sudah berlalu....


... Tiga puluh menit kemudian....


... Dia dengan tugas-tugas sekolah....


... Memegang kepalanya sendiri bagian kiri atas dengan tangan sebelah kiri....


..."Astaga. Aku ingin minum" kata Nawa....


..."Sudah jam berapa?" tanya Nawa....


..."Sungguh. Aku tidak tahan lagi" kata Nawa....


... Dia kembali mengerjakan tugas-tugas yang belum selesai....


..."Tapi, jika aku minum lagi maka aku akan mati" kata Nawa....


... Di luar kos kosan....


... Hoshie bersama dengan Hot duduk di rooftop rumah Po....


... Mereka mengamati sejak tiga puluh menit yang lalu ada disana sambil memakan marshmellow yang dibawa oleh Hot....


..."Bagi lagi" kata Hoshie....


... Dia dengan satu bungkus ukuran besar marshmellow....


... Hot membaginya kepada Hoshie secara cuma-cuma....


..."Apa dia akan baik-baik saja?" tanya Hot....


..."Kurasa dia sedang menahannya" kata Hoshie....


..."Kita mungkin saja bisa taruhan" kata Hot....


..."Kita sudah pensiun" kata Hoshie....


... Makan satu marshmello lagi....


..."Ahhh. Aku lupa itu sudah berlalu" kata Hot....


... ...


... Nawa belum berpindah tempat dari tempat semula dengan lampu putih terang kamar yang masih menyala juga jendela yang belum tertutup penuh tirai putih yang ada di jendela kamar....


... Aura yang keluar dari dalam dirinya kini juga kembali keluar dengan reaksi yang tidak berlebih masih menahan emosi seperti yang ia lakukan di menit menit sebelumnya yang terlihat dari kedua orang yang berada di atas rooftop rumah orang lain....


..."Oh ya. Aku ingin menanyakan hal iseng" kata Hoshie....


..."Pasti aneh-aneh kan" kata Hot....


..."Sudah pasti aneh" kata Hoshie....


... Ingin dihormati oleh orang lain....


..."Dipikir-pikir usia kita beda. Kapan kamu memanggil ku kakak?" tanya Hot....


... Langsung praktekkan....


... Agak ragu....


... Tambah ragu....

__ADS_1


... Mikir, apa harus ditanyakan kepada orang yang memang seharusnya dipanggil kakak oleh Hoshie....


... Jiwa seorang Sang pemimpin muncul ...


..."Jangan buat orang kesal!" kata Hot....


..."Aku mau tahu. Kenapa kakak dulu sangat menyukai mantanku?" tanya Hoshie....


... Hot dengan ekspresi mulai emosi yang mulai meledak....


..."Aku ingin memukul seseorang" kata Hot....


... Masih dengan Hoshie yang meledek Hot....


..."Kau bukan orang seperti itu" kata Hoshie....


... Belum usai untuk Hoshie....


..."Kau juga tahu kenapa dia lebih memilihku" kata Hoshie....


... Dia dengan mode sedang marah....


..."Karena aku jauh lebih tampan darimu" kata Hot....


... Mengiyakan apa yang dikatakan oleh sahabatnya itu....


..."Kau memperjelasnya sendiri" kata Hoshie....


... Dia masih menahan emosinya sedari tadi disaat bersama dengan Hoshie....


..."Jangan tanya ini lagi" kata Hot....


... Merebut makanan yang ada dalam genggaman tangan Hot....


..."Berikan ini padaku" kata Hoshie....


..."Ini sudah menjadi milikku" kata Hoshie....


... Mereka berdua masih dengan kekuatan kedap suara yang dipasang oleh Hoshie....


... Tiga lapis cahaya hijau seperti aurora secara alami terbentuk bergerak tidak pergi dengan berdampingan dengan kekuatan dari salah satu bangsa Blacwhe yang merupakan kekuatan dari milik Hoshie....


... Di rumah sakit....


... Ved sedang menerima pesan dari Jarrel....


..."Tugas darimu sudah selesai aku kerjakan" kata Jarrel....


..."Dia sudah tak ada didekatnya?" tanya Ved....


..."Kau tidak percaya padaku?" tanya Jarrel....


... Jarrel mengirimkan bukti akan keberangkatan Po disaat di bandara bukan hasil editan tapi itu adalah bukti asli....


..."Apa ini tidak keterlaluan. Dia masih sangat kecil?" tanya Jarrel....


..."Tidak sama sekali" jawab Ved....


... Pesan dari Ved....


... ...


..."Jangan terlalu bersikap lunak" kata Ved....


... Mode mengetik....


... Dia juga mengirimkan tanggapan tentang sahabatnya ini yang baru saja memberi nasihat tapi hal itu tidak jadi untuk dilakukan....


... Jarrel sudah melakukan hal yang juga ia setuju tapi di dalam lubuk hatinya masih memikirkan bagaimana perasaan hati gadis remaja yang sudah berpindah tempat jauh menjauh dari remaja laki-laki itu....


..."Kalau akan jadi begini, seharusnya aku buat dinding pelindung lebih dari yang ku bisa" kata Jarrel....


..."Gadis itu tidak perlu harus pergi" kata Jarrel....


... Dia melihat ruangan yang terang di pukul setengah sembilan malam ini....


... Orang-orang datang lebih sering terlihat sepasang kekasih terlihat sebagai pengunjung dari salah satu toko di pusat perbelanjaan tersebut....


... Dia dengan masih memakai setelan bisa dibilang formal dengan syal abu-abu melingkar di lehernya dari setelan jas hitam dan bawahan hitam dengan kemeja putih panjang yang ia pakai beserta sepatu kulit hitam formal. ...


... Jarrel sedang berada di butik milik ibunya memantau perkembangan bisnis pribadi ibunya itu....


..."Anda pemilik tempat ini?" tanya seorang wanita....


..."Ya" kata Jarrel....


..."Anda sangat tampan" kata wanita itu....


... Dia sedikit tersenyum dari sisi ujung bibir sebelah kirinya tapi tetap tulus terlihat oleh orang yang melihatnya....


..."Bagaimana kalau saya jodohkan dengan putri saya?" tanya wanita itu....


... Beberapa karyawan wanita yang ada disana mendengar dan melihatnya sendiri....


... Jarrel mulai mundur satu langkah dan bersikap serius tapi tetap santai....


... Mereka menutupi mulutnya dari tawa kecil yang mereka tahan menyaksikan bos mereka mendapatkan tawaran yang lumayan menguras emosi....


..."Mah. Hentikan, ini aku putramu sendiri" kata Jarrel....


... Dia dengan para pengunjung lain yang juga tidak mengikuti alur obrolan ini tapi sedikit mendengar mungkin bisa saja dengan kondisi mereka masih dalam ruangan toko....


... Kuku indah dengan cat kuku merah muda berhias glitter silver dari wanita yang dipanggil oleh Jarrel sebagai ibunya....


... Dia memeriksa gaun gaun putih yang terpajang di dalam etalase beserta pasangan tuksedo dari gaun pengantin yang tiga detik yang lalu ia sentuh....


..."Oh ya. Mamah sudah lama tidak melihat Callie, apa kau tahu dimana dia sekarang?" tanya ibunya Jarrel....


... Jarrel tidak langsung menjawab pertanyaan dari ibunya ini tapi ia melihat dengan tatapan curiga....


... Menghela nafas merasa tidak percaya dengan apa yang ia terima....


... Aura keibuannya muncul kembali....


..."Ya Tuhan. Ibu bukan tipe orang tua yang ada di sinetron sinetron itu" kata Ibunya Jarrel....


..."Asalkan kalian saling mencintai. Itu sudah cukup bagi ibu dan ayah" kata Ibunya Jarrel....


... Jarrel jadi ingin lari karena malu sekaligus senang setelah mendengar ini secara langsung oleh ibunya sendiri....


... Tapi jiwa bisnisnya muncul dengan tatapan curiga kembali di depan ibunya ...


... Nona Sora yang sudah paham dengan sifat putra satu-satunya ini....


..."Kau tidak percaya dengan Nona Sora" kata ibunya....


... Jarrel memeluk ibunya....


..."Kau yang terbaik!" kata Jarrel....

__ADS_1


... ...


__ADS_2