Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 35: Tidak ingin melepasmu.


__ADS_3

...Chapter 35: Tidak ingin melepasmu....


..."Menurut kamu di antara wanita ini dan disini, siapa yang paling cantik?" tanya Hoshie....


... Pukul lima sore lebih dua puluh menit Dashie sedang menyuapi Hoshie makan yang sedang menggeser layar ponsel yang berada di sisi kanan tangannya sendiri memilih satu gadis diantara banyak pilihan gadis dari galeri ponsel Hoshie....


... Belum ada jawaban dari Dashie....


... Ngambek....


..."Ayolah kau pilih salah satu" kata Hoshie....


... Satu detik kemudian....


..."Buka mulutmu" kata Dashie....


... Hoshie membuka mulut dan memakan bubur dari Dashie lalu gadis ini terlihat melihat beberapa gadis yang ada di layar ponsel Hoshie....


... Memberikan jawaban....


..."Ini?" tanya Dashie....


... Masih dengan bubur di mulut pelan mengunyah lalu melihat pilihan gadis yang dipilih oleh Dashie....


... Bubur sudah dimakan di dalam mulut....


..."Kenapa harus dia?" tanya Hoshie....


..."Kau tadi menyuruhku memilih. Bagaimana sih?" tanya Dashie....


... Wajah ngambek....


..."Aku maunya kamu" kata Hoshie....


... Dashie menyuapi Hoshie lagi dengan bubur polos tanpa apapun....


..."Kenapa, kau berhak dipilih" kata Hoshie....


... Menaruh mangkuk bubur yang belum habis dimakan oleh Hoshie....


..."Jangan pergi. Aku belum menghabiskan makananku" kata Hoshie....


... Dashie mengambil lagi bubur dari atas meja di sebelah tempat tidur Hoshie....


... Di tempat kerja....


... Tumpukan pekerjaan membuat Luc akan lembur lagi di sisi ruang lain juga mengalami hal yang sama dengan pekerjaan yang dikejar kejar terus bagaimana caranya agar cepat diselesaikan sesuai target perusahaan....


... Luc mendapatkan partner kerja baru yang bekerja di bagian manajemen sumber daya manusia....


... Jantung Luc terasa amat sakit setelah beberapa hari tidak mengambil aura manusia sekarat rasa tubuhnya ingin tumbang....


..."Ada apa dengan diriku ini" kata Luc....


... Xie yang melihat dari ruangan kaca ruang kerjanya menghampiri rekan kerjanya segera setelah melihat kondisinya tampak tidak baik baik saja berpegangan pada meja ruang kerja berdiri disana dengan wajah pucat....


... Luc teringat kematian seseorang yang dilakukan oleh dirinya sendiri kepada orang lain yang tak pernah dia lupakan dari semua korban meninggal yang menjadi korban dari tangannya sendiri....


... Wanita itu berkaca kaca tak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Luc kepada dirinya sendiri disaat itulah dia pergi meninggalkan wanita itu sekarat sendirian tak bisa banyak bergerak sulit mencari bantuan ditinggal olehnya setelah aura milik wanita itu diambil habis oleh Luc....


..."Akhirnya, aku menyusulmu" kata Luc....


... Siapakah wanita yang dia maksud bisa dibilang cukup dekat dalam kehidupan masa lalu yang sudah di lewati hingga di akhir hidupnya sekarang....


... Menghampiri....


..."Kau tidak apa apa?" tanya Xie....


... Luc mendorong Xie agar menjauh darinya pergi....


..."Jangan mendekat" kata Luc....


... Xie bukan hanya terkejut tapi sangat syok dengan apa yang baru saja terjadi pada Luc....


... Memanggil....


..."Luc" kata Xie....


... Luc hilang di hadapan Xie....


... Xie terjatuh ke lantai merasa dunia yang dilihatnya bukanlah dunia yang biasa dia jalani....


..."Siapa yang bisa jelaskan semua ini?" tanya Xie....


... Xie pergi dari ruang kerja Luc seakan tidak terjadi apa apa pergi mengecek ruang keamanan untuk melihat kejadian yang sebenarnya yang telah terjadi barusan di ruang kerja rekan kantornya mencari kebenaran yang telah terjadi disana....


... Apa hasil dari keingintahuannya itu tidak membuahkan hasil apapun di dalam sana kamera tiba tiba buram bahkan sejak Xie akan masuk kedalam ruang kerja Luc....


... Keluar dari ruang keamanan perusahaan seperti tak bersemangat berjalan kembali ke arah ruang kerja bagaimana dia harus mengambil sikap setelah melihat dengan kedua matanya sendiri seseorang hilang dengan tiba tiba....


..."Apakah aku sudah gila?" tanya Xie....


... Melihat waktu di dinding kantor perusahaan yang terpasang di dinding lurus ke depan melewati pintu lift berdiri di sana belum pergi Xie menunggu detik detik waktu terus bergerak maju....


... Kondisinya lemas ketakutan sudah tentu tak kunjung dia mau percaya dengan peristiwa yang menimpa Luc....

__ADS_1


..."Aku juga tidak masuk ke dunia lain" kata Xie....


... Menepuk rekan kerjanya dari belakang setelah pulang selesai survei ke lapangan produk baru perusahaan yang kemarin baru diluncurkan....


..."Kau sedang apa disini?" tanya rekan kerjanya di bagian penjualan itu....


... Sedikit kaget tapi masih dengan keadaan yang sama....


..."Oh" kata Xie....


... Xie kembali bersama rekan kerjanya menuju pintu lift perusahaan menuju ruang kerja mereka....


... Sedangkan ponsel Luc berdering memanggil Hoshie yang masih di rumah sakit menunggu panggilan teleponnya terhubung kepada pemiliknya yang realita sebenarnya telah pergi....


... Xie sudah sampai di depan ruang kerja Luc yang tidak ada satupun orang di dalam sana selain bayangan yang dia lihat disaat terakhir kali mereka ada disana bertemu untuk terakhir kalinya....


... Xie kembali ke ruang kerja mengerjakan lagi pekerjaan yang harus dikerjakan segera dengan harus mewajibkannya bertindak profesional....


... Di ruang rawat Hoshie....


..."Dia tidak mengangkat teleponmu" kata Dashie....


... Hoshie mengangguk....


... Tatapan misterius....


..."Ada apa denganmu. Apa ada yang sakit lagi?" tanya Dashie....


... Dashie memeriksa suhu tubuh Hoshie di dahi juga kedua pipinya dengan kedua telapak tangan....


... Tatapan misterius masih ada dalam raut wajah pemuda di depan Dashie....


... Sekilas memalingkan muka ke arah lengan tanda hitam seperti urat nadi dan kembali tak terlihat sebuah tanda yang sama akan sebuah pertanda bahwa salah satu dari bangsa mereka telah pergi....


... Kembali menatap fokus kepada Dashie....


..."Apa kita tidak terlalu dekat?" tanya Hoshie....


..."Sorry" kata Dashie....


... Dashie menjauh lagi dengan jarak semula....


... Hoshie meraih lengan kirinya sendiri menggenggam erat sambil menatap Dashie....


..."Aku sudah jauh lebih baik dari sebelumnya" kata Hoshie....


... Dan benar apa yang dikatakan oleh Hoshie setelah dokter yang menangani sakitnya datang untuk memeriksa kondisi kesehatan dari tubuh Hoshie....


..."Bisakah malam ini saya langsung pulang?" tanya Hoshie....


... Dokter pergi setelah selesai memeriksa Hoshie bersama dengan satu orang perawat yang bertugas malam ini....


..."Wajahku terlihat aneh?" tanya Dashie....


... Ceria sekali untuk Hoshie....


..."Dimana pacarmu?" tanya Hoshie....


... Penasaran atas jawaban dari pertanyaan darinya padahal dia sudah tahu bahwa Dashie telah putus....


..."Kenapa?" tanya Hoshie....


..."Ahhhh. Dia, kita sudah putus" kata Dashie....


... Menggoda Hoshie dengan wajah seperti biasa agar terlihat mempesona....


..."Ada apa dengan wajahmu?" tanya Dashie....


... Mengelak....


..."Tidak" kata Hoshie....


... Niatnya tertunda untuk berlanjut menggoda temannya itu....


... Selang infus sudah dilepas dari tangan kanan Hoshie dipukul hampir jam delapan malam kurang  lima belas menit malam ini Dashie sudah membantu memasukkan pakaian pakaian Hoshie ke dalam tas jinjing hitam yang sebelumnya dibawa oleh Luc disaat menjenguk sahabatnya membawanya langsung dari dalam rumah Hoshie....


... Hoshie juga tak tinggal diam ikut membantu temannya merapikan pakaian pakaiannya yang akan dibawa pulang....


..."Sistem imun mu cukup hebat" kata Dashie....


... Penuh percaya diri....


..."Sudah pasti" kata Hoshie....


... Namun, berbeda dengan isi hatinya yang mengatakan, dan dia berkata "Ini karena mu"....


... Mencari tempat yang akan dikunjungi dia tidak ingin pulang setelah dirawat dirumah sakit dan gadis di sebelahnya seperti memiliki sebuah rencana sendiri untuk menyenangkan diri....


... Hoshie sedang memandang Dashie dari arah kanan mereka yang baru saja keluar dari dalam rumah sakit ada di depan parkir area rumah sakit yang masih cukup ramai di pukul delapan malam ini dengan orang orang yang menyibukkan diri berjalan datang dan pergi di sekitar mereka....


..."Kau sedari tadi melihatku terus. Apa ada yang aneh denganku?" tanya Dashie....


... Hoshie menggelengkan kepala....


..."Hoshie!" panggil Dashie....

__ADS_1


..."Apa?" tanya balik Hoshie....


... Berada di tempat yang sama namun berbeda arah tujuan mereka bertemu berpapasan Callie melihat Dashie sedang bersama dengan Hoshie sedang berjalan beriringan di antara banyak orang saling berbagi permen kapas berwarna merah muda tanpa rasa kebencian tapi sebaliknya mereka tertawa bersama dan Callie melewati mereka di sisi kanannya saat ini pergi dengan tetap kemana dia akan pergi....


... Wajah barunya membuat Dashie benar benar tidak mengenalnya tidak dengan Hoshie yang sedikit melihat seseorang namun dia tidak mempedulikan yang ada di dalam pandangannya hanyalah Dashie seorang....


..."Mereka sudah berbaikan" kata Callie....


... Dari arah kemana Callie sedang tuju sudah di sana terus mendekat dan dia adalah Ved yang tahu bahwa dua orang yang dia kenal pergi melewati Callie....


... Mereka berdua membuat janji temu bersama di tempat itu di antara banyak tiang tiang lampu lampu klasik menyala terang di bawah pepohonan manis bunga bunga bermekaran kuning berbaur dengan pemandangan gedung gedung di sana dari arah yang tidak terlalu jauh bianglala berputar indah dengan sinar sinar lampu yang menunjukan kecantikan yang dia miliki....


... Ada disana dibawah lampu terang Hoshie memandang wajah Dashie yang juga memandang wajahnya lembut dengan tatapan milik gadis ini yang membuat Hoshie tidak ingin pergi lebih cepat untuk memalingkan muka tak ingin berkedip sekalipun memandang menyentuh rambut di telinga Dashie kemudian Hoshie membalas senyum Dashie lalu menyentuh telapak tangan kanannya di pipi gadis ini semakin mendekat Hoshie kepada Dashie....


..."Ada apa?" tanya Dashie....


... Hoshie akan masuk kedalam ruang itu secara perlahan terdorong menjauh dari gadis ini baru saja sesuatu yang tidak pernah dilihat oleh Dashie bisa dilihatnya untuk pertama kali....


... ...


... Dari arah yang tidak terlalu jauh Callie masih berada di sebelah Ved dengan tatapan terus mengawasi kedua orang yang dia kenal....


... Callie ingin berlari jauh namun dipegang pergelangan tangan gadis ini oleh Ved agar tidak lari....


... Lisannya terdiam namun tidak dengan5 reaksi yang diberikan oleh tubuhnya bereaksi ingin menghindar dari orang yang selama ini dia hindari....


..."Veer" kata Callie....


... Dashie melangkah menjauh dari Hoshie yang telah berubah wajah menjadi wajah orang lain yang sama sekali tidak dia kenal sebelumnya dengan perasaan terkejut dan juga takut semakin melangkah menjauh perlahan tapi dia benar benar ingin menjauh lebih jauh lagi dari sisi Hoshie....


..."Siapa kau sebenarnya?" tanya Dashie....


... Dashie mengambil langkah menjauh dari seseorang yang dia kenal telah berubah menjadi orang lain....


... Segera Hoshie menyentuh wajahnya lalu melihat wajahnya dengan layar ponsel....


... Dashie menunjuk ke arah Hoshie dengan jari telunjuk tangan sebelah kanan....


..."Kenapa wajahmu berubah menjadi sangat tampan?" tanya Dashie....


... Tindakan apa yang dilakukan oleh gadis ini mungkin juga akan dilakukan oleh orang lain jika mengalami peristiwa semacam ini gemetar dia ketakutan....


... Dashie pergi menjauh berlari dari Hoshie yang berusaha mencegah dengan tangan kanannya menghentikan gadis yang dianggap akan menerima dirinya apa adanya tapi sayang dia pergi berlari mengarah ke arah Ved yang sedang bersama dengan Callie menjadi pura pura tidak mengenal sahabatnya yang baru saja lewat di depannya dengan wajah baru milik Ved menjadi orang lain dengan akting mengobrol bersama dengan Callie dia lakukan....


... Dashie sekali memandang ke arah belakang untuk melihat Hoshie lalu lebih memilih untuk pergi....


..."Hari ini pasti akan terjadi" kata Hoshie....


..."Jika aku mengejar gadis itu aku akan cepat kehilangannya" kata Hoshie....


... Orang itu sudah menunggunya sejak lama menunggu waktu ini yang dia tahu pasti akan terjadi jika seseorang dari bangsa Blacwhe bertemu dengan seseorang yang bertugas menjadi malaikat pencabut nyawa untuk bangsa mereka dan itu sudah pasti tugas yang dimiliki oleh Dashie....


... Dugaannya selama ini ternyata benar dialah orang yang selama ini dicari oleh bangsa mereka....


..."Apakah tugasku masih seperti itu?" tanya Hoshie....


... Dia bisa saja mengejar gadis yang terlihat berlari menjauh pergi darinya yang semakin tidak terlihat jauh pergi dari pandangan mata. ...


..."Untuk mendapatkan aura yang selama ini aku cari" kata Hoshie....


... Memilih jalan yang berbeda Hoshie juga pergi mengambil jalan sendiri seperti Dashie sedang dia jalani pergi dengan rasa takut itu....


... Dan dia mendapatkan bus yang mengarah semakin menjauh dari Hoshie dan sepertinya dia mengambil rute bus yang menuju arah tempat kerja kakaknya, Xie....


... Ved dan Callie sudah tidak melihat kedua orang yang mereka kenal itu lalu pertemuan mereka di sana untuk membahas sesuatu berlanjut....


..."Kenapa kau sangat ketakutan?" tanya Ved....


... Dia belum menjawab pertanyaan dari Ved dia sedang tidak bisa menyembunyikan rasa takutnya terhadap kehadiran orang lain yang telah membuat hidupnya melelahkan. Namun, bukan Ved yang tidak mungkin memberikan perhatian kepada siapapun termasuk kepada Callie....


... Pergelangan tangan gadis ini sangat dingin gemetar tidak bisa berbohong bahwa dia sangat ketakutan dengan hanya melihat wajah mantan kekasihnya yang sudah pergi mengambil jalannya sendiri....


... Wajah itu memiliki arti kebencian yang mendalam kepada seseorang....


..."Bisakah aku membalasnya?" tanya Callie....


... Ved mulai memahami apa arti dari pertanyaan gadis yang dengan mata berkaca kaca berekspresi seperti luka yang selama ini dia simpan dalam dalam sendiri....


..."Besok. Besok, apakah akan sama seperti hari itu?" tanya Callie....


... Callie tidak mengatakan bahwa orang yang selama ini berteman dekat dengan sahabatnya adalah mantan kekasihnya dan itu untuk apa karena dia tahu orang itu tidak akan semudah itu untuk dihilangkan dari pandangan matanya sebisa dia lakukan atau dengan benda tajam dari bangsa mereka sendiri....


..."Bisakah kita tidak bergantung kepada orang lain?" tanya Callie....


... Mendengar lagi apa yang sedang ingin dikatakan oleh gadis ini dia dalam kondisi menjadi pendengar yang baik....


..."Jangan ceritakan semua tentangmu di masa lalu" kata Ved....


..."Why?" tanya Callie....


..."Kenapa?" tanya Ved balik....


..."Ini adalah duniamu yang baru" kata Ved....


... Pergelangan tangan Callie masih berada di genggaman tangan sahabat Dashie itu gadis ini melihat tindakan dari Ved yang belum melepas pergelangan tangannya....

__ADS_1


... ...


__ADS_2