
...Chapter 43: Mungkin hari ini....
... Kedua tangannya menggenggam erat keranjang buah yang berisi penuh buah berry yang tadi di petik di perkebunan milik neneknya tanpa diduga orang itu datang lagi bukan perasaan berbunga bunga penuh cinta atas kejutan yang spontan datang didepan matanya saat ini tak bisa menolak dengan situasi rasa ingin lari saja itu yang dirasakan oleh Owen yang melihatnya lagi melihat Veer ada berada disekitarnya diantara anak anak yang sedang memetik buah buah berry....
... Seakan ledakan bom ada jatuh disetiap sudut ruang mata yang dilihat meruntuhkan menjadi berkeping keping lalu kembali terbangun lagi....
... Bertanya kepada diri sendiri, dan lalu berkata "Kenapa aku sepanik ini?"....
... Veer atau Hoshie mengambil arah lain dan kini melihat ke arah Owen yang langsung mengalihkan fokusnya mengubah tidak memperhatikan Veer lagi....
... Mengejutkan....
..."Doorrrr!" ...
... Jarrel datang mengagetkan Owen dari arah belakang....
... Menepuk lengan atas kiri Owen oleh Jarrel dengan cukup membuat kaget gadis ini seketika....
..."Arghhh!"....
..."Kau!" kata Owen terkaget....
... Veer akan mengajak bicara Owen tapi tidak sengaja didahului oleh Jarrel yang mengajaknya bicara dengan cepat Owen mengambil kesempatan ini mengarahkan dirinya pergi menjauh dari Veer....
..."Ved menyuruh kita untuk menemuinya" kata Owen....
... Ved sengaja membuat janji dengan Jarrel namun tidak datang ini dilakukannya tanpa sepengetahuan mereka sebenarnya dengan berniat agar Jarrel bisa menjaga Owen mengingat kejadian di waktu malam ketika Hoshie berubah wajahnya menjadi wajah orang lain rasa curiga terhadap Hoshie mengenai kejadian tersebut mendorongnya berpikir sesuatu sudah terjadi tanpa sepengetahuannya selama ini terlebih lagi siapa orang yang menjadi alasan dari mana luka luka yang Owen dapat disaat pertemuan langsung pertama mereka waktu itu dan teringat lagi waktu yang sama yang telah terjadi pula kecelakaan yang membuat mobil yang dikendarainya terbalik menimbulkan dugaan bahwa bukan hanya sebuah kecelakaan biasa....
... ...
... Veer atau Hoshie melihat Owen dengan rasa curiga bahwa gadis yang dilihatnya seperti seseorang yang pernah ditemuinya di suatu tempat dari arah cukup jauh....
..."Apakah kita pernah bertemu?" tanya Hoshie....
... ...
... Keakraban tampak terlihat dari gaya obrolan yang ditujukan oleh Jarrel dengan Owen....
..."Aku juga tidak lupa kalau mereka pasangan kekasih" kata Hoshie....
..."Apa yang sedang terjadi dengan diriku. Aku sudah punya Dashie" kata Hoshie....
... Waktu kembali di waktu Hoshie menjemput Nawa setelah mendapatkan sebuah keputusan yang memaksa Nawa untuk mencari sekolah baru....
..."Kau ingin sekolah dimana?" tanya Hoshie....
..."Semua sama saja" kata Nawa....
... Sebelum masuk kedalam mobil Hoshie menelepon beberapa sekolah menanyakan perihal penerimaan pindahan siswa baru di sekolah mereka....
... Masuk kedalam mobil keduanya lalu Nawa duduk di kursi sebelah kanan di sebelah kiri Hoshie yang sedang akan mengemudikan mobil tipe coupe berwarna putih....
..."Aku kira akan semudah itu nyatanya tidak" kata Hoshie....
... Pertanyaan dari seorang siswa kelas dua sekolah menengah atas....
..."Mereka memberikan syarat?" tanya Nawa....
..."Begitulah" jawab Hoshie....
..."Mungkin kau akan mengisi beberapa lembar tes dan juga sesi wawancara oleh pihak sekolah" kata Hoshie....
..."Dimana kau akan membawaku?" tanya Nawa....
... Alasan mengapa Nawa tidak pulang membawa motornya itu alasan tepatnya adalah karena sudah dijual untuk keperluan dan kebutuhan sehari hari dan itu cukup banyak mengurangi tingkat kesejahteraan remaja ini yang terbiasa hidup serba mudah....
..."Kau tinggalah dirumahku. Lihat dirimu" kata Hoshie....
..."Memangnya kita keluarga" kata Nawa....
..."Apa menjadi keluarga harus sedarah?" tanya Hoshie....
... Ekspresi heran dan tidak percaya ditunjukkan kepada Hoshie dari Nawa ditanggapi dengan santai oleh Hoshie....
... Ekspresi wajah itu berubah lebih serius ditambah rasa sedikit kasihan....
..."Berapa sisa waktumu?" tanya Nawa....
..."Waktu?" tanya Hoshie....
..."Kau akan menyusul Luc?" tanya Nawa....
... Mengesalkan untuk seorang Hoshie dengan jawaban yang diberikan kepada Nawa yang sedang serius....
..."Aku baru ingat lagi bahwa kita berbeda" jawab Hoshie....
... Jadwal pekerjaan hari ini untuk Ren yang seharusnya sedang sibuk sibuknya di kerjakan oleh karyawan lain yang juga merupakan karyawan magang di hotel tempatnya bekerja kini tempat itu sudah tak ada lagi keberadaannya juga tempat tinggalnya yang tidak di tinggali yang seharusnya sudah tidak lagi ditempatinya sejak lama kini benar benar menjadi hal yang benar benar yang seharusnya seperti ini....
__ADS_1
... Pandangan mata itu ada menatap luar dari atas bangunan lantai atas hotel tempat Ren bekerja dengan kedua tangan ada didalam saku celana setelan jas hitam yang dipakainya kali ini dengan jas ada di taruh diatas tempat tidur....
... Menghela nafas dalam setelah meneguk sedikit wine dari gelas wine malam ini di luar kamar lantai teratas pria ini menatap luar kamar hotel yang sudah lama tidak ditempatinya....
..."Kisahnya kini telah berakhir" kata Ved....
..."Terlalu lama orang itu mengambil alih kehidupan orang lain" kata Ved....
... Jarrel datang dalam sekali mantra yang diucapkan dengan lisannya sudag hadir ada disebelah kanannya yang sedang berdiri dibagian dalam jendela kaca kamar hotel menatap pemandangan malam dari dalam kamar hotel melihat keadaan malam kota....
..."Dia sudah mengambil mengambil alih raga Ren sejak satu tahun yang lalu" kata Jarrel....
... Jarrel memberikan banyak bukti jejak kecerdasan yang dilakukan oleh orang yang menyamar sebagai Ren palsu yang sudah ada dalam satu amplop coklat menjadi satu yang saat ini sedang diperiksa oleh Ved menyusul kemudian data lain yang akan dilihat melalui laptop yang siap dilihatnya dari folder yang dikirimkan dari Jarrel dari hasil penyelidikannya setelah sekian lama....
..."Dia tidak mungkin bekerja sendiri" kata Ved....
..."Kita tidak semudah ini percaya dengan semua jejak yang ditinggalkan olehnya" kata Ved....
... Jarrel menambahkan pendapatnya tentang hasil penyelidikannya....
..."Bagaimana dengan remaja ini?" tanya Jarrel....
... Gambar wajah dari tangan Jarrel di tunjukkan kepada Ved....
... Gambar wajah Nawa ada dalam penyelidikkan mereka selanjutnya....
..."Dia dekat dengan seseorang dan kita mengenalnya" kata Jarrel....
..."Siapa yang kau maksud?" tanya Ved....
... Memberikan hasil laporannya kepada Ved lagi dengan wajah orang lain dari layar ponsel di zoom wajah orang itu diantara orang orang yang ada dalam satu foto yang sama menunjuk wajah seseorang yang tidak asing bagi mereka....
..."Orang ini" kata Jarrel....
... Saling melihat serius dengan hasil penyelidikan mereka yang semakin serius dengan jawaban mereka atas kecurigaan mereka selama ini....
..."Dia akan menjadi target pengawasan kita selanjutnya" kata Ved....
..."Apakah dia tahu masalah itu?" tanya Jarrel....
..."Kita bisa membaca sedikit karakter orang macam apa dia" kata Ved....
..."Bertindak seperti tidak ada masalah apapun dunia mungkin hanya sebuah … " kata Jarrel....
... Untuk saat ini Ved secara perlahan semakin mendekat kepada seseorang bukan berniat mencari keuntungan semata dari seseorang melainkan ini adalah sebuah tugas yang sedang diberikan padanya bersama juga dengan Jarrel dengan tanpa sepengetahuan dari Jarrel mengenai kepeduliannya terhadap Callie....
... Sebuah pertanyaan yang tepat di waktu yang tepat ketika Ved sedang memikirkan langkah selanjutnya yang akan diambil tentang rencana yang sedang disusunnya kembali menambahkan ide idenya yang semula....
..."Dia juga sulit kuhubungi" kata Ved....
... Meminum wine yang sudah disiapkan oleh Ved dalam gelas yang berbeda diatas meja untuk Jarrel....
..."Dashie bercerita bahwa Callie baik baik saja disana" kata Jarrel....
... Ved meminum wine dari dalam gelasnya lagi....
... Tanpa harus bertanya seseorang telah mendapatkan arti dari sedikit sedikit pertanyaan kepedulian yang jika dihitung sudah mengartikan sesuatu tanpa harus bertanya masalah privasi orang lain....
... Jarrel juga memberikan identitas seseorang yang pernah digunakan oleh seseorang yang menjadi target mereka dalam pengawasan selanjutnya kepada Ved....
..."Kau pernah melihat orang ini?" tanya Jarrel....
... Ved mendapatkan foto Callie bersama dengan seseorang dan orang yang sedang bersama dengannya adalah tetap Veer....
..."Darimana kau mendapatkan ini?" tanya Ved....
... Menunjukkan jari telunjuk tangan kanan di dekat foto yang ada diatas meja yang sedang di sentuh oleh Ved....
..."Di sebuah tempat makan" jawab Jarrel....
... Mengingat kembali seseorang yang ada didalam foto bersama Callie dengan Veer yang berpose layaknya sepasang kekasih yang berfoto bersama di sebuah restoran atau tempat makan semacamnya yang lain membuat kedua sahabat ini menyimpulkan bahwa mereka berdua pernah saling dekat....
..."Dia pernah dekat dengan orang ini?" tanya Ved....
..."Pria ini adalah orang yang sama" kata Jarrel....
... Mengingat lagi kejadian malam itu....
..."Berarti ini arti dari sikap Callie setelah melihatnya kembali menjadi Veer" kata Ved....
... Berbagai prasangka bertambah muncul untuk hubungan kedekatan mereka di masa lalu terlebih pertemuan kedekatan pertemanan mereka saat pertama di mulai dengan Callie cukup tragis dengan kondisi raga Callie yang bisa dibilang memiliki banyak luka yang mereka lihat waktu itu masih teringat jelas....
..."Aku pernah melihatnya bersama dengannya dan aku akui mereka memang sepasang kekasih tapi … " kata Jarrel menjelaskan....
..."Informasi yang kau berikan tentang perubahan Hoshie kemarin bisa kita simpulkan bahwa dialah penyebab Callie menjadi bersikap seperti itu" kata Jarrel....
... Ved meminum wine dari dalam gelas miliknya yang ada diatas meja lagi....
__ADS_1
..."Kau akan menghajarnya sekarang juga?" tanya Ved....
..."Jawab pertanyaanku?" tanya Ved lagi....
...Wajah Jarrel menunjukkan kemarahan dengan kesimpulannya tentang Hoshie yang memiliki banyak wajah itu....
..."Kenapa dia ingin menanggungnya sendiri?" tanya Jarrel....
... Ved menaruh gelas yang masih dalam genggaman tangan diatas meja lagi lalu berbicara menghadap sahabatnya itu....
..."Kurasa Callie baru mengetahui bahwa mereka adalah orang yang sama ketika malam itu" kata Ved....
... Malam ketika Hoshie berubah wajahnya menjadi wajah Veer lagi didepan Dashie dan gadis ini pergi menjauh dari perubahan yang terjadi kepada Hoshie disaat itu pula seseorang yang pernah menjadi kekasihnya juga berada ada disekitar mereka berdua melihat secara tidak langsung kejadian ini dan malam itu mengingatkan lagi kisah mereka berdua....
... Callie terbangun dari tidurnya di pukul sebelas malam lebih dua belas menit terlihat di jam digital berwarna rose gold yang ada di meja rias kamar Callie yang menyala terang di malam hari di lampu kamar yang sengaja dinyalakan dalam mode redup....
... Mengambil gelas yang berisi air mineral yang tertutup penutup gelas berbahan aluminium dengan motif floral....
...Lalu membuka tutup gelas tersebut kemudian meminum air mineral dalam gelas....
... Tegukan pertama....
... Melihat ke arah sekeliling kamar suara hening malam ini lebih dominan terdengar....
... Lalu, meminum air mineral dari gelas yang sama lagi kemudian menaruhnya kembali gelas yang berisi air tersebut di atas laci yang berada di sebelah kanan persis tempat tidur....
..."Jika aku mengatakan yang sebenarnya, apa dia akan percaya" kata Callie....
..." … dan jika dia percaya dengan penjelasanku lalu bagaimana reaksi keduanya" kata Callie....
... Dengan reaksi kekhawatiran dan tidak berdaya dengan situasi yang sedang terjadi....
..."Ini jauh lebih membahayakan nyawanya jika di tahu siapa Hoshie itu" kata Callie....
... Callie masih di dalam kamar tidurnya sendiri sedangkan untuk Aka ada didepan pantai didepan hotelnya sendiri yang masih ramai dengan orang orang yang ada disana di pukul sebelas malam lebih empat menit. ...
... Gadis ini dengan kain yang hitam satin bermotif bunga anggrek hijau muda bercampur putih cukup hangat sebagai pelindung dari angin malam ini dengan gaun panjang hitam yang dia kenakan....
..."Maafkan aku" kata Aka....
..."Maafkan aku karena sudah merusak hari ulang tahunmu kemarin" kata Aka lagi....
... Meminum air soda di kaleng di genggaman tangan kanannya lagi sambil melihat laut....
..."Sudah bertahun tahun hari ulang tahunmu menjadi hari lahirku tapi aku masih belum percaya" kata Aka....
... Satu tegukan lagi air soda diminum oleh Aka....
..."Aku belum percaya kalau kau takkan kembali" kata Aka....
... Kenangan kakak perempuannya kini teringat kembali hadir diantara datangnya suara ombak semakin jelas memori itu terlintas di isi kepalanya sudah tentu juga kenangan disaat bersama dengan kedua orang tuanya saat bersama bermain kejar kejaran di bibir pantai di sekitar tempat tepat Aka sedang berdiri memandang luasnya laut....
... Kakak perempuannya juga ikut menghilang bersamaan dengan hilangnya kedua orang tua mereka dengan tempat yang berbeda di hari yang sama....
..."Apakah kalian membenciku?" tanya Aka....
... Datang angin pantai lebih kencang dari sebelumnya menerpa Aka. Kemudian, dia jongkok menunduk kebawah sambil menjatuhkan air mata diatas pasir putih di bawah kakinya berpijak....
..."Aku mohon kembalilah" kata Aka....
... ...
... Meski diketahui ingatan itu samar teringat ingatan orang orang yang disayanginya tapi dia masih tetap menjaga ingatan itu agar tidak menghilang begitu saja karena dia tahu bahwa itu adalah momen sangat berharga disaat bersama mereka....
..."Sekarang kalian ada dimana?" tanya Aka....
..."Mengapa kalian tak merindukanku?" tanya Aka lagi....
... Memindahkan kaleng yang masih berisi soda di tangan sebelah kiri....
... Menghapus air matanya dengan telapak tangan kanan lalu terbangun dari posisinya saat ini berbalik akan kembali ke hotel dan orang itu ada dibelakangnya sedang menunggu gadis ini berbalik untuk kembali pulang....
... Ekspresi wajah kesal langsung muncul seketika di wajah Aka....
... Menghindar dari obrolan yang sudah pasti akan terjadi....
..."Kau masih marah padaku?" tanya Hoshie....
... Aka tetap dengan menghindar dari percakapan yang dimulai oleh Hoshie lebih awal ini lalu Hoshie segera mengejar mantan pacarnya itu yang sudah pasti masih kesal dengan tindakan Hoshie di saat hari ulang tahunnya itu....
... Mencoba melepas genggaman tangan Hoshie di lengan kanannya itu....
... Sorotan mata tajam tertuju pada Hoshie....
..."Lepaskan!" kata Aka....
... Hoshie melepaskan lengan Aka dari genggaman tangannya segera setelah melihat respon yang diberikan Aka....
__ADS_1