
...Chapter 166: Tidak selevel....
..."Kapan kau berhenti mengikuti ku?!" bentak Gan....
... Dia kesal juga ikut membentak seperti yang dicontohkan ketua kelasnya itu....
..."Kapan kau juga mendengarkan ku?!" bentak Ans....
... Gan akan pergi lalu pundak kiri atasnya ditahan oleh tangan kanan Ans secara paksa....
... Lagi....
... Berbalik ke arah Ans....
... Marah dan membentak....
..."Apalagi?!" kata Gan....
..."Kau bilang aku menyebalkan terus kenapa datang lagi?" tanya Gan....
... Kaget dengan pengakuan seseorang....
..."Hah!" kata Ans....
... Menunjuk diri sendiri dengan ekspresi wajah tidak percaya dengan apa yang sudah dikatakan oleh ketua kelasnya itu....
..."Aku?" tanya Ans....
... Dia tetap pergi dari sisi teman satu kelasnya itu....
... Gan dengan apron hitam yang masih ia pakai masuk kedalam Cafe....
... Berjalan melewati para pengunjung lain di cafe tersebut....
... Melewati Hoshie dan Jarrel....
..."Jangan ikuti aku!" kata Gan....
... Tersedak....
... Dia dengan julukan pria gangster itu. Hoshie....
... Menarik lagi tangan ketua kelasnya....
..."Dengerin dulu" kata Ans....
... Jarrel sedang menonton pertunjukan teater secara langsung....
... Melihat sekitar tempat kerjanya akhirnya, dia menarik teman satu kelasnya itu agar duduk di salah satu meja di dalam cafe....
..."Duduk disini. Tunggu sampai aku pulang kerja" kata Gan....
... Dia menurut saja apa yang diperintahkan oleh ketua kelas di sekolah baru....
... Melihat ke sekeliling tempat sekarang ini, dia duduk disana....
... Dia tahu disana ada Hoshie juga orang lain yang tidak ia kenal sebelumnya sibuk dengan aktivitas sendiri....
... Jarrel bersandar di sofa sambil memejamkan kedua mata sedangkan untuk Hoshie sedang menghabiskan makanan yang sedang ia santap....
... Ans....
... Tak ada niatan untuk menyapa yang diprioritaskan sekarang adalah si ketua kelas yang masih bekerja terus memperhatikan dimana ia pergi meski mereka dalam satu tempat yang sama di antara para pengunjung kafe yang lain....
... Ans merasa bosan lalu terus main ponsel....
... Cepat bosan lalu mengambil beberapa lembar tisu lalu melipatnya dengan bentuk yang ia inginkan dan suka....
... Satu gelas Strawberry Swedish Iced Tea ditaruh diatas meja yang ada didepan Ans....
... Terlihat sangat akrab....
..."Diam disini, jangan bertingkah macam macam" kata Gan....
... Mengangguk patuh....
... Sedikit-sedikit meminum minuman yang diberikan oleh Gan....
... Melihat ke arah Gan yang pergi lagi untuk bekerja....
... Terdengar sampai di meja Hoshie....
..."Dia tidak lupa kan, kalau aku juga lapar" kata Ans....
... Hoshie yang tidak ingin ikut dalam kisah orang lain juga patuh untuk menghabiskan makanan yang dibuat oleh Dashie....
..."Untung aku dipertemukan dengan usiaku yang seperti ini. Bagaimana kalau masih masa ...
...sekolah, bisa gawat" kata Hoshie....
... Dia yang terlihat tidak usil lagi ketika mereka bertemu....
... Hoshie yang sedang makan sup lagi sambil memperhatikan ke arah seseorang yaitu Jarrel yang awalnya hanya memejamkan mata lama kelamaan tidur sambil bersandar di sofa yang ia tempati....
... Dia sendiri fokus melakukan apa yang harus dikerjakan. Hoshie....
... Dashie datang lalu memberikan satu bungkus kecil tisu untuk Hoshie lalu pergi lagi untuk bekerja....
..."Apa bekerja sangat menyenangkan untuknya?" tanya Hoshie....
... Dia sambil meneguk air hangat melihat Dashie yang sedang bekerja....
... Menelepon Xie....
... Menunggu hingga tersambung ponselnya dengan ponsel Xie. ...
... Terhubung dengan ponsel kakak laki-laki dari Dashie....
..."Kau sedang lembur kerja?" tanya Hoshie....
..."Ya. Tapi, sebentar lagi aku akan menjemput adikku" kata Xie....
..."Dashie atau Ghazi?" tanya Hoshie....
... Dia akan menjemput Dashie karena yang ia tahu adiknya yang bernama Ghazi sedang dirumah tempat tinggal ibunya sendiri....
... Hoshie menunggu hingga waktu yang ia tunggu datang....
... Dia berpikir sesuatu ada yang kurang tentang dirinya saat ini tapi ia masih mencarinya....
... Pesanan makanan yang dipesan oleh Jarrel datang....
... Jarrel terbangun dari tidurnya menerima pesanan yang datang....
... Gan akan melewati Hoshie yang baru saja mengantar pesanan di meja mereka....
..."Kau teman sekelas Nawa kan?" tanya Hoshie....
..."Ya. Ada yang bisa saya bantu?" tanya Gan....
... Menunjuk ke arah apron yang dipakai oleh Si ketua kelas....
... Gan melihat apron yang ia pakai lalu memberikannya kepada Hoshie....
... Menerima apron dari pemberian Gan lalu memakainya langsung....
..."Aku akan mengambil lagi didalam dapur" kata Gan....
... Hoshie mendatangi salah satu meja dan menanyakan menu makanan yang akan dipesan oleh pengunjung di meja yang didatangi oleh Hoshie....
__ADS_1
... Jarrel yang sedang menikmati menu makanan yang ia pesan sambil melihat keduanya bekerjasama dengan para waiters lain melayani para pengunjung kafe....
..."Ohhh. Kenapa aku tiba-tiba menangis?" tanya Jarrel....
... Dia berpura-pura seperti sedang menghapus air matanya yang tiba-tiba jatuh....
..."Apa ini yang namanya terharu. Aku baru sadar lagi aku bisa merasakan apa yang bisa dirasakan oleh manusia" kata Jarrel....
... Melihat Hoshie dan Dashie lagi....
..."Apa yang ingin kukatakan. Apakah sebuah motivasi atau apapun itu?" tanya Jarrel....
... Pengandaian....
..."Andaikan kisah mereka akan tetap bertahan itu pasti sebuah keajaiban" kata Jarrel....
... Jarrel yang baru saja menerima sebuah notifikasi dan itu adalah bukti transfer yang dikirimkan oleh teman kuliahnya yang belum berhenti bekerja jika tidak ia marahi berkali-kali seperti biasa....
... ...
..."Mengapa mereka dipertemukan diwaktu yang tidak tepat" kata Jarrel....
..."Aku bahkan tidak tahu tentang masa depan mereka tapi, rasa takut itu sangat menyiksa bahkan hanya melihat mereka tertawa bersama" kata Jarrel....
..."Ini mungkin terdengar aneh" kata Dashie....
... Melihat ke arah Jarrel....
..." … tapi aku sangat malu bahkan duduk bersebelahan dengan mu. Bagaimana aku harus mengatakannya?" tanya Dashie....
..."Kenapa?" tanya Dashie....
..."Karena aku tetap diriku yang selalu menyedihkan" kata Dashie....
... Dia tersenyum dari wajah sedihnya itu....
..."Kemana aku harus pergi. Aku tidak tahu" kata Dashie....
..."Aku bahkan sampai lupa masalah-masalah itu karena terlalu banyak untuk dihitung dan diingat" kata Dashie....
... Jarrel yang tidak bisa semudah untuk tanpa seizinnya membaca pikiran orang lain itulah keputusan yang dia ambil....
..."Entah beban apa yang membuatmu sesedih ini. Aku berjanji akan selalu berada didekat mu" kata Jarrel....
... Dia tidak menangis tapi nada suaranya tidak berubah masih tetap sama menyimpan semuanya sendiri....
..."Aku tidak ingin tetap dianggap sebodoh itu. Aku hanya tahu bahwa aku harus menyayangi diriku lebih dari siapapun" kata Dashie....
..."Aku benci seakan, aku tidak bisa melakukannya seperti orang lain yang dengan mudah melakukannya padaku" kata Dashie....
... Jadi serba salah untuk Jarrel....
..."Itu saja. Jika kau lelah mendengar cerita ku kau boleh pergi" kata Dashie....
..."Aku juga sudah beberapa kali mengatakan ini. Mengatakan bahwa aku sangat iri dengan kehidupan yang kalian jalani" kata Dashie....
... Tanpa seizin Dashie tapi baik itu Jarrel atau Hoshie sudah mendengar isi hati dan pikirannya....
... Hoshie dengan note catatan berwarna kuning dengan pulpen merah muda....
... Saling melihat antara Hoshie dan Jarrel....
... Hampir saja perkelahian di antara keduanya terjadi lalu hal itu terbatalkan segera dengan suara itu....
... Panggil Ans....
..."Gan!" Panggil Ans....
... Gan masih bekerja dan dia menanggapi panggilan dari Ans....
... Dia tahu dengan langkah apa yang akan diambil oleh teman sekelasnya itu....
... Berjalan cepat ke arah gadis itu....
..."Tunggu. Aku tidak akan kabur" kata Gan....
... Senyum patuh....
..."Ok" jawab Ans....
... Hanya sebentar teralihkan dengan gaya komunikasi kedua remaja itu lalu Hoshie dan Jarrel kembali dengan aktifitas mereka lagi....
... Dia sudah mulai akan kembali bekerja lagi lalu dia berulah lagi....
... Teriak....
..."Gan!" panggil Ans....
... Dia segera pergi kembali kepada Ans lalu menutup mulut gadis itu tidak dengan tujuan menyakiti ini hanya usahanya agar gadis yang baru saja di datangi olehnya tidak berbuat hal yang seharusnya tidak dilakukan. ...
... Marah-marah lucu....
..."Sudah kubilang jangan terus membicarakan itu lagi" kata Gan....
... Dia tidak mau terkalahkan oleh teman satu kelasnya itu....
... Melepas tangan Gan yang menutup mulutnya dengan cepat....
... Membentak....
..."Aku sulit bernafas!" kata Ans....
... Tangan Gan sudah terlepas dari mulut Ans yang baru saja membungkam mulutnya....
..."Duduk disini. Jangan berbuat macam-macam!" kata Gan....
..."Ok" kata Ans....
... Pergi melanjutkan pekerjaan lagi pergi ke arah dapur setelah tadi mengantar makanan disalah satu meja....
... Ngedumel....
... Dia dengan kesal mengumpat tanpa kata yang jelas terdengar dari lisannya itu yang juga diketahui oleh Gan....
... Gadis ini terlihat bosan kalau hanya menunggu disana sendirian pula makan makanan yang juga dibawa oleh si ketua kelas bersama juga dengan minuman dingin sebelumnya dan saat ini ia sedang minum dalam satu teguk lagi sambil melihat ke arah Dashie....
... Mengambil ponsel lalu memfoto makanan yang ada di atas meja lalu mengunggahnya di akun sosial media yang juga milik Gan yang belum dikeluarkan oleh pemiliknya yang masih bekerja....
... Lagu bergenre acoustic baru saja diputar didalam kafe....
..."Kencan bersama pacarku" ...
... Itu keterangan yang ia tulis di unggahan foto yang baru saja di unggah oleh Ans di akun sosial media milik Gan....
... Dia tanpa dosa senyum-senyum sendiri tanpa memikirkan dampak akibat yang akan ia terima di masa depan....
... Dia yang baru ditinggal sebentar....
... Aka yang tidak biasa datang ke kafe Xie tiba-tiba nongol masuk kedalam kafe dan duduk disebelah Jarrel....
... Dia yang sudah menebak akan terjadi sesuatu jika ada Aka dan Dashie bertemu dalam satu tempat yang sama....
... Pelan dengan sendok masih separuh di ujungnya setelah memakan dessert puding susu melirik ke arah gadis yang ada di sebelah kanannya itu....
... Suaranya diusahakan pelan ramah sebagai pria baik-baik ia buat sesempurna mungkin terdengar siapapun....
... Dia yang melihat ke arah Dashie yang masih menggunakan apron juga ada Hoshie yang sedang melayani pengunjung wanita di meja lain berbeda dengan Dashie....
... Ans yang selalu lebih memperhatikan Dashie daripada Hoshie jelas melihat tatapan permusuhan keduanya....
__ADS_1
..."Apa yang akan dia lakukan?" tanya Ans....
... Jarrel....
... Dengan kata serba ramahnya kepada lawan bicara....
..."Kau sedang apa kemari?" tanya Jarrel....
..."Aku tidak tahu cara bicara kelas atas seperti mu" kata Aka....
... Dia dengan kerendahan hatinya membela diri....
..."Aku hanyalah seorang hamba" kata Jarrel....
... Dia dengan umpatan tak berkalimat jelas....
... Jarrel juga mendengarnya lalu langsung berkomentar....
..."Kau masih belajar bicara?" tanya Jarrel....
..."Hamba ini mau mengajarimu" kata Jarrel. ...
... Tiba-tiba membentak juga marah-marah....
..."Kau memang pantas menjadi pesuruh!" kata Aka....
... Jarrel tidak merespon lagi apa yang dikatakan oleh Aka dari mulai A sampai Z dan gadis yang juga seusia dengannya itu akhirnya kesal....
... Jarrel yang tetap tenang dengan menu makan yang sedang ia makan....
... Melihat ke arah Jarrel....
... Marah dan marah....
..."Dengarkan aku. Aku sedang berbicara padamu!" kata Aka....
..."Kenapa kau tidak kesal atau marah seperti biasanya?!" kata Aka....
... Sang pangeran kerajaan dengan jiwa kebijaksanaannya kini hadir kembali....
... Dia selesai meneguk Grapefruit Ade....
..."Kata orang kalau benci bisa jadi cinta dan aku tidak ingin berjodoh dengan mu" kata Jarrel....
... Dia dan kata-kata yang sering ia dengar dari banyak orang....
... Emosi dan tidak terima diberi nasihat oleh orang lain....
..."Meski setampan ini. Aku tidak menyukai mu, apalagi berjodoh dengan mu" kata Aka. ...
... Lahap makan....
... Makan sepotong kue nasi ketan isi daging yang di sangrai manis memakannya dengan tangan....
... Dia masih dengan kewibawaan....
..."Aku tetap menjadi diriku sendiri sedangkan kau akan terus mengejar ku" kata Jarrel....
... Sang putri kerajaan jadi tambah kesal dengan pernyataan yang dikatakan oleh sesama penerus kerajaan itu....
... Dia tak bisa berkata lagi setelah mendapat pembalasan kata yang ia katakan kepada Jarrel....
... Dia Sang pangeran kerajaan kembali dengan makan malamnya lagi....
... Ans melihat diri sendiri setelah mendengar apa yang dikatakan oleh orang dewasa yang ada di meja seberang sebelah kanannya itu....
... Melihat ke arah Gan....
..."Tidak mungkin" kata Ans....
... Melihat ke arah Dashie....
... Untuk diri sendiri sebagai nasihat....
..."Ini juga tidak mungkin?" tanya Ans....
... Dashie datang di meja mereka....
... Dia sudah siap dengan note kuning dengan pulpen merah muda di tangan....
... Mode tidak saling mengenal....
..."Anda mau pesan apa?" tanya Dashie....
... Jarrel mode tidak peduli tapi tetap peduli....
... Melirik dengan mata menghina sudah jelas tidak berubah yang juga diketahui oleh Jarrel disebelah kiri gadis ini....
... Mode memerintah....
..."Ini dan ini!" kata Aka....
... Mencatat....
..."Ada lagi?" tanya Dashie....
..."Tidak ada" jawab Aka....
... Dashie akan pergi lalu Aka memanggilnya lagi dengan suara memerintah....
... "Hey. Kau, kemari!" kata Aka....
... Dashie balik lagi ke meja yang sama....
... Pesan yang biasa ia dengar....
..."Katakan pada bos mu. Suruh dia memecat karyawan yang sama seperti mu" kata Aka....
... Dia menyeringai jijik kepada orang seperti gadis yang bernama Aka duduk bersebelahan dengan Jarrel....
... Seketika....
... Pria disebelah kiri Aka langsung bergeser menjauh sedikit dari dekat Aka....
... Dia geram sekali ingin menampar lagi wajah Dashie yang sudah pernah ia lakukan tempo hari....
... Melihat Hoshie yang baru saja mengantar pesanan makanan kepada para pelanggan....
... Dia bergerak berjalan menuju Hoshie....
... Kaget....
... Ditarik lengan pria yang disebut mirip gangster ini oleh Dashie....
..."Ada apa?" tanya Hoshie....
... Dia Si pria idola sudah berada dalam situasi yang complicated....
... Sadar akan akhir dari situasi didepannya ini....
... Dia yang ada disebelah kanan Dashie berdiri disampingnya persis dengan wajah polosnya itu....
... Di dorong mengarah ke arah Aka....
... Suara lembut tapi menekan perasaan dan pikiran orang lain....
... Kepada Aka....
..."Ambil saja kembali mantan mu ini!" kata Dashie....
__ADS_1
..."Kenapa kau diam saja. Dia sudah ada disini!" kata Dashie....
... Aka berdiri tak terima dengan perlakuan yang ia terima dari gadis yang dia anggap tidak selevel dengannya itu....