Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 94: Bisakah aku tetap percaya padamu?.


__ADS_3

...Chapter 94: Bisakah aku tetap percaya padamu?...


..."Apa dia sedang nangis?" tanya Hoshie....


...Ghazi sedang berbicara dengan Hoshie di depan pacarnya belum menjawab pertanyaan dari Hoshie teman kecilnya....


...Tidak peduli jika Ghazi belum menjawab pertanyaan darinya....


..."Dia sangat suka semangka. Dia akan kembali ceria jika kau membawakannya semangka" kata Hoshie....


...Baru saja Hoshie memberitahukan tentang hal ini datang kakaknya membawakan sebuah semangka dengan ukuran cukup besar ditangan....


...Hot melihatnya lebih awal lalu kemudian Ghazi juga melihatnya....


..."Ok" jawab Ghazi....


...Panggilan telepon dari Hoshie belum di akhiri....


...Berusaha mengalihkan pembicaraan....


..."Sayang" kata Ghazi....


..."Ya" jawab Hot....


..."Aku ingin semangka" kata Ghazi....


...Berkata jujur....


..."Kau tidak suka semangka" kata Hot....


...Hoshie mendengar melihat keduanya sedang melihat ke arah lain ketika sedang melakukan video call dengannya....


...Xie menaruh semangka dan makan malam mereka diatas meja masih didalam toko yang tersedia untuk para pengunjung yang ingin duduk menikmati coklat secara langsung ditempat pembelian....


..."Apa kalian akan tetap disana?" tanya Xie....


...Hoshie mendengar suara seseorang yang ia tahu adalah seseorang yang menjadi kakak dari orang yang sedang dipikirkan dirinya saat ini....


...Melewati mereka....


...Xie masuk kedalam ruang dapur toko....


...Keluar dengan membawa talenan dan piring bundar besar....


...Melewati mereka lagi....


...Dari pihak Hoshie mengakhiri dengan sendirinya obrolan bersama dengan Ghazi dan Hot....


...Pasangan ini mendekat kepada Xie untuk membantunya mempersiapkan makan malam mereka....


...Hot berpikir ada sesuatu yang selama ini membuat rekan kerjanya yang menurutnya agak sedikit sensitif jika berbicara mengenai perhatian pacarnya kepada adik tirinya bisa membuat siapapun merasa iri dengan kasih sayang ini....


...Hot melihat Ghazi begitu sebaliknya, itu yang terjadi saling melempar sinyal dengan isi pikiran yang sama....


...Kepada Ghazi....


..."Kau mau semangka juga?" tanya Xie....


..."Aku akan mencobanya" kata Ghazi....


...Membantu membuka udang yang siap direbus....


..."Aku juga ingin semangka" kata Hot....


...Xie yang membaca salah satu karakter pacar dari adiknya....


...Xie terhenti dari aktivitas memotong semangka untuk berbicara langsung kepada Hot....


..."Aku hargai perjuanganmu" kata Xie....


...Xie kembali memotong lagi semangka di depannya....


...Ghazi membantu sebisa mungkin menyiapkan tahu putih siap masak....


...Mencuci selada....


...Hot mempersiapkan selada ungu dan hijau....


..."Ini sudah bersih" kata Hot....


...Teriak Xie....


..."Kau tidak mau semangka!" kata Xie....


...Sesuai saran dari Hoshie dalam satu teriakan saja Dashie keluar setelah mendengar kata semangka....


...Dia dan mata pandanya yang tidak bisa disembunyikan dari ketiga orang yang ada disana....


..."Ada yang bisa kubantu?" tanya Dashie....


...Dia mengambil beberapa daging sapi muda lalu memindahkannya ke piring yang tadi dibawa oleh Ghazi dari dalam dapur....


...Menyibukkan diri....


..."Jangan melihatku terus. Aku malu dengan mata pandaku" kata Dashie....


...Ghazi mencari sesuatu....


...Belum juga ditemukan olehnya lalu melihat ke sekeliling....


...Dia agak ragu ditambah sedikit malu dengan wajah polos lalu menarik lengan pacarnya yang sedang sibuk memotong daging....


...Respon yang baik....


..."Kau sedang cari apa?" tanya Hot....


...Senyum malaikat untuk Hot....


..."Tuan Oryn, berikan dompetmu" kata Ghazi....


..."Ambil saja. Aku sedang memanggang daging" kata Hot....


...Suaranya polos terdengar....


..."Dimana?" tanya Ghazi....


..."Ada didalam jaket" kata Hot....


...Lalu didepan Dashie dan Xie mengambil jaket yang ada di sebelah kanan Hot diatas kursi panjang di sebelah kiri persis Ghazi duduk....


...Mengambil beberapa lembar uang....


...Hot membalik daging yang sedang dipanggang diatas kompor listrik dengan alat panggang mini....


..."Itu terlalu sedikit" kata Hot....


..."Aku hanya butuh sedikit. Nanti, aku ambil lagi" kata Ghazi....


..."Ambil lagi takutnya kurang" kata Hot....


..."Ok" kata Ghazi....


...Setelah mengambil beberapa lembar uang lagi, Ghazi pergi untuk membeli sesuatu di minimarket di depan toko....


...Ghazi akan menyebrang....


...Menunggu waktu yang aman untuk menyebrang....


...Satu menit lebih dua detik akhirnya bisa menyebrang pergi menuju minimarket....


..."Apa dia selalu begini?" tanya Xie....


..."Ya" kata Hot....


...Geleng-geleng kepala....


..."Bukankah uangnya banyak" kata Xie....


...Berhenti sejenak membalik daging lalu melihat Xie....


...Tiga detik berlalu....


...Kembali membalik daging yang sedang dipanggang....


...Dashie mulai bersuara dengan pendapatnya....


..."Kau mau mentransfer uang padanya seperti yang kau lakukan padaku" kata Dashie....


...Kakak adik sedang berdebat....


..."Ya. Lalu, kau mentransfer balik ke rekening ku" kata Xie....

__ADS_1


...Melerai....


..."Sudahlah" kata Hot....


...Hot mengambil piring milik Xie memberikan tiga daging panggang yang sudah matang....


...Mengambil piring untuk Ghazi....


...Tiga slice daging panggang siap makan juga untuk Ghazi....


...Lalu untuknya dengan tiga slice daging ditaruh diatas piring....


...Dashie sedang memanggang daging sendiri dan belum matang....


...Sedangkan untuk Hot sedang mengambil selada berwarna ungu untuk Ghazi dan dirinya sendiri....


...Merasa mereka berdua sedang menunggu klarifikasi dari sikapnya terhadap perilaku kekasihnya yang terkesan membiarkan tanpa ada masalah....


..."Ya Tuhan. Aku sudah mengenalnya dan dia memang butuh disejahterakan" kata Hot....


...Tuan Oryn Mason yang sedang minum air soda dari kaleng....


..."Kapan kau akan menikahinya?" tanya Xie....


...Dia tersedak saat menerima pertanyaan itu....


...Menepuk pundak kakaknya sebelah kiri cukup keras....


..."Kau seperti Ayah saja!" kata Dashie....


..."Kenapa. Apa salahku?" tanya Xie....


...Ghazi sudah kembali dan situasi seketika dibuat seakan tidak ada masalah disaat dia pergi....


...Duduk disebelah kanan pacarnya lagi....


...Membuka botol air mineral untuk dirinya lalu baru untuk Hot....


...Inisiatif dari Dashie....


..."Kakak, aku boleh minta handsanitaizer nya?" tanya Dashie....


...Memberikan tas selempang hitamnya kepada Dashie....


..."Ini. Ambil saja dari dalam tasku" kata Ghazi....


...Yang mengejutkan adalah disana hanya ada satu botol handsanitizer untuk ukuran traveling serta ponselnya tak ada yang lain....


...Dashie jadi sedih melihat kondisi kakaknya yang seperti ini....


...Hatinya menyatu dengan akal pikirannya....


..."Aku menyayangimu" kata Dashie....


...Ghazi menerima pelukan dari adiknya dengan senang hati terpancar dari senyum cerianya....


...Dia memeluk kakak perempuannya yang sedang makan daging dari arah samping kanannya....


...Makan daging yang kedua dari atas piring sendiri....


...Hot melihat kehangatan di antara dua saudara kembar ini....


...Melihat langkah yang diambil oleh kakak laki-lakinya....


...Melepas pelukannya dari Ghazi....


..."Ini milikku" kata Dashie....


...Dia mencegah Xie untuk menyentuh daging panggang miliknya yang hampir matang....


..."Ya. Aku tahu" kata Xie....


..."Minta satu saja tidak boleh" kata Xie....


...Mempertahankan apa yang sudah menjadi miliknya....


..."Tidak boleh" kata Dashie....


..."Ini ku buat untuk kakak" kata Dashie....


...Dia memberikan sebagian banyak daging panggang untuk kakak perempuannya....


...Dia juga memakan daging panggang hasil panggangannya sendiri....


...Hot dengan keusilannya yang kambuh....


..."Tadi, Hoshie bilang dia merindukanmu" kata Hot....


...Dashie yang sedang menggigit semangka....


...Menunjuk ke arah ponselnya yang dalam mode hening....


..."Dia. Sekarang, dia juga sedang menelpon ku lagi" kata Dashie....


..."Kasihan" kata Xie....


...Di jam yang sama ketika pukul setengah tujuh malam lebih sepuluh menit....


...Di tempat yang berbeda dengan suara musik keras dengan lagu yang dinyanyikan oleh seseorang di dalam tempat karaoke....


...Ren sedang bosan lalu meminum bir yang mereka pesan....


...Rio sedang menyanyikan sebuah lagu yang bertema sedih....


..."Suaranya membuat kepala ku sakit" kata Ren....


..."Sungguh sangat percaya diri sekali" kata Ren....


...Lagu masih berputar....


...Dia melihat sahabatnya yang tidak terlalu suka minum menjadi seperti sang ahlinya....


...Berteriak Rio kepada Ren....


..."Aku akan minum juga!" kata Rio....


...Dia menuangkan bir dengan kadar alkohol tinggi sama dengan minuman barusan ia minum kedalam gelas....


...Bangun dari sofa hijau tempat mereka berkaraoke....


...Memberikan bir dari dalam gelas untuk Rio....


..."Terimakasih kawan" kata Rio....


...Datang kemudian seorang gadis yang merupakan teman dekat peminjam identitas milik Ren....


...Dia duduk disebelah kanan sambil menyilangkan kaki....


...Seorang gadis berambut panjang lurus dengan sepatu boots hitam....


...Dia bergaun hitam pendek tidak berlengan dengan kerah model Bardot....


...Menuangkan bir ke dalam gelas lain untuk temannya ini....


..."Kau tertarik padanya?" tanya Ren....


...Tertawa sinis....


..."Dia sangat sempurna bahkan ketika sedang mabuk" kata temannya Ren....


..."Teman atau … " kata Ren....


...Meneguk gelas berisi bir....


...Selesai meneguk bir....


..."Jika dilihat, dia bisa dijadikan teman dan teman kencan yang asyik" kata temannya Ren....


..."Bagaimana dengan aura miliknya?" tanya Ren....


..."Jika dia tidak bisa diajak bekerjasama. Aku akan menghabisinya" kata Temannya Ren....


...Melihat Rio yang sedang bernyanyi....


...Ren meminum bir dari kalengnya....


..."Kau memang sahabat ku" kata Ren....


..."Tapi, dia lumayan juga" kata temannya....


..."Dia baru saja diputuskan oleh pacarnya" kata Ren....

__ADS_1


..."Ok. Aku tahu jangan menggunakan hati jika bersama dengannya" kata temannya Ren....


...Dia memberikan foto siapa orang yang baru saja memutuskan hubungan percintaan dengan pria yang dianggap sempurna untuk sahabat perempuannya itu....


...Dia tertawa dengan siapa yang ada dalam layar ponsel Ren....


..."Kenapa kau tertawa?" tanya Ren....


..."Dia sering kudengar" kata temannya....


..."Kenapa aku baru dengar?" tanya Ren....


..."Kau ingat pria bernama Luc, dia satu-satunya wanita yang dekat dengannya" kata gadis tersebut....


...Mengingat siapa itu Luc....


..."Dia yang sudah menghilang itu" kata Ren....


...Lagu sudah selesai dinyanyikan oleh Rio lalu dia kembali di sofa panjang bersama dengan kedua orang bangsa Blacwhe itu....


...Mengambil lebih banyak lagi bir dari dalam kaleng meminumnya secara langsung....


...Keduanya melihat Rio minum tanpa terkendali....


..."Kau punya rencana?" tanya Ren....


...Balik bertanya....


..."Rencana apa?" tanya teman Ren....


...Dia tidak mengajak bicara teman Ren tersebut....


..."Bagaimana jika nyawanya kita ambil sekarang?" tanya Ren....


..."Kita bisa memanfaatkan sisa hidupnya. Jangan terburu-buru" kata teman Ren....


..."Kau tahu alamat rumah gadis itu?" tanya teman Ren....


...Ren menatap temannya dengan sebuah ide muncul dari dalam pikirannya....


...Tapi itu kurasa kurang menantang baginya....


..."Kau mantan kekasih Hoshie kan?" tanya Ren....


...Dia minum lagi bir dari dalam gelas....


...Dia seakan amat trauma jika berkaitan dengan Hoshie....


..."Ternyata aku tidak salah mengundangmu kemari" kata Ren....


...Langsung menebak apa yang akan dikatakan oleh Ren....


..."Apa dia gadis yang paling dicintai oleh Hoshie?" tanya temannya itu....


..."Tebakanmu tidak salah" kata Ren....


...Memberikan banyak lagi bir untuk Rio....


...Mereka memesan banyak lagi minuman dan Rio makin tidak terkendali menghabiskan banyak minuman yang diberikan oleh mereka....


...Melihat sudah pukul sembilan malam....


..."Kau masih punya nomor ponsel Hoshie kan?" tanya Ren....


..."Tentu" kata temannya Ren....


...Memotret Rio yang sedang mabuk berat lalu mengirimkannya kepada Hoshie....


...Bukan hanya potret Rio seorang melainkan potret gadis itu bersama dengan Rio....


...Dia dan temannya sedang membuat rencana kejutan untuk Dashie....


...Rio sudah mabuk berat....


...Ren dan temannya memapahnya pergi menghilang dari dalam tempat karaoke lalu kembali muncul ke sebuah tempat....


..."Kita juga harus mengambil fotonya disini" kata mantan kekasih Hoshie....


...Untuk Hoshie yang menerima potret dari mantan kekasihnya banyak potretnya bersama dengan Rio....


...Dia marah jelas dengan ulahnya yang diluar kendali terlebih dengan background dimana potret terakhir diambil olehnya....


..."Dia membawanya ke kamar Dashie" kata Hoshie....


..."Dasar gadis gila!" kata Hoshie....


...Hoshie yang masih dalam kondisi sekarat melepas paksa jarum infus di tangan kirinya....


...Darah tentu masih basah di setiap luka yang ada didalam diri....


...Keluar dari dalam kamarnya turun dari anak tangga....


...Dia bergerak pergi menghilang di depan Nawa yang sedang mengerjakan tugas sekolah....


..."Dia kenapa lagi?" tanya Nawa....


...Dia muncul tepat di dalam kamar Dashie....


...Dia mencari orang yang ada di dalam potret yang baru saja ia lihat dari sebuah pesan seseorang....


...Rio ada disana....


...Dashie terdengar akan masuk kedalam rumah terdengar juga suara yang lain....


..."Rupanya dia gadis yang sangat berarti untuk mu" kata mantan kekasihnya....


..."Lepaskan dia!" kata Hoshie....


..."Ini bukan dirimu" kata mantan kekasihnya....


...Rio yang sudah terkena mantra setengah sadarkan diri dalam genggaman kendali mantan kekasihnya Hoshie....


...Dia mengeluarkan senjata beracun dari dalam telapak tangan menyentuh leher Rio perlahan menusuk darah keluar deras dan semakin deras....


...Suara langkah kaki Dashie semakin terdengar oleh Hoshie mendekat ke arah kamarnya....


...Berteriak dalam dimensi kedap suara....


..."Lepaskan!" kata Hoshie....


...Seluruh benda yang bersandar tegak di dinding jatuh ke bawah lantai....


...Dia tersenyum puas dengan apa yang baru saja dia lakukan....


..."Dia tidak akan selamat" kata mantan kekasihnya....


...Dia dengan senjata yang menusuk perlahan masih menancap di leher Rio....


...Pintu kamar terbuka oleh Dashie....


...Dashie masuk kedalam kamarnya lalu pemandangan tidak biasa dilihatnya....


...Semua darah Rio keluar terlalu banyak dengan kondisi ada Hoshie disana....


...Mantan kekasihnya sudah pergi meninggalkan bukti kejahatannya kepada Hoshie....


...Dia gemetar ketakutan....


..."Hoshie" kata Dashie....


...Dia jatuh kebawah bersandar ke pintu kamar masih terbuka sedikit....


...Segera dia akan membuka pintu mencari pertolongan kepada orang lain akan tetapi pintu langsung tertutup dengan sendirinya oleh kekuatan Hoshie....


...Dashie berusaha berteriak dan membuka pintu tapi semua itu sia-sia....


...Sedangkan Hoshie dengan sekuat tenaga mengambil seluruh racun dari raga Rio dengan kekuatan tangannya....


..."Apa kau akan tetap disana?!" kata Hoshie....


...Dashie dengan segala keberanian untuk menghadapi apa yang seharusnya tidak dilihatnya tak bisa lari....


...Dia berinisiatif mencari kain untuk menahan darah yang begitu banyak keluar dari leher Rio....


...Melihat dimana letak luka yang menyebabkan banyak darah keluar dari dalam lehernya....


...Menutup luka Rio dengan kain yang terlihat ada disana darahnya mengalir terasa mengerikan....


...Dia dengan segala pikiran negatif menjadi tertuju kepada Hoshie....


..."Bisakah aku tetap percaya padamu?" tanya Dashie....

__ADS_1


__ADS_2