
...Chapter 6: Harus pergi?....
... Menebak apa yang akan dilakukan oleh pria berkacamata minus selanjutnya....
... Dia menjambak rambut kepala gadis itu mencengkram erat dengan tangan kanannya sangat kasar terlihat bahkan dalam kondisi gelap....
... Menyeramkan suara itu....
..."Hahahahhahah" ...
... Dia tertawa dalam gelap dan matanya menyala memerah....
... Apakah dia terlahir dengan seperti ini menjadi seperti ini itulah yang dia mau mungkin bisa dikatakan ya atau tidak tapi apa yang dia lakukan sungguh luar biasa. Dia tanpa terlihat menarik gadis yang ia ambil auranya yang juga tidak bisa terlihat oleh orang lain menyeret dengan tanpa sebuah rasa bersalah rambut kepala mayat gadis muda menuju sebuah daerah yang masih termasuk area pantai namun lebih tinggi lagi....
... Musik pantai terdengar sampai tempat mereka berdua berada dengan takdir yang berbeda tanpa sebuah pilihan gadis itu dipaksa harus menerima takdir yang dibuat oleh orang lain....
... Apa yang harus di lakukan sedangkan dia sudah tidak bisa melawan dengan dirinya yang sudah tidak bernyawa bahkan untuk raganya yang akan bernasib lebih menyedihkan siap ia terima. ...
... Penyiksaan ini belum berakhir dia masih menyeret dengan kasar raga gadis itu menuju tempat yang ia inginkan dan yang lebih pilu adalah orang orang disana tidak bisa melihat kedua orang dengan takdir berbeda ini ada diantara mereka. Pria berkacamata itu dengan mudah melakukan kejahatannya di hadapan banyak orang tanpa rasa khawatir....
... Pria ini tersenyum penuh kegembiraan setelah melewati orang orang itu merasa bahwa dia bisa mengendalikan segalanya....
... Dia siap melempar mayat gadis itu dari tempat yang bisa dikatakan sebuah tebing....
..."Dummmmm!"...
... Suara deburan ombak dibawah tebing mengaburkan suara jatuhnya mayat gadis itu....
... Mayat gadis itu terbuang sudah dari atas tebing itu oleh pria berkacamata minus....
... Dia masih tidak terlihat siapapun diatas tebing itu tersenyum melihat gadis itu sudah pergi jatuh kedalam air laut semakin dalam semakin dalam hingga tidak bisa terlihat oleh kekuatannya....
... Tanpa rasa bersalah tertawa....
..."Hahahahah!"...
... Tertawanya terdengar oleh orang orang yang berada di tebing lain pantai indah itu menggema....
..."Kalian tak perlu mencari kami" kata pria berkacamata minus....
..."Kalian juga sama seperti kami" kata Pria ini lagi....
... Ombak laut datang menabrak tebing dibawah pria ini keras suara yang terdengar....
... Dia pergi menghilang tanpa jejak. ...
... Waktu berjalan mundur disaat pesta perayaan ulang tahun Aka....
... Turun dari dalam mobil Dashie....
... Hatinya menolak ingin datang bukan hanya dari dalam raganya menolak tapi raganya juga merasakan penolakan tanpa sebuah sebab seakan mengajaknya untuk cepat lari dari tempat itu segera hal itu terasa begitu menyiksa....
... Hoshi meraih tangan kanan Dashie dan membawanya pergi dengan kado ulang tahun yang sudah ia siapkan untuk temannya yang sedang ulang tahun....
... Hoshie memperlakukan Dashie dengan lembut dalam masa pendekatan....
... Sampai ditempat acara ulang tahun....
... Semua melihat dengan tindakan yang di lakukan Hoshi kepada Dashie....
... Memberikan kado ulang tahun untuk Aka....
... Aka agak terkejut dengan hal ini tapi dia tidak mungkin memperlihatkan rasa cemburunya kepada seseorang dan kali ini lebih banyak orang di dalam pesta malam ini....
... Jiwa emosionalnya sedang di kendalikan oleh energi positif yang hadir bagai salju yang turun diatas kepala ke dalam api yang membara....
... Senyum cantik....
... Aka memeluk Dashie....
..."Terima kasih sudah datang" kata Aka....
... Saling menatap....
..."Sama sama. Ini kado dariku" kata Dashie....
... Memberikan hadiah ulang tahun yang ia bawa dari dalam tas hitamnya....
... Melepas pelukannya dari Dashie....
... Banyak teman temannya sudah mengantri di belakang Dashie untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepada wanita berambut ikal ini....
... Dashie menerima perlakuan baik dari orang yang termasuk dalam tipe idealnya yang ia cari sedari dulu....
..."Ini. Aku bawakan sandwich kesukaanmu" kata Hoshi....
... Dia membawakan empat jenis sandwich vegetarian kepada Dashie beserta salad semangka dengan topping ikan goreng yang sudah dihaluskan....
... Makan bersama dengan menu yang berbeda....
... Memandang Hoshi yang sedang makan beef sandwich....
... Kemudian, dia mengambil remahan roti di pinggir bibir Dashie....
..."Ini jauh lebih cantik" kata Hoshi....
... Dia memakan remahan roti yang tidak sengaja menempel dari sandwich yang belum termakan oleh Dashie ketika ia sedang makan tadi....
... Kaget. Dashie....
..."Aku tidak sedang merayumu tapi memang ada remahan roti di pipimu" kata Hoshi....
..."Jika kau kurang nyaman, aku tidak akan melakukan itu lagi" kata Hoshi....
... Dia melanjutkan makan lagi....
... Dashie dengan sandwich vegetarian yang belum habis di makan....
... Sejenak ia tidak bisa berkomentar banyak tentang hal itu karena yang ia rasakan adalah semuanya seakan akan menjadi rumit dengan sendirinya tanpa suatu sebab ia merasa kurang nyaman dengan dirinya sendiri bukan karena perlakuan dari Hoshi yang lebih perhatian hari ini tapi dia merasakan sesuatu yang tidak bisa diceritakan....
... Tidak nyaman perasaannya kali ini dalam suasana nyaman di dekat dan disekitarnya tetap saja ketidaknyamanan ia rasakan dari awal datang ke pesta ini....
... Lima belas menit berlalu beberapa teman teman yang lain melambaikan tangan berteriak kepada Hoshi....
... Suara teriakan....
..."Bergabung bersama kami!" kata mereka berteriak kompak....
... Hoshi membalas melambaikan tangan kanan kepada mereka....
... Menatap Dashie yang masih sedang menghabiskan sandwich di tangan....
... Wajah polos Dashie terlihat oleh Hoshi....
..."Aku akan bergabung dengan mereka" kata Hoshi....
... Dengan pipi masih dengan roti didalamnya....
..."Aku akan melihat mu dari sini" kata Dashie....
... Menghabiskan roti ditangannya dalam satu kali suapan terakhir lalu Hoshi mendekat ke arah Dashie....
... Kaget....
..."Kenapa?" tanya Dashie....
... Hoshi mendekat ke arah pipi sebelah kiri Dashie....
__ADS_1
... Menatap mata Dashie....
... Energi yang dimiliki oleh Hoshi segera lenyap begitu saja perlahan seperti terbang terkena angin lembut....
... Dia akan mencium pipi sebelah kiri wanita di sebelahnya namun tidak jadi dilakukan....
... Hoshi menyentuh kepala Dashie dengan lembut....
..."Tidak apa apa. Tetap disini patuh" kata Hoshi....
... Hoshi pergi kemudian menuju teman temannya yang sedang bermain bola voli pantai....
... Dia pergi dengan rasa sakit luar biasa yang ia rasakan dari telapak tangannya sendiri yang baru saja menyentuh kepala Dashie....
... Dashie menatap jauh pemuda itu yang semakin menjauh darinya merasakan hal aneh ada di dalam diri Hoshi tapi Dashie belum tahu apa itu....
... Hoshi yang semakin menjauh dari Dashie menggenggam erat telapak tangan menahan rasa sakit akibat aura yang dimiliki oleh Dashie yang ingin sekali pria ini memiliki aura milik wanita ini....
..."Berengsek. Susah sekali melenyapkan wanita itu" kata Hoshi....
... Berjalan terus menuju area permainan Hoshi masih dengan rasa sakit yang ia dapat tadi. ...
..."Waktuku tidak lama" kata Hoshi....
... Berjalan terus....
..."Dia harus tetap menjadi milikkku" kata Hoshi lagi....
... Hoshi bermain dengan teman temannya sedangkan untuk Dashie dia dengan makanan yang akan ia habiskan....
... Lima belas menit kemudian....
... Datang seseorang dengan tiga piring kecil yang berisi dessert diatasnya kemudian ia menaruhnya di meja yang sama dengan meja Dashie di sebelah makanan milik Dashie....
... Belum mengambil tempat duduk, dia masih sibuk dengan urusannya yang belum usai....
... Kembali lagi dengan membawa salad buah dan dua gelas cucumber mint dengan es di kedua minuman yang ia bawa....
... Menaruh di depan meja Hoshi....
..."Ini untukmu" kata Ved....
..." Thank you" kata Dashie....
... Ved mengambil tempat duduk di sebelah Dashie dalam waktu yang cukup lama untuk mereka saling berbicara....
... Ved memperhatikan Dashie yang makan sambil melihat ke arah Hoshie yang sedang bermain bola voli pantai beramai ramai....
..."Sudah melihatnya. Disini ada orang lain" kata Ved....
... Dashie mendengar suara orang yang sedang makan kue tetapi lebih memilih melihat Hoshie dari kejauhan....
... Nasihat seorang guru tiba tiba saja datang....
..."Meski dia sangat baik kepadamu tapi kurasa kamu bukan tipenya" kata Ved....
... Dashie berpaling kepada Ved....
... Ved merasa sedikit lega dengan hal ini....
... Memberi penolakan dengan argumen yang diberikan oleh Ved kepada dirinya....
..."Sesuatu terjadi kepadamu?" tanya Dashie....
... Dashie tak menyangka setelah melihat visual Ved saat itu yang mendapatkan perban baru di bagian wajah dan kepala. Dia juga melihat jemari jemari tangan yang juga mendapatkan perban perban baru....
... Dashie ingin bertanya kenapa apa yang terjadi itu semua ia simpan untuk dirinya sendiri....
... Ved mengambil satu sendok dessert....
..."Akhirnya, kamu mau memperhatikanku juga" kata Ved....
..."Tadi kau berkata apa?" tanya Dashie....
... Berpikir ulang kata kata mana yang Dashie maksud....
... Makan satu sendok lagi dessert manis dengan aroma kopi....
..."Yang mana?" tanya Ved....
... Menunjuk ke arah Hoshi yang sedang bermain bola voli pantai....
..."Tentang Dia?" ...
... Mengingat....
..."Maksudmu, dia?" tanya Ved....
... Mulai darah tinggi....
..."Ya" kata Dashie....
... Ved sedang menebak bahwa Dashie sedang penasaran dengan jawaban apa yang akan diberikan olehnya kali ini....
... Menunggu antusias tapi Ved agaknya tidak terlalu tertarik dengan menjawab pertanyaan dari Dashie....
... Ngambek....
..."Sudahlah. Lupakan pertanyaanku" kata Dashie....
... Langsung tidak tega....
..."Begini Nona. Kamu tidaklah jelek tapi kamu bukanlah tipe idealnya lalu mana mungkin dia bisa menyukaimu?" tanya Ved....
... Mengambil sandwich kedua diatas meja kemudian memakannya lagi....
..."Kau tidak berbohong kan?" tanya Dashie....
... Mulai merasa iba....
..."Ya" jawab Ved....
... Menjadi sedih dengan jawaban kenyataan ini....
... Merasa bersalah telah berkata jujur kepada sahabatnya itu....
... Makan satu sendok dessert rasa kopi lagi....
..."Jangan sedih. Itu air mata ditabung aja" kata Ved....
... Dashie sudah mulai berkaca kaca dihadapan Ved....
..."Isi hati dan pikiranku sama dengan nasihat mu" kata Dashie....
..."Bagaimana jika itu benar tapi aku menolak kebenaran itu?" tanya Dashie....
... Dalam pertanyaan ini sahabatnya itu tidak mau berkomentar....
... Berkomentar kepada diri sendiri....
..."Aku memang menyebalkan" kata Dashie....
... Sambil makan kue lagi Ved menanggapi apa yang dikatakan oleh sahabatnya barusan....
... Berpikir ulang lagi....
... Memberi motivasi....
__ADS_1
..."Tapi jika dia tipe mu. Apa salahnya kau berusaha" kata Ved....
... Menjadi canggung lagi....
... Keduanya bermain ponsel masing masing....
... Beberapa menit kemudian melirik satu sama lain....
..."Apa yang kau mau?" tanya Dashie....
..."Jangan mengangguku" kata Ved....
... Merasa menjadi korban sambil nunjuk diri sendiri ...
..."Me!" kata Dashie....
... Berdiam diri satu sama lain....
... Mulai bosan....
... Menghubungi teman teman lain yang sudah lama tidak bertemu....
... Nomor pertama....
... Masih aktif....
... Menunggu diangkat panggilan telepon darinya....
..."Sudah dua tahun dan kau tidak mengabariku" kata Dashie....
... Masih menunggu diangkat panggilan telepon darinya....
..."Ya ampun. Kemana saja dia, apa dia sesibuk itu?" tanya Dashie....
... Menaruh ponsel kedalam tas hitam miliknya lalu melanjutkan menghabiskan makanan yang belum ia habiskan....
... Ved sibuk dengan ponsel dan dessert miliknya....
... Dia ingin menelepon teman temannya yang lain tapi dia tahu bahwa mereka sedang sangat sibuk dengan kegiatan mereka di libur semester ke empat ini....
... Tiga belas menit kemudian masih dengan salad semangka....
... Terjadi lagi ilusi ini....
... Memperhatikan dengan seksama apa yang ada di sekelilingnya....
... Mengisi pikiran....
..."Kemana semua orang orang disini pergi?" tanya Dashie....
... Disebelahnya pun tak ada keberadaan Ved ada disebelahnya....
... Seketika mereka hadir kembali....
... Rasa panik yang tertunda....
..."Sungguh tadi aku melihatnya" kata Dashie....
... Memakan sandwich lagi sambil memikirkan kejadian ilusi barusan....
..."Makanan ini nyata lalu tadi apa?" tanya Dashie....
... Melihat ke arah Ved....
..."Dia belum pergi. Dia masih disini" kata Dashie....
... Sedikit mulai lega....
... Beberapa menit kemudian terjadi lagi....
... Dia melihat seseorang tapi itu tidak terlalu jelas....
... Berpikir dengan logika....
..."Tak ada manusia yang bisa melihat tentang masa depan" kata Dashie....
... Melihat seseorang yang sedang marah marah diantara banyak orang di pantai....
... Terkaget....
... Dengungan keras terdengar oleh Dashie....
..."Aaagghhh!" kata Dashie menutup kedua telinga....
... Ved memberikan perhatian....
..."Ada apa?" tanya Ved....
..."Kenapa?" tanya Ved....
..."Katakan" kata Ved....
... Dashie mencegah Ved jauh lebih perhatian seperti biasa....
..."Aku tidak apa apa hanya melamun" kata Dashie....
... Melepas kedua tangan dari telinga Dashie....
..."Aku takut terjadi apa apa denganmu" kata Ved....
... Menjauh satu meter lagi jarak mereka lalu melanjutkan urusan mereka masing masing....
... Ved bermain game sambil memakan dessert miliknya kemudian Dashie menenangkan diri dengan ilusi ilusi yang tiba tiba saja hadir dalam alam bawah sadar dirinya....
... Seseorang marah marah tidak jelas dengan wajah yang tidak jelas terlihat dari dalam ilusi Dashie terus berlanjut dengan usaha orang orang yang ia lihat dalam ilusinya sendiri....
..."Siapa wanita dan pria yang ku lihat?" tanya Dashie....
..."Ini membuatku takut. Bagaimana ini?" tanya Dashie....
... Terjadi lagi hal yang hampir sama kepada Dashie. Namun kali ini agak sedikit berbeda di pantai yang sangat sepi hadir dua orang yaitu satu perempuan dan yang satunya lagi seorang laki laki....
... Seorang perempuan yang mengikuti seorang pria pergi menjauh dan bayangan itu berhenti....
... Mengatur nafas....
... Ved menenangkan Dashie....
..."Kita pulang saja. Ok" kata Ved....
..."Aku antar?" tanya Ved....
... Masih terlihat terkejut dan belum bisa menerima dengan semua ilusi itu....
...Bagaimana dengan apa yang ia lihat dan jika itu akan terjadi dikemudian hari sungguh menakutkan....
..."Aku harus pergi dari tempat ini" kata Dashie....
... Sebelum waktu melarikan diri dari tempat itu Dashie mencari tahu dari mana asal ilusi itu....
... Ia melihat seseorang terseret ke suatu tempat dan dengan teganya menaruh mayat ke area yang lebih gelap....
... Menyeret dan menyeret korban pembunuhan tersebut....
... Dashie....
... Tersadar lagi bahwa dia harus benar benar pergi dari wilayah itu....
__ADS_1