Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 126: Always sweet.


__ADS_3

...Chapter 126: Always sweet....


... Dashie yang kesal dengan sikap temannya ini yang juga masih menahan agar ia bersikap tidak jauh melebihi dari sebelumnya ditujukan kepada semua orang....


..."Kau memiliki banyak uang. Untuk apa meminta ganti rugi" kata Dashie....


... Dan apa yang diterima oleh Dashie atas pembelaan yang diberikan olehnya kepada temannya itu....


... Maskernya terlepas....


... Dia didorong oleh Aka lalu jatuh ke bawah lantai yang terbuat dari semen kuat untuk arena bermain skateboard di depan banyak orang yang juga dilihat oleh Rio yang enggan untuk ikut campur dengan tingkah Aka yang sudah jelas wanita itu yang salah tapi tetap keras kepala kekeh dengan dirinya yang selalu bersikap seperti seorang putri yang selalu baik hati kepada semua orang lalu lihat apa hasil yang diterima oleh Dashie....


... Soft yang sedang mengendalikan nafasnya setelah berkelahi dengan Aka....


..."Dasar ******" kata Soft....


... Tidak terima di katai ****** oleh Soft....


..."Apa kau bilang?!" kata Aka....


... Dia yang berani dengan siapa ia bicara saat ini masih dengan jiwa mudanya yang percaya diri....


... Mengulang sekali lagi kata yang tidak ramah jika didengar oleh telinga banyak orang....


..."Ya. ******!" kata Soft....


... Dashie yang dibantu bangun oleh Rio tapi tetap ditolak secara langsung olehnya mendapatkan perlakuan lembut belum berhenti dari mantan kekasihnya atas penolakan yang ia terima dari pertolongan yang ia berikan. ...


... Dashie berusaha tetap bangkit sendiri tanpa harus menerima bantuan dari Rio....


... Aka yang masih dalam emosi berharap masih ada kepastian untuk dirinya tentang hubungan asmara yang diharapkan dari seorang yang ada menjaga kekasihnya yang akan menyerang lagi gadis yang baru saja mendorong Dashie jatuh ke bawah....


..."Kau pilih aku atau dia?" tanya Aka....


..."Pilih?" tanya balik Ren....


..."Siapa yang harus ku pilih?" tanya Ren lagi....


... Dia mengambil tali yang mengikat leher kucing kesayangan membawanya lalu Ren langsung membawa pacarnya menjauh dari area perkelahian yang masih banyak orang-orang disana dengan waktu yang terus bertambah malam....


..."Ayo kita pergi kerumah sakit" kata Ren....


... Aka kesal tiada obat melihat orang lain mengabaikannya dengan mudah....


... Dia dengan teriakan teriakan yang membuat pusing siapapun yang mendengarnya saat itu juga melihat ke arah Dashie....


... Dia dengan emosi yang di luapkan kepada Dashie....


..."Kau pasti senang kan" kata Aka...


... Bentak Dashie....


..."Hah!" kata Aka...


... Orang-orang disana sudah mulai bubar melanjutkan kegiatan mereka tidak peduli dengan kelanjutan perkelahian yang baru saja usai....


... Aka pergi karena ia sudah tidak tahan setelah menerima akibat pola pikirnya sendiri yang bertindak tanpa dipikir terlebih dahulu apalagi diperhitungkan sebelum melabrak siapa itu gadis remaja yang sedang bersama kekasihnya....


..."Apa kau ingin bermain skateboard?" tanya Rio....


... Dashie tidak mungkin menerima tawaran dari mantan kekasihnya itu memilih untuk pergi dengan tujuannya sendiri kemana ia akan pergi....


... Dia dengan suara yang lebih lembut....


..."Kau mau kemana?" tanya Rio....


... Suara yang datar menjawab pertanyaan dari Rio....


..."Pulang" jawab Dashie....


..."Dashie masih marah padaku" kata Rio....


... Rio yang memiliki tujuan bermain skateboard tetap dengan tujuannya yaitu bermain permainan ini. Sedangkan untuk Dashie pergi menjauh dari orang yang sudah seharusnya ia jauhi....


... Berteriak....


..."Mau ku antar pulang?" tanya Rio....


..."Tidak perlu" kata Dashie....


... Untuk apa seorang Rio memberikan banyak lagi kata-kata basa-basi itu yang dipikirkan oleh Dashie karena pada akhirnya mereka juga tidak akan sedekat dulu....


... Niat awal ingin healing dengan wisata malam di salah satu pusat kota ternyata tidak sesuai ekspektasi rencana yang sudah direncanakan....


... Dashie bergerak semakin menjauh dari arah Rio yang sedang bermain skateboard bersama orang-orang yang juga memiliki hobi yang sama....


... Di rumah sakit....


..."Perlukah aku tetap disini?" tanya Ghazi....


..."It's annoying but I'll do it" kata Ghazi....


... Ved yang akan tertidur berada dalam situasi yang mengharuskan untuk tidak memilih dengan kedatangan dua orang yang bertugas untuk menjaga dirinya dan juga Rumy yang kebetulan memang harus menerima kalau wali mereka sedang memiliki urusan yang harus mereka lakukan sebagai orang tua....


... Dia yang sedari tadi terus mengadu kepada Ved tentang segala kisah hidupnya....


... Tanpa suara....


..."Nona. Apa semua itu penting?" tanya Ghazi....


... Dia membaca buku milik Rumy lalu menengok remaja putri yang sedang menjadi udara tanpa banyak tercemar oleh dunia sekitar....


... Melirik lagi Ved yang sedang menjadi pendengar yang baik untuk sahabat perempuannya itu....


... Tidak bisa samar-samar terdengar segala isi curahan hati dari nona muda di sebelah kanan Ghazi. Ghazi sekarang duduk menghadap ke arah meja kecil sebelah kanan Rumy berada persis di sisi kanan persis ranjang tempat Rumy sedang berbaring mengatur nafas menjaga diri agar tidak terpapar oleh banyak radiasi....


..."Aku sedang membenci orang lain" kata Ghazi....


..."Ya" kata Ghazi....


... Dia juga seseorang di sebelahnya terasa tidak nyaman dengan apa yang sedang dilakukan oleh Nona muda yang satunya lagi....


... Hati dan pikirannya sedang berusaha tetap terkendali....

__ADS_1


... Tanpa suara juga....


..."Enaknya orang seperti dia diapakan?" tanya Rumy....


... Kedua wanita beda usia ini sedang diam dalam kata-kata yang sejak tadi terus ditahan jangan sampai keluar menjadi awal dari kerumitan hubungan yang tidak ingin saling lebih dekat ini....


... Ved duduk disana sambil terus mendengarkan setiap keluh kesah dari wanita yang ada di depannya sekarang sambil makan cemilan keripik....


..."Lihat, aku sudah berganti baju. Dia telah merobek bajuku" kata Aka....


... Dia sudah mengganti pakaian yang ia pakai tadi disaat berkelahi dengan Soft menggunakan setelan olahraga biru muda berbahan katun tebal lembut serta rambut yang terikat oleh tali berwarna kuning keemasan diikat rambutnya ke arah belakang....


..."Coba kulihat wajahmu" kata Ved....


... Ved melihat wajah Aka memeriksa apakah bekas tamparan dari seseorang yang diceritakan oleh sahabatnya itu masih membekas....


..."Ini akan sembuh dengan sendirinya" kata Ved....


..."Kenapa kalian bisa berkelahi. Itu kan bisa dibicarakan" kata Ved....


..."Dia mengambil Ren dariku" kata Aka....


... Ved agak sedikit tidak percaya tapi situasi ini sudah ia prediksi suatu hari nanti akan terjawab dengan pasti siapa Ren yang dicurigai itu bukanlah Ren yang merupakan sahabatnya yang asli....


... Menegur Ved....


..."Kenapa melamun. Sepertinya, kau tidak mendengarkan aku bicara" kata Aka....


... Butuh kesabaran untuk menghadapi sahabatnya itu....


..."Dengar. Dengar, Aka" kata Ved....


... Akan menawarkan makanan yang ia makan kepada Ved....


..."Kau mau ini?" tanya Aka....


..."Tidak. Aku sedang tidak makan itu" kata Ved....


... Menawarkan makanan mengandung banyak lemak yang ia beli tadi sebelum datang menjenguk Ved....


..."Kalau ini?" tanya Aka....


... Dia hanya menjawab dengan gelengan kepala dengan semua tawaran dari salah satu mantan kekasih Hoshie ini....


..."Baiklah. Aku akan memakannya sendiri" kata Aka....


... Sambil memakan sup bola-bola daging beserta potongan daging lemak serta sayur juga mie dengan taste extra pedas....


... Menyeruput kuahnya dengan sendok....


... Mengingat sesuatu lalu bercerita lagi sambil menatap kepada Ved....


..."Oh ya. Tadi, aku juga melihat Dashie ada disana" kata Aka....


..."Dashie?" tanya Ved antusias....


..."Iya. Dia bersama dengan Rio" kata Aka....


... Mendengar cerita dari Aka barusan terpikir oleh Ved mungkin saja mereka berdua juga akan bertengkar setelah kejadian tempo hari di ruangan tempat ia sedang dirawat saat ini....


... ...


..."Lalu setelah itu?" tanya Ved....


..."Aku tidak peduli dengan mereka lalu aku memutuskan untuk pergi" kata Aka....


... Ved yang sudah terbiasa dengan sikapnya ini terlihat nyaman-nyaman saja dengan apa yang dikatakan oleh sahabatnya itu dan lagi dari alasan ini ia bersikap tidak terlalu memperpanjang membahas tentang Dashie terlebih jika melihat kebelakang akan ketidakharmonisan hubungan pertemanan keduanya. Apalagi kejadian saling tampar yang dialami oleh kedua sahabatnya yang merupakan kala itu masih sepasang kekasih tidak tahu kabar kelanjutan kisah asmara mereka kini....


... Dia tanpa suara menanggapi kisah asmara kedua sahabatnya....


..."Aku yakin mereka sudah putus" kata Ved....


... Ved melirik ke arah Rumy yang tidak ingin ikut campur dengan isi obrolan yang yang sedang mereka bicarakan....


... Ghazi juga menerima secara tidak langsung sebuah kode dari teman masa kecilnya itu tanpa sebuah kata hanya dengan lirikan mata kepada Rumy....


... Dia yang mulai curiga dengan sebuah kebenaran yang sedang keduanya tutupi tanpa ada orang lain tahu....


..."Ada sesuatu yang mereka sembunyikan selama ini tentang adikku" kata Ghazi....


... Dia dengan akal pikirannya yang berkembang dengan situasi yang mencurigakan ini....


..."Apa aku melewatkan sesuatu?" tanya Ghazi....


..."Sepertinya iya" kata Ghazi....


... Ghazi beranjak bangun dari kursi yang ia tempat keluar sebentar dengan tas selempang yang masih ia kenakan dibahu dengan membawa ponselnya juga untuk menghubungi nomor ponsel seseorang tanpa berkata apapun kepada orang-orang yang masih berada diruangan perawatan tersebut....


..."Dia mau kemana?" tanya Ved....


..."Dia tidak bilang mau kemana" jawab Rumy....


... Aka yang tidak mau seseorang jauh lebih akrab dengan Ved selain dirinya memberikan tatapan mengerikan kepada Rumy....


... Rumy dengan sifat polos tapi usil juga....


... Melihat Rumy kepada Aka....


..."Ada apa kau terus melihatku. Apa aku lebih cantik darimu?" tanya Rumy....


... ...


... Dia belum mengalihkan pandangannya dari Aka....


..."Kau tidak cantik" kata Aka....


... Menunjuk ke arah Ved....


..."Tapi, dia selalu menatapku setiap saat" kata Rumy....


... Curiga kepada Ved sekaligus tidak suka hal ini akan tetap berlanjut....


... Interogasi dimulai....

__ADS_1


..."Kau menyukai gadis ini?" tanya Aka....


... Ved yang tidak mau berdebat tentang siapa yang ia sukai menutup wajahnya sedikit dengan jemari tangannya itu....


... Mengguncang kaki Ved yang tertutup selimut tebal biru muda....


..."Jawab aku!" kata Aka...


... Berhenti mengguncang kaki kiri Ved....


..."Apa salahnya jika hanya melihat. Itu bukan berarti suka kan" kata Rumy....


... Dia masih belum percaya dengan apa yang dikatakan oleh gadis remaja yang satu ruangan dalam perawatan medis ini lalu mengguncang kembali kaki Ved sebelah kiri....


... Ved tidak menjawab pertanyaan dari Aka....


... Rumy masih dengan jiwa percaya dirinya....


..."Tenang saja meski dia sangat tampan tapi aku sudah punya pacar" kata Rumy....


... Dengan nada suara sombong mengajak bicara Rumy lagi....


..."Kau terlalu percaya diri" kata Aka....


... Ved yang memberikan perhatian kepada Rumy....


..."Kau sudah minum obatmu?" tanya Ved....


..."Aku sudah meminumnya sepuluh menit yang lalu" kata Rumy....


... Ved yang sudah tahu reaksi obat yang mereka minum tidak jauh berbeda akan menimbulkan rasa kantuk....


... Menghitung waktu kapan Rumy akan segera tertidur....


..."Sebentar lagi obat itu akan bekerja sempurna dan kau bisa istirahat" kata Ved....


..."Kurasa kita tidak bisa seakrab ini" kata Rumy....


... Ved juga tahu mereka tidak seperti yang sedang mereka tunjukkan kepada Aka akan tetapi ini bisa mencegahnya agar tidak melanjutkan perdebatan....


... Aka melihat keakraban diantara keduanya mungkin alasan yang tepat adalah karena mereka sudah beberapa hari tinggal dirawat dalam ruangan yang sama semenjak kejadian penyerangan dari bangsa Blacwhe yang mereka terima....


... Ved menatap Aka lagi....


..."Aku akan menghabiskan makanan ku ini" kata Aka....


... Sedang menghabiskan sup yang sedang ia makan....


... Dia menjadi patuh ketika melihat sikap sahabatnya yang secara tidak langsung sedang marah kepadanya tanpa menyuruhnya untuk patuh ia memahami isyarat tersirat dalam kalimat yang ia ucapkan kepada Rumy....


... Ved yang masih dengan dirinya yang tetap perhatian terhadap Aka....


..."Jika kau haus, kau bisa ambil air di lemari pendingin di sebelahmu" kata Ved....


... Dia mengangguk sambil masih menghabiskan sup di mangkuk yang dipegang dengan tangan kiri sedangkan tangan kanannya digunakan untuk makan....


... Ghazi yang baru selesai menghubungi seseorang lalu kembali dengan dirinya yang sejak awal tidak ingin berusaha akrab dengan seseorang yang saat ini berada dekat dengan Ved....


... Dia kembali dikursi tempat duduknya semula didekat Rumy yang mulai merasakan rasa kantuk setelah meminum obat tiga belas menit yang lalu....


..."Ghazi" panggil Ved....


..."Yah" jawab Ghazi....


..."Tidak terjadi apa-apa kan?" tanya Ved....


... Sambil melirik ke arah Aka....


..."Tidak ada apa-apa. Jangan terlalu mencemaskan ku" kata Ghazi....


... Kembali dengan dirinya yang bersandar di ranjang lalu menyandarkan kepalanya di tempat tidur Rumy sudah mulai tertidur....


... Di area tempat kos kosan Dashie....


... Berpapasan dengan cukup banyak orang disekitar jalan gang menuju arah rumah dengan suasana cukup ramai diwaktu akan menuju pukul sembilan tepat kurang tiga puluh detik lagi....


... Dashie yang sedang dalam berjalan pulang sendirian tidak sadar sedang diikuti oleh orang lain dari arah belakang....


... Langkah kaki dari sepatu hitam yang ia pakai terdengar sedikit irama yang menyatu dengan langkah kaki orang orang yang berpapasan dengannya. Dia belum curiga dengan langkah kaki orang yang sedang mengikutinya yang membutuhkan waktu enam menit lagi untuk sampai di depan kos kosan....


..."Larilah" ...


... Dashie berhenti dalam langkah yang ia ambil dan orang yang sedang mengikutinya juga melakukan hal yang sama....


... Dia mendengar seseorang berbisik kepadanya dengan arah yang tidak jelas tapi terdengar menggema pecah diudara....


..."Dia akan membunuhmu" ...


... Dashie mendengar kalimat yang sering ia dengar lagi seperti saat ini....


..."Kau akan tahu siapa orang itu" ...


... Dashie yang mendengar suara pria itu lagi....


... Dari arah belakang menepuknya sengaja memberi kejutan....


..."Dor!" sapa Jarrel....


... Dashie berusaha agar tidak panik terkejut dikagetkan oleh Jarrel....


... Melihat reaksi dari Dashie....


..."Seperti biasa kau tidak mudah untuk dikejutkan" kata Jarrel....


... Kembali melanjutkan kemana arah yang ia tuju dengan berjalan beriringan keduanya....


... Jarrel mengganti posisi Dashie yang sedang berjalan beriringan dengannya agar tidak disisi sebelah kanannya agar terhindar dari pengendara tranportasi yang lewat....


... Senyum ramah....


... Merapikan rambut yang menutupi sebagian wajahnya ke arah belakang telinga kanan....


..."Terima kasih" kata Dashie....

__ADS_1


... ...


__ADS_2