
...Chapter 90: Kesempatan kedua....
... Kembali berbicara dengan Ved....
..."Adikku" kata Ghazi....
..."Sepertinya dia sibuk" kata Ghazi....
... Owen dan Aka kaget dengan pernyataan dari gadis yang terlihat seumuran dengan mereka adalah kakak dari orang yang mereka kenal....
..."Adik?" tanya Aka....
... Ghazi tidak menanggapi perkataan dari Aka yang terkejut....
... Hening lima detik....
... Ghazi tidak ingin terlalu lama didalam ruangan tersebut karena masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan....
..."Baiklah. Aku harus pergi. Sepertinya, kau memiliki banyak orang yang akan menjagamu" kata Ghazi....
... Ved menghentikan langkahnya untuk segera pergi....
..."Ghazi!" panggil Ved....
... Ghazi terhenti dalam langkah sebentar....
..."Ya" kata Ghazi....
... Melihat Ved....
..."Terimakasih sudah menolong kami" kata Ved....
..."Sudahlah. Kita kan teman" kata Ghazi....
..."Aku pergi" kata Ghazi....
... Melangkah lagi melanjutkan untuk pergi keluar dari dalam ruangan....
... Meraih lengan Ghazi....
... Langkah kaki dihentikan oleh Aka....
..."Apa aku mengenal mu?" tanya Ghazi....
... Melepaskan tangan Aka tanpa kasar dari lengannya....
... ...
... Ghazi tidak memiliki banyak waktu untuk berdebat dengan orang lain dengan waktu yang cukup sibuk segera Ghazi pergi tidak menghiraukan apapun yang akan dikatakan oleh gadis yang seumuran dengannya ini yang tidak dikenalnya cukup dekat....
... Ghazi keluar dari ruang rawat Ved dan Rumy....
... Diluar ruangan tersebut ada Hot yang sudah menunggu sambil membawakan tas hitam milik pacarnya....
..."Sayang" kata Hot....
... Dia memberikan tas hitam selempang milik pacarnya itu....
... Lalu meraih tangan kanan Ghazi....
..."Ayo kita pergi" kata Hot....
... Didalam ruangan tempat teman Owen sedang dirawat....
... Owen tidak tahu harus berkata apa dengan apa yang dialami oleh sahabatnya Ved. Jika ia pergi lalu bagaimana dengan gadis yang sedang menjalani perawatan sama seperti sahabatnya itu....
..."Aku pura-pura saja tidak terjadi apa-apa" kata Owen....
... Selain itu dia juga jadi kepikiran siapa orang yang dikatakan oleh Ved sebagai kakak dari sahabatnya yaitu Dashie....
... Ved tidak bisa membiarkan sahabatnya merasa malu berkepanjangan....
..."Sahabatku Aka" kata Ved....
... Senyum optimis untuk Aka....
..."Dimana Aka yang kukenal?" tanya Ved....
... Amarahnya kembali mereda patuh dalam satu kalimat yang dikatakan oleh Ved....
... Rumy tiba-tiba batuk. ...
... Dia mengambil air minumnya lagi yang ada di meja sebelahnya saat ini duduk memakan buah....
... Ved melirik ke arah Rumy....
... Rumy menjadi salah tingkah tanpa ia duga tubuhnya memberikan respon sendiri....
... Owen kini menjadi pendengar diantara mereka....
..."Sepertinya ada sesuatu tapi apa?" tanya Owen....
... Ved mendengar apa yang barusan dikatakan oleh Owen....
..."Apa terjadi sesuatu?" tanya Ved....
... Sambil memberikan dokumen yang baru saja dibaca....
..."Aku sudah selesai" kata Owen....
..."Selesai. Cepat sekali" kata Ved....
..."Periksalah. Jika ada sesuatu yang kurang kau bisa hubungi aku" kata Owen....
... Dia mengambil tas gold anyaman selempang....
... Gadis bergaun tunik putih ini pergi berpamitan dengan Ved....
..."Aku pergi" kata Owen....
... Owen pergi keluar dari ruangan rawat Ved....
... Dia berjalan cepat untuk menuju pintu lift dari lantai dua bangsal rumah sakit....
... Di sebuah kantor tepatnya pabrik cabang tempat Xie bekerja....
... Dia sedang gelisah dan cemas akan suatu hal....
... Dia sedang didepan kantor menyempatkan diri untuk menghubungi nomor ponsel seseorang....
... Naluri seorang kakak muncul kembali....
... Ini baru pukul setengah sembilan pagi dibawah atap gedung dengan hujan yang sangat deras dan udara tidak mendukung untuk melakukan banyak aktivitas diluar rumah....
..."Dia dimana sekarang. Kenapa ponselnya sulit kuhubungi?" tanya Xie....
... Ghazi baru saja membuka ponselnya yang dalam mode diam setelah keluar dari rumah sakit yang dia simpan di saku sweater putih yang ia pakai....
... Empat panggilan telepon dari kakak tirinya....
..."Ini nomor siapa?" tanya Ghazi....
... Dia menelepon adiknya lagi....
... Diangkat oleh Ghazi langsung....
..."Ini siapa?" tanya Ghazi....
... Dia mulai terdengar dengan nada suara marah kepada adiknya....
..."Kau dimana sekarang?" tanya Ghazi....
..."Aku … " kata Ghazi....
... Dia mencari ruang untuk berbicara dengan kakaknya menjauh sedikit jarak dengan kekasihnya....
... Hot memperhatikan dari jauh....
... Ghazi terlihat berbicara dengan orang yang ada di ponselnya dengan gesture tubuh yang patuh....
..."Kau mendengar ku?" tanya Xie....
__ADS_1
... Jadi ikut-ikutan marah....
..."Kenapa kau marah-marah terus?" tanya Ghazi....
..."Kau dengar tidak?!" tanya Xie....
... Menjadi patuh kembali....
..."Ya" kata Ghazi....
... Percakapan mereka berakhir....
... Mendekat kepada Oryn yang masih menunggunya berbicara dengan orang lain....
... Memberi kesan ingin bertanya siapa yang baru saja meneleponnya....
..."Tadi, siapa yang menelepon mu?" tanya Hot....
... Ghazi tiba-tiba cemberut....
..."Kakakku" kata Ghazi....
... Mencubit pipi sebelah kiri pacarnya....
..."Ada apa dengan pacarku?" tanya Hot....
..."Sorry. Aku tidak bisa membantumu untuk … " kata Ghazi....
... Ghazi tidak bisa membantu pacarnya bekerja dengan alasan kalau dia harus pergi ke suatu tempat menjaga toko ibunya....
... Melihat cuaca yang kurang bagus....
..."Diluar masih hujan" kata Hot....
..."Tidak apa-apa. Aku akan pesan taksi sendiri" kata Ghazi....
... Yang menjadikan Ghazi nyaman bersama dengan Hot selama ini....
..."Ok. Tapi, tunggu hujannya jauh lebih reda. Bagaimana?" tanya Hot....
..."Ok!" kata Ghazi....
... Untuk Xie setelah menelepon adiknya belum merasa lega, dia mengirim banyak pesan bukan hanya kepada Ghazi melainkan juga kepada Dashie yang sedang bersama pengasuh lain di tempat kerja....
... Ghazi membaca pesan dari Xie....
... ...
... Menghela nafas panjang....
..."Ya Tuhan" kata Ghazi....
... Mendapat respon dari Oryn Mason....
..."Sayang. Ada apa?" tanya Hot....
..."Tidak ada apa-apa" jawab Ghazi....
... Dari dalam rumah sakit keluar seseorang dan itu adalah Owen....
... Dia hadir berdiri di sisi kiri Ghazi persis mengulurkan tangan kanan dengan telapak tangan terbuka merasakan air hujan....
... Ghazi melihat Callie....
... Hatinya memastikan dengan siapa orang yang ada disisi kirinya itu....
..."Dia tadi yang menjenguk Ved kan" kata Ghazi....
... Keduanya saling memberi salam sapa secara bersamaan dengan keramahan....
..."Hai" kata keduanya....
... Sudah begitu mereka melakukan interaksi tak ada obrolan lain lagi....
... Menunggu hujan jauh lebih ringan tapi yang terlihat hujan belum cukup reda dan aman untuk mereka melakukan perjalanan dengan alat transportasi....
... Melihat layar ponsel dengan waktu yang terus berjalan disana juga mulai terlihat orang-orang yang keluar dari rumah sakit dan para pasien yang datang terburu-buru baru saja datang untuk mendapatkan pertolongan medis....
... Owen memperhatikan Ghazi....
..."Aku hampir saja tidak bisa membedakan siapa Dashie dan saudarinya ini" kata Callie....
... Ghazi menyadari bahwa dirinya sedang diperhatikan oleh orang yang berada persis disebelah kirinya itu. Fokusnya juga terbagi dengan yang lain dengan seseorang yang mereka tidak kenal....
... Orang itu mendekat perlahan kepada Callie....
... Ghazi akan perlahan menarik lengan gadis disebelahnya agar berpindah menjauh....
... Hot melihat tindakan yang akan dilakukan oleh pacarnya....
... Callie sedang membalas pesan dari Jarrel....
... Mobil milik keluarga pasien akan lewat didepan mereka....
... Hot tanpa basa-basi tanpa meminta izin kepada Ghazi....
... Mobil itu lewat didepan mereka....
... Langsung air dari roda mobil yang melintas didepan mereka mengenai pria yang akan melakukan hal aneh kepada Callie....
... Callie tertarik oleh tangan Ghazi dan pria yang berniat tidak baik itu basah tubuhnya kotor terkena cipratan air hujan....
... Kaget, terdiam tanpa kata....
..."Kau baik-baik saja?" tanya Ghazi....
... Callie mengangguk pelan kepada Ghazi....
..."Terimakasih" kata Callie....
..."Sama-sama" jawab Ghazi....
... Pria yang tadi berniat bertindak aneh kepada Callie pergi dengan kondisinya yang basah kuyup....
... Driver pribadi Jarrel datang dengan mobil merah untuk menjemputnya....
... Keluar dari pintu mobil sebelah kiri dengan payung kuning terbuka....
..."Nona Owen" kata Driver tersebut....
... Dia tidak mengenal siapa yang baru saja mengajaknya bicara lalu driver ini melihat seseorang lalu menerima kode bahwa dirinya harus pergi untuk memakirkan mobil yang dibawanya ke tempat parkir rumah sakit....
... Driver ini menjalankan tugas....
... Dari arah lain datang seseorang dengan setelan jas hitam formal....
... Dia menyapa dari jauh memancarkan aura sangat positif dan Callie baru pertama kali melihat diri Jarrel yang seperti ini meski berapa kali dengan segala yang membuatnya mempesona....
..."Sadarlah" kata Callie....
... Dia semakin datang mendekati gadis yang tanpa sadar sedang terpesona dengan pria yang dikenalnya sebagai sahabat dari sahabatnya sendiri....
... Dia tiba-tiba memeluk Callie....
..."Aku merindukanmu" kata Jarrel....
... Callie dengan kedua tangan yang belum membalas perhatian pria yang memeluknya tidak membalas pelukan dari Jarrel....
..."Aku bukan … " kata Callie....
... Jarrel melepas pelukannya dari Callie....
... Menatap Callie....
..."Aku tahu dan kau akan tetap disini" kata Jarrel....
... Dia menunjuk hatinya menjelaskan bahwa dihatinya hanya ada dirinya seorang....
... Didepan Ghazi dan Oryn Mason yang ingin kabur saja saling memberi kode satu sama lain sorot mata dan gerak bibir mereka....
... Bergeser agak menjauh lagi dari keduanya agar tidak menggangu orang lain....
__ADS_1
..."Lepaskan aku. Banyak orang disini" kata Callie....
... Callie masih belum paham dengan kata-kata yang diucapkan oleh Jarrel tentang dirinya dan dia bergerak menjauh satu langkah dari Jarrel....
... Jarrel mengikuti apa yang dilakukan oleh Callie....
... Callie melakukannya sekali lagi dan diikuti oleh Jarrel lagi....
... Berbisik kepada Hot....
..."Kau mengenal orang ini?" tanya Ghazi....
... Dia hanya menjawab pertanyaan dari Ghazi....
..."Dia pemilik rumah sakit ini" kata Hot....
... Sengaja menggoda pacarnya....
..."Dia lucu juga" kata Ghazi....
... Menarik Ghazi lebih dekat ke sisinya lagi....
..."Kau lebih lucu ketika cemburu begini" kata Ghazi....
... ...
..."Jangan mulai" kata Hot....
... Melihat lagi sambutan kebahagiaan dari Jarrel di pagi yang tidak cerah....
... Jarrel masih tetap memberi banyak kode untuk Callie bahwa dia benar-benar membutuhkan gadis yang diajaknya bicara itu....
... Hujan belum reda juga....
... Callie yang geleng-geleng kepala merasa tindakan yang dilakukan oleh Jarrel hanyalah sebuah karakter yang dimiliki oleh seorang sahabat yang ia kenal penuh rasa empati....
..."Aku ingin tahu apa yang dia rencanakan" kata Callie....
... Dia kini lebih memberi perhatian lagi kepada Callie....
... Meraih tangannya lagi....
... Dia menganggap ini jauh lebih tidak seharusnya ia menerima....
... Tatapan dengan penuh curiga....
..."Dia kenapa lagi?" tanya Callie....
... Kini dia bersuara....
..."Ada apa denganmu?" tanya Callie....
... Dia tidak mengatakan bahwa dia sudah tahu kalau gadis yang bernama Owen sebagai identitas barunya ini adalah Callie yang selama ini ia cari....
... Pasti akan mendapatkan banyak pertanyaan dari siapa ia bisa tahu bahwa orang yang ada didepannya adalah Callie. Itulah seorang Jarrel tanpa harus dijelaskan siapa dia bagaimana dia bisa melakukan ini seseorang yang memiliki caranya sendiri untuk menyelesaikan masalahnya sendiri....
... Menikmati hujan turun dengan suara air jatuh terdengar masih deras....
... Melihat Callie....
... Dia mulai lagi dengan perhatiannya....
..."Hari ini apa kau sibuk?" tanya Jarrel....
..."Tidak juga" kata Callie....
... Berbalik bertanya kepada Jarrel....
..."Kau tidak sibuk?" tanya Owen....
..."Aku akan selalu meluangkan waktu untukmu" kata Jarrel....
... Merasa orang didepannya sedang berusaha sekuat tenaga untuk membuat orang lain nyaman bersama dengannya....
... Bersikap rasional....
..."Aku terlalu percaya diri" kata Callie....
... Callie jelas jelas ini terasa aneh dengan situasi yang tiba-tiba saja mereka harus lebih akrab bahkan lebih terkesan romantis segala gerak-gerik mereka....
... Tidak ada yang aneh dengan sekelilingnya semua seperti seharusnya situasi di sebuah rumah sakit....
... Sesuatu yang membuatnya khawatir datang didalam pikiran....
..."Apa jangan-jangan dia sudah tahu kalau aku adalah Callie?" tanya Owen....
..."Meski dia sudah tahu siapa aku yang sebenarnya. Aku harus tetap berperan sebagai Owen yang dia tahu" kata Callie....
... Semua seakan terhenti dalam sekejap dimata Callie lalu semua kembali seperti semula tapi tempatnya kini berbeda dari sebelumnya....
... Tersadar dia tidak sendiri ada orang lain yang disisinya....
... Dia merasakan ketakutan itu semakin menyiksa dalam diamnya ada dia disisinya tak ingin dirinya pergi musnah....
..."Semua belum berakhir kan?" tanya Jarrel....
... Dia berada memeluk Callie dengan luka menembus satu senjata dari salah satu bangsa Blacwhe menimpa dirinya....
... Dia menduga....
..."Ini semua rencana mu?" tanya Callie....
..."Aku tak ingin semua orang yang ku kenal terluka" kata Jarrel....
... Dia lemah sudah tak berdaya dengan senjata yang menebus raganya....
... Callie ingin memutar waktu memutar waktu membawa lari Jarrel pergi dari tempat dimana dirinya berada karena ia tidak ingin seseorang sampai berkorban sebegitu besarnya mengorbankan nyawanya sendiri....
... Jarrel yang sudah mulai tidak sadarkan diri berada dipelukan Callie....
..."Maaf" kata Jarrel....
... Menatap wajah Jarrel yang masih bisa tersenyum kepada wanita yang ia sayangi selama ini....
... Jarrel jatuh kebawah dan ditangkap oleh Callie berada di pangkuan dengan tubuh sangat pucat lebih dari biasanya wajah tersedih yang pernah ia lihat dari seorang Jarrel....
... Callie melihat luka yang dimiliki oleh Jarrel....
... Menyentuh wajah Jarrel....
..."Aku yang seharusnya meminta maaf" kata Callie....
... Meraih tangan Callie....
..."Tidak" kata Jarrel....
... Dia semakin tidak berdaya dengan darah hitam keluar terus dari dalam dadanya....
... Air mata itu jatuh dipipi Jarrel tak ingin semua tentang Jarrel segera usai....
..."Tidak. Jangan pergi" kata Callie....
... Menatap Callie....
... Dia tersenyum lagi kepadanya....
..."Tapi, aku akan pergi" kata Jarrel....
... Kalimat yang ia katakan mengetuk hatinya semakin lebih keras memaksa untuk menerima kenyataan bahwa orang yang ada disisinya saat ini akan pergi dengan isi pikiran penuh memikirkan Jarrel....
... Dia mengambil ponsel dari saku jas hitam Jarrel....
..."Aku akan memanggil seseorang yang bisa menolong!" kata Callie....
..." Katakan. Siapa yang harus ku panggil?" tanya Callie....
... Dia malah mencegah Callie untuk mencari pertolongan sedangkan rancun dari senjata yang menembus dadanya sudah mulai menyebar dengan sempurna....
... ...
... ...
__ADS_1
... ...
... ...