Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 205: Masih disana.


__ADS_3

...Chapter 205: Masih disana....


... Pukul setengah delapan malam....


..."Kau sudah kembali kepada Sahabatku?" tanya Hoshie....


..."Ya" jawab Oryn....


... Sambil minum jus buah bit....


... Selesai meneguk jus buah bit lalu masih memegang gelas dengan separuh belum habis isinya....


..."Kau memanjakannya lagi?" tanya Hoshie....


... Melirik ke arah sahabatnya itu lagi....


..."Aku tahu ini tujuanmu agar dia bisa mandiri" kata Oryn....


..."Tapi, aku percaya dia bisa bertanggung jawab dengan dirinya sendiri" kata Oryn....


..."Ohhh. Husband material" puji Hoshie....


..."Husband material apanya" kata Oryn....


... Meneguk lagi jus buah bit yang belum habis ditangan kanannya itu....


... Oryn juga meneguk jus yang sama dengan apa yang diminum oleh Hoshie....


... Jeda lima detik....


..."Bagaimana dengan semua luka-luka mu?" tanya Oryn....


... Melihat ke bagian perut sebelah kanan dirinya sendiri....


..."Ini!" kata Hoshie. ...


..." … sudah mulai mengering" jawab Hoshie....


... Heran....


..."Tidak biasanya kau seperti ini" kata Oryn....


..."Aku juga mendapatkan racun yang sama seperti yang kau dapat" kata Hoshie....


..."Syukurlah. Kau sudah sembuh" kata Hoshie....


..."Kenapa kau tidak ingin remaja itu membantumu?" tanya Oryn....


... ...


... Menghabiskan jus di dalam gelas cukup besar dalam satu tegukan terakhir....


..."Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya rasa sakit itu" kata Hoshie....


... Oryn....


... Tertawa dengan ekspresi belum percaya....


..."Kenapa?" tanya Hoshie....


... Bangga....


..."Ini memang terasa aneh tapi aku mulai menikmati ini" kata Hoshie....


..."Aku ingin tahu bagaimana rasanya akan mati?" tanya Hoshie....


..."Entahlah. Kau akan merasakannya sendiri" kata Oryn....


... Balik lagi di topik obrolan mereka ke awal pembahasan yang mereka lakukan....


... Memuji seseorang....


..."Bagiku gadisku sangat cantik" kata Hoshie....


... Melihat dengan sorot mata sangat tajam penuh tanda tanya dari Oryn....


..."Gadis yang kita sukai kembar. Maksudmu?" tanya Oryn....


... Dia....


... ...


... Menaruh gelas diatas meja yang ada di tangan sebelah kanan yang belum habis terminum....


... Hoshie memberi jarak lebih sedikit menjauh dari Oryn....


..."Dia tidak akan tertukar. Santai saja" kata Hoshie....


..."Kenapa kau langsung bereaksi seperti ini?" tanya Hoshie....


... Mengalah....


..."Iya. Iya, aku tidak akan merebutnya darimu" kata Hoshie....


... Lebih tenang....


..."Sudah kan" kata Hoshie....


..."Aku tidak ingin membuat masalah denganmu" kata Hoshie....


..."Apa aku semenakutkan itu?" tanya Oryn....


... Jujur....


..."Ya" jawab Hoshie....


... Oryn kemudian menghabiskan minuman yang dibuat olehnya sendiri....


... Dia terlihat terburu-buru dengan waktu yang masih pukul setengah delapan lebih sepuluh menit malam ini meninggalkan rumah sahabatnya itu akan pergi ke suatu tempat....


..."Aku pergi" kata Oryn....


... Dia berlari meninggalkan ruang belajar Hoshie....


... Berteriak....


..."Kau tidak butuh bantuanku?!" kata Hoshie....


... Dia tidak mendapatkan respon dari sahabatnya itu....


..."Apa itu sangat penting?" tanya Hoshie....


... Dia juga mengambil kunci mobilnya lalu pergi ke arah yang sama untuk pergi ke suatu tempat....


... Menyusul Oryn lalu terlihat dari arah dalam kemudi mobil Hoshie juga keluar dari arah rumahnya yang terkunci secara otomatis ketika pemiliknya keluar dari pintu rumah bagian depan....


... Oryn pergi meninggalkan halaman rumah Hoshie dengan mobil biru gelap yang dia kendarai sedangkan untuk Hoshie menggunakan mobil merahnya seperti biasa sering digunakan setiap hari....


... Mereka pergi terburu-buru dengan tujuan berbeda....

__ADS_1


..."Seseorang sudah membaca mantra itu" kata Oryn....


... Di rumah Ved....


... Dia dan dirinya yang sudah menerima sebuah mantra yang tidak diketahui apalagi disadari olehnya kini mulai dengan reaksi tak bermunculan menyiksa kini sudah bekerja mantra yang berhasil menemukan tempatnya tinggal....


... Oryn merasakan dari jarak sekitar beberapa ratus meter sekarang mengemudikan mobilnya seseorang tanpa diketahui sudah berhasil melepas sebuah mantra kematian untuk seseorang dengan mudah tanpa pikir panjang melakukan hal sekeji itu....


... Ved....


... Baterai ponselnya telah habis lalu menaruh ponselnya di atas charger yang sudah siap bekerja untuk mengisi daya ponsel milik pria berambut pirang keemasan ini....


... Ponsel di charger diatas meja dekat tempat tidurnya lalu dia mengambil kaos hitam berlengan panjang diatas kasur untuk memakainya setelah celana jeans hitam pula sudah dia kenakan sebelumnya....


... Semua tampak normal tak ada yang aneh dari diri seorang Ved itulah yang terjadi dengan mantra yang diam-diam bekerja yang sudah ada didalam raga pria yang berusia sekitar dua puluh tahunan ini....


... Sedangkan untuk Oryn dia dalam beberapa menit sudah tiba didepan rumah seseorang lagi dengan misi yang masih harus dikerjakan dipukul hampir setengah delapan malam pria ini melihat waktu di jam tangan silver di pergelangan tangannya lalu bersandar di kursi kemudi dari dalam mobil berkaca gelap terlihat dari arah luar yang sekarang juga dilihat oleh seseorang yang sedikit menaruh kecurigaan dengan mobil biru yang dalam beberapa hari ada terparkir di depan sebuah rumah mewah tak berpenghuni lama....


..."Siapa pemilik mobil itu?" tanya Onyx....


... Dia dan pekerjaan mengganti bohlam yang rusak di depan rumah Rumy....


... Selesai memasang bohlam lalu akan segera turun dari atas kursi yang baru saja dinaiki....


..."Turunlah, hati-hati. Jangan sampai kau terjatuh" kata Rumy....


..."Kau cerewet sekali" kata Onyx....


... Dia beneran terjatuh....


... Tidak ingin membantu orang yang ada di depannya itu yang tidak mau mendengarkan nasihat darinya....


..."Aku tahu itu sakit. Siapa suruh tidak hati-hati" kata Rumy....


... Dia lebih memilih mengambil kursi yang baru saja digunakan oleh Onyx untuk membenarkan lampu depan rumah sedangkan temannya dibiarkan untuk bangun sendiri....


... Terbiasa dengan karakter ini....


..."Mengapa ada wanita sepertinya?" tanya Onyx....


... Dia sudah bisa bangun sendiri tanpa membutuhkan bantuan dari orang lain bergegas masuk kembali ke tempat kerja....


... Beberapa orang juga masuk ke rumah tersebut seperti biasa untuk menyewa salah satu komputer di warung internet yang masih buka di malam yang terbilang masih awal....


... Ternyata dua orang dari kelima pengunjung bukanlah akan menyewa komputer disana melainkan menanyakan beberapa hal kepada Rumy yang saat ini sedang bersama ibunya....


... Onyx menunggu di tempat yang tidak ditempati oleh pengunjung sambil melihat dua perwakilan dari kepolisian selesai melakukan sebuah wawancara....


... Sepuluh menit kemudian mereka pergi setelah melakukan obrolan dengan pemilik usaha ini....


... Onyx melihat petugas kepolisian yang sudah keluar dari dalam ruangan kembali masuk kedalam mobil dinas mereka....


..."Mereka datang lagi?" tanya Onyx....


..."Ya" jawab Rumy....


... CCTV yang tiba-tiba tidak berfungsi dan tak ada jejak sama sekali telah terjadi penusukan di tempat ini. Semua menjadi jalan buntu meski penyelidikan tetap berlanjut hingga sekarang....


..."Kau jauh terlihat pintar jika membahas tentang kriminalitas" kata Onyx....


... Dia akan mendapatkan pukulan dari Rumy tapi dicegah langsung oleh ibunya sendiri....


..."Hey. Kau mau apa, dia anak baik-baik mau kamu apakan" kata Ibunya Rumy....


... Memberikan dua porsi nasi goreng yang barusan di masak....


... Memberikan kepada Onyx lebih dulu lalu setelah itu untuk putrinya....


... Melihat topping yang ada di atas nasi goreng milik Onyx....


..."Dia dapat telur dua kenapa aku satu?" tanya Rumy....


..."Ibu sudah menggantinya dengan daging yang lebih banyak" kata ibunya Rumy....


... Melihat kenyataan yang ada....


..."Tapi, dagingnya juga lebih banyak dari nasi milikku" kata Rumy....


... Tatapan ancaman datang dari ibunya sendiri....


... Patuh....


..."Ya. Maaf, terima kasih sudah memasak untuk ku" kata Rumy....


... Ibunya Rumy pergi dengan membawa kotak makan dengan nasi goreng yang baru saja di masak yang akan diantarkan ke suaminya yang sedang bekerja di bengkel dengan menggunakan jasa antar secara online....


... Lirikan menakutkan datang dari putri tempatnya bekerja....


... Memberikan satu telur goreng miliknya untuk Rumy....


... Mood berubah langsung....


..."Thank you" kata Rumy....


... Rumy membagi topping daging sapi yang ada di atas nasi gorengnya kepada Onyx....


..."Kau tidak suka daging?" tanya Onyx....


..."Suka" jawab Rumy....


... Onyx agak heran dengan karakter seseorang di sebelahnya itu....


... Ved muncul tiba-tiba didepan penyekat meja komputer didepan keduanya sedang makan malam bersama....


... Terheran....


..."Kenapa aku bisa disini?" tanya Ved....


... Melihat dua orang remaja sedang makan malam yang tidak melihat kehadiran dirinya tanpa kehendak yang dia inginkan....


..."Dia tidak melihatku" kata Ved....


... Menggerakkan jemari tangan kanan ke arah Rumy tapi tetap saja gadis itu belum menyadari kedatangannya disana lagi untuk yang kedua kalinya hari ini....


... ...


... Dia kembali dengan mantra yang sudah dibaca sekali lagi dan sekali lagi hingga keenam kalinya tapi tetap saja belum juga hilang berpindah tempat kembali ke rumahnya....


... Helaan nafas pendek....


..."Ini terjadi lagi" kata Ved....


... Mengingat salah satu nasihat dari salah satu sahabatnya itu....


..."Kenapa semua yang dikatakan oleh anak itu selalu terjadi?" tanya Ved....


..."Apa aku akan benar-benar hilang sesuai apa yang dikatakan oleh Jarrel juga?" tanya Ved....


... Menenangkan diri....

__ADS_1


..."Oke. Jangan panik" kata Ved....


... Onyx yang lebih memilih lembur bekerja bersama dengan Rumy ketimbang pergi mengerjakan tugas sekolah dan akhirnya anggota kelompoknya datang sendiri untuk menemui remaja laki-laki ini tadi siang. Dia adalah Namir sendiri....


... Ved berjalan kesana dan kemari yang tidak bisa kembali menggunakan kekuatannya dan tidak bisa juga keluar dari dalam ruangan dengan sebagian dari banyak layar komputer yang menyala....


... Melihat dua remaja yang baru selesai makan malam menaruh sendiri masing-masing piring yang mereka gunakan untuk makan barusan....


... Dia berusaha untuk memanggil tapi tidak ada yang aneh dengan mereka tapi disini yang terasa aneh adalah dirinya sendiri....


... Waktu yang semakin bertambah tapi tidak dengan dirinya yang sudah semakin frustasi bagaimana keluar dari masalah ini tak semudah untuknya sadar lebih awal bahwa dia telah melakukan sebuah kesalahan sudah menolak sebuah kebaikan dari orang lain yang sudah jelas tidak ada jalan lain menandatangani kontrak mereka tanpa harus memberikan pendapat orang tentang masalah hidupnya kepada orang lain bukankah ini hidupnya sendiri bukan hidup sahabatnya itu....


... Dia terjebak dengan masalah yang sudah jelas sangat mudah untuk diselesaikan tapi persulit untuk dirinya sendiri hanya karena sebuah pendapat orang lain....


..."Itu temanmu?" tanya Onyx....


..."Ehmm" jawab Rumy....


..."Ku lihat dari berita. Dia juga mengalami hal yang sama seperti Bloom" kata Onyx....


... Rumy menangis tanpa diprediksi oleh temannya itu....


... Mengambilkan dua lembar tisu lalu dua lembar lagi memberikan kepada Rumy....


..."Ambil ini" kata Onyx....


... ...


... Menerima tisu dari Onyx lalu menghapus air matanya perlahan sambil menatap pria didepannya sekarang....


... Tanpa kata terucap oleh gadis remaja ini....


..."Aku takut jika selanjutnya adalah aku" kata Rumy. ...


... Onyx membantu juga menghapus air mata temannya itu....


... Dia kembali dengan dirinya....


..."Aku tidak tahu kau bisa setampan itu" kata Rumy....


... Helaan nafas pendek....


..."Kenapa aku tidak tampan?" tanya Onyx....


... Sedikit dengan terisak dalam tangis....


..."Aku baru saja melihatnya" kata Rumy....


... Menunjukkan tisu yang diberikan oleh Onyx....


..."Thank you" kata Onyx....


... Dia, Ved. ...


... Duduk di salah satu kursi yang menyala tanpa menyentuh tombol keyboard di depannya sekarang menyala berwarna hijau neon dengan mouse yang menyala merah melihat ke arah dua remaja yang sedang belajar bersama sambil seringkali melempar jokes receh terdengar tawa lain juga hadir di ruangan dengan komputer yang tetap menyala yang digunakan oleh para pengunjung disana....


..."Pelankan suaramu" kata Onyx....


... Ikut berbisik....


..."Kita sudah melakukan itu sejak tadi" kata Rumy....


... Ved....


... Memegang kepalanya dengan kedua tangan sambil melihat ke arah lantai....


... Terdengar Rumy yang meminta di ajari oleh Onyx mengenai materi pelajaran yang sedang dipelajari....


..."Yang mana?" tanya Onyx....


... Menunjuk ke arah sebuah soal yang ada di dalam buku....


..."Ini" kata Rumy....


..."Begini caranya dengarkan baik-baik" kata Onyx....


... Ponselnya terus bergetar tapi tidak direspon oleh pemiliknya hanya dilihatnya layar ponsel yang berada di genggaman tangan sambil tertunduk ke bawah....


..."Apa aku sudah terlambat?" tanya Ved....


..."Besar sekali ego ku ini" kata Ved....


... Orang-orang mulai pergi dan datang lagi ke ruangan tersebut melintas melewati tempat Ved ada sekarang belum bisa menggunakan kekuatannya agar bisa terlepas dari masalah yang sedang dijalani menengok ke arah Rumy....


... Memandang....


... Raut wajah pucat melihat gadis remaja itu sedang tertidur membaringkan kepalanya ke arah dia memandang Rumy....


... Onyx meletakkan jaket bomber hitamnya kepada Rumy lalu kembali dengan melanjutkan membaca buku-buku yang sedang dibaca sejak dua jam tadi....


..."Benar kata Jarrel. Dia memang cantik" kata Ved....


..."Bahkan dia lebih cantik ketika sedang tertidur" kata Ved....


..."Padahal tidak memakai make up apapun" kata Ved....


... Onyx kembali menatap wajah Rumy....


... Dia dengan isi hatinya yang marah akan suatu hal....


..."Siapa yang bilang kamu jelek?" tanya Onyx....


..."Aku akan selalu melindungimu" kata Onyx....


..."Jangan dengarkan orang-orang picik itu" kata Onyx....


... Ved....


... Dia mendengar apa yang dikatakan oleh remaja laki-laki ini yang dia katakan didalam hati dan pikirannya sendiri....


... Belum menemukan jawaban atas masalah ini belum juga merasa tenang. Dia dengan rasa cemas dan khawatir menyiksa tak bisa pergi hanya karena dia ingin semua ini segera berakhir....


... Hujan turun....


... Mengguyur deras terdengar jatuh diatas atap rumah tempatnya berlindung saat ini....


... Bertambah deras....


... Onyx mengambil selimut yang ada di salah satu laci lemari kecil di dekat komputer....


..."Dia pasti kedinginan" kata Onyx....


... Menaruh selimut di atas jaket bombernya itu....


... Dia melihat ke bagian luar rumah dengan pos polisi dengan terang lampunya dari jarak lima meter persis di rumah Rumy....


... Memeriksa kembali CCTV yang dipasang di setiap sudut ruangan hingga bagian belakang rumah dari layar komputer....


..."Sudah pukul sembilan" kata Onyx....

__ADS_1


... Ved....


... Masih disana sedang berusaha untuk yang kesekian kalinya untuk bisa keluar dari rumah Rumy tapi hingga sekarang belum berhasil sedangkan seseorang terus meneleponnya sejak tadi beberapa kali membuat ponselnya bergetar belum juga ditanggapi oleh Ved....


__ADS_2