
...Chapter 84: Long time....
... Perkenalan diantara keduanya terjadi tapi tidak berlangsung lama mengingat disana juga ada Hot yang sedari tadi bersabar untuk semua yang diperbuat oleh kekasihnya....
... Didalam hati yang merasa diabaikan....
..."Kenapa aku jadi sedih?" tanya Hot....
... Menarik paksa Hot yang berada dibelakangnya....
... Dia menurut saja....
..."Dia pacarku, Hot" kata Ghazi....
..."Dia pacarmu?" tanya Dashie....
... Agak menjauh dari Hot setelah pemberitahuan kabar terbaru ini lalu Dashie juga menarik seseorang yang berada dibelakangnya....
..."Ini kakak ku, Xie" kata Dashie....
... Melepas tangan adik perempuannya....
..."Apa yang kalian lakukan" kata Xie....
... Xie menarik kedua adiknya agar menjauh dari para pria yang dibilang adalah pacar mereka....
... Rio dan Hot ada dibelakang ketiga anggota keluarga yang bertemu dalam satu situasi tidak terduga ini....
... Di rumah sakit berbeda....
... Jarrel datang tanpa sepengetahuan mereka semua dengan mode tidak terlihat datang setelah mendapatkan pesan singkat dari Dashie mengenai kondisi Ved....
... Dia mengetahui bahwa luka-luka yang didapat oleh Ved bukankah luka penusukan biasa melainkan akibat dari tindakan keji salah satu bangsa Blacwhe....
... Mereka datang dan menunggu di luar ruang Ved dan Rumy sedang dirawat berada bersama kedua orang tua....
... Polisi datang di tempat kejadian perkara tepatnya di ruang rumah Rumy....
... Disana ada para petugas kepolisian yang juga hadir ayah dari Rumy selaku pemilik rumah....
... Pemeriksaan dimulai dirumah Rumy setelah pesan aku....
..."Dino disampaikan oleh Ved ketika dalam perjalanan menuju ruang rawat untuk mendapatkan pertolongan medis....
... Di rumah sakit yang lain....
... Hoshie sedang mempertahankan diri dari serangan tak kasat mata dari salah satu bangsa Blacwhe seperti dirinya....
... Dalam ruang yang sepi Nawa sedang beristirahat sudah bisa tertidur lelap....
... Leher Hoshie dicekik secara kuat ditekan sulit untuk bernafas dengan selang infus yang terlepas darah keluar deras dari bekas jarum infus....
... Hoshie tidak mungkin ingin menyerah dengan keadaan ini dia sekuat tenaga berusaha menyerang balik seterunya dengan menendang bagian tak kasat mata itu....
..."Bug!" ...
... Dia menendang tepat sasaran membuat lawannya jatuh terdengar tergeletak dengan darah menempel di dinding....
... Dilihat dari darah yang menodai dinding kamar rumah sakit ini membuat Hoshie memiliki cara untuk menyerangnya kembali setelah melihat beberapa titik kelemahan lawannya yang ceroboh ini....
... Hoshie akan turun dari tempat tidur lalu perlawan datang kembali dari pihak yang berusaha menyingkirkan pemuda yang sedang sakit ini....
..."Bug!" ...
... Kaca jendela retak bahkan pecah berkeping-keping....
... Hoshie terdorong kuat oleh ...
...Jarrel....
... Jarrel membantu Hoshie yang sudah kehilangan banyak darah sambil menunggu....
... Nawa turun dari tempat tidur sambil membawa tiang yang menggantung kantung infus beserta selangnya....
... Mengambil ponsel....
..."Untuk apa ini?" tanya Jarrel....
..."Ambil gambarku" kata Hoshie....
..."Apa?" tanya Jarrel....
... Bisa-bisanya dalam situasi seperti ini dia memerintah temannya untuk memotret....
...Jarrel yang baik hati muncul kembali....
..."Ini!" kata Hoshie....
... Jarrel memotret Hoshie yang penuh luka....
..."Sudah" kata Jarrel....
... Hoshie langsung mengirim fotonya sendiri barusan kepada Dashie....
... Dokter dan perawat datang langsung membawa Hoshie untuk mendapatkan pertolongan medis....
... Nawa tidak bisa mengikuti kemana Hoshie dibawa oleh para petugas medis itu....
... Sedangkan untuk Jarrel ikut Hoshie yang akan mendapatkan pertolongan....
..."Aku tidak harus takut" kata Nawa....
... Para petugas kebersihan belum berani membersihkan ruangan tersebut sebelum mendapatkan perintah setelah dalam beberapa menit kemudian datang beberapa petugas kepolisian untuk memeriksa guna mencari banyak petunjuk sebagai barang bukti serta motif juga siapa yang menjadi dalang dari penyerangan....
... Dashie yang sedang bersama Rio mendapatkan pesan bagaimana kondisi Hoshie sekarang....
... Jarrel ada didepan ruang operasi....
... Menghubungi nomor ponsel Hoshie....
..."Kau sedang bercanda!" kata Dashie....
... Menjauhkan ponsel Hoshie dari indera pendengaran sebelah kanan....
..."Ini aku bukan Hoshie" kata Jarrel....
..."Jarrel" kata Dashie....
..."Kenapa ponselnya ada padamu?" tanya Dashie....
..."Dia terluka?" tanya Dashie....
..."Itu tidak benar" jawab Dashie....
..."Dia sedang istirahat dan aku tidak sengaja menjenguknya" kata Jarrel....
... Jika Jarrel mengiyakan apa yang ditanyakan oleh Dashie ini akan runyam. ...
... Tidak untuk apa yang direncanakan oleh Hoshie yang diyakini akan berhasil dengan rencana yang baru saja dimulai....
... Dashie mengajak Rio untuk menemui Hoshie....
... Tidak mengiyakan ajakan pacarnya untuk menemui Hoshie....
..."Apa yang dia lakukan?" tanya Ghazi....
__ADS_1
..."Kau tidak pernah memohon seperti itu padaku" kata Hot....
... Dimarahi pacarnya....
..."Untuk apa?" tanya balik Ghazi....
..."Kalian berisik sekali" kata Xie....
... Melirik keduanya kepada Xie....
... Xie sedang tidur di sebelah kiri Ghazi bersandar di kursi tunggu pasien didepan ruang rawat Rumy dan Ved....
... Rio agak marah jika Dashie harus menjenguk Hoshie lagi terlebih saat ini mereka sudah menjadi pasangan kekasih....
... Di dalam pikiran Rio berpikir jika hal itu terjadi padanya kenapa harus pacarnya yang harus mengurusnya, apakah tak ada orang lain dan disana juga ada banyak perawat yang siap merawatnya selama dua puluh empat jam....
..."Kamu kan sekarang pacarku. Kenapa harus bersama Hoshie terus?" tanya Rio....
..."Maksud kamu?" tanya Dashie....
... Dan kini mereka bertengkar dalam kata-kata yang berarti mendalam diucapkan dari lisan Rio....
... ...
... Marah dan tersinggung dengan apa yang baru dikatakan oleh pacarnya....
... Dengan karakter Dashie yang sudah diketahui oleh Xie setidaknya dia dalam matanya yang terpejam mendengar percakapan mereka menilai masa depan hubungan diantara mereka kemungkinan tidak bertahan lama....
... Mengajak Ghazi dan Hot taruhan....
..."Ayo kita taruhan. Mereka akan putus atau tetap bersama?" kata Xie....
... Ghazi dan Hot tidak menyangka dengan ajakan yang diusulkan oleh Xie....
..."Kalian tidak tertarik?" tanya Xie....
..."Ya sudah" kata Xie....
... Membuka mata....
... Ghazi dan Hot menunggu langkah selanjutnya yang akan diambil oleh adiknya....
... Menghela napas panjang....
..."Kita tidak tahu tindakan ekstrim apa yang akan dia lakukan" kata Xie....
... Tebakan Xie tidak seluruhnya salah mengenai pertengkaran yang baru saja mereka lihat ini....
... Kini Dashie memilih keputusan apa yang menurutnya benar tanpa pengaruh dari siapapun....
... Dia pergi tanpa berpamitan dengan siapapun termasuk juga Rio....
... Rio mengejar Dashie yang marah dalam diamnya lebih menakutkan hampir mirip dengan seseorang yang jika sedang marah kepada pacarnya....
... Hot melihat Ghazi....
..."Ada apa denganku?" tanya Ghazi....
..."Jangan putuskan aku" kata Hot....
... Memukul bahu sebelah kiri pacarnya....
..."Kau bicara apa!" kata Ghazi....
... Rio berhasil mengejar pacarnya yang sedang marah karena satu kalimat yang menyinggung perasaannya yang tidak pernah didengar oleh siapapun didengar oleh orang yang disayanginya secara langsung dan lagi pasti didengar oleh saudara-saudaranya juga rekan kerjanya dalam suasana hening seperti tadi di depan ruang pasien....
... Menarik tangan Dashie....
... Saling melihat satu sama lain....
... Dashie tidak percaya orang yang ada didepannya akan berkata seperti itu tidak sadar bagian mana yang sudah membuatnya bisa semarah ini....
... Melepas paksa tangan Rio....
... Dia pergi lagi meninggalkan Rio....
... Suasana hatinya sedang kacau lagi dibuat oleh salah satu sifat pacarnya yang baru diketahui olehnya dari selama ini sudah saling mengenal cukup lama....
... Mereka semakin menjauh dan Xie semakin menebak mimpi buruk untuk orang lain kemungkinan besar akan menjadi nyata....
..."Kalian tidak bertengkar?" tanya Xie....
... Pasangan kekasih saling melihat satu sama lain....
... Sebuah pertanyaan yang tidak asing sering mereka lakukan sudah terbiasa tapi mereka tetap bertahan sampai sekarang....
... Mereka sudah jauh dari pandangan Xie dan Ghazi serta Hot....
... Rio belum paham dengan maksud permasalahan yang diperdebatkan keduanya....
... Mengejar pacarnya yang masih dalam kondisi waktu yang kurang baik untuk mereka terus membahas masalah....
..."Kita putus. Jangan kejar aku lagi" kata Dashie....
..."Kita putus?!" kata Rio....
..."Baru kemarin malam kita jadian terus kita langsung putus?" tanya Rio....
..."Yang benar saja" kata Rio....
... Dashie pergi ke tempat parkir lalu menuju kendaraan milik kakaknya. ...
... Membuka pintu mobil langsung masuk menutup pintu mobil lalu mesin mobil dinyalakan, dia pergi....
... Perjalanan pulang kerumah....
... Menarik napas panjang....
... Setelah bebas dari pertengkaran yang tidak akan usai jika dia tetap berada didekat mantan pacarnya itu....
..."Dia bahkan tidak sadar dengan apa yang dia katakan padaku" kata Dashie....
... Malam ini jalanan berjalan cukup lancar....
... Di pukul sembilan lebih....
... Dashie setelah kira-kira tiga ratus meter mobil bergerak memutuskan untuk berhenti didepan minimarket untuk membeli sesuatu....
... Mobil diparkiran berdekatan dengan kendaraan lain dengan hati-hati....
... Keluar dari mobil....
... Mobil dikunci secara otomatis setelah itu Dashie pergi menuju pintu masuk minimarket....
... Pintu didorong oleh Dashie....
... Dia masuk untuk membeli beberapa coklat juga minuman berbahan yogurt....
... Setelah memilih apa yang harus dibeli Dashie menaruh barang belanjaan diatas meja kasir....
... Petugas kasir mulai menghitung....
... Jumlah uang yang harus dibayarkan oleh Dashie disebutkan oleh petugas kasir wanita didepannya....
... Dashie membayar barang belanjaan....
__ADS_1
... Membawa barang belanjaan untuk keluar dari dalam minimarket....
... Dia akan langsung menuju kedalam mobil terus pergi tapi suara seseorang yang tidak asing sedang berbicara terburu-buru membicarakan tentang bisnis....
... Dashie mempunyai ide....
... Dia menghampiri Aka dengan maksud hanya dirinya saja yang tahu....
..."Datanglah dirumah sakit … " kata Dashie....
..."Penipu sepertimu bisa dipercaya" kata Aka....
... Tidak penting dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Aka tentang dirinya....
... Santai dengan kalimat selanjutnya akan dikatakan oleh Dashie....
..."Itu semua tidak penting" kata Dashie....
... Dia tetap dengan emosi yang memuncak....
..."Berhenti bicara baik padaku!" kata Aka....
... Dashie menahan ini demi seseorang....
..."Kau tidak percaya?" tanya Dashie. ...
... Dashie mengirimkan bukti visual ke ponsel Aka melalui pesan....
..."Dia membutuhkan mu" kata Dashie....
... Dashie pergi meninggalkan Aka setelah membicarakan hal tentang kondisi Ved yang membutuhkan dirinya yang merupakan orang terdekatnya selama ini....
... Waktu kembali disaat Dashie mulai akan membuka pintu minimarket dia merasakan sesuatu hal yang tidak biasa sedang terjadi pada dirinya seakan seseorang sedang mengintainya dari jarak yang tidak jauh....
... Berbalik ke belakang....
... Tak ada siapapun bagi Dashie tapi bayangan sekelebat nyata dan itu adalah orang yang dia kenal selama ini lalu bayangan hitam itu menghilang melewati Dashie menembus pintu minimarket....
..."Darah" kata Dashie....
... Percikan darah segar jatuh diatas sepatunya....
..."Apa itu mungkin?" tanya Dashie....
... Membuka pintu minimarket keluar Dashie dari dalam minimarket....
... Waktu kembali disaat Dashie akan masuk kedalam mobil dengan pintu mobil kemudi terbuka pergi dengan cepat meninggalkan Aka yang belum percaya dengan apa yang dikatakan oleh Dashie barusan tentang Ved....
... Dashie sebenarnya sedang ingin cepat pergi menjauh dari bayangan yang tadi dilihatnya secara tidak sengaja membuatnya bukan hanya merinding ketakutan semata. ...
... Benar-benar tidak percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya tentang seseorang menghubungi nomor ponsel orang yang dia maksud....
..."Ya. Dashie" kata Ren....
... Diam dua detik....
..."Ini. Kau ada dimana sekarang?" tanya Dashie....
..."Aku akan pergi ke rumah sakit menjenguk Ved" kata Ren....
... Lanjut bicara lagi....
..."Oh ya kau mau datang bersamaku?" tanya Ren....
..."Aku sudah lihat perkembangan kondisi Ved" kata Dashie....
..." … dan aku ada urusan yang harus ku kerjakan sebentar. Jadi, aku harus pergi" kata Dashie....
... Obrolan mereka berakhir....
..."Aku yakin yang kulihat bukanlah dia" kata Dashie....
..."Setidaknya Aka ada disekitar banyak orang disana" kata Dashie....
... Dashie yang sedang bersembunyi memantau Aka yang terlihat sedikit ragu untuk memutuskan akan pergi atau tidak ketempat dimana Dashie memberitahukan tentang kondisi Ved saat ini memutuskan untuk menelepon Jarrel....
... Dia dan percakapan singkat dari dalam ponsel menjawab tentang keraguan dari perkataan yang menjadi seteru yaitu Dashie....
... Dashie belum menyadari kenapa dia bisa mendengar percakapan antara Aka dengan Jarrel dengan jarak yang lumayan cukup jauh untuk mendengar percakapan seseorang terlebih posisinya yang berada didalam mobil....
... Yang dipikirkan saat ini adalah bagaimana dia bisa pulang untuk istirahat....
..."Aku akan pergi ke rumah Nora" kata Dashie....
... Dia mengendarai mobil kakaknya menuju ke rumah pacar kakaknya yang sudah ditanyakan posisinya saat ini ada disana....
... Akan mengambil waktu sekitar lima belas menit untuk sampai ditempat Nora....
... Ponsel Dashie berdering tanda kakaknya menghubungi nomor ponselnya....
... Dashie memasang satu headset ditelinga sebelah kiri....
..."Kau ada dimana sekarang?" tanya Xie....
... Mengendarai mobil....
..."Aku akan menginap dirumah Nora" kata Dashie....
..."Baiklah. Berhati-hatilah dalam berkendara" kata Xie....
..."Hmmm" jawab Dashie....
... Dirumah sakit disebelah Xie ada Ghazi dan Hot yang mendengar bahwa Dashie akan pergi kerumah Nora pacar orang yang berada disebelah kiri mereka sekaligus termasuk orang terdekat keduanya....
... Xie setelah menanyakan keberadaan Dashie dimana sekarang kembali memejamkan mata lalu tidur....
... Rio kembali di tempat parkir rumah sakit....
... Bersandar disebelah kiri dekat kemudi mobilnya....
... Menghubungi Jarrel....
..."Kau dirumah sakit" kata Rio....
... Sekali lagi....
..."Ya" jawab Jarrel....
..."Terjadi sesuatu kan?" tanya balik Jarrel....
..."Tidak. Tidak terjadi apapun" jawab Rio....
..."Apa ada Dashie disana?" tanya Rio....
... Jarrel melakukan video call untuk membuktikan bahwa Dashie tidak bersamanya yang juga sudah diketahui oleh Rio sedang apa Jarrel saat ini ketika tadi mengangkat panggilan telepon dari Dashie dari ponsel milik Hoshie....
... Obrolan mereka diakhiri secara bersamaan lalu Rio membuka pintu mobil setelah itu menyalakan mobil, pergi dari dalam area rumah sakit....
... Rio yang sedang dalam kondisi dirinya harus menerima situasi yang tidak diinginkan ini tidak sadar mereka berdua saling berpapasan....
... Aka mengendarai mobilnya masuk kedalam rumah sakit berpapasan dengan Rio....
... "Sepertinya aku melihat Rio" kata Aka....
... Melihat ke kaca spion mobil melihat ke arah belakang mobil yang baru saja berpapasan....
__ADS_1