
...Chapter 176: Perintah...
... Berbisik....
..."Aku suka parfummu" kata Dashie....
..."Besok aku bakalan pakai lagi" kata Hoshie....
... Mereka berdua pergi meninggalkan restoran cepat saji yang baru saja mereka kunjungi....
... Saling menabrakkan siku masing-masing di lengan lawan bicara mereka....
... Apakah harus mengungkapkan isi hatinya atau tetap hanya untuk dirinya saja tentang semua jawaban yang harus diberikan kepada Hoshie....
..."Mengapa seperti ini?" tanya Hoshie....
..."Bukankah aku seharusnya memiliki rasa itu meski sedikit" kata Hoshie....
..."Entah kenapa semuanya terisi dengan segalanya tentang dirinya" kata Hoshie....
... Dia seakan tidak ingin sedikitpun jauh dari gadis disebelahnya itu....
... Meraih tangan kiri Dashie menatapnya begitu dalam lagi tak ingin semua ini cepat berakhir tapi waktu tak bisa menghentikan apa yang diinginkan oleh pria di sebelah kiri gadis ini....
... Disadarkan oleh gadis yang sedang berjalan beriringan dengannya saat ini....
..."Perhatikan jalanmu. Kau bisa terjatuh" kata Dashie....
... ...
... Menggoda lagi....
..."Kau yakin tidak mau?" tanya Hoshie....
... Menggeplak lengan kiri Hoshie dengan tangan kanannya tidak cukup keras terdengar....
... Dia dan nafas suaranya yang semakin lambat....
..."Kenapa kau selalu memukul ku. Ini lumayan … sakit" kata Hoshie....
... Balik menggoda dengan suaranya yang malu-malu....
..."Tapi, kau juga suka" kata Dashie....
... Tambah ceria....
..."Hooooo. Aku sudah terdaftar di rumahmu" kata Hoshie....
... Dashie akan berjalan cepat meninggalkan Hoshie tapi dicegah oleh pria ini menggenggam erat tangan kiri Dashie agar tidak bisa lari....
... Satu langkah menjauh dari Hoshie....
... Menunjukkan keberhasilan dengan tangannya yang mengendalikan diri Dashie....
... Memandang Hoshie dari jarak dekat ini....
..."E emm" kata Hoshie....
... Saling memberikan aura positif tanpa ada pertengkaran atau kesalahpahaman seperti biasanya....
... ...
... Hoshie mengejar Dashie satu langkah lagi berjalan dan kini mereka kembali siap berjalan beriringan lagi....
... Melewati orang-orang yang juga merupakan para pengunjung pusat perbelanjaan tersebut....
... Bicara santai....
..."Orang-orang akan salah mengira kita sudah jadian" kata Hoshie....
..."Sorry. Sudah menurunkan hujan dihatimu" kata Dashie....
..."Kamu. Bagaimana aku yang setiap waktu?" tanya Hoshie....
..."Aku suka rayuanmu" kata Dashie....
... Dia tertawa kecil setelah apa yang diungkapkan oleh Dashie tentang dirinya....
..."Apa kau tidak masalah dengan ini?" tanya Hoshie....
... Melihat Hoshie....
... Jujur....
..."Awalnya aku seperti gadis pada umumnya tapi … " kata Dashie....
... Memberi jeda waktu untuk waktu datang mengisi rasa penasaran keduanya....
..."Terbiasa. Ini memang seorang Hoshie. Emmmm, dan aku suka" kata Dashie....
... Membuat sebuah permisalan....
..."Kalau aku jadian sama cewek lain gimana?" tanya Hoshie....
... Agak sedikit kaget dengan ekspresi diam seketika sepuluh persen kesal dari dahinya yang mengeriyat....
..."Bagaimana kalau sebaliknya?" tanya Dashie....
... Dia jadi tambah senang dengan reaksi yang diperlihatkan oleh gadis yang ia sayang ini....
__ADS_1
... Tapi, dia juga tidak lupa dengan takdir menyakitkan yang ia miliki semakin mengambil sisa waktu yang ia miliki ketika bersama dengan orang-orang yang ia sayang....
... Dia ingin sekali memeluk Dashie jika mengingat takdir itu....
..."Apa dia bisa mendengar ku?" tanya Hoshie....
..."Apa kau akan menangis jika aku pergi?" tanya Hoshie....
... Mengingat salah satu sahabatnya yang lebih dahulu pergi....
..."Besok atau sekarang. Kapanpun aku bisa saja pergi sama seperti orang itu" kata Hoshie....
... Melewati wahana tempat bermain anak-anak....
... Tertunduk lalu melihat senyum keceriaan Dashie lagi yang sedang melihat anak-anak yang sedang bermain di wahana tempat bermain di salah satu bagian pusat perbelanjaan....
..."Aku jadi tambah tidak mau meninggalkanmu sendirian" kata Hoshie....
..."Aku juga tidak ingin hal itu datang lebih cepat" kata Hoshie....
..."Tapi, aku sadar semua memiliki batas waktu" kata Hoshie....
..."Berapa waktu yang ku butuhkan. Sepertinya tidak pernah cukup" kata Hoshie....
... Di salah satu kafe....
... Di tempat kerja ketua kelas....
... Gan sudah selesai mengelap sebentar meja tempat makan para pengunjung yang baru saja selesai makan....
... Memeriksa ponsel....
..."Dia pergi kemana lagi. Aku jadi cemas" kata Gan....
... Memasukkan lagi ponselnya kedalam saku celana hitam seragam tempat ia bekerja....
... Sejak sepulang sekolah, dia belum menerima pesan ataupun panggilan telepon dari teman sekelasnya yang biasanya ia dapat begitu banyak....
... ...
... Dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi kepada Ans saat ini yang sedang bersembunyi di suatu tempat dengan mode tidak terlihat saja sudah tidak cukup untuk melindungi dirinya dari kejaran dari seseorang....
... Berusaha untuk mengendalikan diri agar tetap tenang di antara banyak orang di dalam pusat perbelanjaan yang masih di area tempat Gan bekerja....
... Melihat ke seluruh bagian lantai dua di gedung berlantai enam itu mengatur nafas mengatur diri agar tetap tidak terlacak oleh seseorang....
... Dengung keras terdengar oleh Ans yang merupakan diciptakan untuk merusak kendali kekuatan pada diri seorang bangsa Blacwhe....
... Apa yang dia lihat dari indera penglihatannya sudah tak sejelas seperti sedia kala....
... Memegang kepalanya yang terasa mulai sakit....
... Pukul delapan lebih lima puluh menit malam....
... Gan bertambah khawatir dari dua menit yang lalu ketika sudah memeriksa ponselnya belum mendapatkan kabar dari Ans hingga kini ia periksa kembali ponsel dari dalam saku celana panjang hitam yang dia kenakan....
..."Apa harus, dia sampai begini lebih baik dia terus menggangguku" kata Gan....
... Orang yang sedang ia cemaskan tetap dalam mode tidak terlihat menyusup dibalik kerumunan orang-orang yang sedang mengantri untuk bermain di salah satu game yang tersedia untuk usia anak-anak hingga dewasa....
... Yang lebih mengerikan lagi yang juga disadari oleh Ans bahwa bukan dirinya yang menggunakan mode tidak terlihat saja melainkan juga seseorang yang juga mencarinya kini....
... Tambah panik Si Ans....
... Di sisi lain Hoshie juga merasakan kehadiran sosok yang sedang mengejar gadis remaja itu....
... Dia dengan wajah pucatnya itu yang sedang menutupi segala rasa sakit yang dirasakan akibat ketidakcukupan kekuatannya saat ini yang tiba-tiba kembali terganggu akibat keputusannya untuk tidak lagi mengambil aura milik manusia....
..."Ada apa denganmu, tubuhmu sangat dingin?" tanya Dashie....
..."Ayo kita duduk disana sebentar" kata Dashie....
... Dia mengajak Hoshie untuk duduk di salah satu kursi yang tersedia di depan sebuah toko mainan anak-anak....
... Melepas jaket hitam yang ia pakai lalu mengenakannya kepada Hoshie....
..."Aku sudah memakai jas ku ini" kata Hoshie....
..."Menurut saja. Aku akan membantumu" kata Dashie....
... Dashie membantu mengenakan jaket hitam miliknya kepada Hoshie....
... Kondisi Hoshie yang kembali drop terlihat lagi oleh gadis yang sedang memegang kedua tangan pria ini dengan kedua tangannya itu....
... Dia tersenyum kepada Dashie....
..."Kau tidak perlu memelukku untuk menghangatkan suhu tubuhku" kata Hoshie....
... Memukul lagi bahu sebelah kiri atas Hoshie....
... Jujur....
..."Sakit" kata Hoshie....
... Lirikan mata tidak merasa bersalah tapi justru ia merasa akan menjadi salah satu korban....
... Dia yang merasa hanya memukul bahu Hoshie sebagai candaan dan itu tidak sekeras dengan reaksi sakit yang Hoshie perlihatkan....
... Dashie sedang menghangatkan kedua tangan Hoshie yang belum juga kembali dengan suhu sebelumnya yang tidak terlihat selemah ini....
__ADS_1
... Mata dan wajah memelas....
..."Jangan pergi tetaplah disisiku" kata Hoshie....
..."Pergi kemana, aku masih disini" kata Dashie....
... Ans yang masih bersembunyi....
... Pelan suara yang ia keluarkan untuk kesekian kalinya....
..."Facha"...
... Sebuah mantra yang sekaligus mengubah dirinya dan bangsa Blacwhe itu tidak bisa melukai orang-orang disekitar mereka ketika mereka sedang bertarung....
... Keringat dingin sudah menyerang tanpa henti dari tindakannya hingga sekarang terus mengendalikan diri dari salah satu bangsa Blacwhe yang sudah ia bisa melihat dengan mantra yang sudah dibaca berulang kali dan baru kini berhasil berfungsi dengan baik....
... Tampak tenang ini usaha yang diusahakan oleh gadis remaja ini untuk menimbulkan situasi yang akan mengurangi resiko dirinya tertangkap lebih mudah....
... Jantungnya sudah berdegup tidak terkendali....
... Dia berjalan dengan kaki yang tidak utuh wujudnya yang sudah berubah menapak kakinya yang terlihat sudah tidak bisa ditebak apakah itu adalah kaki manusia atau bukan dengan kuku kuku putih dari jemari yang berjumlah tujuh mengalirkan darah segar berbau sangat tajam mengelupas bagian kulitnya hingga tak tersisa sama sekali dan tidak bisa dikatakan itu adalah kaki seorang manusia yang lentur memanjang memijakkan lagi menyusul kaki yang satunya lagi mencari seseorang di antara banyak orang disana terlihat tidak mencari sebuah aura milik manusia....
... Berada tepat hanya berjarak lima puluh sentimeter saja seperti dugaan dari gadis remaja yang sedang berada dibalik benda untuk bermain game dengan lampu lampu yang berwarna menyala warna warni secara bergantian yang menjadi penyekat antara dirinya dan monster Blacwhe yang terlihat matanya melirik ke arah belakang benda penyekat itu yang disaksikan langsung oleh Ans yang sedang berusaha mencari celah untuknya mencari kesempatan untuk dirinya bisa menyelamatkan diri....
..."Dia benar-benar sedang mengincar ku" kata Ans....
... Dia melewati segerombolan anak-anak yang sedang bermain lalu dengan gerakan cepat Ans menabrak monster itu dengan tubuhnya hingga mereka berdua menembus orang orang yang ada disana terjatuh dengan tubuh tertindih oleh Ans dengan lutut sebelah kanan menekan bagian dada monster tersebut. ...
... Menggeliat berusaha terlepas dari serangan dari gadis remaja ini....
... Tangan kiri menahan lengan Si monster lalu secara berbarengan dia menahan bahu sebelah kanan monster dengan menancapkan senjata tajam yang ia genggam yang keluar dari dalam telapak tangan kanan Si Monster Blacwhe yang sudah berubah wujud sudah tidak bisa dikenali siapa dibalik wajahnya yang telah rusak dan tubuhnya yang berubah menjadi daging membusuk dengan hanya sedikit ciri-ciri manusia terlihat dari dalam diri Monster tersebut....
... Aura hitam dan putih dari dalam diri gadis ini keluar memutar menekan dengan cepat kekuatan yang ada didalam diri Monster yang sedang ia lawan untuk menghancurkan kekuatan yang dimiliki oleh bangsa Blacwhe yang belum ingin pertarungan ini berakhir hanya beberapa detik saja....
... Ans terhempas menembus orang orang yang ada disana jatuh diatas lantai....
... Dia jelas kesakitan tapi ia tetap harus cepat bangkit lagi....
... Monster itu datang kembali dengan sangat cepat akan menyerang dengan memukul bagian tubuh Ans lagi lalu segera ditangkis oleh gadis remaja ini dengan saling memukul satu sama lain dan akhirnya terhempas jatuh menjauh dengan jarak sekitar sepuluh langkah dari arah mereka saling menyerang....
... Dia kembali dengan bersemangat begitu juga dengan monster itu datang kembali....
..."Bug!" ...
... Dia berhasil memukul wajah Ans yang terhempas dengan kedua kaki yang kuat menahan agar jangan sampai ia terjatuh....
... Monster itu datang kembali dengan pukulan selanjutnya dengan arah yang berbeda dengan cepat dua senjata tajam keluar lebih panjang sekitar tiga puluh sentimeter ia keluarkan dari dalam bahu kanan atasnya dengan cepat menusuk perut monster tersebut mendorongnya ke belakang dengan langkah kaki yang mundur sebagai tanda ia sudah tak bisa menahan serangan dari gadis remaja ini....
... Dia terhenti dengan langkah kaki mundurnya menahan senjata yang menusuk bagian tubuhnya yang semakin melelehkan perlahan kemudian semakin cepat menghilangkan bagian tubuhnya lalu tangannya langsung bergerak melepaskan dua senjata milik gadis ini dengan sangat cepat....
... Dia berhasil menjauh dari serangan Ans sejauh sepuluh langkah....
... Dia dengan genggaman tangan dua senjata ditangan mengalir juga darahnya juga sebagai kekuatan yang senjata itu butuhkan sekarang....
... Bahunya yang terluka akibat dua senjata tajam yang ia keluarkan barusan sudah mulai menutup dan menyembuhkan dengan sendirinya....
... Berpindah bergerak di belakang Ans langsung menjambaknya dengan keras melempar membantingnya ke lantai....
... Ia jatuh tengkurap dengan rasa sakit yang luar biasa sakitnya berusaha bertahan hidup bangun kembali....
... ...
... Dia dengan tangannya yang hampir seluruh bagian tubuhnya itu yang sudah tidak berbentuk manusia utuh menyerang lagi gadis ini mendorongnya lagi dengan cepat ia berlari dengan dorongan yang membawanya ikut terseret terbawa lalu dibenturkan ke arah dinding tanpa sebuah keretakan dinding sengaja yang ditimbulkan oleh monster itu tapi bagaimana dengan kondisi gadis remaja yang ia serang itu....
... Dia baru merasakan rasa sakit yang tidak pernah ia rasakan sebagai seorang bangsa Blacwhe....
... Ujung matanya dari keduanya meneteskan air mata mengalir tapi tidak dengan bibirnya serta wajahnya yang tersenyum menatap tajam lawannya itu....
... Dia bahkan menyeringai di depan lawannya tanpa peduli hal terburuk apa yang akan didapat selanjutnya dengan air mata yang masih mengalir....
... Seperti suara seorang pria....
..."Gadis bodoh. Beraninya kau melawanku" kata Monster itu....
... Tapi, Ans tidak langsung percaya dengan informasi mentah yang baru didapatkan ini....
..."Kenapa kau hanya berani dengan gadis bodoh?" tanya Ans....
... Kembali ditempat dimana Hoshie kembali merasakan tubuhnya merasakan rasa sakit yang bisa dibilang sebagai rasa sakit seseorang yang sedang sekarat kini kondisi tubuhnya sudah berangsur normal dengan kedua tangan Dashie yang terus menghangatkan kedua tangannya yang membuktikan bahwa dia sedang mengalami dingin yang luar biasa itu yang diketahui oleh gadis yang sedang memberikan pertolongan padanya....
... Hoshie....
... Mengucapkan sebuah mantra....
..."Figfor"...
... Seketika sebagian kekuatannya tersebar menyeluruh dengan aura hitam dan putihnya yang menyatu mengejar apa yang sudah diperintahkan kemana mereka pergi....
... Kekuatan Hoshie mencari targetnya sesuai target yang menjadi sasaran dan kekuatan itu berhenti di sebuah tempat akan mengikat kuat akan segera menghancurkan apapun yang sudah menjadi perintah Hoshie....
... Monster itu akan mengambil aura milik Ans....
... Gadis itu menutup matanya lalu segera Monster itu sadar langsung menghilang ketika aura milik Hoshie akan menyerang dengan tubuhnya lenyap begitu cepat di hadapan Ans....
... ...
... ...
... ...
__ADS_1