
...Chapter 198: Di menit seterusnya....
..."Dia masih bertahan dengan situasi itu tapi bagaimana dengan masalah lain yang akan segera didengar oleh gadis itu?" tanya Ans....
...Sejak datang kembali ke dalam kafe sejak itu pula orang yang dia sayang lebih fokus kepada orang lain ketimbang dirinya....
...Sudah dua jam lebih berlalu dan itu berulang kali disaksikan oleh Gan....
..."Dia bahkan mencegah orang lain untuk membaca isi pikirannya" kata Gan....
..."Apa ada sesuatu yang telah membuat dia terusik?" tanya Gan....
..."Kenapa dia sedari tadi memperhatikan Yellow sampai segitunya?" tanya Gan....
...Yellow yang sedang mengantar makanan ke salah satu meja makan cafe....
...Nawa menyadari akan sesuatu yang tidak biasa lagi dilihatnya dari teman satu kelasnya lagi....
...Pukul setengah dua belas siang di bengkel motor sekaligus mobil milik Ved....
...Dia yang sudah mulai aktif dengan pekerjaan melakukan servis motor dibantu oleh Jarrel yang sudah satu jam lalu ada didepan bengkel dengan peralatan servis kendaraan roda dua....
..."Apa kau sudah lebih baik. Bagaimana dengan luka di tubuhmu?" tanya Jarrel....
..."Ku rasa sudah lebih baik. Kau lupa siapa aku" kata Ved....
..."Ya. Aku tahu dengan siapa aku bicara" kata Jarrel....
...Ved sudah selesai memperbaiki satu motor lagi milik salah satu remaja yang tadi pagi ikut mengantri untuk memperbaiki motornya di bengkelnya ini....
...Setelah di uji coba apakah mesin menyala dengan baik di depan pemiliknya lalu proses pembayaran jasa servis dilakukan....
...Jarrel memperhatikan sambil istirahat sebentar minum lemonade....
...Remaja itu pergi dengan motornya yang berfungsi dengan baik kembali....
..."Dia membayar jasa servis mu dengan harga segitu. Kau pasti untung sedikit" kata Jarrel....
..."Aku pikir aku sudah mendapatkan keuntungan" kata Ved....
..."Jelas-jelas kau untung sedikit" kata Jarrel....
...Mengambil lemonade dari atas meja di depan bengkel lalu duduk di sebelah kiri Jarrel....
..."Aku hanya tidak ingin membuat orang trauma setelah memperbaiki kendaraan mereka ditempat ini" kata Ved....
...Mereka dan barisan motor yang ditinggal oleh pemiliknya untuk segera diperbaiki secara bergantian....
...Jarrel melihat ke arah Nora....
..."Apa dia tidak mau istirahat terus saja bekerja?" tanya Jarrel....
...Meledek....
..."Kau bahkan jauh lebih dari mesin" kata Ved....
...Jarrel jadi agak sedikit aneh dengan nada suara seseorang yang baru saja beberapa hari keluar dari rumah sakit....
...Santai....
..."Apa aku terlihat aneh. Kenapa kau melihatku seperti itu?" tanya Ved....
..."Kau sedang jatuh cinta?" tanya Jarrel....
...Belum sadar juga dengan perubahan diri....
..."Jatuh cinta apanya" kata Ved....
...Dia dengan pendiriannya yang tidak mau mengakuinya....
...Nora yang ada berada di meja kerja sedang melihat kedua orang sedang mengobrol....
...Ved dan Jarrel....
..."Apa gadis itu?" tanya Jarrel....
...Malu-malu....
..."Gadis yang mana?" tanya Ved....
...Dia yang sedang mendesak....
..."Gadis yang itu" kata Jarrel....
..."Gadis yang itu?" tanya Ved....
...Dia menyerah....
..."Terserah kau saja" kata Jarrel....
...Fokus dengan pekerjaan lain yang sama-sama penting juga....
...Serius....
..."Keluarganya memiliki hutang di salah satu bidang keuangan perusahaan yang ku miliki. Jadi, itu menjadi alasan ku untuk menyegel rumahnya" kata Jarrel....
..."Dimana dia akan tinggal sekarang?" tanya Ved....
..."Sepertinya, dia belum tahu ini" kata Jarrel....
..."Kita tahu pasti dia akan mencari tempat tinggal lain" kata Jarrel....
..."Ini lebih baik daripada dia juga pergi" kata Ved....
...Memberikan penawaran ulang....
..."Apakah ini tidak kelewatan dia seorang gadis harus tinggal dimana?" tanya Jarrel....
..."Biarkan saja. Biarkan, dia tahu tentang dunia ini" kata Ved....
..."Kita memukul lagi dan menambah luka untuk orang lain" kata Jarrel....
...Nora mendengar obrolan mereka berdua tapi belum mengetahui kalau keduanya adalah bangsa Blacwhe begitu juga sebaliknya tidak ada yang tahu dari keduanya tentang Nora yang merupakan bangsa Xoco. Jadi, sudah jelas mereka dengan kesibukan dan isi pikiran masing-masing....
...Dia yang sudah tahu tanpa diberitahu oleh sahabatnya itu....
..."Kau tidak pergi?" tanya Ved....
...Beneran nggak paham awalnya....
..."Kemana?" tanya Jarrel....
..."Kencan buta?" tanya Ved....
..."Sama siapa?" tanya Ved....
..."Si Kembar?" tanya Ved....
...Dia siap akan meninju Ved....
__ADS_1
...Ancang-ancang tangan kanannya mengepal kuat....
...Mode rileks....
..."Kau sedang apa. Itu tidak lucu" kata Ved....
...Tidak jadi meninju orang dengan warna rambut kepala blonde itu....
..."Darimana kau tahu berita ini?" tanya Jarrel....
..."Oh ternyata itu benar. Kau memang tidak pandai menutupi segalanya dari sahabatmu" kata Ved....
...Jujur....
..."Aku tidak bercerita dengan siapapun selain diriku sendiri" kata Jarrel....
..."Aku dapat pesan dari ibumu" kata Ved....
...Dia menunjukkan pesannya secara langsung kepada Jarrel yang juga baru tahu beberapa menit yang lalu soal putranya yang tidak membalas banyak pesan atau menelepon balik setelah beberapa kali ditelpon oleh ibunya sendiri....
...Terbawa emosi....
..."Apa aku harus berkencan dengan orang lain. Lihat umurku masih dua puluh tahun" kata Jarrel....
...Bicara terus terang....
..."Tugasmu sungguh berat" kata Ved....
...Berusaha menutupi segala apa yang dia kerjakan selama ini....
..."Tugas apa. Biasa saja" kata Jarrel....
...Berniat akan pergi ke suatu tempat....
...Langsung dimasukan kedalam mulut sedikit melalui kemasan permen yang ada di tangan strawberry jelly candy dari dalam kemasan mini sekitar seratus gram beratnya....
...Gummy face dengan mulut tertutup sedang makan....
...Jarrel bertanya informasi kepada asisten pribadinya tentang tugas yang diberikan tadi pagi oleh bos mudanya ini....
..."Kau masih ada keluhan lagi?" tanya Jarrel....
..."Banyak keluhan ku. Kau pilih yang mana?" tanya balik Ved....
..."Yang kau ceritakan sebelum insiden penyerangan kemarin" kata Jarrel....
...Mode berbohong untuk sang ahli dibuat sengaja....
..."Sudah pulih" kata Ved....
...Padahal belum sama sekali sekarang saja dia masih khawatir kalau tiba-tiba dalam mode tidak terlihat di depan orang lain....
...Heran....
..."Tapi, seingatku kau hanya tertarik dengan rumus-rumus tapi terakhir kulihat kau sudah berubah" kata Jarrel....
..."Sepertinya kau memiliki keluhan. Cepat katakan saja" kata Ved....
..."Sudah kita akhiri topik pembicaraan itu. Ganti yang lain" kata Jarrel....
...Masih mode savage untuk Ved....
...Merasa tak perlu mempermasalahkan opini yang akan dilanjutkan oleh sahabatnya ini yang lebih memilih untuk tidak bertanya dengan topik antara sahabatnya dengan seorang gadis remaja yang dirawat bersama di dalam rumah sakit kemarin....
...Jarrel dengan permen yang ada di tangan Ved....
...Akan direbut kembali oleh pemiliknya....
...Tetap didalam genggaman tangan sahabatnya itu....
...Sedikit kesal....
..."Aku tebak kamu pelakunya bukan aku" kata Jarrel....
..."Kenapa aku?" tanya Ved....
..."Kau yang paling memiliki ciri-ciri seorang penjahat" kata Jarrel....
...Lalu makan candy lagi dengan cara yang sama yang dilakukan oleh Ved sebelumnya....
..."Bagaimana bisa?" tanya Ved....
..."Jelas saja lihat penampilanmu yang serba rapi dan sok intelek itu" kata Jarrel....
...Melihat diri dengan pakaian kasual dengan baju seragam bengkel yang dia pakai sebagai pelapis luarnya....
..."Mana yang sok intelek?" tanya Ved....
...Menghela nafas....
...Sadar....
...Harus kontrol diri agar tidak marah apalagi hanya dengan kritikan orang lain....
...Tiba-tiba jadi drama....
..."Sejak kau mengenal gadis itu kau semakin berubah" kata Jarrel....
..."Cinta memang mengubah segalanya" kata Jarrel....
...Semakin rendah nada suaranya dibuat sengaja....
...Wajah menjengkelkan....
..."Itu untuk sekarang. Kita nggak tahu satu jam kedepannya" kata Jarrel....
...Semakin jauh jarak posisi keduanya yang dilakukan oleh Jarrel....
..."Aku ingin melihat kau merana" kata Jarrel....
...Ved....
...Mode sabar....
...Dia yang sudah beberapa kali melihat sifat ini dari Jarrel yang bersikap bagai peramal di masa depan meski terkadang pendapatnya tidak didengar tapi dia tidak peduli tetap mengatakan apa gambaran tentang apa yang akan terjadi di masa depan mengenai orang yang sedang dibicarakan meski itu ada di depannya sendiri....
..."Jangan ambil dia cepat Tuhan. Aku belum memaafkan kesalahannya padaku" kata Ved....
...Sebenarnya kedua sahabat ini sedang ingin sekali menemukan siapa pelaku dibalik penyerangan yang menimpa seorang wanita dewasa yang berusia sekitar hampir kepala lima yang merupakan ibu dari seorang remaja yang bernama Yellow....
...Selain itu meski keduanya terlihat bersahabat tidak menutup kemungkinan rasa curiga tentang siapa pelaku sebenarnya juga ada dipikiran keduanya yang harus menyisakan berapa persenkah rasa ketidakpercayaan mereka dengan siapapun....
...Jarrel selesai dengan makan strawberry jelly candy....
...Ved melihat Jarrel lumayan terburu-buru....
...Dia kemudian melepas baju seragam bengkel....
..."Mau kemana?" tanya Ved....
__ADS_1
..."Kau bukan istriku. Jadi, aku tidak harus cerita mau kemana" kata Jarrel....
...Tiba-tiba seseorang datang....
...Dia lebih dari horor ada berada semakin mendekat ke arah Ved dilihat juga oleh Jarrel yang berhenti sejenak melihat seorang gadis remaja tidak tergesa-gesa tapi dia bisa dibilang gesit dalam bertindak dan dia sudah didepan orang seperti Ved....
..."Ada apa?" tanya Ved....
...Ekspresi wajah serius....
..."Aku tidak ingin bergabung dengan rencanamu" kata Rumy....
..."Oh ya. Aku juga tidak tertarik untuk mengganggu privasi orang lain apalagi memanfaatkan kelemahanmu" kata Rumy....
...Wajah optimis....
..."Kau bisa jalani hidupmu dengan baik" kata Rumy....
..."Aku tidak ingin jadi pahlawan" kata Rumy....
...Dan dia pergi setelah mengatakan hal itu di hadapan Ved dan Jarrel....
...Skuter kuning itu dibawa pergi oleh pemiliknya....
...Rumy benar-benar pergi....
...Sedangkan untuk Ved, dia ada disana seakan tidak percaya tawaran dengan bayaran sebesar itu ditolak mentah-mentah oleh seorang gadis remaja yang bahkan dia pikir bisa membantunya dikala waktu urgent itu datang tanpa diduga dan tanpa rencana....
..."Seseorang tergantung dengan siapa dia berteman. Dia berteman dengan Dashie mu" kata Jarrel....
...Dia tidak tahu menahu permasalahan keduanya hingga sampai terjadi perdebatan seperti ini tapi yang jelas dia harus pergi juga....
...Jarrel di mata Ved saat ini....
...Diam sejenak dengan reaksi melihat sahabatnya lebih jauh akan sensitif terhadap apapun yang dikatakan olehnya....
..."Oke" jawab Ved....
...Jarrel menaruh seragam bengkel di atas meja lalu segera pergi dengan motor skuter berwarna hitam bergaya vintage dan helm hitam bogonya itu....
...Disana tinggal Ved dan pekerjaan yang harus diselesaikan melihat ke arah Nora yang sedang mendengarkan lagu dengan menggunakan earphone putih di kedua telinganya di waktu istirahat siang ini....
...Dia dan beberapa lembar dokumen perjanjian yang seharusnya ditandatangani oleh Rumy tapi tidak selain hanya dibaca saja....
...Dokumen sudah diperiksa oleh Ved kembali....
...Jarrel tidak tahu akan searah dengan jalan yang diambil oleh Rumy....
...Rumy....
..."Menolong apa?" tanya Rumy....
..."Demi kepentingan orang banyak" kata Rumy....
..."Bullshit!" kata Rumy....
...Dia belum berhenti dengan segala unek-unek yang ada didalam hati dan pikirannya dimuntahkan kepada orang lain....
..."Aku menolong dan menyelamatkan banyak orang?" tanya Rumy....
..."Itu lucu sekali" kata Rumy....
..."Lalu setelah itu mereka akan melepeh ku bagai sampah limbah rumahan" kata Rumy....
...Kepada diri sendiri....
..."Hatimu kotor sekali seperti sampah" kata Rumy....
...Wajah kesal....
..."Ya. Aku memang sampah" kata Rumy....
..."Terserah. Kalian mau menilaiku dengan sesuka hati" kata Rumy....
...Realita....
..."Kalian tidak pernah merasakan diperlakukan seperti sampah setiap hari" kata Rumy....
..."Berhentilah untuk terus mengganggu hidup orang lain dengan alasan demi kepentingan dunia" kata Rumy....
...Melihat lebih dalam lagi tentang masalah orang lain....
..."Lihat. Dia bahkan bisa menggunakan kedua tangan dan kakinya untuk beraktivitas tapi kenapa seakan dunia sudah berakhir" kata Rumy....
..."Apa dia tidak pernah melihat orang-orang yang berada jauh lebih dibawahnya yang jauh menderita" kata Rumy....
...Mereka berpapasan satu sama lain tanpa memberikan sapa dengan alasan tidak seakrab sebagai seseorang yang sudah saling bertemu....
...Sama-sama angkuh tak mau memberi kesempatan untuk orang lain hadir didalam lingkaran pertemanan mereka....
...Jarrel....
...Tanpa berkata secara langsung kepada gadis ini ada di dalam pikirannya itu....
..."Orang itu memang seperti ini" kata Jarrel....
..."Aku juga tidak jamin apakah dia sadar telah menyinggung perasaan orang lain" kata Jarrel....
...Dan Rumy mendengar apa yang dikatakan oleh Jarrel meski tidak didengar oleh suara yang tidak diucapkan melalui lisan orang yang berada disampingnya sedang menunggu lampu penyeberangan jalan berubah warna menjadi kuning lalu hijau kemudian dalam beberapa detik kemudian sudah waktunya untuk mereka melanjutkan perjalanan menuju arah tujuan masing-masing....
...Jarrel melihat gadis remaja itu berkendara mendahului melihatnya dari arah belakang skuter yang dia kendarai....
..."Apa ini alasan orang lain hanya ingin menjadikannya sebagai sahabat tapi tidak dengan pacar?" tanya Jarrel....
...Masih dengan penilaiannya terhadap orang lain....
..."Otak bisnisnya luar biasa" kata Jarrel....
...Dia dengan fokusnya lebih ke bagaimana dia menjadi pengendara yang baik di jalan raya....
...Rumy dan rumahnya....
...Dia merasa akan pecah pusing kepalanya dengan semua layar komputer yang terlihat berfungsi dengan orang-orang yang memanggil namanya....
...Pekerja paruh waktu sekaligus teman dan tetangganya sendiri....
...Menyadarkan orang lain dari ekspresi melamun itu....
..."Apa kau hanya akan berdiri disini?" tanya Onyx....
...Dia dengan nampan berisi tumpukan mangkok tempat mie instan yang baru selesai digunakan oleh para pengunjung warung internet di rumah Rumy....
...Dia pergi mengambil apron merah yang ada di atas kursi tempat duduk meja kasir yang bisa ditempati....
..."Baby, I come back" kata Rumy....
...Dia bukan hanya sekali ini melihat aura yang sama yang juga pernah dilihat dan dimiliki oleh Hoshie yang dia lihat di rumah sakit tempo hari ketika dia dan Nawa berada di ruang rawat pasien yang sama....
...Ruangan itu terlihat dengan aura milik bangsa Blacwhe yang menyebar secara acak tidak bisa ditebak siapa pemilik dari aura yang dilihat oleh gadis remaja ini bukan tanpa usaha untuk mencari tapi aura itu kembali menghilang dan samar-samar terlihat di menit-menit seterusnya....
__ADS_1
..."Kenapa ini semakin membuatku terasa aneh?" tanya Rumy....
...Dia sedang berada di salah satu meja komputer mematikan komputer yang sudah tidak digunakan lagi setelah digunakan oleh salah satu pengunjung yang selesai menggunakannya....