
...Chapter 167: Tidak akan pernah....
... Menahan tangan Aka yang akan menampar lalu Dashie dengan tangan kirinya....
..."Tidak mau?" tanya Dashie....
... Hoshie....
... Dia tahu ini situasi yang tidak menguntungkan untuk dirinya sendiri....
... Melihat ke arah Hoshie....
..."Bukankah, dia tipemu?" tanya Dashie....
..."Tidak lagi" jawab Hoshie....
... Menghempaskan tangan Aka kebawah....
..."Jaga bicaramu ****** murahan" kata Aka....
... Suasana bertambah rumit akan tetapi Jarrel tetap menjalani aktivitasnya dengan tenang....
... Dia membuat sebuah pilihan untuk Hoshie....
... Emosi....
..."Kau dengar itu" kata Dashie. ...
... Sedikit berbisik dalam pelafalan kata yang diucapkan di depan Hoshie....
..."Pergilah bersama tuan putri ini. Aku hanya seorang ****** murahan" kata Dashie....
... Hening....
... Satu arah yang sama untuk semua mendengar kata-kata mutiara yang baru didengar itu....
... Dia yang tidak boleh berbohong jika ingin semua ini cepat berakhir....
..."Dia bukan ******. Dia Pacarku" kata Hoshie....
... Dashie melepas apron yang ia pakai lalu menaruhnya diatas meja didepan Aka....
... Dia pergi dengan wajah kesalnya itu....
... Hoshie melepas apron yang ia kenakan menaruhnya diatas kursi lalu mengambil jas abu-abu miliknya yang ada diatas kursi tempatnya tadi duduk disana....
... Penilaian Jarrel tentang Dashie....
..."Dia bahkan tidak peduli jika ini akan terjadi sebaliknya" kata Jarrel....
... Jarrel selesai memakan menu makanan yang tadi ia sudah pesan mengambil lembar tisu dari atas meja mengusap mulutnya lalu memanggil waiters....
..."Waiters!" panggil Jarrel....
... Situasi kembali normal segera meninggalkan aktivitas beberapa orang yang baru saja menjadi pusat perhatian....
... Jarrel sudah selesai melakukan pembayaran....
... Melihat ke sisi kanannya persis dengan ekspresi kekalahan seseorang kembali....
..."Aku akan mengantarmu pulang. Ayo ikut aku" kata Jarrel....
... Mengambil jas hitamnya itu yang ada di sebelah kiri tempat duduknya saat ini....
... Menawarkan lagi....
..."Kau tidak ikut. Ini sudah malam, kakakmu akan mencari mu" kata Jarrel....
... Dia ditarik paksa oleh Jarrel untuk keluar pergi dari tempat yang sudah tidak bisa menerimanya lagi setelah apa yang telah diperbuat di depan banyak orang....
... Dia sedang menilai seseorang dalam pandangannya sendiri....
... Dia dengan bulu matanya yang sangat cantik lebat dan tebal sedang memandang terus wanita yang bisa merusak rumah tangga orang lain dan rumah tangganya sendiri dengan sikap menyebalkannya itu....
..."Putri raja?" tanya Ans....
... Dan dia tertawa dengan ekspresi tidak percaya....
..."Dia hanya seorang wanita yang beruntung terlahir di keluarga kaya" kata Ans....
... Melirik sinis penuh kebencian....
..."Lihat dia. Dia juga tak lebih cantik dari para wanita yang disebutnya ****** itu" kata Ans....
... Umpatan datang lagi....
..."Seharusnya dia sadar diri!" kata Ans....
... Ketua kelas yang sedari tadi berdiri didepan meja melihat reaksi yang ditunjukkan kepada masalah yang baru saja berakhir itu....
... Dia dengan tatapan bermakna "Apa yang ingin kau lakukan. Jangan ikut campur"....
... Dia sudah mulai menyampaikan isi pikirannya lagi....
..."Kenapa kau masih disini menunggu ku?" tanya Gan....
... Tangganya digerakkan ke arah pintu masuk juga keluar kafe bagian depan....
... Merendah suaranya....
..."Pergilah" kata Gan....
..."Pergi!" perintah Gan....
... Ans melihat waktu....
... Gan....
... Ikut melihat waktu....
... Dia melihat waktu di jam dinding kafe yang menunjukkan kurang dua puluh menit lagi temannya itu akan selesai bekerja....
... Kembali melihat ketua kelas....
..."Masih lama" kata Gan....
..."Apa aku harus mengejarnya?" tanya Ans....
... Dia dan keputusan yang dia ambil....
..."Tunggu disini. Jangan pergi" kata Gan....
... Dia dan kemenangannya lagi....
..."Ok!" kata Ans....
... Diam pergi lagi setelah menyaksikan pertengkaran yang terjadi diantara dua orang wanita....
... Dashie dan Hoshie....
__ADS_1
... Di area panjat tebing buatan yang tersedia di fasilitas kota untuk secara umum....
... Rasa ingin melupakan segala hal yang membuat beban pikiran dan bersantai menghirup udara malam tanpa polusi berlebih memandang luas langit semua yang ada di bawah langit melihat bahwa malam ini mungkin bisa bermain saling mengejar di area luas dari salah satu bagian fasilitas publik yang tersedia berlarian bukan hanya mereka berdua yang melihat dan mendengar suara orang-orang yang menikmati tamasya malam....
..."Aku ingin panjat tebing lagi" kata Hoshie....
... Meraih lengan gadis disebelah kanannya itu....
..."Tidak hari ini. Kau sudah seharian bekerja" kata Dashie....
..."Ok" kata Hoshie....
... Padahal ia tahu dan sadar bahwa tubuhnya memang butuh istirahat dan senang jika berada didekat Dashie....
... Berjalan beriringan diantara banyak orang dengan arah yang saling berlawanan dengan tujuan kemana orang-orang disekitar mereka ingin pergi....
... Menggoda lagi....
..."Aku … sudah mengatakan kepada orang-orang bahwa … kau adalah pacarku. Lalu?" tanya Hoshie....
..."Lalu?" tanya balik Dashie....
... Dia kesal sendiri....
..."Sudahlah. Kita jangan bahas ini lagi" kata Hoshie....
... Ngambek....
..."Nanti, kau nggak mau bicara lagi denganku" kata Hoshie....
... Menatap Hoshie....
..."Darimana aku mendapatkan orang paling pengertian ini lagi" kata Dashie....
... Dia percaya diri....
..."Mungkin hanya aku atau hanya aku" kata Hoshie....
... Berhenti sesaat lalu terdiam saling melihat lagi....
... Empat detik kemudian lanjut jalan lagi....
... Dia bicara apa adanya....
..."Aku masih penasaran kenapa kau tidak ikut audisi jadi model atau aktor padahal dari segi manapun kau bisa mengikutinya" kata Dashie....
... Dia dengan jiwa narsisnya yang kambuh....
..."Aku. Aku tidak jadi orang terkenal saja sudah banyak gadis yang mengejar ku" kata Hoshie....
... Mengiyakan....
..."Iya. Iya, sekarang juga mereka sedang membicarakan mu" kata Dashie....
... Sedari tadi terlihat bukan hanya satu dua orang wanita ketika melihat pria yang ada disebelah kirinya itu terdengar memuji dari obrolan yang mereka lakukan didekat orang langsung....
... Dia yang jauh lebih posesif sifatnya terlihat dari gerak ekspresif wajahnya yang tidak biasa disembunyikan dengan baik....
..."Mereka juga sedari tadi memujimu" kata Hoshie....
..."Jumlahnya jauh lebih banyak dariku malah" kata Hoshie....
... Dia tersenyum menahan tawa....
..."Kau bahkan sampai menghitungnya. Astaga" kata Dashie....
... Dia dan wajah polosnya itu....
..."Sungguh?" tanya Dashie....
... Akhirnya jujur....
..."Iya, aku jujur. Lagian, kenapa kamu terlalu lucu. Apalagi dengan warna rambutmu ini … " kata Hoshie....
... Melihat warna rambut merah mudanya sendiri....
..."Ada apa dengan warna rambutku?" tanya Dashie....
..."Kau seperti gambar anime berjalan" kata Hoshie....
... Suara merendah juga dia sedikit malu dengan dirinya sendiri....
..."Dan aku menyukainya" kata Hoshie...
... Dia merespon dengan tawa kecil ditambah lesung pipi yang sedikit muncul dari kedua sisi pipinya itu akibat tersenyum....
... Geleng-geleng kepala kepada Hoshie....
..."Lihat. Kau bahkan mewarnai rambut kepala mu seperti idol kesukaan ku" kata Dashie....
... Rasa ingin tahu sejak lama....
... Hoshie....
..."Aku ingin tahu bagaimana pendapatmu tentang ku" kata Hoshie....
..."Sepertinya aku pernah mendengar kalimat ini berulang kali" kata Dashie....
... Dia memang penasaran....
..."Kau mau tahu. Sungguh?" tanya Dashie....
... Mengangguk pelan tapi ia yakin akan hal itu....
..."Kesan pertamaku disaat melihat mu adalah … " kata Dashie....
... Hoshie penasaran dengan kalimat selanjutnya yang akan dikatakan oleh gadis yang ia gandeng lengannya itu. ...
..."Mmmm" kata Dashie....
..."Wajah pucat mu. Disaat itu aku mulai berpikir bagaimana ada orang bisa memiliki wajah dengan ekspresi seperti ini" kata Dashie....
... Memberi jeda dua detik....
... Menatap Hoshie....
..."Dan sejak itu aku berpikir bagaimana aku bisa meniru mu" kata Dashie....
... Dia sedang mengolah kata-kata yang baru saja diutarakan oleh gadis yang ia sayang....
... Mendapatkan kesimpulan dari makna semua kalimat yang Dashie katakan tentang dirinya....
..."Kau sedang menempatkan dirimu seperti para gadis lain ketika mengejar ku" kata Hoshie....
... Tidak percaya....
..."Kurasa itu bukan jawaban yang sebenarnya" kata Hoshie....
..."Aku yakin kau punya alasan tersendiri" kata Hoshie....
__ADS_1
... Dia juga tidak menelan secara bulat bulat apa yang dikatakan oleh Hoshie....
... Dia dengan ekspresi lucu agak kesal tapi tetap lucu dengan kedua pipinya yang memerah....
..."Lalu, kau ingin aku menjawab apa?" tanya Dashie....
... Seperti akan bertengkar tapi tidak juga....
... Sedikit ngambek terdengar intonasi setiap kata yang diucapkan oleh Hoshie....
..."Entahlah. Tapi yang jelas, kau tidak mungkin mengungkapkan alasan itu" kata Hoshie....
..."Kau ingin aku jujur?" tanya Dashie....
..."Iya" jawab Hoshie....
..."Aku suka ketika kamu lagi ngambek. Itu terlihat cukup lucu" kata Dashie....
... Dia tetap dengan jawaban yang sama juga masih ngambek lagi....
..."Tidak. Aku yakin ini tetap bukan jawaban mu" kata Hoshie....
..."Kau tetap tidak percaya" kata Dashie....
..."Dashie yang ku kenal bukan orang seperti itu" kata Hoshie....
... Dashie yang mengalah....
..."Kau memang tidak mudah untuk dirayu" kata Dashie....
... Memperjelas situasi mereka....
..."Kau tidak merayuku tapi aku yang sedari tadi merayumu terus" kata Hoshie....
... Di area yang sama dengan jarak yang berbeda ada pasangan yang lain juga sudah ada disana terlihat sedang berkencan dengan baju couple tidak juga yang satu memakai gaun berwarna opalite dengan gaya kerah baju high neck - slash sepanjang gaun dibawah lutut style tea - length juga alas kaki putih manis bergaya pointed toe flats....
... Gadis dengan cat kuku gliter putih itu menggandeng lengan kekasihnya penuh cinta terlihat dari senyum kenyamanan yang ia tunjukkan ketika dekat dengan kekasihnya itu....
... Dengan jarak yang bisa dibilang tidak jauh juga tidak dekat mereka dengan keributan mereka sendiri di tempat yang sama....
..."Apa yang sebenarnya sedang aku dan kau lakukan?" tanya Namir....
..."Apa kita bisa diam saja ketika melihatnya sendiri?" tanya Eir....
... Berkata jujur....
..."Untuk apa kita melakukan ini?" tanya Namir....
... Dia yang tidak ingin selalu menuruti apa yang dikatakan oleh salah satu sahabatnya....
... Dia berada pasrah mengikuti sahabatnya sedang bermain detektif swasta....
... Tak mau menundukkan badannya seperti yang dilakukan oleh Eir....
... Memaksa....
... Berbalik dan membuat Namir ikut jongkok bersembunyi diantara tumbuhan taman kota yang tumbuh setinggi dua meter dengan dauh hijau tebal dan kuat menutup keduanya yang sedang bersembunyi....
..."Orang-orang akan menganggap kita aneh" kata Namir....
... Orang-orang disekitar mereka memang sedang memperhatikan keduanya yang masih suka bermain petak umpet dipukul hampir tengah malam....
... Mengawasi dua orang yang sedang berkencan itu yang terlihat dari aktivitas mereka berdua bukan sedang bermain petak umpet itu kesimpulan dari Namir yang sudah tahu akan seperti ini....
... Menepuk wajah Namir secara tidak sengaja....
... Pasrah....
..."Ini wajahku" kata Namir....
... Sadar....
..."UPS. Sorry, kemari cepat lihat!" perintah Eir....
... Menarik sambil merangkul Namir tapi lebih mendorong kepalanya dari arah kiri gadis ini jongkok bersebelahan ada disana Namir ikuti saja perintahnya seperti biasa....
..."Tak ada yang aneh dari mereka berdua" kata Namir....
... Dia yang tahu dengan sikap sahabatnya itu yang suka tidak peduli dengan urusan orang lain....
..."Kau memang seperti ini jelas-jelas kemarin kita melihatnya sendiri" kata Eir....
... Dia menawarkan sebuah pilihan yang menurutnya tidak terlalu buruk....
..."Daripada kita mengikuti orang yang sedang berkencan lebih baik kita jalan-jalan ditempat ini" kata Namir....
... Galak....
..."Fokuslah!" kata Eir....
... Dan Namir jadi ikut fokus melihat dua orang yang sedang berkencan tanpa sebuah tanda-tanda yang sedang dicari oleh kedua remaja ini....
... Dia tanpa mode tidak terlihat secara terang-terangan mengeluarkan perlahan racun racun yang merupakan salah satu kekuatan yang dimiliki oleh setiap bangsa Blacwhe....
... Dua remaja itu melihatnya secara langsung dan jelas dari tangan kanan Ren hal yang masih dianggapnya aneh jika dilihat dari pandangan manusia seperti mereka....
... Soft yang sedang memilih sebuah balon dari seorang pedagang balon dengan berbagai warna dengan bentuk hati dan oval berwarna-warni....
... Dia secara tidak sengaja bertemu di waktu dan tempat yang sama tanpa sebuah rencana apapun yang ingin dilakukan oleh wanita yang mempesona meski hanya berbalik untuk melihat seseorang yang sudah seharusnya ia lupakan sejak lama....
... Bertemu lagi mereka berdua saling menatap satu sama lain akankah bisa mengubah apa yang sudah berlalu nyatanya sekeras apapun ia berusaha tetap saja orang itu seperti sudah kehilangan semua ingatannya tentang wanita yang ia tatap itu dengan pertanyaan yang datang ketika mereka dipertemukan kembali....
..."Jika kau mengalami amnesia hingga merusak semua ingatan mu tapi kenapa hanya aku yang kau lupakan?" tanya Pax....
..."Bukankah ini terasa aneh atau aku yang sangat aneh?" tanya Pax....
... Sadar diri....
..."Aku selalu lupa semua bisa saja memaksamu untuk berubah" kata Pax....
... Ren....
... Dia yang tidak mengenal sama sekali siapa yang baru saja menatapnya dengan tatapan mendalam penuh kesedihan terhadapnya untuk yang kedua kalinya setelah pertemuan mereka berdua secara tidak sengaja juga di sebuah bandara tempo hari tanpa ia sadari juga rasa sedih itu membuat racun yang tidak terlihat yang ada keluar dari jemari tangannya semakin berkurang perlahan keluar menghentikan niatnya untuk melenyapkan seseorang secara perlahan agar bisa menghilang tanpa sebuah jejak sesuai rencananya dan akhirnya semua racun berbentuk udara hijau benar-benar tidak muncul kembali....
... Dia pergi semakin menjauh bertambah menjauh lalu tanpa sepengetahuan dari kekasihnya ia pergi mengejar wanita yang menatapnya penuh cinta kesedihan dari pelupuk mata yang tidak bisa dibohongi dari apa yang dilihat ditangkap oleh Ren...
... Ren pergi mengejar Pax yang semakin jauh berada diantara para pengunjung taman kota malam ini yang terlihat lumayan ramai....
... Berlari dan mencari sedang ia lakukan untuk memastikan sesuatu yang membuatnya penasaran....
..."Itu dia" kata Ren....
... Dia berada dalam jarak enam langkah lagi untuk bisa menghampiri wanita yang sedang ia cari....
... Dia kini di depan wanita yang sudah berhasil dikejar olehnya....
..."Apa kau mengenalku?" tanya Ren....
... Hoshie datang....
__ADS_1
... Menjadi benteng pelindung wanita yang diajak bicara oleh Ren....
..."Tidak. Tidak akan pernah" kata Hoshie....