
...Chapter 64: Aku melihat sesuatu....
...Di sisi dalam balkon apartemen milik Luc seseorang berbaju hitam berlengan panjang dan celana pendek memakai slipper coklat sedang merasakan udara di pukul setengah dua pagi sendirian bukan tanpa rasa sakit yang sudah pulih, semua belum hilang terasa didalam raga masih terasa sangat sakit menusuk rasa sakit itu menusuk hingga tulang terdalam rasa bersalah ingin mati....
..."Setidaknya kau bisa menertawakan ku saat ini" kata Hoshie....
..."Menertawakan kesialan ku, tapi … " kata Hoshie....
...Bayangan dari sahabatnya yang tidak mungkin hadir benar benar tidak ada siapapun disana selain Hoshie seorang....
...Pemuda berkalung silver sedang berpegangan erat balkon didepan apartemen serasa diri akan segera tumbang jatuh ke bawah apartemen ditarik kemudian oleh seseorang tepat tertangkap oleh dua orang yang datang membuka pintu kamar apartemen....
..."Apa kau ingin aku melemparmu ke bawah?" tanya Poet....
...Melihat Poet dan Fable menagkap dirinya yang sudah lemas pucat wajahnya....
...Menyeret Hoshie untuk masuk kedalam kamar tapi usaha mereka berdua sia sia orang ini tidak mau masuk kedalam kamar....
..."Lepaskan aku" kata Hoshie....
...Pemuda yang sedang sakit ini lebih memilih duduk di kursi yang ada di bagian dalam balkon melepas kedua tangan kedua sahabatnya yang akan membantunya istirahat....
...Poet dan Fable mengambil kursi mereka masing masing lalu duduk seperti sedang akan melakukan interogasi kepada Hoshie....
...Khawatir....
..."Katakan sesuatu?" tanya Fable....
...Ikut khawatir....
..."Apa yang kau sembunyikan dari kami?" tanya Poet....
...Mengambil wine dari gelas yang sudah hampir habis isinya lalu menaruh kembali wine kedalam gelas yang ada ditangan kiri....
...Mengambil gelas dan wine yang akan dituangkan didalam gelas oleh Poet....
...Tidak ada perlawanan dari Hoshie....
..."Kalian seperti hantu tiba tiba datang" kata Hoshie....
...Poet mengamankan dua benda yang tadi ada di kedua tangan Hoshie....
..."Kau lupa ini juga tempat kita tinggal" kata Fable....
...Tersadar dari kondisinya yang tidak baik baik saja....
..."Ahh, aku ingat sekarang" kata Hoshie....
...Poet mengambil kesempatan untuk bertanya kepada Hoshie....
..."Dimana Luc, aku tidak melihatnya?" tanya Poet....
...Hoshie belum menjelaskan dimana sahabat mereka sekarang....
..."Ponselnya tidak bisa kita hubungi, apa dia tidak memberi pesan padamu?" tanya Fable....
...Sahabat mereka lebih memilih tertidur di kursinya perlahan mendengar segala pertanyaan yang didengar benar didengar tapi kondisinya memaksa dirinya lebih memilih untuk tertidur tanpa menjelaskan apapun....
...Menepuk keras kedua pipi sahabatnya, Poet setelah mengetahui sahabatnya hanya bernafas tanpa bereaksi lebih langsung mereka berdua menyeretnya bangun dari tempat duduknya pergi bukan menuju ranjang tempat tidurnya tapi keluar membawanya keluar dari dalam kamar apartemen....
...Suaranya akhirnya bisa terdengar oleh kedua sahabatnya itu yang sedang berusaha keras memapah Hoshie....
...Di dalam mobil dengan mesin yang sudah menyala Fable mengambil alih kemudi mobil sedang Poet menahan tangan sahabat mereka yang ingin terus melarikan diri dari dalam mobil yang mulai bergerak keluar dari ruang parkir apartemen....
..."Apa yang kalian lakukan?" tanya Hoshie....
...Nada suara marah kepada Hoshie....
..."Kami tidak akan membuang mu" kata Poet....
...Matanya tidak terbuka, pemilik wajah sangat pucat kembali bicara lagi....
..."Buang saja aku" kata Hoshie....
...Membuat orang lain menjadi lebih kesal....
..."Diam!" kata Fable....
..."Kita akan pergi kerumah sakit" kata Fable....
...Dari tempat tidak terlalu jauh seorang Jarrel sedang memastikan bahwa orang yang bernama Hoshie yang juga dari bangsa Blacwhe dalam keadaan baik-baik saja....
...Dari dalam telepon....
..."Bagaimana kondisinya?" tanya Ved....
...Melihat Hoshie yang dibawa oleh dua orang yang terlihat cukup akrab dengan orang yang sedang sakit itu lalu melaporkan lagi hasil pemantauan Jarrel....
..."Dia, dia sepertinya sudah terbiasa" kata Jarrel....
...Obrolan mereka berdua berakhir....
...Ved sedang ada didalam kamar Ten bersama dengan Presdir Jo yang masih melihat pekerjaan di layar monitor laptop....
...Melihat layar ponsel....
..."Dia tidak bisa menjadi orang yang kejam" kata Ved....
...Melihat seniornya yang sedang bekerja dan dia juga kembali dengan pekerjaan di layar tablet....
...Jarrel yang sudah berpindah arah pandangannya menuju bawah di depan gedung apartemen yang disana terdapat mobil yang merupakan milik Hoshie yang dibawa pergi bersama kedua orang terlihat akrab dengan Hoshie tadi....
..."Aku kira orang itu tidak pernah sakit" kata Jarrel....
...Jarrel pergi menghilang dari atas sebuah gedung lain dekat apartemen tempat tadi ada Hoshie ada dibagian dalam balkon apartemen....
...Meja ruang makan terdapat tiga orang yang ada dua orang yang sudah terbiasa berhubungan akrab sedangkan satu orang lainnya sedang beradaptasi dengan perannya yang baru....
...Hot dengan jaket hoodie abu abu dan celana jeans hitam duduk didepan disatu meja bundar yang sama dengan Babe dan Dashie....
...Menarik jar berisi madu mendekat kearah piring bundar putih yang belum terisi makanan....
__ADS_1
...Merasa tidak dipedulikan oleh dua orang yang ada didepannya itu....
...Jar berisi madu tiga ratus gram sudah dalam genggaman lalu mengambil satu helai roti panggang dari meja yang berisi sepuluh roti panggang hangat dengan tetap tatapan waspada....
...Dashie, ya Dashie juga sedang menunggu bagaimana sikap yang akan diterimanya dari orang yang dicurigainya sebagai hantu, Hot....
..."Dia hantu yang sedang berpura-pura" kata Dashie....
...Sorot mata yang belum berubah penuh rasa curiga....
..."Ya, dia pasti hantu. Instingku tidak pernah salah" kata Dashie....
...Menyuapi Babe dengan satu sendok bubur dengan sayur hijau rebus....
...Disisi lain seseorang sedang menjaga dirinya agar tidak mudah terpancing dengan segala macam pertanyaan orang lain yang bisa terbaca tanpa harus berkata terus terang memendam semuanya sendiri....
...Bersikap melindungi diri....
...Makan pagi yang damai tanpa sebuah gangguan bukanlah situasi yang sebenarnya kedua pasang mata itu sedang menyiapkan senjata mereka menyiapkan diri kapan saatnya untuk menyerang lawan....
..."Kakak buburnya lagi" kata Babe....
...Menjawab Dashie....
..."Ya, ini" kata Dashie....
...Babe mengunyah bubur didalam mulutnya lahap....
...Mengambil potongan brokoli dan wortel dengan sendok sendiri sambil melihat Dashie....
..."Paman jangan ganggu kakak Dashie, dia milik kakak Hoshie" kata Babe....
..."Kakak Hoshie?" tanya balik Dashie....
...Dengan polos menjawab....
..."Ya, kakak Hoshie" jawab Babe....
...Babe memakan lebih lahap lagi sarapan paginya yang ada diatas meja juga meminta buburnya lagi dari suapan Dashie....
...Ekspresi ingin bersahabat tapi gengsi sedang dipertahankan oleh paman Babe ini....
...Mengoles honey jam diatas roti dengan pisau makan....
...Menunjuk ke arah roti milik Hot....
..."Paman, aku juga minta itu" kata Babe....
..."Babe juga mau ini, ini untuk keponakan ku tersayang" kata Hot....
...Memberikan roti dengan honey jam untuk Babe lalu mengambil satu roti lagi dan mengambil honey jam lagi dari dalam toples yang berada diatas meja dibawah ditengah tengah diantara kedua tangan....
...Menyobek sedikit demi sedikit roti pemberian dari Hot untuk dimakan....
...Dashie membantu Babe menyeka makanan yang menempel di kedua sisi pipinya dengan jemari tangan kanan sedangkan tangan kanan memegang mangkuk berisi bubur beserta sendok senada warna biru muda dengan mangkuk....
..."Babe suka?" tanya Dashie....
...Babe mengangguk menjawab pertanyaan dari Dashie sambil tersenyum lucu....
...Paman Hot dengan gigitan yang ketiga dari roti dua lapis di kedua tangan....
...Mencari rekan kerjanya yang belum terlihat pagi ini....
...Berbicara sendiri....
..."Dimana Pax, kenapa dia belum juga datang?" tanya Dashie....
...Menjawab pertanyaan dari Dashie tanpa ditanya....
..."Dia sedang melakukan wawancara, jadi aku menggantikan pekerjaannya hari ini" kata Hot....
...Tidak ingin cepat akrab dengan Paman dari Babe ini....
..."Aku tidak bertanya padamu" kata Dashie....
...Menghela nafas menjadi pria baik setelah mendapatkan perlakuan itu....
..."Meski kau tidak terlalu setuju tapi hari ini aku tetap menjadi rekan kerjamu" kata Hot....
...Berkata melihat situasi....
..."Rekan kerja, ok" kata Dashie....
...Dengan mulut yang sedang memakan buah rasberry....
..."Ya sudah" kata Hot....
...Babe melanjutkan memakan roti panggang dengan madu sedikit demi sedikit dari pamannya tadi sendiri....
...Dua puluh menit kemudian....
...Sarapan pagi sudah selesai dan Babe dibantu oleh Hot untuk mencuci kedua tangan di wastafel dekat dapur....
...Untuk Dashie sendiri sedang membalas pesan online dari Hoshie yang didapatnya semalam....
..."Sorry, baru bisa membalas pesan mu. Ada apa?" tanya Dashie....
..."Apa kau butuh bantuan ku?" tanya Dashie....
...Belum mendapatkan balasan dari Hoshie....
...Instingnya merasa sesuatu telah terjadi dengan Hoshie....
..."Ini tidak seperti biasanya" kata Dashie....
...Memeriksa kembali daftar panggilan dari dalam ponsel....
...Kemudian, Dashie melihat ponselnya lagi yang sejak tadi pagi belum mendapatkan panggilan telepon dari Hoshie....
..."Apa dia belum bangun?" tanya Dashie....
__ADS_1
...Hot sudah selesai membantu keponakannya untuk mencuci tangannya lalu mengandeng Babe akan pergi ke taman dekat halaman rumah....
...Menghentikan langkahnya sebentar bersama dengan Babe berbalik melihat Dashie....
..."Aku akan menjajak Babe keluar sebentar" kata Hot....
...Dashie sedang merapikan piring piring yang tadi digunakan untuk sarapan pagi....
..."Jangan jauh-jauh" kata Dashie....
...Tidak berteriak....
..."Halaman rumah" kata Hot....
...Dashie bersama dengan salah satu dari asisten rumah tangga dirumah Babe membereskan piring piring tadi lalu Presdir Jo menelepon....
..."Bibi, aku angkat telepon dari Presdir Jo dulu" kata Dashie....
...Dashie berlari keluar terburu buru untuk menemui Babe yang sedang bersama dengan Hot ada di halaman rumah....
...Dibawah sinar matahari hangat pagi tangan kanan menutupi wajahnya dari silau cahaya matahari remaja laki laki besweater hijau muda daun dengan celana hitam juga sepatu hitam bertali putih juga warna yang sama disetiap sisi sepatu....
..."Aku tidak salah lihat itu dia" kata Nawa....
...Berjalan santai untuk menemui seseorang yang ada tidak jauh darinya yang semakin mendekat kepada orang yang dimaksud olehnya tiga langkah dari awal menemukan keberadaan gadis bersweater merah juga memakai celana jeans hitam dengan sepatu boots yang digunakan serta tas bergaya preppy hitam dipunggung....
...Nawa sudah berada disebelah Rumy....
...Melihat Rumy dan Rumy belum membalas sapaan tak berkata ini....
...Tak ada yang spesial tak ada yang membuatnya menjadi bersikap seperti yang dilakukan oleh gadis disebelah kanannya itu....
..."Rumy, ini aku" sapa Nawa....
...Mengambil sesuatu dari saku celana sebelah kanan....
...Mengambil satu lembar uang lalu memasukkan kembali dompetnya kedalam saku celana lagi....
...Nawa tidak tahu apa yang membuat teman barunya ini belum berhenti terus memandang mesin minuman otomatis didepan mereka....
...Satu kaleng minuman soda keluar dari mesin tersebut lalu diambil olehnya....
...Mesin minuman otomatis berdiri belum berubah sejak beberapa tahun lalu berwarna biru dengan garis putih dari goresan goresan tidak berubah warna dan coraknya dari awal ada dipasang didepan sebuah penginapan....
..."Ini milikmu" kata Nawa....
...Rumy bertanya tanya kepada diri sendiri dengan alasan apa yang membuatnya enggan pergi lebih cepat dari depan sebuah mesin minuman otomatis itu....
..."Kupikir tidak ada hantu yang merasukimu" kata Nawa....
...Belum ditanggapi oleh Rumy....
..."Sadarlah" kata Nawa....
...Pandangan mata yang tidak berubah....
..."Aku selalu sadar" kata Rumy....
...Berbalik dari melihat mesin minuman otomatis itu lalu diikuti oleh Nawa melihat disekitar mereka berbeda untuk Rumy yang melihat ke arah perhentian bus yang berada sepuluh langkah dari tempat mereka air soda dari kaleng yang digenggam tangan diminum oleh Nawa lagi sambil melirik ke arah Rumy....
..."Apa kita perlu ke rumah sakit?" tanya Nawa....
...Tidak marah suaranya jelas terdengar....
...Masih melihat sekitar tempat perhentian bus....
..."Sudah kubilang aku masih sehat" jawab Rumy....
..."Berhenti melamun ini masih sangat pagi" kata Nawa....
...Dan sekarang Rumy berjalan pergi lebih awal dari Nawa yang akhirnya mengikuti kemana temannya pergi....
...Nawa melihat Rumy yang bersikap seperti ini dipukul setengah delapan pagi dalam perjalanan menuju suatu tempat....
...Berjalan dibelakang Rumy...
..."Kita mau kemana?" tanya Nawa....
..."Jangan ikuti aku" kata Rumy....
...Mengejar Rumy....
..."Tidak boleh" kata Nawa....
...Memberikan satu kaleng minuman soda....
..."Ambil ini" kata Nawa....
...Berjalan beriringan dengan berjalan lebih tidak terburu-buru diantara pepohonan dipinggir jalan hijau daun tumbuh terpelihara didepan diantara toko toko yang sudah buka....
...Dari arah belakang terlihat mereka berdua terlihat akrab kembali dimulai dengan Nawa yang menempelkan kaleng soda yang belum terbuka penutupnya di sisi pipi Rumy sebelah kanan lalu tangannya menepuk pundak kiri Nawa dengan tangan kanan....
...Nawa menjauh tiga puluh sentimeter dari Rumy melepas kaleng soda dari pipi gadis ini lalu kembali lagi mendekat seperti jarak sebelumnya sekitar lima puluh sentimeter....
...Dia melihat mereka, ya dia sedang melihat mereka....
...Dia juga mengikuti mereka lalu bagaimana dengan Nawa, apakah dia mengetahui situasi ini tentu tidak mudah untuk saling mengenali diri mereka satu sama lain berasal dari bangsa yang sama. Namun, tidak untuk orang yang sedang mengikuti kemana mereka pergi....
...Sengaja menggoda Rumy....
..."Apa kita berkencan?" tanya Nawa....
...Membantah melihat ke arah Nawa denga wajah lucu....
..."Apa yang sedang kita bicarakan?" tanya Rumy....
..."Sudahlah, ikut saja kemana aku pergi" kata Rumy....
...Orang itu belum berhenti untuk mengikuti kemana mereka akan pergi berada tetap dibelakang mereka tanpa menimbulkan rasa curiga sama sekali bertingkah seperti orang orang yang juga sedang menggunakan jalan untuk para pejalan kaki lainnya....
...Rumy seolah-olah merasakan ada seseorang yang terus memperhatikan sejak mereka menelusuri arah jalan yang sedang mereka lalui....
__ADS_1
...Nawa ikut melihat apa yang membuat Rumy bersikap lebih waspada....
..."Apa kau melihat sesuatu?" tanya Nawa....