
...Chapter 71: Tanpa basa-basi....
... Wajah pria pucat yang hampir sama berkomentar dingin suaranya....
..."Dia juga tidak akan mati di bawah sana" kata Luc....
... Luc mengikuti kemana arah Hoshie pergi untuk melanjutkan pendakian kembali yang belum mencapai puncak yang sedang mereka perjuangkan....
... Dashie marah dan tentu suaranya tak didengar lagi bahkan untuk kedua sahabatnya itu....
... Mengejar keduanya....
..."Apa kalian setega itu?" tanya Dashie....
... Permintaan tolongnya tidak dipedulikan sama sekali meski beberapa kali memohon....
... Lalu Dashie tidak bisa tinggal diam jika hal buruk terjadi kepada gadis malang itu. ...
... Dashie mengulurkan tangan kanannya untuk meraih tangan gadis malang itu yang sedang berusaha naik ke atas batas atas jurang curam di atasnya yang sulit untuk dijangkau hanya dalam satu dua tiga langkah usaha yang dilakukan di waktu yang berharga ini....
... Suara Hoshie terdengar oleh Dashie dalam jarak sepuluh langkah dari dalam heningnya bagian dalam pegunungan....
..."Dia harus berusaha sendiri, jika tetap ingin hidup" kata Hoshie....
... Menanggapi apa yang baru saja dikatakan oleh sahabatnya itu....
..."Kau pasti akan menghapus ingatan gadis itu" kata Luc....
... Detik yang bertambah kata kata yang dikatakan oleh Luc terbukti menghapus ingatan yang dimiliki oleh gadis itu dengan pertolongan yang dilakukan oleh Hoshie barusan dengan kekuatan yang dimilikinya itu....
... Keduanya bertambah menjauh dari gadis itu dan Dashie....
... Untuk gadis malang itu....
... Dia sedang berjuang sendiri menolong dirinya sendiri dari jurang maut dibawahnya semakin gelap warna jika dilihat lebih lama dari atas sana....
... Gadis itu baru saja melihat hal yang bisa dianggapnya sebagai neraka di dunia itu....
... Berjuang lagi meraih akar akar pepohonan dan yang lebih parahnya lagi adalah gerimis mulai datang rasa perih dari luka-luka yang berdarah dengan darah mulai mengalir ke pergelangan tangan lalu mulai mengalir melewati kedua lengan akibat injakan kaki partner dakinya yang sudah menghilang tadi....
..."Jika aku masih diizinkan untuk hidup maka buatlah aku bisa bertahan" kata gadis itu....
... Sepanik itu juga Dashie sedari tadi melihat dirinya sendiri yang sedang berjuang sendirian dengan kemalangan yang dialaminya dalam dimensi yang sama sekali tidak ada teringat di dalam memorinya selama ini meski mengingat lagi tapi ingatan ini belum bisa diterima kapan hal ini terjadi terlebih dengan hilangnya salah satu partner dakinya yang hingga saat ini tidak pernah mereka saling bertemu lagi satu sama lain....
... Dashie tersadar....
... Melihat ke sekelilingnya dengan seksama dan teliti....
... Berbalik ke arah seseorang yang sedang bermain ponsel....
... Disana masih ada Hot yang patuh sikapnya terbentuk sengaja menunggu reaksi yang ingin diketahuinya setelah mengembalikan ingatan yang tersembunyi terhapus oleh salah satu bangsa Blacwhe yang juga belum diketahuinya dari Dashie....
..."Kapan kau akan berhenti melihat wajah tampanku?" tanya Hot....
... Sengaja merusak suasana kondisi hati dan pikiran Dashie....
... Berubah kembali dengan sikap Dashie yang seharusnya ditunjukan olehnya didepan orang lain....
... Agak kesal dengan sikap Hot....
..."Apa sih?" tanya Dashie....
... Berbalik membaca bukunya lagi berusaha sedang fokus kembali membaca....
... Tidakkah Dashie berpikir untuk mengkonfirmasi ingatan yang datang di dalam alam sadarnya yang dipicu oleh tindakan Hot memulihkan kembali kini tentu sedang menunggu reaksi yang ditunjukkan oleh Dashie....
... Dashie sadar betul seseorang yang ada di sebelah kirinya kembali bergantian memperhatikan dirinya secara sengaja membuatnya mengingat lagi ingatan yang dianggapnya aneh telah datang dari mana berasal sedangkan selama ini ingatan itu tidak pernah ada....
... Menaruh curiga....
..."Kau mau apa?" tanya Dashie....
... Santai menerima reaksi dari Dashie....
... Bertanya sekaligus membela diri dari dugaan tanpa kata yang lebih tersurat maksud dari Dashie sampaikan....
..."Tidak. Apa yang ingin aku lakukan?" tanya Hot....
... Tidak lupa dengan nasehat yang sudah seharusnya dikatakan olehnya untuk seseorang yang baru sadar dari kekuatan yang bekerja dibawah alam sadar Dashie....
..."Menjadi orang baik itu perlu tapi sedikit egois untuk diri sendiri terkadang jauh lebih baik" kata Hot....
... Dia pergi setelah mengatakan wejangan itu kepada rekan kerjanya itu lalu kemudian tanpa menjelaskan akan pergi kemana lagi, dia pergi....
... Tanpa berbalik berjalan tanpa buru-buru tidak lambat juga diperhatikan oleh Dashie tempat duduknya yang belum berubah....
__ADS_1
... Rekan kerjanya semakin menjauh....
..."Apakah dunia ini bisa di ramal?" tanya Dashie....
... Dia ragu dengan sebuah pikiran yang baru saja terlintas didalam pikiran....
... Hoshie tidak bisa dihubungi oleh Dashie....
... Dia belum menyerah lalu menghubungi nomor ponselnya lagi....
..."Nomor telepon yang anda tuju … "...
... Dashie mengirim pesan lagi kepada Hoshie....
... Menunggu balasan dari ke enam pesan yang baru saja dikirimkan ke Hoshie....
... Tidak ada balasan bahkan tidak dibaca olehnya....
... Situasi ini mendorongnya untuk berpikir negatif tentang Hoshie selama ini bukanlah sifat dan tindakan yang seharusnya dimilikinya....
..."Kenapa aku seakan merasakan sebuah kekecewaan?" tanya Dashie....
..."Salahkah jalan pikiran ini?" tanya Dashie....
..."Sadarlah, itu hanya sebuah halusinasimu saja" kata Dashie....
... Dia tidak bisa menghentikan rasa ketakutan yang datang kembali ketakutan yang sama persis ketika melihat seseorang hilang di depan matanya sendiri yaitu seorang remaja laki-laki yang bisa dibilang sebagai pacar Rumy yang belum juga kembali....
... Keringat dingin panik dialami oleh Dashie mengusahakan diri lagi agar tetap tenang dengan menghirup udara pelan-pelan lalu melepasnya dengan pelan-pelan juga lewat mulutnya setelah itu ingatannya kembali menyuruhnya untuk mencari informasi keberadaan seseorang yang ada di dalam halusinasinya tadi yang menghilang di depannya sendiri....
... Dari group chat komunitas legal para pendaki di dalam ponsel dan hasil informasi yang didapatnya tentang pemuda itu tertera tanggal bulan dan tahun kapan terakhir dia mengaktifkan nomor ponsel namun informasi ini tidak sepenuhnya sebagai patokan bahwa halusinasi yang dilihatnya benar....
... Mencari lagi informasi tentangnya di akun sosial medianya yang tidak berubah setelah namanya diketuk di halaman pencarian aplikasi yang digunakan saling mengikuti keduanya tak ada unggahan baru lagi sudah selama dua tahun dengan akun yang di setting secara publik....
..."Aku ingat dia terakhir terlihat disaat dua tahun yang lalu dan setelah itu kami tidak pernah bertemu lagi" kata Dashie....
... Belum juga percaya....
..."Tidak. Tidak mungkin" kata Dashie....
..."Dia tidak menghilang seperti remaja laki-laki itu" kata Dashie....
... Mencari informasi tentang pemuda yang juga satu kampus dengannya itu tepatnya di semester pertama dijalani kala itu dari anggota anggota yang juga bergabung sejak mereka awal mengikuti komunitas pendaki....
..."Kenapa semua orang tak membicarakan dirinya yang pergi tanpa kabar?" tanya Dashie....
... Kemana dia pergi dan ada dimana sekarang tak ada jejak yang bisa ditemukan dengan sumber informasi tentang partner dakinya tersebut yang didapat melalui media media yang didapatnya secara online....
... Mengingat lagi tentang keakraban dia dan dirinya yang berjarak....
..."Kita belum terlalu dekat meski satu jurusan di tahun masuk perkuliahan yang sama" kata Dashie....
... Curiga lagi....
..."Kenapa itu sangat nyata untukku terima?" tanya Dashie....
... Menghubungi nomor ponsel Luc tak ada jawaban sama sekali sama seperti yang diterima dari Hoshie....
... Area parkir kendaraan di dekat event pameran yang luas dengan atap langit biru cerah seakan menyesakkan bagi Dashie sulit bernafas sesak dadanya tidak berfungsi sebagai mestinya sendirian disana entah kenapa semua tampak biasa bagi mereka yang melewatinya yang tanpa gerak berlebih mencurigakan diperlihatkan di depan mereka semua menjadi seseorang yang tenang tanpa sebuah keluhan apapun sebagai usaha meminta pertolongan....
... Suara suara musik yang diputar masih didengar di indera pendengarannya tapi ada apa dengan dirinya yang tidak bisa bergerak sama sekali....
... Curiga dengan kondisinya yang tidak biasa dalam bibir yang tidak bisa digerakkan dalam dua puluh satu detik....
..."Bukankah ini seperti sebuah hipnotis?" tanya Dashie....
... Tersadar kemudian lalu bersandar di dinding belakangnya melihat ke segala arah juga melihat kedua orang yang sedang ada di dalam mobil dengan kaca jendela tidak sepenuhnya tertutup sebagai keluar masuk udara, Dashie memperhatikan keduanya yang masih terlelap tidur merelaksasi raga dan pikiran....
... Dia juga tidak bisa pergi seenaknya sendiri dari pekerjaan yang berharga ini terlebih siapa yang akan dipanggil dan dicari oleh Babe balita perempuan tersebut ketika bangun tidur nanti....
... Baru saja terlintas dipikiran Dashie....
... Mencari seseorang....
..."Kak Dashie!" panggil Babe....
... Dashi berjalan menuju mobil....
... Suara tangis balita tersebut terdengar dari luar mobil oleh Dashie dan membuat Pax ikut terbangun sedang berusaha menenangkan balita perempuan itu....
... Membuka pintu mobil baris kedua sebelah kanan lalu menarik menggendong Babe keluar dari dalam mobil....
... Pax merasa lega dengan bantuan adanya Dashie....
... Di pusat perbelanjaan....
__ADS_1
... Di tempat yang sama ada Rumy yang tidak sengaja melihat seseorang dan orang itu adalah Po, pacar dari Nawa....
... Mengejar kemana dia akan pergi oleh Rumy mempercepat langkahnya untuk bisa menyapa gadis itu lebih awal....
... Dia tempat yang sama di dalam pusat perbelanjaan ada Ren yang digandeng bersama dengan Aka berada di arah sisi kiri Rumy yang sedang berjalan cepat tanpa melihat siapa yang sedang memperhatikan dirinya mengejar seseorang dan orang itu adalah Ren yang langsung menangkap keberadaan remaja putri ini....
... Rumy menepuk bahu belakang PO sebelah kiri lembut dilakukan dalam sapaan ramah....
... Senyum persahabatan ditunjukkan oleh Rumy....
..."PO!" kata Rumy....
... Po berbalik ke arah Rumy dengan ekspresi yang akan marah mengingat kejadian yang dilakukan oleh pacarnya yang lebih mengejar orang yang baru saja menyapanya tersebut....
... Rumy sedikit menerima sinyal ketidaksukaan seseorang dari raut wajah yang dimiliki oleh Po sedangkan untuk Ren sedang mencari cara memperlambat langkah mereka untuk melanjutkan rencana lain lagi yang akan dilakukan dengan berpura-pura sedang membalas pesan di dalam ponsel dengan masih mengizinkan Aka ada menempel di sisinya....
..."Dimana Nawa, kulihat tadi dia bersama mu?" tanya Po....
... Berada dalam batasan dimana dia harus bersikap lebih memahami lawan bicaranya....
..."Dia, tidak. Dia tidak bersamaku" kata Rumy....
... Tidak ingin membuat waktu berlalu begitu saja remaja putri ini lalu langsung merangkul lengan kiri PO membawanya menuju salah satu cafe yang berada dekat di sekitar mereka....
... PO tidak bisa menolak ajakan dari teman pacarnya itu lalu Ren yang masih memperhatikan kemana Rumy akan pergi mendapatkan sebuah ide untuk mengikutinya kemana remaja itu pergi bersama temannya bersama dengan Aka yang juga ada dalam rencananya yang lain ikut pergi ke sebuah kafe....
... Untuk Ved baru sampai di tempat yang sama dengan terhubung di ponselnya menghubungi nomor ponsel Aka mencari tempat yang didatangi oleh mereka berdua....
... Rasa khawatir jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi kepada sahabatnya itu tanpa dirinya bisa menolong itu akan membuatnya merasa bersalah....
... Rumy dan Po mengantri memesan makanan yang ada disana sedangkan untuk Ren tidak mau ikut mengantri makanan bersama dengan Aka dan terpaksa gadis ini mengantri sendiri tanpa terbebani juga dengan makanan yang akan dibeli olehnya untuk dirinya juga untuk Ren yang sedang duduk di salah satu meja kafe menunggu Aka yang sedang mengambil makanan dan yang jelas lebih fokus memperhatikan gerak-gerik yang dilakukan oleh Rumy dalam sikapnya yang tidak mudah terpengaruh dengan keadaan sekitar....
... Dan akhirnya orang itu datang juga menemukan Ren sendirian di meja sebuah cafe yang sesuai dengan yang disebutkan oleh Aka sebelumnya di dalam obrolan melalui ponselnya tadi....
... Duduk di salah satu kursi di meja yang sama dengan Ren yang masih sedang memperhatikan orang lain meski Ved sudah tiba disana....
... Ved penasaran dengan hal yang membuatnya jadi seperti ini....
... Berpikir....
..."Dia tidak sedang memperhatikan Aka, tapi siapa yang … " kata Ved....
... Sepertinya Ved sedikit mengenal seseorang yang sedang menjadi pusat perhatian sahabatnya saat ini....
... Di dalam pikirannya....
..."Gadis itu?" tanya Ved....
..."Kupikir selama ini dia menyukai Aka" kata Ved....
..."Tunggu dulu, kurasa aku terlalu cepat menyimpulkan hal ini" kata Ved....
... Ved dengan pura-pura sibuk bermain ponsel....
... Hingga Rumy dan Po selesai mengantri mendapatkan makanan pesanan mereka mencari tempat duduk di salah satu meja di dalam kafe. ...
... PO menunjuk salah satu meja untuk mereka gunakan duduk bersama....
... Apakah Rumy tidak menyadari seseorang sedang memperhatikan dirinya tentu sadar tidak sadar tapi dia berpikir sedang memainkan peran ini dengan dasar alasannya untuk mencari tahu seseorang itu benar-benar bukanlah orang yang ada di dalam mimpinya itulah harapannya lalu tak berapa lama Aka membawa dua porsi makanan dengan tiga cup minuman dingin untuk ketiga orang yang ada di meja mereka....
... Ved ikut membantu Aka yang membawa makanan untuk mereka....
... Heran....
..."Ini untuk Ren?" tanya Ved....
... Mengangguk santai....
..."Emmm" jawab Aka....
... Ved merasakan kehororan sikap yang ditunjukkan oleh Aka untuk sahabatnya yang tidak biasanya terjadi membuat seseorang akan salah paham ketika melihat sikapnya yang lebih memperhatikan orang lain ketimbang orang yang mulai bersikap baik lagi tanpa disadari perhatiannya ini sedikit berlebihan untuk seorang pria....
... Ren menerima makanan yang diberikan oleh Aka tanpa mengucapkan terimakasih dan ini bukanlah seorang yang dikenal oleh Aka....
..."Aku tahu dia tidak bersikap lebih dari ini" kata Ved....
... Ren mengambil kentang goreng miliknya memakan perlahan didepan mereka tetap fokus dengan Rumy....
... Pertanyaan iseng dari Ved....
..."Apa dia secantik itu?" tanya Ved....
... Tanpa basa-basi....
..."Ya" jawab Ren....
__ADS_1