
...Chapter 95: Sampai kapan?....
... Dari pintu luar Xie mengetuk pintu kamar adiknya....
..."Dashie, kau baik-baik saja?" tanya Xie....
... Belum ada jawaban atas pertanyaan dari kakaknya....
... Mengetuk pintu sekali lagi....
... Tetap belum ada jawaban dari Dashie sang adik....
... Karena curiga ia pergi ke kamarnya sendiri untuk memeriksa dari jendela kamarnya melihat kamar adiknya, apakah dalam keadaan aman tidak terjadi sesuatu hal buruk itu harapannya....
... Membuka jendela kamar....
... Mendongak ke atas melihat jendela kamar Dashie dari bawah kamarnya....
... Diam sejenak....
... Tak terdengar suara-suara yang mencurigakan dari dalam kamar sang adik....
... Xie kembali menutup pintu jendela kamarnya sendiri lalu keluar dari dalam kamar menuju ruang belajar untuk menemui Ghazi yang berada di sana sedang menonton hasil presentasi yang dibuat oleh Dashie sebagai tugas kuliah....
... Dashie bersama dengan Hoshie sedang berusaha menahan darah milik Rio yang tak kunjung berhenti keluar dari luka di lehernya akibat senjata tajam beracun yang dalam beberapa menit yang lalu berhasil dengan mudah menancap dalam di bagian leher sebelah kiri dengan lubang yang jelas bergerigi membekas terlihat dari luar kulit selebar tiga sentimeter lebih....
... Dengan mata kepalanya sendiri semua darah milik Rio yang berceceran disetiap mata Dashie melihat perlahan hilang terbawa udara menguap dengan sendirinya....
... Tangan Hoshie menghisap semua darah yang ada diluar sumber luka dileher Rio....
... Tangan Dashie yang berlumuran darah kembali perlahan mengering perlahan darah-darah itu tak terasa ada sisa sisa darah dan akhirnya benar-benar menghilang tak terasa apapun....
... Luka yang ada di leher Rio sudah benar-benar menghilang tak berbekas....
... Hoshie tertunduk dengan rasa sakit yang dimiliki....
... Dashie menatap Hoshie yang sedang merasakan rasa sakit tanpa bicara tetapi tidak dengan raganya....
... Hoshie dengan perban yang ada didalam tubuh darahnya justru terlihat membuktikan bahwa luka-luka yang ia miliki tergolong masih baru dengan darah menebus dengan mudahnya perban-perban yang menutupi luka....
... Rio yang masih dalam kondisi mabuk belum tersadarkan akibat mantra penghilang kesadaran dari mantan kekasih Hoshie duduk bersandar di bawah tempat tidur mantan kekasihnya....
... Duduk terpaku dengan jarak satu meter didepan diantara Rio dan Hoshie....
..."Kau jelas tidak baik-baik saja" kata Dashie....
... Hoshie menatap Dashie....
..."Kau masih sempat tersenyum" kata Dashie....
... Berbicara dengan tawa kecil tanpa sebuah beban....
..."Lihat. Kau akan menangis" kata Hoshie....
... Rio menunjukkan tanda-tanda akan tersadarkan diri....
... Dia mulai membuka kedua kelopak mata dengan kondisinya yang masih mabuk....
... Membuka mata dan siapa yang dilihatnya ketika pertama kali sadarkan diri. Benar, dia adalah Dashie....
..."Dashie" panggil Rio....
... Dia tersenyum menatap Dashie....
..."Aku tidak bermimpi kan" kata Rio....
... Dia tertawa kecil....
... Hoshie yang juga bersandar di bawah tempat tidur orang yang dia sayang menunggu apa langkah selanjutnya yang akan dilakukan oleh pacar Dashie selanjutnya sambil mengumpulkan kekuatan yang tersisa....
... Tiba-tiba saja Rio akan memeluk Dashie....
... Langsung Dashie menghindar berpindah tempat ke kanan menjauh dari Rio....
..."Bug!" ...
... Di tersungkur disebelah kiri Dashie....
... Hoshie melihatnya dengan ekspresi akan tertawa....
..."Apa yang terjadi dengan kalian?" tanya Hoshie....
... Melihat ke arah Rio terjatuh....
... Langsung menjawab pertanyaan dari Hoshie....
..."Tidak ada apa-apa!" kata Dashie....
... Berniat untuk kembali berbicara berhadapan dengan Hoshie....
... Dia terdiam dalam pertanyaannya sendiri....
..."Dimana dia?" tanya Dashie....
... Melihat ke sisi kiri tempat Rio tadi ada diatas lantai....
..."Dan dia juga?" tanya Dashie....
... Lalu Dashie terjatuh di lantai dibawah tempat tidurnya sendiri....
... Ghazi muncul menarik adiknya agar bisa berbaring diatas tempat tidur lalu merapikan selimut....
... Melihat sekitar kamar yang berantakan dengan beberapa barang yang sudah pecah diatas lantai....
..."Dia akan syok jika mereka tetap disini" kata Ghazi....
... Ghazi baru saja memindahkan dua orang yang tadi ada berurusan dengan adiknya....
... Dimana mereka saat ini sudah dipindahkan ketempat lain yang menurut Ghazi cukup aman....
..."Siapa yang kau bawa kemari?" tanya Nawa....
... Melihat Rio....
..."Entahlah" jawab Hoshie....
... Tersadar bahwa dirinya serta orang yang masih dalam pengaruh alkohol di sebelah kanannya sudah tidak berada di rumah Dashie....
... Nawa dengan sunglasses sedang dipakai untuk membantu indera penglihatannya bekerja dengan baik....
... Hoshie pergi dari dekat Rio membiarkan begitu saja orang tersebut berbaring diatas lantai ruang belajar rumah....
..."Dia bagaimana?" tanya Nawa....
... Sambil berjalan belum seimbang melangkahkan kedua kakinya menuju anak tangga....
..."Terserah mau kau apakan" kata Hoshie....
... Rio ditinggal pergi oleh Hoshie....
... Nawa memperhatikan siapa yang ada didepannya sekarang....
... Jarak mereka kira-kira dua meter....
... ...
... Berpikir sederhana....
..."Terserah mau ku apakan" kata Nawa....
... Rio dibiarkan berbaring diatas lantai tanpa alas ataupun selimut sedangkan untuk Nawa melanjutkan aktivitas mengerjakan tugas sekaligus lebih menyibukkan diri di meja belajar....
... Hoshie baru saja menutup pintu kamar....
..."Astaga!" kata Hoshie....
... Bermain puzzle milik Hoshie....
..."Kau terkejut" kata Jarrel....
... Memutar rubik lagi....
..." … atau kau takut" kata Hoshie....
..."Maksudmu?" tanya Hoshie....
... Menaruh puzzle ditempat semula di rak buku kamar dekat dengan miniatur kereta....
__ADS_1
... Tatapan kemarahan....
..."Kau tidak seperti Hoshie yang mereka kenal bukan?" tanya Jarrel....
... Hoshie langsung tanggap apa maksud dari kata-kata yang keluar dari lisan temannya itu....
... Tidak menerima pertemanan Jarrel....
... Berbalik bertanya....
..."Aku tahu maksudmu?" tanya Hoshie....
..."Benar. Aku yakin kau memang sangat cerdas" kata Jarrel....
..."Tak ada yang perlu aku jelaskan padamu" kata Hoshie....
... Jarrel menghilang di udara sesuai dengan tugasnya untuk selalu mengawasi setiap gerak-gerik seseorang yang seharusnya mendapatkan label salah satu bangsa Blacwhe yang berbahaya....
... Dia langsung berbaring diatas tempat tidurnya....
..."Ya ampun. Kenapa tubuhku sakit sekali?" tanya Hoshie....
... Meresapi setiap kata yang dikatakan oleh Jarrel....
..."Apa aku sehina itu?" tanya Hoshie....
... Sadar diri....
..."Ya. Aku memang sehina itu" kata Hoshie....
..."Salahkah aku benar-benar membutuhkan orang lain" kata Hoshie....
... Memegang kepalanya yang tiba-tiba sakit dengan menjalar rasa sakit itu ke bagian tubuhnya yang lain....
... Dia ingin berbaring dengan tenang nyatanya dadanya sesak sulit untuk bernafas dengan tanpa paksaan harus terima semua rasa sakit itu sendiri....
... Menyemangati diri....
..."Ok. Kamu baik-baik saja" kata Hoshie....
... ...
..."Tetap kuat" kata Hoshie....
..."Terserah orang mau menilaiku seperti apa" kata Hoshie....
... Sungguh dia seperti dalam kondisi tidak berdaya setelah menerima racun sebanyak itu menelannya sendiri dalam kondisinya yang sekarat....
... Langit penuh bintang bertaburan terang di setiap Hoshie memandang langit kamarnya....
... Kamarnya sudah disetel serba gelap....
..."Jika dilihat memang Rio jauh lebih sempurna daripada aku" kata Hoshie....
... Insecure....
..."Arggghh" ...
..."Dia memiliki apa yang semua wanita inginkan" kata Hoshie....
..."Bandingkan dengan diriku" kata Hoshie....
... Meragukan diri sendiri....
..."Mengapa aku pesimis begini?" tanya Hoshie....
... Hoshie sedang berusaha untuk memejamkan kedua matanya yang sulit untuk tidur lagi....
... Berguling tidak bisa seleluasa biasa sebelum mendapatkan banyak luka....
..."Ini luar biasa" kata Hoshie....
... Di rumah Dashie....
... Di luar rumah ada Xie sedang bermain tenis meja bersama dengan Hot....
... Mereka saling memukul bola satu sama lain menjadi lawan untuk memenangkan pertandingan....
... Ghazi belum ingin tidur, ia sedang membaca buku materi kuliah yang digunakan adiknya yang tadi diambilnya dari rak buku kamar....
... Ghazi terlihat penasaran dengan isi buku yang ia baca....
... Sambil memukul bola kuning kecil yang merupakan bola yang digunakan untuk bermain tenis meja....
..."Dimana Dashie?" tanya Xie....
..."Sudah tidur" jawab Ghazi....
... Melirik pacarnya yang sedang asyik membaca buku....
..."Kau tidak ikut kami?" tanya Hot....
... Suaranya tidak terlalu lirih berbicara kepada Hot sambil membalik halaman buku selanjutnya....
..."Tidak" kata Ghazi....
... Setelah lima belas menit membaca buku....
... Dia menemukan sebuah nama dari salah satu halaman buku yaitu sebuah nama yang cukup asing baginya....
..."Kakak kau mengenal Ten. Siapa dia?" tanya Ghazi....
... Berbalik bertanya kepada adiknya....
..."Darimana kau mengenalnya?" tanya Xie....
... Beranjak bangun dari kursi panjang kayu di depan taman rumah....
... Berkata jujur....
... Menunjukkan sebuah nama di salah satu halaman buku yang ia baca sekarang....
..."Namanya ada dihalaman buku ini" kata Ghazi....
..."Coba kakak lihat" kata Xie....
... Xie dan Hot melihat nama Ten tertulis jelas dengan tulisan tangan dengan ukuran huruf cukup besar dan tulisan itu adalah benar tulisan tangan Dashie....
..."Benar. Dia adalah mantan Dashie" jawab Xie....
... Mereka berdua bermain tenis meja lagi....
... Ghazi kembali ke tempat semula....
... Belum duduk lalu berbalik kepada mereka berdua yang bermain tenis meja....
..."Tapi aku belum pernah melihatnya" kata Ghazi....
..."Jangankan dirimu. Sudah beberapa hari dia tidak terlihat" kata Xie....
..."Dari yang kudengar. Dia selalu sibuk bekerja" kata Xie....
... Sesi tanya jawab belum berakhir....
..."Kenapa mereka putus?" tanya Ghazi....
... Bola terlempar keluar....
... Hot memenangkan permainan sekali lagi....
... Tapi dia mulai cemburu dengan pertanyaan yang diajukan pacarnya tentang orang yang bernama Ten itu....
... Menghadap Ghazi....
..."Mereka terlihat saling menyukai tapi entah kenapa mereka putus" kata Xie....
... Berjarak empat meter....
... Mengambil bola yang terlempar di atas rumput taman....
... ...
... Hot sikap lebih memilih menjadi pendengar yang baik ketika dirinya membicarakan tentang mantan kekasih Dashie bersama kakaknya....
... Duduk kembali di kursi panjang melanjutkan membaca buku....
..."Tuan Oryn Mason. Jangan khawatir, aku tetap mencintaimu" kata Ghazi....
__ADS_1
... Xie tertawa kecil ketika mendengar ucapan dari adiknya untuk sang kekasih....
..."Apa aku terlihat jelas?" tanya Hot....
... Kembali memukul bola tenis....
..."Jelas sekali" kata Xie....
... Menerima sekaligus memukul balik bola yang dipukul oleh kakak laki-laki dari pacarnya itu....
... Hot menjadi salah tingkah setelah pernyataan cinta yang diterimanya dari sang kekasih....
... Menggoda kekasihnya lagi....
..."Sepertinya aku penasaran dengan orang yang bernama Ten" kata Ghazi....
... Bola tenis mengenai pundak sebelah kiri Oryn....
... Ngambek....
..."Konsepnya, aku mencintaimu. Jangan begitulah" kata Hot....
... Permainan diprediksi akan tidak berjalan sesuai dengan aturan sehingga membuat Xie mengambil keputusan....
..."Ku dengar kau alergi dingin" kata Xie....
... Hampir lupa dengan reaksi yang akan ditimbulkan jika terkena udara dingin....
... Dia berjalan mempercepat langkahnya menuju pintu masuk rumah sebelah kanan taman....
..."Kau juga sedetail itu?" tanya Hot....
..."Sesuai apa katamu tadi sebelum pulang kerja aku bertanya langsung kepada ibuku" kata Xie....
... Ibunya Dashie juga ibunya Xie....
... Itulah yang ditangkap oleh Hot dari obrolan ini....
... Semakin percaya....
... Mengangguk yakin beberapa kali....
..."Kau memang kakak mereka" kata Hot....
... Percaya diri....
..."Tentu" kata Xie....
... Ghazi....
... Bulan terang malam ini....
... Dia sudah berada di dalam kamar adiknya duduk diatas kasur disebelah kanan dekat dengan jendela kamar yang sudah tertutup dengan tirai putih yang terbuka separuh jendela....
... Melihat keluar jendela....
... Menerima sebuah pesan....
... Dia membacanya....
..."Jarrel" kata Ghazi....
..."Ya Tuhan. Dia menawarkan banyak pekerjaan untuk ku" kata Ghazi....
... Membaca satu persatu tawaran pekerjaan yang diberikan oleh Jarrel....
..."Semua pekerjaan yang dia tawarkan terlihat cukup bagus" kata Ghazi....
... Membalas pesan dari Jarrel....
..."Aku akan pikirkan semua tawaran pekerjaan itu" ...
... Jarrel tidak mengirim pesan lagi kepada Ghazi....
... Lalu pesan yang dikirimkan oleh Jarrel dikirimkan kepada Hot untuk mendapatkan pendapat dari kekasihnya mengenai keputusan yang harus dipilih antara menolaknya atau memilih salah satu dari tawaran rekomendasi pekerjaan yang diterima....
... Kembali membaca buku yang baru saja dibacanya lagi sebuah buku yang sama yang ia baca di saat didepan taman tadi....
... Duduk ditempat yang sama yang sebelumnya digunakan oleh Ghazi disana di depan taman rumah....
... Membaca pesan dari Ghazi dari ponsel....
..."Kak. Apa kau mengenal Jarrel?" tanya Hot....
... Minum air mineral dari dalam gelas....
..."Dia" kata Xie....
... Selesai minum....
..."Dia sahabat Dashie. Kenapa?" tanya Xie....
..."Apa alasan mereka menjadi sahabat?" tanya Hot....
... Menjawab setahu informasi yang didapat dari Dashie dan juga Ved....
..."Kebetulan mereka satu jurusan dan satu angkatan dalam kampus yang sama" kata Xie. ...
..."Ada apa?" tanya Xie....
..."Tidak" kata Hot....
... Sebagai sama-sama sebagai laki-laki, Xie mulai paham dengan kemana arah pembicaraan mereka....
..."Dia yang selalu mencarikan pekerjaan part time untuk Dashie" kata Xie....
..."Itu sedikit yang kutahu tentangnya" kata Xie....
... Mengalihkan pembicaraan....
..."Kudengar kau mendapatkan proyek baru" kata Xie....
... Dia tanpa menambah atau mengurangi makna kata yang ingin dikatakan....
..."Bisa dibilang begitu" kata Hot....
..."Baguslah" kata Xie....
... Di tempat bermain bilyard....
... Mantan kekasih Hoshie sudah memesan satu ruangan untuk dirinya bermain bilyard sendirian tanpa siapapun menemani seperti biasa setelah putus dari kekasihnya, Hoshie....
..."Semudah apapun aku menyakiti gadis itu semudah Hoshie akan mengubah gadis itu tidak berpaling" kata mantan kekasih Hoshie....
... Memperhatikan mantan kekasih Hoshie sedang bermain biliar....
... Tanpa disadari oleh gadis di ruangan tersebut yang sedang menggunakan kekuatan tidak terlihat duduk di kursi ruangan tersebut....
... Menghela nafas....
..."Aku pikir didunia ini pria bukan hanya ada Hoshie" kata Ren....
... Situasi tidak realistis menurut Ren....
..."Kenapa dia diambil pusing?" tanya Ren....
... Gadis itu meminum alkohol yang ada di dalam botol kaca berwarna coklat tanpa gelas langsung diminum....
..."Anggur yang dia minum juga cukup langka" kata Ren....
... Melihat raga yang dengan raga milik orang lain....
... Menilai secara objektif....
..."Bahkan jika dia masih hidup bisa saja gadis bernama Dashie itu memilih pemilik raga ini" kata Ren....
... Heran dengan wanita di depannya yang sakit hati karena laki-laki yang tidak terlalu hebat....
..."Apa hebatnya Hoshie itu?" tanya Ren....
... Satu gelas dilempar oleh mantan kekasih Hoshie lagi....
... Ren yang berada disana semenjak dua belas menit lalu sudah terhitung lima gelas dilempar dan dibanting olehnya gelas gelas tersebut....
..."Sampai kapan aku melihat semua ini" kata Ren....
..."Disini juga ada orang lain" kata Ren....
__ADS_1
... ...