Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 102: Gedung pencakar langit.


__ADS_3

...Chapter 102: Gedung pencakar langit....


... Dari pintu masuk depan toko Hoshie datang setelah pamit keluar sebentar....


... Menyapa Dashie dan Ghazi....


..."Hola!" kata Hoshie....


... Menjawab bersamaan....


..."Hey, bro!" kata Ghazi dan adiknya....


... Kembali sibuk dengan pekerjaan mereka....


... Hoshie tidak bisa mengganggu mereka terus lalu melihat sekitar mencari keberadaan seseorang yang tadi masih ada di dalam toko....


..."Aku nggak melihatnya. Dimana Oryn?" tanya Hoshie....


... Melihat ke arah Hoshie....


..."Dia sedang bermain gitar di belakang toko" kata Dashie....


..."Dibelakang masih ada alat-alat musik?" tanya Hoshie....


..."Masih. Pergi temui Hot!" kata Ghazi....


... Bagian belakang toko yang terlihat jelas dengan pemandangan air sungai beserta lingkungan di sekitar kota....


..."Aku masuk" kata Hoshie....


... Hoshie melewati dapur yang menyambung dengan pintu area belakang bermain musik....


... ...


... Sebuah area tempat dari bagian dari toko yang sebelumnya digunakan untuk kakaknya bersama teman-temannya berlatih dan bermain musik....


... ...


... Pukul enam lebih sepuluh menit malam....


..."Astaga!" kata Hot....


... Hoshie muncul di depannya tanpa memberi kata....


... Hot kembali dengan gitar elektrik gold yang dia akan mainkan....


... Sedangkan Hoshie sedang bersandar besi dengan menggunakan kedua jemari tangan melihat ke arah lain yang merupakan sungai yang cukup besar lewat memanjang di antara kota yang mengalir sampai ke laut....


... Aroma laut tercium ke segala arah tempatnya berada di belakang toko coklat tempat kedua wanita sedang menjalankan tugas pekerjaan....


..."Kau kan ahlinya bermain gitar. Kapan benda itu dimainkan?" tanya Hoshie....


..."Aku kenal gitar ini. Ini yang kau beli tempo hari kan?" tanya Hot....


... Hoshie akan menjawab tapi Hot lebih memilih tidak mendengarkan tetapi memetik gitar listrik itu siap menyanyikan sebuah lagu dengan mikrofon yang terpasang berdiri lengkap dengan segala alat bantu musik lain....


... Hot sedang menyanyikan sebuah lagu jazz rock membuat lamunan Hoshie tak bisa dilanjutkan dengan suara sahabatnya yang terdengar menggema di bangunan tersebut dan sekitarnya. Namun, Hoshie berusaha menyatukan musik dengan kondisi dirinya yang sedang merenung melihat kilas balik kehidupannya sendiri....


... Menghadap ke arah kanan Hoshie sedang bersandar di pembatas besi bangunan toko. Dia sesekali memperhatikan orang didepannya saat bernyanyi lalu fokus kembali memetik gitar sambil melanjutkan lirik lagu yang dinyanyikan....


... Udara malam dengan angin sejuk khas laut berhembus menerpa ke segala arah....


... Merenung selama sepuluh menit dengan gitar dan nyanyian yang dilakukan oleh Hot. ...


... Hoshie menguap sebagai tanda mengantuk lalu melihat ke arah Hot dan bangku panjang dengan selimut serta bantal yang tersedia disana....


..."Waktu terbaik untuk tidur" kata Hoshie....


... Hoshie mengambil alih tempat istirahat tentu dengan melaksanakan misinya untuk istirahat memberikan kesempatan untuk raganya memulihkan diri pasca operasi....


... Suara Hot memang menggema tapi jika dipikir lagu yang dinyanyikan sengaja dibuat lebih keras ketika Hoshie baru menarik selimut bermotif Tiger tebal di atas bangku panjang sambil memeluk boneka buaya besar pink....


... Hoshie terlihat cepat sekali tertidur dalam kondisi yang seharusnya tidak akan berhasil cepat terlelap tetapi tidak untuk Hoshie....


... Hot menikmati musik yang ia mainkan....


... Beralih ke toko bagian depan terdengar suara dan lagu yang Oryn nyanyikan....


..."Apa suara ini tidak berdampak pada Hoshie?" tanya Dashie....


... Nada suara menggoda adiknya....


..."Dia. Kesayangan anda akan baik-baik saja" kata Ghazi....


..."Apanya kesayangan" kata Dashie....


..."Ya. Kalian memang cocok" kata Ghazi....


... Merasa tidak setuju dengan pendapat kakaknya....


..."Siapa yang cocok dengan siapa" kata Dashie....


... Menunjuk ke arah adiknya dengan menggoda lagi....


..."Kau" kata Ghazi....


... Kedua tangan memakai sarung tangan plastik dengan wajah memakai masker putih....


... Duduk di bagian dalam toko dibagian dalam etalase dengan pemandangan berbagai coklat dengan lima rasa dan bentuknya....


... Ghazi menata coklat coklat dengan hati-hati memasukannya kedalam box hitam berpadu dengan hijau gelap laut....


..."Apa seperti ini?" tanya Ghazi....


..."Usaha yang tidak sia-sia" jawab Dashie....


... Belum puas dengan jawaban yang adiknya katakan....


..."Bagus atau tidak?" tanya Ghazi....


... Melepas kedua sarung tangan yang juga dipakai sama persis yang dipakai oleh Ghazi....


... Dashie pergi untuk menemui calon pembeli yang datang....


..."Iya. Iya" kata Dashie....


... Ghazi dengan pekerjaan yang harus diselesaikan....


... Sambil memasukkan coklat coklat sesuai rasa nama yang tertera di dalam box....


... Berkomentar tentang kekasihnya yang masih bermain musik....


..."Dia sedang healing" kata Ghazi....


... Tiga puluh menit kemudian Hoshie terbangun dari tidurnya duduk melihat luasnya pemandangan di depannya dengan angin yang lebih bertambah kencang berhembus melewati raga....


... Hot berhenti bermain gitar dan bernyanyi....


..."Kau mau pergi kemana?" tanya Hot....


..."Pulang" jawab Hoshie....

__ADS_1


... Hoshie bergerak pergi dari area bermain musik....


... Dia melewati pintu masuk belakang toko lalu melewati dapur toko....


... Dashie dan Ghazi yang sedang sibuk menawarkan coklat kepada para calon pembeli sore ini....


..."Kau mau kemana?" tanya Dashie....


... Dengan dua tangan yang masuk kedalam saku sweater hoodie coklat berpamitan kepada Dashie....


..."Sayang. Aku pulang" kata Hoshie....


... Semua para pelanggan mendengar apa yang dikatakan oleh Hoshie dengan mudah diucapkan seperti biasa oleh pemuda yang mereka lihat....


... Dashie tidak merasa itu hal aneh atau asing didengar olehnya....


... Ghazi sudah menduga ini bisa saja terjadi jika mereka berdua sering bertemu....


... Hoshie sudah keluar dari dalam toko pergi untuk mengambil mobilnya....


... Salah satu pelanggan yang sering melihat Hoshie ada di dalam toko bahkan melayani para pembeli....


... Seorang ibu rumah tangga dengan rambut terurai sepanjang punggung....


..."Dashie. Kalian awet banget masih tetap romantis" kata salah satu pelanggan toko....


... Dashie tidak mengiyakan dengan apa yang dikatakan dari salah satu pelanggan tetap toko ibunya itu....


... Membuka pintu jendela mobil lalu melambaikan tangan kepada Dashie....


... Hoshie sudah dengan driver pribadinya yang mengantar ke suatu tempat....


... Tiga puluh menit sudah mereka melayani para pembeli....


... Waktunya untuk istirahat....


... Ada didekat meja di dalam toko Dashie duduk bersebelahan dengan kakaknya yang sedang minum air mineral....


..."Kau sedang menghubungi siapa?" tanya Hot....


... Dashie sedang berusaha menghubungi nomor ponsel karyawan tokonya....


..."Kau sibuk?" tanya Dashie....


..."Aku sudah izin cuti satu minggu" kata karyawan....


..."Besok harus berangkat" kata Dashie....


..."Tapi, … " kata karyawan tersebut....


... Menawarkan sebuah pilihan bagus....


..."Kau tidak ingin kenaikan gaji?" tanya Dashie....


..."Baiklah. Besok, aku akan berangkat" kata karyawan perempuan itu....


... Obrolan diakhiri oleh pihak Dashie....


... Melihat Dashie, menebak keduanya dengan rencana yang akan dilakukan olehnya....


..."Aku ingin kebebasan" kata Dashie....


... Dia membaringkan kepalanya menghadap ke arah kiri diatas meja....


... Dia dengan dirinya yang sekarang ingin pergi sejauh-jauhnya dari segala permasalahannya tapi itu tidak mungkin masalah masalah akan berhenti untuk datang sedangkan dia masih bernafas bebas....


..."Kau ingin meluapkan emosimu?" tanya Ghazi....


... Ghazi dan Hot sedang berusaha menjadi pendengar yang baik....


..."Jika aku ingin. Aku ingin tidak dilahirkan didunia ini" kata Dashie....


... Ghazi memarahi adiknya....


..."Kau sedang tidak waras ya. Katakan kau sebenarnya kenapa?" tanya Ghazi....


... Menjawab pelan....


..."Aku tidak percaya kepada siapapun" kata Dashie....


... Dashie ingin pergi meninggalkan semuanya pergi tanpa ada orang lain yang akan mencarinya tapi itu mustahil sedangkan itu terasa membuat dirinya sesak....


... Rasanya dunia sedang menggenggamnya dengan sangat erat terlalu menyayanginya hingga ia sulit untuk bernafas....


... Rio menghubungi ponselnya lagi....


... Mereka berdua saling terhubung dengan ponsel mereka....


..."Jangan membuatku menjadi monster" kata Dashie....


... Obrolan mereka berakhir diakhiri oleh Dashie....


... Dia tetap di posisinya semula begitu juga dengan dua orang didekatnya....


... Dia dengan dirinya dengan pikiran yang berhenti dalam tempat yang sama tidak bisa berpikir lebih....


... Di tempat bermain bilyard....


... Hoshie sedang memantau perkembangan usaha bisnis yang baru ia buka hari ini....


... Dia berperan seperti para pengunjung biasa memakai salah satu meja bilyard bermain bersama memukul bola bergantian dengan tongkat bersama dengan driver pribadinya....


... Hoshie berada di lantai atas mengawasi seseorang melalui bagian dalam ruangan kaca pembatas dinding bermain billiard sambil melihat ke arah bawah lantai dibawahnya....


... Dia melihat dari kejauhan meja yang lain disana ada Rio yang sedang bermain biliar tanpa ditemani oleh siapapun....


..."Anda kalah lagi" kata driver pribadinya....


..."Kita coba sekali lagi" kata Hoshie....


... Mereka memulai permainan lagi....


... Sudah pasti dengan kondisinya sekarang yang belum pulih sepenuhnya harus bermain billiard seperti orang dengan kondisi normal sudah pasti itu akan sulit. Padahal sebenarnya tadi ketika makan es krim saja tangannya sudah merasakan sakit yang luar biasa ditambah lagi datang untuk memantau usaha baru yang ia rintis....


... Dia seakan tidak pernah mendapatkan banyak luka-luka yang parah....


..."Anda perlu minum obat" kata driver pribadinya....


... Hoshie mengambil obat yang diberikan oleh driver sekaligus asisten pribadinya....


... Duduk minum obat setelah memakan cemilan sehat berupa bubur tanpa rasa dengan sayuran tanpa rasa selain dari sumber vitamin dan serat itu sendiri....


... Rio tidak tahu kalau tempat bermain billiard yang baru dibuka itu adalah milik Hoshie....


... Seorang gadis remaja menerobos tempat itu entah bagaimana ia bisa masuk kedalam area biliar....


... Dia dilihat oleh para pengunjung yang lain yang juga dilihat oleh Rio....


... Dia berjalan dengan percaya diri juga amarah akan mendatangi seseorang....


... Hoshie sudah siap dengan segala pertanyaan yang akan diberikan oleh gadis remaja yang saat ini ada didepannya....

__ADS_1


... Dari lantai bawah Rio melihat mereka belum menunjukkan tanda tanda memiliki hubungan baik dalam status apapun yang terlihat adanya....


..."Kau sengaja melakukan itu pada Ren kan?" tanya Soft....


..."Ini caramu berbicara kepada orang dewasa" kata Hoshie....


... Kata-kata yang dikatakan oleh Hoshie membuat gadis remaja itu merasa itu hal yang konyol untuk seorang seperti mantan kekasih kakaknya ini....


..."Apa aku perlu menghormati mu?" tanya Soft....


... Hoshie belum menjawab pertanyaan dari Soft....


..."Kau memang gadis kecil cerdas yang ku kenal" kata Hoshie....


..."Kembalikan kekuatan Ren!" kata Soft....


..."Dia tidak mungkin mengatakan ini kepada mu ternyata kekuatan mu sudah berkembang" kata Hoshie....


... Soft menganggap Hoshie seakan dirinya yang paling benar penuh kasih kepada semua orang. Soft muak dengan segala sikap seseorang yang ia benci yang seperti ini lagi....


..."Kau juga pernah melakukan ini pada kakakku dan kini kepada pacarku" kata Soft....


... Mendekat kepada Soft dalam dua langkah jarak mereka mengusap kepala gadis remaja ini....


..."Kau lupa aku sudah mengembalikan kekuatannya lagi" kata Hoshie....


..."Hentikan kebohongan ini" kata Soft....


... Dia menghentikan juga senyum penuh kasih sayangnya....


... Hoshie berhenti mengusap kepala adik mantan kekasihnya....


..."Dia akan menjadi pria yang baik untuk mu" kata Hoshie....


... Masih tidak percaya dengan semua kata-kata yang diucapkan oleh Hoshie....


..."Hentikan. Aku sudah muak!" kata Soft....


..."Yang jelas. Kau sudah membuatnya jatuh serendah-rendahnya" kata Soft....


... Dia dengan salah satu karakter kuatnya datang kembali mendekat ke arah Soft lagi....


..."Kau juga ingat siapa diriku" kata Hoshie....


... Soft akan melukai Hoshie dengan senjata tajam yang akan keluar dari dalam genggaman tangan dengan darahnya mulai keluar bersamaan dengan benda benda tajam itu....


... Santai untuk Hoshie....


..."Kau terlihat mencolok" kata Hoshie....


... Melihat ke arah luar ruangan dengan dinding kaca selebar ruangan....


... Niatnya untuk menyerang Hoshie dibatalkan setelah itu dia pergi setelah mengatakan semua isi pikirannya itu....


... Hoshie melihat gadis remaja yang berusia tujuh belas tahun itu pergi menuruni anak tangga berjalan cepat pergi tanpa rasa takut dengan apapun yang ia lewati....


..."Dia dulu sangat menyukai Bloom" kata Hoshie....


..."Siapa yang membuatnya tidak kembali?" tanya Hoshie....


... Jawaban yang membuatnya bertanya-tanya tentang siapa dari bangsa Xoco yang telah membuat adiknya tidak kembali untuk selama lamanya....


..."Benarkah. Dia pelakunya?" tanya Hoshie....


... Hoshie jadi terlihat sedih....


... Dalam beberapa waktu ia menutupi segala kesedihan yang ada dalam diri....


... Keluar dari dalam ruangan diikuti kemudian oleh driver pribadinya yang berada di luar ruangan billiard tadi semenjak Soft mengajaknya bicara....


... Hoshie menuruni anak tangga dengan tatapan dingin kejam yang ia miliki tidak memperdulikan hal sekitar termasuk terhadap Rio....


... Dia memilih untuk menyendiri di tempat yang sama yang sebelumnya Hoshie mengambil waktu untuk berbaring dengan selimut motif tiger tebal dan boneka buaya berwarna merah muda....


... Hoshie melihat wanita yang ia sayang sedang duduk diatas sebuah bangku dan dia sedang sangat sedih lebih sedih lagi untuknya yang belum bisa menyentuh hatinya yang rapuh....


..."Kapan kau mau berbagi denganku. Berbagi kesedihanmu" kata Hoshie....


... Sudah berapa lama dia menunggu dengan berbagai macam cara tapi tetap saja belum bisa membuat hatinya luluh....


... Nawa yang tiba-tiba muncul dibelakang Hoshie....


..."Kau akan terus melihatnya dari jauh?" tanya Nawa....


... Terkejut elegan....


... Berbalik....


..."Kau membuatku takut" kata Hoshie....


..."Sepertinya itu bukan kamu" kata Nawa....


... Heran dengan perubahan yang dilihat oleh Nawa....


..."Ada apa dengan mu. Kau sudah minum obat kan" kata Hoshie....


..."Sudah" jawab Nawa....


... Agak pelan berbicara tapi tetap jelas terdengar oleh Nawa....


..."Tapi, kenapa jadi seperti ini?" kata Hoshie....


... Makanan diatas meja belum tersentuh sama sekali....


... Sambil memakan hidangan pembuka milik Hoshie....


..."Kau tidak akan memilikinya" kata Nawa....


..."Siapa yang akan mendukungku selain dirimu" kata Hoshie....


..."Jangan pura-pura putus asa sekali" kata Nawa....


..."Tidak" kata Hoshie....


..."Lihat jawabanmu itu" kata Nawa....


... Sadar baru saja terjebak sedang dikerjai oleh seorang remaja....


..."Berhenti dengan jebakan klasik mu" kata Hoshie....


..."Kau memang cerdas tapi tidak secerdas diriku" kata Nawa. ...


... Mengambil makanan yang dimakan oleh Nawa yang merupakan miliknya....


..."Ini baru dirimu" kata Nawa....


... Dia mengambil makanan lain yang ada di meja dengan pemandangan sungai yang diapit oleh gedung gedung pencakar langit....


... ...


... ...

__ADS_1


... ...


__ADS_2