Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 211: Ohh. Hatiku sakit!.


__ADS_3

...Chapter 211: Ohh. Hatiku sakit!....


...Jeje memperhatikan dengan teliti apa yang terlihat dari ekspresi wajah gadis remaja di depannya sekarang dalam satu meja yang sama tampak tenang meski terlihat baru saja selesai menangis yang berhasil tertutup oleh riasan yang berhasil menyembunyikan perasaan sedih dari wajahnya itu....


..."Apa kau sangat menyukainya?" tanya Jeje....


..."Siapa orang yang kamu maksud?" tanya Soft....


... Tersenyum didepan gadis ini lalu tertunduk lalu menatap lagi teman tetangga sekolahnya itu....


..."Kau sudah tahu siapa yang kita bicarakan" kata Soft....


... Membukakan penutup botol dari air mineral yang baru saja terbuka....


... Memberikannya kepada Soft....


..."Terima kasih" kata Soft....


... Dia tidak menyangka orang seperti Soft bisa mengatakan terima kasih kepada orang lain dari karakter yang sudah biasa orang-orang ketahui....


... Dua pengunjung kedai datang lalu Jeje pergi sebentar untuk menanyakan pesanan makanan yang akan mereka pesan....


... Soft melihat Jeje sambil menikmati makan malam....


... Dia juga melihat kakak laki-laki dari temannya itu sedang menyiapkan menu lainnya yang tersedia di dalam kedai....


..."Apa dia sesibuk ini?" tanya Soft....


... Makan mie lagi sedikit demi sedikit dan melihat tiga orang yang datang masuk kedalam kedai yaitu dua orang wanita dan satu anak-anak berusia sekitar tujuh tahun datang digandeng oleh satu orang dewasa yang terlihat seperti ibunya lalu memilih salah satu meja untuk duduk bertiga dalam satu tempat....


... Melewati meja Soft....


..."Aku sedang di kedai milik Jeje" kata Gan....


... Memberi waktu untuk Ansel berbicara....


..."Ya. Aku pesankan untukmu sekalian" kata Gan....


..."Kau jangan khawatir. Aku tahu, iya. Bye bye" kata Gan....


... Seseorang datang dengan jaket hijau berbahan parasut oversize tebal dengan helm hitam di sisi kiri diapit oleh lengan kirinya....


... Mencari meja yang tidak ditempati oleh pengunjung kedai lain....


... Menemukan meja yang kosong lalu menaruh helm di salah satu kursi setelah itu sambil mendengarkan apa yang sedang dikatakan oleh Ans lanjut lagi mengambil salah satu kursi duduk disana untuknya duduk....


... Gan melihat Soft. ...


... Sedikit sapaan untuk orang yang pernah dikenalnya tapi tidak terlalu dekat satu sama lain....


... Menunduk sedikit kepada gadis di meja disebelah arah busur seratus sepuluh derajat dari depannya itu....


... Soft memberi sedikit balasan yang hampir sama dengan apa yang dilakukan oleh Gan yang dia tahu adalah teman satu sekolah dengan Nawa....


... Kakak dari Jeje datang untuk menyapa Gan terlihat juga memberikan daftar menu yang tersedia dalam kedai....


..."Semua dibungkus?" tanya Kakaknya Jeje....


..."Ya" jawab Gan....


..."Ok. Tunggu sebentar, aku segera buatkan pesanan mu" kata Kakaknya Jeje....


... Dia pergi ke area dapur kedai untuk membuat mie lagi....


... Jeje datang menemui salah satu pengunjung kedainya yang lain....


... Gan melihat layar ponsel....


..."Kau mau pesan apa lagi?" tanya Jeje....


... Fokus kepada Jeje....


..."Tadi sudah" jawab Gan....


..."Baiklah. Aku akan pergi ke dapur sebentar" kata Jeje....


... Sambil mengangguk sedikit....


..."Ohh" jawab Gan....


... Jeje pergi ke dapur kedai lalu Gan melihat ke layar ponselnya lagi....


... Gan melihat salah satu akun sosial media milik Yellow....


... Memeriksa....


... Belum ada pembaruan unggahan yang dilakukan oleh sahabatnya itu....


..."Dia sedang sangat sedih" kata Gan....


..."Terlebih, sekarang. Dia harus mencari uang sendiri untuk biaya hidupnya sehari-hari" kata Gan....


... Memperhatikan Jeje yang sedang membantu kakaknya membuat makanan pesanan para pelanggan yang ada di dalam kedai yang sedang mengantri juga dalam barisan orang-orang didekat para pelanggan yang duduk di meja-meja yang tersedia....


... Jeje datang setelah lima belas menit untuk mengantarkan pesanan milik Gan....


..."Aku tidak pesan ini" kata Gan....


..."Ini untuk Ansel" kata Jeje....


..."Bawa saja. Dia menyukai ini" kata Jeje....


... Menerima cemilan pangsit yang juga tersedia didalam menu....


... Pelan menerima nada suara remaja laki-laki temannya ini....


..."Oke. Aku terima ini" kata Gan....


... Gan melakukan transaksi pembayaran dengan Jeje selanjutnya segera pergi dengan makanan yang sudah dipesan tanpa menyapa lagi Soft lalu dia segera keluar dari dalam kedai melewatinya yang sedang menghabiskan makan malam....


... Kembali Jeje duduk di satu meja bersama dengan Soft....


..."Sorry. Aku sudah mengabaikanmu" kata Jeje....


..."Tidak. Tidak sama sekali" jawab Soft....


... Jeje menunggu kata-kata yang ingin diucapkan oleh gadis yang bisa dibilang sempurna ini....


... Mengucapkan beberapa kalimat untuk mengurangi kecanggungan diantara gadis remaja ini....


..."Sungguh kau tidak ingin mengatakan apapun?" tanya Jeje....


... Tegas dengan suara lembutnya terdengar memberikan respon atas pertanyaan yang dia terima....


..."Tidak" jawab Soft....


..."Aku tidak ingin masuk dalam lingkaran kisah orang lain" kata Jeje....


... Berhenti sejenak dalam aktivitas makannya itu....


..."Kisah kita memang berbeda dan semuanya sudah berubah" kata Soft....


... Tambah hening diantara suara ramai di dalam kedai orang-orang yang sedang makan malam bersama dari meja mereka masing-masing....


..."Aku tidak selemah yang orang lain bayangkan" kata Soft....


... Lima detik berlalu....


..."Bagaimana kabarmu dengan Kak Ren?" tanya Jeje....


..."Kami belum berakhir" jawab Soft....


... Serius....


... Tersenyum sedih raut wajah yang terlihat dari dalam diri Soft....


..."Aku terlihat sangat menyedihkan bukan?" tanya Soft....

__ADS_1


... Rileks....


..."Tidak juga" jawab Jeje....


..."Kau bisa bangkit dengan mudah" kata Jeje....


... Jujur tulus dalam berkata....


..."Kau sangat cantik bahkan bagiku seorang wanita" kata Jeje....


... Dia berbicara tentang realita tanpa kata terdengar kesal diucapkan kepada Jeje....


..."Cantik atau baik saja tidak cukup untuk seorang wanita" kata Soft....


..."Ternyata kamu sebaik ini. Sudah sewajarnya, dia sangat menyukaimu" kata Jeje....


... Dia dan karakternya yang tersembunyi....


..."Aku tetap saja tidak percaya" kata Soft....


... Pukul delapan lebih lima puluh menit....


... Melihat temannya yang pergi setelah mampir di kedainya untuk makan malam....


... Jeje masuk kedalam kedai lagi untuk membereskan meja tempat barusan Soft ada disana setelah itu melihat ke arah luar kedai melihatnya sudah pergi menjauh dari depan kedai yang berjarak sekitar sepuluh langkah jarak dari tempatnya bekerja....


..."Apa aku juga bisa berbuat jahat?" tanya Jeje....


..."Sifat ini. Sifat yang sedikit menjengkelkan jika aku memang tidak sesempurna orang lain" kata Jeje....


... Kesal kepada seseorang tentunya itu adalah Nawa....


..."Apa ini salah satu hobinya?!" kata Jeje....


..."Aku terkesan seperti sedang mengharap sekali" kata Jeje....


... Kakaknya melihat adiknya yang merapikan meja tempat makan dengan berbicara dengan kata-kata kekesalan....


... Jeje sudah selesai merapikan meja yang tadi digunakan untuk Soft makan....


... Kembali ke arah kakaknya yang baru selesai mengantarkan beberapa pesanan di meja yang lain....


..."Kakak tidak pernah melihat temanmu yang satu itu" kata pria berambut keriting halus yang diikat ke belakang....


..."Bilang saja kalau kau juga tertarik padanya" kata Jeje....


... Heran ...


..."Kenapa jadi kesel gini?" tanya Kakaknya Jeje....


..."Kalau naksir ngomong sendiri ke orangnya langsung" kata Jeje....


... Tambah heran....


..."Lahh sekarang naksir. Apa lagi itu" kata Kakaknya Jeje....


..."Kenapa kau jadi sensitif setelah ketemu dia?" tanya Kakaknya lagi....


... Jujur....


..."Kenapa kau tidak bisa cantik?" tanya Kakaknya Jeje....


..."Ya. Aku akui kakak memang keren dan aku jelek" kata Jeje....


... Tidak bisa berkata-kata lagi....


..."Ini kenapa lagi. Dia tambah kesel nggak jelas" kata kakaknya itu....


... Merasa tidak ingin bertengkar dengan kakaknya sendiri hanya gara-gara masalah ini....


... Dia pergi ke arah belakang kedai untuk minum air dari dalam tumbler abu-abu yang baru saja dia ambil dari atas meja dekat lemari es....


... Duduk sendirian sambil melihat banyak kendaraan yang lewat di depan jalan....


... Mengambil ponsel melihat waktu sudah pukul berapa sekarang....


... Suara klakson kendaraan terdengar dari arah gadis ini sedang membuka sebuah buku saku yang dia ambil tadi sebelum mengambil tumbler berisi air dari atas meja....


... Pukul sembilan lebih sepuluh menit....


... Dia baru saja pulang setelah pergi ke suatu tempat....


... Senang....


..."Kita bertemu lagi" kata Dashie....


... Sama-sama senang dengan pertemuan ini....


..."Kenapa nggak?" tanya Ten....


... Dari arah lain juga ada seseorang datang menyapa dengan memberikan gesture tangan naik ke atas menyapa dari jauh dengan jarak sebelas meter dari arah keduanya masih saling berjabat tangan manis terlihat sebagai mantan kekasih....


... Dia datang mendekat tetap dengan pribadi yang belum berubah sejak kecil ia mengenalnya dan itu adalah Shawn datang menyapa dengan merangkul gadis kecilnya yang kini jarang atau lebih sulit untuk ditemui karena kesibukan masing-masing....


..."Gadis kecilku. Kamu sendirian saja?" tanya Shawn....


..."Ini sudah bareng kalian" jawab Dashie....


... Menangkap arti tatapan mata dari rekan kerjanya....


... Melihat suasana tidak bisa seperti dulu ketika mereka sering pergi bersama melepas rangkulannya dari orang yang ada disisi kanannya itu....


..."Sorry. Aku hampir lupa" kata Shawn....


..."Apa aku mengganggu kalian?" tanya Ten....


... Memukul lengan sebelah kiri pria di depannya itu....


..."Apa ini?!" kata Dashie....


... Berusaha agar suasana tidak terasa canggung....


..."Kita mau pergi kemana sekarang?" tanya Shawn....


... Dia orang yang tipe malas untuk pergi kemana-mana setelah pulang kerja....


..."Sepertinya aku harus pulang" kata Ten....


... Dan dia yang tidak jauh beda sama-sama kalau sudah selesai dengan urusan yang harus dikerjakan ingin cepat-cepat pulang....


..."Ide bagus" kata Dashie....


... Dan orang ini yang tak ingin membuat orang lain terpaksa mengikuti apa yang dia inginkan menjadi terbebani dan akhirnya mengikuti dua orang yang lebih memilih untuk tidak melakukan rencana apapun selain ide mereka itu....


... Mode pengertian....


..."Bagaimana kabarmu sekarang?" tanya Shawn....


..."Aku?" tanya Dashie....


..."Ya. Kamu?" tanya Shawn....


... Ten....


... Mode menjadi pendengar yang baik....


... Ceria....


..."Aku baik-baik saja. Lihat, tak ada sesuatu yang kurang dari diriku" kata Dashie....


..."Beneran?" tanya Shawn....


..."Beneran. Apa yang kau khawatirkan, aku beneran sehat tanpa kurang apapun" kata Dashie....


... Khawatir....


..."Bagaimana tidak aku tidak mencemaskan mu. Kau kan tipe orang yang tidak mau cerita kalau punya banyak masalah" kata Shawn....

__ADS_1


... Ten....


... Dia merapikan sedikit helai rambut yang akan menutupi wajah Dashie di sebelah kanan....


..."Terima kasih" kata Dashie....


... Dua sahabat ini lanjut saling mengajak ngobrol lagi....


... Meminta izin....


..."Kalian tunggu disini, aku pergi sebentar" kata Ten....


... Mengangguk mengiyakan apa yang dikatakan oleh pria berkacamata minus ini....


... Ten pergi....


... Menunggu untuk bicara lagi setelah rekan kerjanya jauh pergi untuk suatu hal....


... Ten sudah tidak terlihat untuk sementara oleh Shawn dan Dashie....


... Berbisik kepada Dashie....


..."Kau tidak ingin balikan lagi dengannya?" tanya Shawn....


... Tawa kecil menutup mulutnya dengan bibir merona tanpa lipstik tebal hanya lip gloss tipis berwarna transparan....


..."Kau terlihat seperti kakak ku saja" kata Dashie....


..."Why?. Itu juga tidak terlalu buruk kan" kata Shawn....


..."Aku hanya ingin perhatian padamu" kata Shawn....


... Senyum dari pemilik lesung pipi di sebelah kirinya kini muncul kembali....


... Meledek....


..."Atau kau denganku saja?" tanya Shawn....


... Geleng-geleng kepala dengan ekspresi wajah sudah terbiasa dengan gaya candaan ini....


..."Tidak lucu bukan?" tanya Shawn....


..."Maka dari itu jika kamu tidak yakin jangan dipaksakan" kata Shawn....


..."Dunia sesimpel itu. Kenapa dibuat repot" kata Shawn....


... Menutup wajahnya karena malu selalu tak bisa menghindar dari nasihat dari orang yang cukup dikenalnya lama dalam pertemanan ini....


... Melepas kedua tangannya yang sengaja menutup wajahnya....


... Serius tapi juga mengajak bercanda....


..."Aku pikir kau sedang lelah setelah bekerja" kata Dashie....


..."Jadi, melampiaskan semuanya kepada ku" kata Dashie....


... ...


... Kesal....


..."Apa kau sudah puas meledekku?!" kata Dashie....


... Tambah meledek....


..."Kau marah?" tanya Shawn....


... Masih kesal....


..."Ya" jawab Dashie....


... Ten datang....


... Dia membawa tiga cup cookie dough blizzard membagikan satu persatu untuk Dashie lebih awal lalu untuk Shawn....


... Hampir bersamaan berbicara, dan mereka berkata "Terima kasih"....


... Dashie dan Shawn....


... Melihat satu sama lain....


..."Abaikan aku" kata Ten....


... Jemari tangan menunjuk ke arah rekan kerjanya itu....


..."Kau sudah tahu kan. Dia memang seperti ini" kata Shawn....


... Melihat Ten....


..."Kau terlalu baik untuk seorang pria" kata Dashie....


... Melihat keduanya lalu diam sambil meminum minuman yang dia bawa barusan....


... Selesai minum....


..."Apa ada yang aneh denganku?" tanya Ten....


..."Cute" kata Dashie....


... Melihat ke arah Shawn....


..."Sorry. Udah nggak boleh bilang kayak gitu" kata Dashie....


... Membuat situasi menjadi lebih nyaman....


... Senyum menyenangkan....


..."Dia memang seperti ini kalau sudah berteman sama orang lain" kata Ten....


..."Aku sudah terbiasa" kata Ten....


... Di tempat yang sama di lantai berbeda berada di lantai ketiga pusat perbelanjaan mereka ada disana melihat apa yang sedang dilakukan oleh Dashie dan kedua orang yang bisa dibilang dekat sebagai seorang teman....


... Dia terlihat sedih tapi harus bagaimana dengan respon yang diberikan ketika melihat kenyataan bahwa bukan dirinya saja sebagai satu satunya pilihan....


..."Kau tidak menghampirinya?" tanya Sky....


..."Untuk?" tanya Hoshie....


..."Bukankah. Dia adalah gadis yang kau suka" kata Crew....


... Hoshie sedang meredam segalanya....


... Tuan Oryn Mason sedang menyimak obrolan mereka yang berada di tempat yang sama berada disebelah kanan Sky yang ada di sisi kanan Crew lalu di sebelah kirinya ada Hoshie....


..."Dia berhak memilih orang yang dia suka" kata Hoshie....


... Meledek sambil menyentuh dadanya sendiri....


... Ekspresi terluka....


..."Ohhhh. Hatiku sakit!" kata Crew....


... Melirik ke arah temannya itu....


... Mengelak....


..."Tidak. Hatiku tidak sakit" kata Hoshie....


... Oryn mode ingin ketawa tapi ditahan agar tidak semakin memanaskan suasana....


... Teriak....


..."Sayang!" teriak Ghazi....


... Semua melihat ke arah seseorang yang memanggil salah satu dari mereka....


... Oryn segera berjalan cepat kepada kekasihnya yang berdiri di arah sebelah barat berjarak dua belas meter menunggu pacarnya segera datang menghampiri....

__ADS_1


__ADS_2