
...Chapter 168: Dia datang lagi....
... Dia yang tetap menggandeng erat tangan kiri Dashie dengan nafas terengah-engah setelah berlari untuk mencegah keduanya menjadi dekat di masa depan....
... Dashie melihat tatapan kemarahan dari seorang Hoshie yang tulus untuk melindungi seseorang yang tidak ia duga sama sekali situasinya akan seperti ini....
... Mendorong pundak kiri depan Ren....
... Mata kebencian....
..."Enyahlah. Menjauh sejauh mungkin" kata Hoshie....
... Dari kalimat yang diucapkan oleh Hoshie membuat seseorang bahkan bukan hanya Dashie saja yang semakin bertanya tanya tapi ia semakin mendorong orang lain untuk mengetahui alasan alasannya seorang Hoshie menunjukkan karakter ini....
... Dia juga yang tanpa emosi....
..."Hentikan. Aku akan pergi" kata Pax....
... Tanpa ingin memperpanjang atau menjelaskan apapun ia benar-benar memutuskan untuk pergi....
... Tapi itu tidak dengan apa yang diinginkan oleh Ren palsu ini....
... ...
... Dia meraih tangan kanan Pax mencegah ia pergi tanpa seizinnya tapi juga dihempas langsung oleh tangan Hoshie....
... Pax jadi kesal....
..."Apa yang kalian lakukan?!" kata Pax....
... Dia jadi lebih kesal dari sebelumnya lalu pergi sesuai apa yang dia inginkan tak ada yang boleh mengatur dia akan pergi kemana....
... Dashie berada dalam situasi tidak bisa masuk dalam circle ini tapi ini juga terasa aneh dengan arti pertemanan antara Pax dan Hoshie yang tidak pernah diketahui olehnya....
... Dia dengan isi hati dan pikirannya yang reaksinya yang tidak terduga....
..."Apa kau sadar. Kau terlihat cemburu kepada rekan kerja mu sendiri!" kata Dashie....
... Mereka melihat sendiri kalau Pax lebih memilih tidak ingin masuk didalam circle ini lebih tepatnya sangat malas berhubungan dengan apapun dengan Hoshie....
... Soft dan Nawa....
... Mereka sudah lama tidak saling berbicara sekali bertemu mereka terlihat jelas seperti sepasang musuh meski belum ada kata yang sudah diucapkan oleh keduanya terlihat dari arah jauh dua orang remaja yang masih bermain petak umpet....
... Soft dengan para balon yang ada di tangan kanan....
... Melirik ke arah balon balon tersebut....
..."Bagaimana ceritanya kau suka hal yang berbau manusia?" tanya Nawa....
... Menekan kata-katanya untuk gadis remaja itu....
..."Ledakan itu semua" kata Nawa....
... Dia senyum sinis yang ia miliki kesal disaat menyambut obrolan ini....
..."Kau datang untuk mengambil nyawaku. Laksanakan tugasmu!" kata Soft....
..."Jangan kasihani aku" kata Soft....
... Tanpa emosi simpati atau empati, dia remaja laki-laki yang berwajah putih pucat....
..."Untuk apa aku mengotori tangan ku. Aku kira kau sudah pergi" kata Nawa....
... Dia marah dengan umpatan yang akan ia katakan dengan lisannya itu....
..."Kau juga menunggunya. Dasar kau sama saja seperti mereka" kata Soft....
..."Penipu!" kata Soft....
... Dia menyentuh telinga sebelah kanan dengan jemari tangan kanannya sendiri melihat ke sisi lain ke arah seratus enam puluh derajat dari arahnya berdiri didepan gadis ini....
... Melihat Soft lagi....
... Kesal....
..."Apa setiap kau bosan maka kau akan menyiksa orang lain?" tanya Nawa....
... Yang ia maksud adalah pertengkaran antara Soft dan Rumy....
... Dia yang tak sebodoh yang Nawa sudah tahu itu....
... Kesal dengan menarik nafas pendek....
..."Berhenti mengikuti pacar orang lain!" kata Soft....
... Nawa yang juga sedikit tersinggung....
..."Kau belum melupakan pacar orang lain?" tanya Nawa....
..."Dan membalas semuanya kepada temanmu sendiri selagi dia belum kembali" kata Nawa....
... Curiga....
..."Kurasa ada sesuatu yang kau sembunyikan dari kami. Dia bisa membunuh mu jika kau sudah merencanakan ini" kata Soft....
... Dia menyeringai tidak tahan dengan sikap mantan sahabatnya itu....
..."Kau membuatku takut tapi kau jauh lebih mengerikan dariku" kata Nawa....
... Dia tertawa dengan puas....
... Menunjuk diri sendiri....
..."Aku dan dia tidak. Kau juga tak sebodoh itu" kata Soft....
..."Kalian memang sama saja" kata Soft....
..."Dan kau berbeda?" tanya Nawa....
... Tertawa sinis....
..."Dasar manipulatif" kata Nawa....
... Tidak terima dengan pendapat orang lain tentang dirinya....
... Kesal....
..."Diam kau munafik!" kata Soft....
... Dia sudah malas sekaligus enggan dekat dengan orang semacam Soft ini....
... Ren belum datang setelah pergi entah kemana meninggalkan pacarnya yang tidak jauh beda itu. ...
__ADS_1
..."Jangan salahkan aku tentang apa yang akan terjadi di masa depan" kata Nawa....
... Dia pergi....
... Soft dengan karakter yang sudah ia tahu....
... Berteriak....
..."Kau mau pergi kemana?!" teriak Soft. ...
... Berbalik ke arah Soft....
..."Pulanglah. Kau masih ingin hidup kan" kata Nawa....
... Dia dengan kedua ujung jemari tangan di dalam kedua saku depan masing-masing....
..."Hidupmu sudah berantakan jangan membuatnya jauh lebih kacau dengan ulahmu sendiri" kata Nawa....
... Kedua sahabat Nawa yang sedang bersembunyi di suatu tempat yang aman tidak bisa mendengar sama sekali isi obrolan mereka meski seharusnya hal itu bisa mereka dengar sedangkan untuk orang-orang yang sedang berbicara di sekitar mereka bisa mereka dengar....
... Nawa seperti meninggalkan lagi kesedihan untuk mantan sahabatnya itu sebuah kode halus untuk orang tersebut tetap menjaga diri agar tetap sehat tetap bisa menjalankan hidup dengan baik tetap bisa menggapai cita-cita yang ingin dicapai. Jangan lupa untuk mengingat batasan diri meski kau tidak mudah untuk dihancurkan tapi kau juga tidak akan pernah abadi hidup di dunia yang seharusnya menolak keberadaan bangsa mereka. Itu yang ada didalam diri Nawa tentang Soft....
... Dia jelas tidak menutupi rasa kecewanya terhadap orang yang baru saja diajaknya bicara itu....
..."Apa mereka sedekat itu?" tanya Eir....
... Masih melihat keduanya yang seperti selesai bertengkar....
..."Aku pernah melihat mereka bertiga dalam satu foto yang sama" kata Namir....
..."Bloom juga ada disana tapi sekarang ku kira itu sudah berlalu" kata Eir....
... Soft yang tidak diterima dengan perlakuan mantan sahabatnya yang sudah keterlaluan dalam menilai dirinya sekali lagi....
...Melepas tali tali balon ke udara....
... Mengejar Nawa....
..."Bug!" ...
... Dia mendapatkan sebuah pukulan keras di wajah pucatnya itu dihadapan banyak orang....
... Nawa sadar dan menghapus darah yang keluar dari dalam mulutnya di sudut bibir kirinya itu....
... Melihat darah itu di jemari tangan lalu menatap wajah Soft yang penuh kesal....
..."Kau tidak berubah memang seperti ini dirimu" kata Nawa....
... Dia mendapatkan lagi....
..."Bug!" ...
... Nawa tak berniat untuk membalas perbuatan yang dilakukan oleh Soft....
... Menekan suaranya kepada Nawa....
..."Jangan hanya karena kau tidak seperti orang-orang itu kau bisa semudah itu mengatakan orang lain lebih buruk dari mu" kata Soft....
... ...
... Tertawa sinis lalu tatapan tajam milik bangsa Blacwhe itu datang didalam diri Nawa....
..."Lihat!. Kau juga tidak berubah, apa kau tidak tahu apa yang sudah kau lakukan kepada pacarmu itu" kata Soft....
... Dia mendekat kepada gadis remaja itu tapi gadis itu enggan pergi karena takut dengan gertakan dari remaja laki-laki yang semakin menunjukkan karakter dari bangsa Blacwhenya itu....
... Dia akan mengeluarkan senjata dari telapak tangannya yang sudah mulai mengeluarkan perlahan darah dengan senjata yang siap menyerang gadis ini....
..."Kau pikir aku takut. Aku akan menjadi orang pertama yang kau bunuh" kata Soft....
..."Dan kau akan menyesalinya seumur hidupmu" kata Soft....
... Dia dan senjatanya yang kembali kedalam telapak tangan dengan darah yang menghilang mengudara dengan cepat....
... Serius dengan apa yang akan dia katakan kepada gadis yang membuatnya ingin peduli tapi ia juga tidak tahu akan bertahan sampai kapan....
..."Apa kau akan setuju jika aku mengatakan bahwa kita tidak jauh berbeda dengan mereka?" tanya Nawa....
..."Dan satu hal lagi. Jangan pernah meremehkan gadis yang sahabat mu sayangi" kata Nawa....
... Semakin mendekat ketika berbicara kepada mantan sahabatnya itu....
..."Karena apa, aku juga bisa jatuh cinta padanya kapanpun aku mau" kata Nawa....
..."Kau memang sangat cantik tapi dunia ini begitu sangat kompetitif dan kau paling paham akan hal ini" kata Nawa....
... Tak ingin karakter bangsa Blacwhe yang ada dalam diri semakin kuat muncul bertindak di luar kendali akhirnya dia memutuskan untuk benar-benar pergi dan gadis itu tidak bisa mencegahnya lagi untuk tetap pergi....
... ...
... Tak bisa berbalik dari arah yang Nawa ambil disana pula ada seseorang yang beranjak mendekat ke arahnya seseorang dengan tingkat kepercayaan yang sudah ia berikan belum juga menyerah untuk tetap percaya kepada orang itu....
... Dari kejauhan lambaian tangan kanan sambil tersenyum penuh ketulusan kepada gadis yang saat ini disebut sebagai pacarnya yang juga membalas keramahan yang sedang ia tunjukkan belum berhenti....
... Dari kejauhan yang juga sedang berpapasan dengan Nawa yang sedikit melirik ke arah Ren lalu pergi tanpa sebuah salam sapaan diantara keduanya yang memang tidak pernah akrab....
... Sedangkan untuk Nawa sambil pergi meninggalkan mereka berdua menggerakkan kedua tangan menjadi satu mengeluarkan kekuatan untuk menghapus ingatan kedua sahabatnya yang baru saja melihat kekuatan milik Ren yang ia ketahui akan melenyapkan mantan sahabatnya itu....
... Didalam pikiran....
..."Pantas ku telfon keduanya tak ada yang tersambung sejak sore tadi" kata Nawa....
... Nawa mengirimkan satu pesan kepada dua orang sekaligus ia kirimkan dengan isi pesan yang sama....
... Ren....
... Ren yang kembali untuk menemui kekasihnya yang terlihat sedang menunggu kemana ia pergi di beberapa menit yang lalu mencari waktu untuk menjawab rasa penasarannya terhadap orang lain....
... Memeluk Soft....
..."Sayang. Sorry, kau pasti sudah mencari ku sejak tadi" kata Ren....
... Menatap Ren....
... Sweet senyum Soft kepada pacarnya itu....
... Mengangguk manja....
..."Aku mencarimu tapi berhenti ketika kau menyuruhku untuk menunggumu disini" kata Soft....
... Menyentuh ujung hidung Soft dengan gemas....
... Membalas senyum Soft....
__ADS_1
... Kembali tangan kanannya berada dibelakang punggung gadis ini untuk memeluk lagi....
..."Pacar siapa ini?" tanya Ren....
... Dia belum berhenti dengan senyum manjanya itu....
..."Pacar kamu" jawab Soft....
..."Pacar aku?" tanya balik Ren....
... Dia sangat manis sikapnya didepan kekasihnya itu....
..."Iya. Pacar Ren" jawab Soft....
... Siapa dia?....
... Dia datang kembali....
... Mengamati dan memahami situasi ini....
... Dia juga tidak melewatkan kisah lain yang juga tidak jauh dari kisah ini....
... Hasil yang ia amati tentang mereka membuat ia harus segera menjauhkan orang lain dari seseorang yang harus bisa tidak ditakdirkan oleh Hoshie untuknya....
... Dia dengan suara menggema lagi datang didengar lagi oleh Dashie....
... Kini dia datang kembali sesuai peran yang dimainkan dalam kisah mereka yang tak mau sesuatu yang indah menurut pandangannya hilang dengan mudah akibat perbuatan keserakahan orang lain....
... Dia dan hanya Dashie yang bisa saling berinteraksi itu yang dia atur dengan kekuatannya sendiri....
..."Losen!"...
... Mantra itu ia ucapkan lagi menguasai atmosfer dan hanya benar-benar Dashie yang bisa mendengarnya bicara....
... Udara di luar sana tampak biasa tak ada racun dari bangsa Blacwhe yang tersebar....
... Hening ...
... Sangat tenang dan damai dengan suara mesin kendaraan yang ada disekitar kota juga bunyi kapal mesin yang berfungsi di sekitar sungai....
... Segar khas udara malam tanpa polusi berat....
... Menunggu waktu ini....
... Menggema lagi....
..."Kau pasti mendengarkan" ...
... Dia mendengar suaranya lagi melihat ke sekitar dengan samar ia lakukan agar orang yang sedang masih meraih lengannya tidak curiga....
... Tak ada yang bisa ia temukan suara itu menghilang menggema lalu dengan cepat menyebar di udara sangat lembut....
..."Kau harus selalu ingat seseorang kapan saja bisa berubah" ...
... Dashie mendengarnya lagi dengan bentuk suara yang sama dari seseorang yang cenderung bercirikan seorang pria sedang mengajaknya bicara....
..."Dia akan memberikan apa yang orang lain butuhkan begitu juga aku"...
... Berbalik lagi....
..."Bagaimana caramu membedakan siapa yang benar-benar berpihak padamu?" ...
..."Semua orang bisa melakukan apa yang dia bisa lakukan bahkan bisa sangat mudah" ...
... Mencari lagi....
... Di dalam keramaian dari berbagai kalangan usia sekitar tiga belas tahun hingga dua puluhan keatas....
... Dashie masih berada didekat Hoshie melihat para anak muda dipukul sembilan lebih lima puluh tujuh menit melakukan olahraga panjat tebing....
... Dia tidak menemukan lagi apa yang ia cari....
... Orang itu masih menguasai hati dan pikiran gadis ini belum ingin melepas dengan segera....
... Dia merasa seseorang sedang memperhatikan dirinya dari jarak yang tidak diketahui dan tidak pergi dari apa yang ia rasakan dari instingnya yang berbicara mengatakan ini sejak ia mendengar lagi suara yang sama sedang mengajaknya bicara lagi dalam menit menit terakhir....
... Memberanikan diri akan risiko yang tidak ia ketahui....
... Dashie mengajaknya bicara tanpa suara....
..."Apa yang kau inginkan dariku?" tanya Dashie....
..."Siapa kau sebenarnya?" tanya Dashie....
... Dia tak menjawab pertanyaan dari gadis ini....
... Hening....
... Dia belum melepaskan kekuatan yang ia gunakan untuk bisa saling berkomunikasi bersama dengan Dashie....
... Gadis ini merasakan sesuatu yang teramat membuat sangat sedih tapi ia tidak tahu itu apa mencari itu tapi ia kembali menemukan jalan buntu....
... Dia yang melihat ke arah lain tidak seperti sebelumnya fokus melihat para atlet panjat tebing yang sedang berlatih....
... Hoshie....
..."Wajahmu pucat" kata Hoshie....
... Telapak tangan sebelah kiri menyentuh dahi Dashie....
... Dia memeriksa suhu tubuh Dashie....
..."Suhu tubuhmu normal. Tidak dingin ataupun panas" kata Hoshie....
... Melepas tangannya yang memeriksa suhu tubuh dahi Dashie....
..."Apa kau merasakan sakit?" tanya Hoshie....
... Menggerakkan kepalanya untuk menatap wajah Hoshie lalu menggelengkan kepalanya pelan....
... Suara pelan tidak membuat kecurigaan dengan lawan bicaranya itu....
..."Aku baik-baik saja" kata Dashie....
..."Yang benar. Kalau tidak, ayo kita pergi ke rumah sakit" kata Hoshie....
..."Sudahlah. Aku tidak apa-apa" kata Dashie....
... Perhatian....
..."Beneran. Kini waktunya aku membalasmu" kata Hoshie....
... Meyakinkan....
__ADS_1
..."Aku baik-baik saja sebentar lagi kakak ku juga akan datang" kata Dashie....