
...Chapter 209: Aku suka atau tidak suka....
..."Boleh aku cerita sesuatu?" tanya Ans....
..."Cerita saja" jawab Nawa....
... Konsentrasi....
... Bersiap dengan cerita yang akan diceritakan diantara ketiga remaja yang sedang istirahat di jam istirahat pertama sekolah....
... Menunggu....
..."Kapan kau ceritanya?" tanya Nawa....
... Si Ketua Kelas sedang sibuk dengan komik yang sedang dibaca di dekat balkon depan kelas....
..."Aku punya teman dan dia memiliki banyak kepribadian" kata Ans....
..."Lalu" kata Ans....
... Memberi jeda waktu melirik ke arah Si Ketua Kelas yang sedang membalik halaman baru komik....
... Sedikit tidak sabar....
..."Sepertinya itu tidak penting" kata Nawa....
... Sangat antusias....
..."Penting. Penting banget!" kata Ans....
..."Aku heran, dia sebenarnya sangat perhatian kepada orang lain tapi sedikit ragu" kata Ans....
..."Dia bilang begini padaku" kata Ans....
... Membuat suasana menjadi teka-teki....
... Menunggu kalimat selanjutnya yang akan dikatakan oleh Ans....
... Dia bilang begini, dan bertanya ...
..."Aku harus bagaimana?"....
... Lanjut lagi, dia berkata "Aku ingin sekali bertanya, apakah dia baik-baik saja"....
... Ekspresinya jadi serius berbicara berbisik....
..."Dia bilang begini lagi "Kalau aku perhatian padanya, aku takut jika dibilang sebagai orang jahat" kata Ans....
..."Kenapa dia bilang begitu?" tanya Nawa....
..."Dia cerita padaku kalau temannya itu sedang sangat sedih" kata Ans....
... Membaca topik pembicaraan ketiganya....
... Mode berpikir....
..."Apa dia takut dikatakan sebagai penipu?" tanya Nawa....
..."Kau memang cerdas" kata Ans....
... Mulai sadar....
... Tatapan menakutkan untuk Ans....
..."Kau baru saja membaca isi pikiran ku?" tanya Nawa....
... Kesal....
..."Lagian kamu bagaimana sih. Kamu tidak seburuk yang orang-orang katakan. Mau perhatian saja mikirnya sampai ratusan ribu kali" kata Ans....
..."Marah saja sekalian padaku" kata Ans....
... Dia Si Ketua Kelas yang akhirnya memberikan respon dari obrolan ini....
..."Apa yang membuat kalian semangat sekali dalam berdebat?" tanya Gan....
..."Dia sedang bingung bagaimana harus bersikap kepada manusia" kata Ans....
... Mengikuti arah mata teman satu kelasnya yang kembali melihat orang lain yang ada di lapangan sekolah sedang bermain bola voli bersama teman-teman sekolahnya yang lain berbaur dengan jumlah pemain yang terhitung sebanyak sepuluh orang secara acak dari berbagai kelas dengan jumlah pemain wanita sebanyak empat orang dan selebihnya adalah remaja laki-laki yang ikut bergabung dalam permainan....
..."Dia hanya sedang penasaran" kata Gan....
... Sedikit meledek teman sekelasnya itu....
..."Kita tahu siapa yang dia suka" kata Gan....
... Lanjut dia lagi, dan berkata "Selain buku"....
... Mendapatkan respon dari orang yang sedang dibicarakan oleh ketua kelas....
..."Apa yang harus ku jelaskan semuanya sudah tahu tentang siapa yang ku suka" kata Nawa....
... Dia pergi akan menuju arah anak tangga berpapasan dengan siswa-siswa lain yang juga sedang berlalu lalang di depan kelas mereka....
..."Apa aku terlalu memperjelas situasi mereka?" tanya Gan....
..."Manusia sering melakukan hal semacam ini hanya untuk membuat diri mereka jauh lebih hebat dari orang lain" kata Ans....
... Kini malah jadi Ans yang ngambek sama Gan....
..."Ansel" kata Gan....
..."Sorry" kata Gan....
... Tidak mau berbalik melihat orang yang disayang lalu pergi menuju arah yang sama yang diambil oleh Nawa sebelumnya....
... Berjalan mengejar Ans dengan kecepatan berjalan yang ditambahkan lalu ia berbalik melihat ke arah Gan....
... Senyum hangat....
..."Ayo ikut aku!" ajak Ans....
..."Kemana?" tanya Gan....
..."Ikut aku!" kata Ans....
... Berjalan cepat ke arah Gan lalu menarik tangannya untuk mengajaknya pergi mengejar Nawa....
... Di area lapangan sekolah....
... Dia duduk di tempat duduk yang tersedia di depan lapangan sekolah setelah selesai melakukan olahraga di pelajaran kedua hari ini....
... Entah apa yang dilakukan oleh remaja laki-laki itu yang terlihat oleh Jeje....
... Memandang langit duduk di sebelahnya tanpa merasa terganggu oleh siapapun dengan tangan kiri diangkat ke atas menutupi cahaya matahari yang datang mengarah ke arah wajah....
... Percaya diri....
..."Jika kau terus menatapku seperti itu maka kau akan jatuh cinta padaku" kata Nawa....
... Datar....
... Dia dan sisi dirinya yang baru diketahui oleh teman sekolahnya itu....
..."Kita berdua terlihat akrab bukan berarti benar-benar seakrab yang orang lain bayangkan" kata Jeje....
... Menarik tangannya kembali tidak melihat keatas langit lebih memilih bertumpu di setiap sisi kanan dan kiri mengalihkan fokus dengan menatap wajah gadis disebelahnya itu....
... Tiba-tiba saja....
... Menyentuh wajah Nawa....
... Hening....
..."Kau bukan tipeku" kata Jeje....
... Menarik tangannya kembali dari wajah remaja laki-laki di depannya sekarang lalu dicegah oleh pemilik wajah yang baru saja disentuh olehnya....
..."Seseorang bisa menyukaimu dengan sikapmu ini" kata Nawa....
... Yakin....
..."Dan itu bukan kamu" kata Jeje....
__ADS_1
... Lembut wajah Nawa tanpa kepalsuan....
..."Kenapa tidak?" tanya balik Nawa....
..."Kenapa kau bersikap seakan hanya aku yang pantas untukmu?" tanya Jeje....
... Dan tangan Nawa menggenggam tangan kiri Jeje....
..."Kau memiliki sesuatu yang ku cari selama ini" kata Nawa....
... Melepas genggaman tangannya dari tangan Nawa....
..."Tiba-tiba kepalaku sakit" kata Jeje....
... Dia berlari menuju arah ruang kesehatan sekolah menjauh dari tempat Nawa ada disana diantara siswa lain yang juga sedang menyaksikan pertandingan bola voli....
... Melihat telapak tangannya memeriksa apakah ada kesalahan yang sudah diperbuat sehingga seseorang langsung sakit ketika berada di dekatnya atau memang orang yang dia maksud sedang sakit....
..."Aku hanya mengatakan apa yang ingin ku katakan" kata Nawa....
... ...
..."Hasilnya, aku malah terkesan tidak tulus" kata Nawa....
... Dia kembali dengan fokusnya yang lain....
... Melihat Yellow bermain bola voli. ...
... Dari arah ruang kesehatan....
... Jeje menggeser tirai jendela ke arah kanan untuk membantu sinar matahari masuk kedalam ruangan tersebut. Gadis berseragam olahraga ini mengikat rambutnya ke belakang dengan ikat rambut berwarna coklat....
... Kembali melihat ruang kesehatan yang sedang tidak ada siswa atau siswi lain selain dirinya yang baru saja meminum obat sakit kepala....
... Merasakan kehadiran makhluk lain selain dirinya ada di dalam ruangan tersebut segera dia memutuskan untuk pergi meninggalkan ruang kesehatan berjalan lebih cepat keluar dari dalam sana....
... Nawa ada di depan ruang kesehatan....
... Tidak terkejut malah takut....
..."Apa yang kau lakukan disini?" tanya Jeje....
... Suara tulus....
..."Menunggumu" jawab Nawa....
... Helaan nafas seakan dari Jeje datang tidak mau untuk menanggapi perhatian seseorang terlebih itu seorang mantan kekasih sahabatnya itu....
... Pergi....
... Pergi ke arah lain menuju area lapangan sekolah lagi....
... Melihat waktu yang masih sepuluh menit lagi untuk melanjutkan jam pelajaran olahraga yang baru saja di jeda untuk istirahat para siswa juga Jeje bersama teman-teman satu kelasnya....
... Nawa belum berhenti untuk mengikuti Jeje....
... Di lihat oleh Ans dan Gan yang sedang menikmati es krim mochie dari atas kelas tepatnya di depan ruang seni yang menghadap di area lapangan menyaksikan teman-teman mereka bermain bola basket menghadap ke arah timur berjarak sekitar lima puluh meter dari arah kedua teman mereka....
..."Apa dia sedang bosan?" tanya Ansel....
..."Aku berdoa Nawa suka beneran sama Jeje" kata Gan....
..."Ternyata dugaan ku benar" kata Ans....
..."Dia memang pandai dalam segala hal" kata Ans....
... Melirik ke arah Si Ketua Kelas....
... Memakan es krim pelan sambil menerima tatapan mata dari orang yang sedang mulai terlihat mencurigai sikapnya ini....
..."Aku tidak pernah memberi harapan palsu kepadanya" kata Gan....
..."Beneran" kata Gan....
... Belum percaya....
..."Tapi, dia tipe ideal untuk dijadikan lebih dari pacar" kata Ans....
..."Kenapa jadi begini?" tanya Gan....
... Kesal....
... Dia memakan lagi es krim rasa pineapple yang ada didalam box mini di kedua tangan sedangkan untuk Gan tak bisa membela diri dengan sikap Ans yang tiba-tiba berubah moodnya....
..."Marah saja. Lagian ini nggak bakalan lama" kata Gan....
... Melihat lagi Nawa yang belum berhenti untuk mengenal lebih jauh tentang Jeje seperti yang sedang dilakukan sekarang....
... Tak ada yang ditunggu oleh Jeje dari seorang Nawa yang ada di sisi kirinya melihat permainan bola voli yang belum berhenti mereka asyik untuk memainkan permainan ini yang sudah dilakukan hampir tujuh belas menit yang lalu....
... Menyilangkan kedua tangan dan Nawa mengikuti apa yang dilakukan oleh Jeje yang membuat ketidaknyamanan datang dari Jeje lalu berhenti untuk melakukan hal itu....
..."Apa kau tidak sibuk?" tanya Jeje....
..."Tidak" jawab Nawa....
... Tidak saling melihat satu sama lain tapi satu arah yang sama ke depan dalam melihat apa yang ada didepan mata....
..."Ayo kita jadian?" tanya Nawa....
... ...
... Tidak terkejut....
..."Jadian?" tanya Jeje....
..."Ya. Kita pacaran?" tanya Nawa....
... To the point....
..."Kau sedang merindukan seseorang?" tanya Jeje....
..."Atau kau lelah dengan kisah asmara mu?" tanya Jeje....
... Tertawa lalu menatap ke arah Jeje dengan senyum menenangkan untuk Jeje....
..."Aku baru tahu kau memiliki sifat ini" kata Nawa....
... Berkata realita....
..."Mungkin karena kau baru mengenalku" kata Jeje....
..."Aku bisa lebih dari ini" kata Jeje....
... Mendekat ke arah Nawa....
... Dia tidak bergerak menjauh atau mendekat dari arah Jeje ketika temannya ini terus mendekat ke arahnya....
... Semakin mendekatkan diri ke arah bagian sisi kiri telinga Nawa lalu berbisik dengan suara tanpa dibuat-buat terkesan menggoda seorang pria....
..."Aku suka atau tidak suka?" kata Jeje....
... Dia belum berhenti berbisik lalu melanjutkan kata-katanya lagi....
..."Aku bukan seperti orang yang kamu pernah kenal" kata Jeje....
... Jeje menjauh kembali ke tempat semula melihat lurus ke depan melihat teman-temannya sedang bermain bola voli....
... Tersipu....
..."Kau menyukai physical touch?" tanya Nawa....
... Melirik ke arah Nawa....
..."Aku hanya tidak ingin dibilang munafik" kata Jeje....
... Respon dari Nawa seketika tanpa kepalsuan....
..."Good girl" kata Nawa....
... Mulai menggoda....
..."Kau tipe wanita yang tidak mau dirugikan oleh siapapun" kata Nawa....
__ADS_1
..."Of course" jawab Jeje....
... Kembali dalam mode ceria....
... Wajah itu membuat Nawa tidak ingin cepat pergi dari sisi temannya itu....
..."Hentikan semua ini. Aku tahu kau suka wanita yang lucu" kata Jeje....
..."Aku tidak selucu mantan mu" kata Jeje....
..."Kenapa harus jadi seperti mantan ku?" tanya Nawa....
..."Jadilah dirimu sendiri" kata Nawa....
... Berubah moodnya lagi jadi serius lagi....
..."Ayo kita jadian?" tanya Nawa....
... Dia juga serius....
..."Kau yakin?" tanya Jeje....
... Saling melihat satu sama lain dengan tatapan lebih mendalam....
..."Yakin" kata Nawa....
... Bel masuk kelas berbunyi terdengar ke seluruh bagian sekolah....
... Waktu berjalan mundur....
... Pukul enam lebih tiga menit....
... Di tempat bermain biliar milik Hoshie....
..."Sepulang kerja ada waktu?" tanya Hoshie....
..."Ada apa. Kau perlu bantuanku?" tanya Dashie....
... Jeda dua detik....
..."Aku mau nongkrong bersama teman-temanku" kata Hoshie....
..."Bisakah hari ini kamu juga ikut?" tanya Hoshie....
... Memberi waktu untuk Dashie mengambil keputusan....
..."Bagaimana yah … sepertinya aku tidak bisa" jawab Dashie....
... Nada suara mengharap agar gadis yang sedang diajak bicara dengannya mau ikut ke acara yang dia tawarkan....
..."Kenapa?" tanya Hoshie....
... Merengek....
..."Sekali saja. Ikut saja tak apa kan?" tanya Hoshie....
..."Nggak mau" jawab Dashie....
..."Kenapa nggak mau?" tanya balik Hoshie....
..."Ada aku juga disana. Aku janji nggak akan pergi ninggalin kamu" kata Hoshie....
..."Nggak mau" kata Dashie....
..."Beneran?" tanya Hoshie....
..."Padahal aku berharap kami mau ikut" kata Hoshie....
..."Sorry" kata Dashie....
... ...
... Jeda waktu dua detik....
..."Kalau aku hanya mau ketemu sama kamu nggak mau yang lain" jawab Dashie....
... Jadi senyum-senyum sendiri setelah mendengar kalimat yang diucapkan oleh wanita yang dia sayang....
..."I love you" kata Hoshie....
..."Ini masih pagi. Sudah dulu, aku akan pergi bekerja" kata Dashie....
..."Hati-hati di jalan" kata Hoshie....
..."Jangan lupa bawa jaketmu" kata Hoshie....
... Sedang terburu-buru....
..."Hmmm" jawab Dashie....
... Obrolan berakhir....
... Hoshie yang sedang bersama dengan teman-temannya sedang membuat roti lapis di dapur tempat usahanya sebelum memulai aktivitas mereka dipagi hari....
... ...
... Menggoda....
..."Hoshie line!" kata Sky....
... Mengambil roti lapis yang baru dibuat olehnya....
... Hoshie tak bisa berkutik lalu membuat lagi roti lapis dengan keju dan daging panggang baru....
..."Thanks" kata Sky....
... Oryn baru saja bangun dari tidur lalu membuka lemari pendingin mengambil jus mangga yang ada di dalam kulkas....
..."Buatkan satu untuk ku" kata Oryn....
... Dia mengambil satu kursi yang berada didekat meja dapur duduk sambil melanjutkan meminum jus mangga....
... Hoshie akan membuat satu roti lapis lagi untuk Oryn lalu melihat ke arah Crew yang masih tertidur diatas sofa di dekat Sky yang sedang memakan roti lapis buatannya tadi....
... Dia membuat lagi beberapa roti lapis lebih banyak lagi untuk breakfast....
... Meledek....
..."Aku baru tahu kalau kau bisa masak" kata Oryn....
... Berteriak....
..."Ini lezat!" kata Sky....
... Dia lanjut lagi memakan roti lapis buatan Hoshie sambil melihat layar ponsel....
..."Dia yang mengajariku membuat ini" kata Hoshie....
... Sambil minum jus lagi....
... Selesai di tegukan ketiga....
..."Kenapa aku khawatir dengan situasi ini?" tanya Oryn....
... Memanggang slice beef diatas alat pemanggang....
..."Kau memang tidak jauh beda dengan kekasih mu" kata Hoshie....
... Melihat Hoshie yang jauh lebih menunjukkan sisi manusia tak seperti yang dulu sahabatnya itu yang dia kenal perubahan kali ini jauh lebih terlihat nyata tanpa sebuah rencana yang tidak terlalu nyaman untuk diperjelas dengan semua sifat seseorang. ...
... Kritis....
..."Kau sudah siap jika kehilangan seseorang?" tanya Oryn....
... Sambil membalik slice beef lalu menaruhnya di atas roti yang sudah dipanggang barusan....
..."Tidak" jawab Hoshie....
..."Kau serius?" tanya Oryn....
... Tak ada jawaban lagi yang ada hanya semangat pagi disaat sahabatnya itu sedang membuat menu breakfast diatas piring sudah hampir siap untuk dihidangkan diatas meja....
... Menaruh potongan tomat Cherry di atas piring yang sama dengan mushroom serta sayuran lain yang berada dalam satu piring yang sama bersama dengan roti lapis yang dia buat....
__ADS_1
... "Kenapa hasil masakan ku tidak seperti buatan nya?" tanya Hoshie....