Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 122: Tidak bohong.


__ADS_3

...Chapter 122: Tidak bohong....


... Dia yang berusaha menjadi pria yang tetap cool di depan Callie....


... Kepada diri sendiri depan Callie yang juga sedang membalas tatapan darinya....


..."Kenapa aku jadi salah tingkah begini?" tanya Jarrel....


..."Cari cara agar kecanggungan ini tidak berlangsung lama" kata Jarrel....


... Dashie yang sedang membantu mengantar makanan di salah satu meja di dalam cafe tak sengaja melihat kedua orang yang diketahui olehnya sebagai sepasang kekasih ada di dalam cafe yang sama....


... Menoleh lagi setelah baru saja menaruh beberapa menu makanan dari nampan yang lumayan besar pesanan dari para pengunjung....


... Dia yang sedang memperhatikan sahabatnya yang sedang terlihat tak banyak tingkah didepan seorang wanita....


..."Dunianya mudah sekali dikelilingi oleh banyak wanita tapi lihat" kata Dashie....


..."Aku tidak tahu sebenarnya dia itu suka Callie atau tidak tapi dia bilang Owen pacarnya sekarang" kata Dashie....


..."Setahuku dia bukan tipe orang yang membuat orang lain bingung" kata Dashie....


... Dashie kembali lagi ke dapur cafe....


... Tapi, berhenti sebentar dia teringat lagi siapa yang tadi ikut bersama dengannya kedalam cafe....


... Melihat ke arah Po....


..."Darimana Nawa mendapatkan gadis semanis itu?" tanya Dashie....


... Po terlihat menikmati waktunya untuk digunakan untuk membaca buku tanpa ada keluhan apapun padahal sudah hampir empat puluh menit ditinggal oleh Dashie yang sedang bekerja....


..."Tapi, seingatku Nawa menyukai gadis lain. Apa dia tak apa?" tanya Dashie....


..."Ada apa dengan diriku. Aku seperti tidak ada kerjaan saja mengurusi hidup orang lain" kata Dashie....


... Dia kembali ke dapur sambil melepas apron hitam yang ia kenakan....


... Menerima camilan yang diberikan oleh salah satu waiters....


..."Terimakasih" kata Dashie....


... Pria salah satu dari karyawan Xie....


..."Iya. Sama-sama" kata karyawan Xie tersebut....


... ...


... Dia yang masih memakai masker putih sejak masuk ke dalam dapur cafe akan datang ke meja tempat di sana ada Po yang masih membaca buku....


... Menaruh piring yang berisi taco beserta sausnya....


..."Sorry. Kau kubiarkan sendirian disini" kata Dashie....


..."Tidak. Aku tidak merasa seperti itu" kata Po....


... Dia masih dengan Po yang imut....


..."Oh ya. Ini sudah hampir habis" kata Po....


... Menunjuk ke arah minuman yang tadi Dashie berikan padanya empat puluh menit yang lalu....


... Dashie yang sudah duduk didepan Po....


..."Coba ini juga" kata Dashie....


... Dashie melepas masker yang ia pakai....


... Dashie memulai memakan makanan yang ada di atas piring mengawali menikmati perlahan makanan yang berisi sayur dan irisan tipis daging dengan mencelupkan ke dalam saus tomat yang ada di sebelah piring berisi camilan....


... Po mulai mengambil makanan yang juga dimakan oleh Dashie....


... Po yang dilema dengan keputusan yang akan diambil....


... Dia ingin bertanya kepada Dashie tentang kejadian semalam tapi ia berpikir apakah pertanyaan ini tidak berakibat buruk atau bisa saja menjadi sesuatu yang salah paham mengingat ditempat itu sedang dibangun sebuah proyek perumahan pasti jika ia bicara tentang hal ini lalu bagaimana dengan nasib dari bisnis itu beserta para karyawannya....


..."Dia hanya hantu. Mungkin saja hanya sekedar lewat kemarin malam" kata Po....


..."Tapi, benarkah. Ini akan tidak berdampak buruk dimasa depan kelak" kata Po....


..."Aku akan mengatakannya nanti ketika ada beberapa orang lain yang juga melihat kejadian ini" kata Po....


..."Aku khawatir dengan apa yang akan aku katakan hanya akan menimbulkan rumor yang tidak jelas" kata Po....


... Dashie melihat Po yang sedang mengaduk minuman yang tadi dibuat olehnya....


... Memperhatikan sambil menghabiskan taco yang ada di tangan masih tersisa yang sudah dimakan sepertiga bagian....


..."Kau sedang memikirkan apa?" tanya Dashie....


..."Aku sedang memikirkan buku yang habis aku baca" kata Po....


..."Buku?" tanya Dashie....


... Dashie melihat sambil memeriksa buku yang sedang dibaca oleh Po dan ternyata buku itu adalah miliknya yang tempo hari dipinjam oleh Hoshie....


..."Dia juga membaca ini?" tanya Dashie....


... Yang ia maksud adalah Nawa....


..."Buku dari Ten ternyata sangat berguna. Aku jadi teringat dia lagi. Bagaimana kabarnya sekarang?" tanya Dashie....


... Menghabiskan taco dalam suapan terakhir....


... Keduanya dengan isi pikiran masing-masing menyatu dalam perjamuan makan malam ini....


... Po yang juga kepikiran dengan perubahan yang pernah dilihat dari dalam diri Hoshie sama juga pernah ia lihat dari sisi Nawa juga Bloom....


..."Dimana Bloom sekarang. Bahkan jasadnya belum ditemukan lalu apakah dia bisa kembali" kata Po....


..."Apakah dia juga masih hidup. Dia sungguh misterius" kata Po....


... ...


... Po lalu mengambil taco yang ada didepannya untuk makan malam memakan sedikit demi sedikit....


... Dia juga lanjut membaca buku milik Nawa tanpa mereka sadari waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam....


... Dashie yang juga sedang membaca e-book dari dalam ponsel....


... Jarrel yang berada tidak jauh dari mereka baru sadar ada sahabatnya sedang makan malam juga ditempat yang sama begitu juga dengan Callie yang akan keluar dari dalam cafe setelah selesai makan malam bersama dengan sahabat dari sahabatnya....


..."Eh. Kamu disini juga" kata Jarrel....


... Dashie berdiri....

__ADS_1


..."Kalian. Iya, nih. Kalian sudah selesai?" tanya Dashie....


..."Iya. Baru mau pulang" kata Owen....


... Antara ingin tetap mengobrol dengan sahabatnya tapi juga ingin segera pulang tentu ini hal yang harus dilakukan agar mereka berdua tidak terkesan seperti biasa mengobrol biasa selayaknya sebagai sepasang sahabat....


... Jarrel menunggu respon selanjutnya dari Callie ingin seperti apa yang ia inginkan. Dia sedang menganalisa....


..."Sorry. Kita nggak bisa lama" kata Jarrel....


..."Ok. Kalian pulang saja, hati-hati dijalan. Mungkin akan sedikit macet" kata Dashie....


... Jarrel dengan sifatnya yang baik membawa Callie pergi berencana untuk mengantarnya pulang....


... Dari tempat yang sama dia yang sedang terlihat menyibukkan diri ternyata memperhatikan keduanya sejak mereka memulai makan malam ditempat itu sesekali sambil membalikkan halaman buku yang sedang ia baca....


... Mendekatkan diri wajahnya kepada Dashie....


..."Aku ingin memiliki kisah cinta seperti mereka" kata Po....


... Dashie juga mendekatkan diri kepada Po berbisik kepada remaja putri didepannya....


..."Aku juga. Mereka tak pernah terlihat berselisih atau apapun itu" kata Dashie....


... Masih saling berbisik....


..."Ini sangat langka. Sungguh mereka sangat luar biasa" kata Po....


..."Kau benar lalu bagaimana dengan kita?" tanya Dashie....


... Berhenti saling berbicara berbisik keduanya menarik saling menjauh ketempat duduknya semula....


... Dashie dengan layar ponsel ditangan sedangkan untuk Po kembali melihat halaman buku yang ia baca lagi....


... Dia, Po mendapatkan kabar dari pesan yang dikirimkan oleh Nawa baru saja....


..."Kau masih di cafe?" tanya Nawa....


..."Tak usah menjemput ku" kata Po....


... Dibalas langsung oleh Nawa....


..."Siapa yang akan menjemputmu. Aku akan pergi kesuatu tempat, kau pulang sendiri" kata Nawa....


... Po dengan reaksinya mulai marah lagi dengan perhatian yang ia terima sendiri dari pacarnya yang selalu bersikap seperti ini lagi dan lagi....


... Po sedang mode mengetik mencari kata yang tepat untuk membalas pacarnya itu....


..."Tak usah khawatir. Aku yang selalu bisa jaga diri" kata Po....


... Dibalas oleh Nawa langsung....


..."Ya sudah kalau begitu" kata Nawa....


... Po terlihat gemas ketika membalas pesan dari seseorang terlihat oleh Dashie....


... Tak disangka seseorang yang baru saja mengirim pesan kepada Po ada muncul disebelahnya sendiri....


..."Ya Tuhan" kata Po....


... Dashie melirik siapa yang baru saja datang....


... Sedikit senyum ramah untuk Nawa....


... Nawa yang selalu terlihat cool tapi tetap ramah ketika bertemu dengan Dashie....


... Tidak kaget dengan sapaan ini....


..."Kau tidak duduk!" tanya Dashie....


... Ditarik oleh Po agar mau duduk disebelah kanannya segera....


... Nawa menuruti apa yang diperintahkan oleh kekasihnya itu....


... Po memanggil waiters lalu memesankan makanan untuk Nawa juga minumannya sekaligus untuk makan malam....


... Dia sambil akan memakan taco tanpa saus....


..."Dimana kak Hoshie. Aku tidak melihatnya di sekitar sini?" tanya Nawa....


... Memakan taco sambil menunggu jawaban dari Dashie....


..."Dia sibuk. Kau tahu itu" kata Dashie....


..."Sibuk. Tidak biasanya, dia selalu ada waktu meski sibuk jika itu tentangmu" kata Nawa....


... Dia yang biasanya terlihat dingin susah didekati menjadi seperti orang yang penuh rasa simpati....


... Melihat ke kedua wanita di dekatnya saat ini perlahan sambil mengunyah makanan....


... Mengambil inisiatif....


..."Oh, sorry" kata Nawa....


... Dia kembali dengan karakter dinginnya tidak mudah untuk didekati oleh orang lain....


... Menghabiskan makanan yang ada di tangan....


... Memperhatikan buku yang kekasihnya sedang baca lagi....


..."Itu milik kak Dashie. Sorry, aku penasaran dengan buku itu" kata Nawa....


..."Aku lupa memberitahumu" kata Nawa....


..."Habiskan makananmu" kata Dashie....


... Nawa yang akan pergi untuk menjawab panggilan dari seseorang....


..."Sebentar" kata Nawa....


... Menjawab telepon dari seseorang sambil sesekali melihat ke arah Dashie dan kekasihnya....


... Dia yang sedikit agak harus ekstra sabar ketika berbicara dengan Hoshie....


..."Sudah ku bilang. Dia baik-baik saja" kata Nawa....


..."Kalau kau tidak percaya datang saja kemari" kata Nawa....


... Selesai berbicara dengan Hoshie lalu kembali datang ke meja cafe tempat ia duduk disebelah kanan Po sebelumnya menerima panggilan telepon dari orang yang sudah dianggap sebagai kakak sendiri....


... Hening selama sepuluh menit....


..."Oh ya. Apa kakak sudah tahu?" tanya Po....


... Sedikit penasaran....

__ADS_1


..."Apa itu?" tanya Dashie....


..."Kakak lihat bangunan di sebelah tempat tinggal kakak. Itu adalah rumahku" kata Po....


... Puas dengan rasa penasarannya terhadap apa yang akan diceritakan oleh Po....


..."Ternyata kau tetanggaku sekarang. Kita bisa pergi bersama kapan saja kalau begitu" kata Dashie....


... Semangat ceria....


..."Tentu saja" kata Po....


... Nawa merasa dia tidak ada disana meski berada dekat disisi mereka ada diantara keduanya sedang mendengar dan memperhatikan obrolan yang dibicarakan oleh mereka....


... Nawa kembali dengan buku yang ia ambil dari dalam tasnya sendiri ...


... Membaca buku yang baru saja ia ambil sambil mengisi waktu luang yang ada....


... Dashie sedikit melirik ke arah kedua pasang kekasih ini....


..."Ini gaya pacaran mereka?" tanya Dashie....


..."Ternyata seperti itu mempunyai pasangan yang bisa dibilang anak pintar" kata Dashie....


..."Lama-lama aku terlihat memandang orang lain selalu secara subjektif" kata Dashie....


... Arah pola pikirnya yang kian berubah....


..."Ini tidak boleh terus seperti ini" kata Dashie....


..."Apalagi terus menilai benar atau salah kepada siapapun itu tapi aku juga perlu berpikir negatif kepada orang lain" kata Dashie....


..."Ahhh. Aku kembali dengan masalahku sendiri dan menganggap kisah hidup orang lain sama dengan alur hidup ku" kata Dashie....


... Dashie yang sedang melihat layar ponsel yang memberikan jeda waktu untuk merenungkan kejadian yang membuatnya banyak berpikir apakah akan terus berteman dengan Hoshie atau tidak....


... Dia datang dengan tas kantor coklat beserta setelan kantor kemeja panjang biru muda serta celana formal hitam juga sepatu pantofel hitam....


... ...


..."Boleh aku bergabung?" tanya Ten....


... Dashie mempersilahkan kursi untuk Ten....


..."Silahkan saja" kata Dashie....


... Nawa yang sedang dalam mode waspada dengan orang yang baru saja datang bergabung dengan mereka dalam satu meja yang sama....


... Melihat ke sekeliling tak ada seseorang yang terlihat datang bersama dengan Ten....


... ...


..."Kau sendirian saja?" tanya Dashie....


... Mengambil kursi dari sisi kiri Dashie....


... Memandang Dashie....


..."Ehmm" jawab Ten sambil mengangguk....


... Saling melihat satu sama lain memulai obrolan....


... Diperhatikan oleh kedua pasang kekasih di depan mereka yang saling mendekat kompak agar tidak mengganggu keduanya yang terlihat kembali akrab....


... Berbisik Po....


..."Kau kenal orang ini?" tanya Po....


... Nawa ikut berbisik berbicara....


..."Aku tahu tapi tidak begitu mengenal orang ini" kata Nawa....


..."Siapa dia?" tanya Po....


..."Kau akan tahu sebentar lagi" jawab Nawa....


... Pesanan makanan yang Po pesan baru saja datang lalu menyusul kemudian Ten yang memesan makanan yang memang berniat akan makan ditempat ini dimana secara kebetulan bertemu dengan Dashie....


... Ten selesai memesan makanan lalu kembali memulai obrolan lagi....


..."Ini, Nawa kan dan ini?" tanya Ten....


... Memperkenalkan kekasih barunya....


..."Ini pacarku, Po" kata Nawa....


..."Oh begitu. Senang berkenalan dengan Nona Po" kata Ten....


... Dia, Po mengangguk sopan dan ramah kepada Ten....


... Dia terlihat agak berbeda dengan seseorang lebih sedikit memberikan kesan menarik dari seseorang yang pernah ia kenal....


... Po yang mulai curiga dengan peran yang diperankan oleh pria dengan style good boy tapi juga bad boy ini....


... ...


... Ten yang memberikan perhatian kepada Dashie....


... Sedangkan untuk Po dan Nawa kembali dengan aktifitas mereka berdua untuk melanjutkan makan malam bersama....


..."Apa akhir-akhir ini kau sangat sibuk?" tanya Ten....


..."Lumayan" kata Dashie....


..."Kau terlihat jauh lebih sibuk dariku" kata Dashie....


... Dia melihat sebuah tanda yang pernah ia buat dari bagian sebuah buku....


... Ten melihat buku yang tempo hari diberikan olehnya sedang dibaca oleh orang lain yang saat itu juga ada Dashie....


... Mulai agak sedikit canggung dengan pertemuan kembali sepasang kekasih yang sudah putus ini....


... Bagaimana harus berkata untuk melanjutkan obrolan yang jelas akan bertambah canggung jika mereka tetap dengan sikap ini yang tidak saling memberikan kesempatan untuk kembali terbuka meski itu sedikit....


..."Apa aku terlalu jahat jika tak banyak mengajaknya bicara?" tanya Dashie....


..."Dia pasti akan merasa tidak nyaman dengan situasi ini" kata Ten....


... Ten yang sudah melihat dengan status dari Dashie yang sudah menjadi milik orang lain membuatnya sedikit memberikan jarak agar tidak terjadi kesalahpahaman terlebih dengan Rio yang sudah mengetahui bahwa mereka berdua pernah menjadi sepasang kekasih....


... Nawa yang sedang menyaksikan kecanggungan ini baru saja mengirim pesan kepada Hoshie....


..."Dia sudah pulang. Kau mau apa kemari?" tanya Nawa....


..."Kau tidak bohong kan?" tanya Hoshie....

__ADS_1


... Balas Nawa....


..."Tidak!" ...


__ADS_2