
...Chapter 103: Segera kembali....
... ...
... ...
... Hoshie sudah tidak bisa membuat siapapun dari bangsa Blacwhe atau Xoco bisa mendengar gadis yang dia sayang terlihat ataupun terdengar sedang menangis saat ini yang diatur hanya bisa didengar olehnya....
... Pria ini sedang duduk menikmati makan malam dengan suara isak tangis untuk kesekian kali yang membuat hatinya ikut sedih ada dibalik sikapnya yang tersembunyi berbeda dengan apa yang diperlihatkannya sekarang. ...
..."Apa tanganmu masih sakit?" tanya Nawa....
... Hoshie tidak menjawab dia sibuk berusaha untuk memotong daging steak medium yang ada di atas piring....
..."Lakukan sendiri. Aku tidak akan membantumu" kata Nawa....
... Dia lanjut memotong steak yang sedang berusaha dimakan olehnya....
... Tiga menit berlalu....
..."Kau tidak membutuhkan asisten pribadi?" tanya Nawa....
..."Sejauh ini tidak perlu" jawab Hoshie....
... Akhirnya satu potong daging steak bisa dimakan olehnya dan itu juga terlihat masih kesulitan untuk disantap....
... Kembali terdengar suara tangis itu hingga akhirnya Hoshie didepan Nawa terlihat menyerah untuk melanjutkan makan malam....
... Melihat Nawa....
..."Kenapa?" tanya Nawa....
... Dengan kedua alat makan yaitu garpu dan pisau makan....
..."Siapa gadis itu?" tanya Hoshie....
..."Yang mana?" tanya balik Nawa....
... Dia mulai kesal....
..."Siapa lagi pacarmu itu?" tanya Hoshie....
... Mengunyah makanan di mulut dengan perlahan....
... Hoshie sengaja dibuat untuk menunggu jawaban....
..."Po. Dia masih menjadi pacarku" kata Nawa....
... Menaruh peralatan makan diatas piring....
..."Dia satu sekolah denganmu?" tanya Hoshie....
..."Satu kelas" kata Nawa....
..."Pilihan tepat untuk menjadikannya musuh" kata Hoshie....
... Nawa akan makan potongan steak lagi di garpu yang ia pegang di tangan sebelah kiri lalu melihat Hoshie....
..."Kau paling berpengalaman disini" kata Nawa....
... Menyantap steak di garpu memakannya tetap dengan karakter Nawa yang dingin....
... Hoshie jauh lebih dingin sikap yang ia tunjukkan....
... Dashie sudah terdengar lagi sedang menangis....
..."Aku tidak tahu apakah aku sedih" kata Dashie....
..."Tapi ini terasa biasa saja tanpa beban yang begitu berat" kata Dashie....
..."Perasaan yang aku rasakan tidak begitu membebaniku" kata Dashie....
... Hoshie ikut senang dengan kondisi perubahan perasaan yang sedang dialami oleh gadis yang masih didalam pantauannya itu....
..."Kau mau kemana?" tanya Nawa....
..."Tidur" kata Hoshie....
... Dia mengambil bagian ruang kapal pribadi yang juga merupakan kapal wisata miliknya sendiri....
... Nawa melanjutkan makan malamnya sendirian diatas perahu berteknologi mesin tersebut....
... Dia belum berhenti untuk memperhatikan orang ia sayang kini gadis itu masuk kedalam toko lalu kembali ditempat semula dengan gitar yang sama yang dua jam tadi dari waktu sekarang digunakan untuk bermain gitar....
... Hoshie dari sela jendela kamar kapal melihatnya lagi sebelum istirahat di dalam ruang istirahat....
... Memetik gitar dengan lagu yang akan dinyanyikan....
..."Dia bisa bermain gitar" kata Hoshie....
... Dashie....
... Hari ulang tahun di tahun kemarin untuk seorang Hoshie bingung harus memberikan hadiah ulang tahun apa untuk gadis yang ia sayang untuk memberikan sebuah gitar dia berpikir seharian penuh....
... Satu tahun sebelumnya hari disaat Dashie ulang tahun....
... Di toko peralatan musik datang Hot dengan antusias diikuti oleh Hoshie dibelakangnya yang hanya berniat ingin mengantar sahabatnya untuk mencari gitar....
... Hingga berada disebuah toko peralatan musik dengan niat nekat membeli sebuah gitar meski ia tahu gadis yang ia sayang tidak bisa memainkan alat musik ini....
... Mencari gitar sesuai yang dibutuhkan dan akhirnya....
... Sampai berebut dengan sahabatnya yang memang membutuhkan gitar yang sama yang dipilih oleh Hot....
..."Kau tidak suka musik" kata Hot....
..."Aku ingin membelinya" kata Hoshie....
... Berebut mereka berdua di depan orang-orang seperti anak kecil....
... Melihat Hoshie yang sangat membutuhkan lalu melepas gitar yang akan dibelinya itu....
..."Ambil saja!" kata Hot....
... Dengan rasa bersalah Tuan Oryn Mason mengalah untuk Hoshie....
..."Sorry" kata Hoshie....
... Hot mencari gitar yang lain yang akan dibelinya selain gitar yang dipilih olehnya sebelumnya....
... Di depan rumah Dashie....
__ADS_1
... Dia menunggu Dashie hingga pukul sepuluh malam duduk di dalam mobilnya....
... Dashie akan masuk sedang membuka pintu gerbang rumah....
... Hoshie menghampiri Dashie....
..."Dor!" ...
... Kaget sesaat....
..."Ya Tuhan" kata Dashie....
... Dia dengan gitar yang ia bawa di bahu sebelah kanan lengkap dengan sarung gitar yang mengamankan gitar yang akan diberikan untuk gadis di depannya itu....
... Belum mengajaknya bicara dengan sikap dingin Hoshie....
..."Kenapa. Ada yang ingin kau inginkan?" tanya Dashie....
..."Untuk mu" kata Hoshie....
... Tanpa berkata banyak lagi dia memberikan gitar itu lalu pergi meninggalkan Dashie yang tidak tahu maksud dari pemberian gitar tersebut....
..."Aku kan tidak bisa gitar" kata Dashie....
... Melihat Hoshie yang semakin pergi menjauh darinya lalu melihat gitar yang ada di kedua tangannya itu....
..."Lalu ini?" tanya Dashie....
... Dashie mulai melanjutkan membuka pintu gerbang rumah lagi setelah itu langsung masuk kedalam rumah dilihat dari kaca spion sebelah kiri Hoshie yang sedang mengemudikan mobilnya pelan semakin meninggalkan Dashie yang masuk kedalam rumahnya....
... Hoshie baru saja mengingat lagi momen ini....
... ...
... Jelas gitar yang dimainkan oleh Dashie itulah gitar yang pernah diperebutkan oleh mereka....
... Sebuah gitar yang tertulis nama permanen dengan nama Dashie....
... Dashie membawanya terbang diatas awan seperti meloncat menggunakan trampolin bermain bersama saling berpegangan tangan tanpa merasa takut untuk melakukannya lagi tak ingin melarikan diri untuk menyelesaikan sejauh mana sebuah misi untuk diselesaikan tentunya dilakukan secara bersama....
... Sebuah rumah yang sampai kapanpun bisa menerimanya pulang kembali dalam keadaan situasi dan kondisi apapun pemiliknya akan tetap diizinkan masuk di dalam sana....
..."Aku tetap selalu ingin menjadi rumahmu" kata Hoshie....
..."Di episode cerita selanjutnya bisakah ada momen tentang kita" kata Hoshie....
..."Jika diizinkan, aku tidak ingin pergi sebelum melihatmu tersenyum" kata Hoshie....
..."Sialnya aku bukan orang seperti itu" kata Hoshie....
... Dia mendengar suara Dashie yang sedang menyanyikan sebuah lagu dengan penuh penghayatan sebuah lagu yang menceritakan kisah cinta yang murni akan tetapi kisah cinta itu berakhir tanpa sebuah kejelasan dimana salah satu dari mereka pergi dan tidak pernah kembali....
... Sebuah lagu yang sangat pas sesuai dengan apa yang ditakutkan oleh Hoshie suatu hari nanti bisa saja hal itu terjadi padanya juga semua bangsa Blacwhe selain dirinya. Meski itu akan terjadi kepada semua bangsa Blacwhe tapi untuk seorang Hoshie adalah momen yang sangat menakutkan jika dibayangkan mungkin jika ia tidak pernah bertemu dengan Dashie cerita itu tidak pernah ada. Namun, tetap saja dirinya dengan takdir seperti ini membuatnya betapa terasa sangat menakutkan....
..."Sekali saja. Sekali saja percaya padaku" kata Hoshie....
..."Tidak bisa" kata Hoshie....
..."Maaf tidak bisa menjadi seperti yang kau minta" kata Hoshie....
... Hoshie melihat para bintang yang indah dari bawah langit didalam ruangan yang terlihat langsung benda benda bersinar itu sedang menghiburnya....
... Sepuluh menit kemudian ia tertidur didalam sana dengan penjagaan ketat oleh para bodyguard yang ada di luar ruangan kapal pribadi berwarna putih....
... Suasana yang sepi dengan penerangan yang cukup aman untuk ditinggali melihat ke arah lain ke berbagai sisi....
... Dia menemukan kamera CCTV di berbagai sudut luar gedung yang digunakan untuk tempat kos kosan....
... Disana juga terparkir beberapa sepeda klasik dan sepeda motor terparkir di dalam tempat parkir bagian dalam gedung dengan lima lantai....
... Anak tangga dengan penerangan dipasang tepat diatasnya....
... Nawa tepat berada di pintu masuk utama gedung berlantai lima tersebut....
..."Ada kamar yang tersisa disini?" tanya Nawa....
... Mendapatkan sebuah kunci kamar yang akan ditinggali oleh Nawa....
... Pemilik kost kosan mengantar sampai dikamar yang akan ia sewa....
... Nawa dengan motor yang sudah masuk kedalam gedung tersebut bersamaan dengan kendaraan roda dua lainnya....
... Para penjaga komplek yang duduk di depan gedung secara bergantian berjaga selama dua puluh empat jam....
... Nawa membawa tas ransel miliknya mengikuti kemana pemiliknya membawanya menuju memeriksa kamar yang akan disewa olehnya....
... Menaiki anak tangga setelah itu tiba di deretan beberapa kamar....
... Perjalanan belum berakhir menuju lantai kedua gedung tersebut....
... Naik anak tangga lagi....
... Melewati tiga kamar dan satu kamar lagi....
..."Bagaimana kamu berminat menyewa kamar ini?" tanya pemilik gedung....
... Nawa melihat-lihat dengan teliti apakah kamar itu cocok untuk menjadi tempat tinggal dirinya....
... Ruang yang tidak biasa ia nikmati dari kasih sayang kedua orang tuanya dengan satu tempat tidur dengan meja belajar serta kursi kayu tak ada pendingin ruangan. ...
... Satu lampu terpasang terang dan lebih penting lagi dengan kamar mandi cukup bersih yang mewajibkan dirinya melakukan semuanya serba mandiri....
... Nawa melihat kaca jendela yang berada di atas menghadap persis di tempat tidur cahaya masuk kedalam ruangan....
... Dinding tanpa wallpaper dengan cat berwarna putih gading....
..."Saya ambil kamar ini" kata Nawa....
... Nawa menerima kunci kamar dengan gantungan kunci charm replika kerangka tulang ikan berwarna putih berukuran lima sentimeter....
... Pintu ditutup dikunci dari dalam kamar setelah itu menaruh tasnya diatas meja belajar lalu mengambil kabel charger....
... Mengisi daya ponsel....
... Tempat tidur tanpa sprei dan selimut Nawa duduk diatas ranjang dengan kasur busa yang ada pada umumnya tersedia untuk para penyewa di sebuah kos kosan....
... Melepas jaket kulit dan sepatu hitam bertali putih dengan pinggiran putih mengelilingi sesudah itu mengambil sebuah kaos merah bergaris hitam berlengan panjang dan celana panjang hitam....
... Dia juga mengambil slipper yang tadi ia beli dari sebuah minimarket sebelum tiba di tempat kos kosan yang akan ia sewa....
... Slipper kuning dengan gambar mata sedang tersenyum dengan mulut menyambung menjadi sepasang yang serasi....
__ADS_1
... Masuk kedalam kamar mandi....
... Satu menit berlalu....
... Nawa sudah dengan pakaian yang tadi dia ambil dari dalam tas ranselnya....
... Duduk diatas tempat tidur akan berbaring diatas tempat tidur lalu ketukan pintu terdengar berasal dari luar kamar....
... Menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya....
... Suara pemilik gedung....
..."Ini bibi, pemilik kos kosan!" kata pemilik gedung....
... Nawa bangun dari tempat tidur lalu membuka pintu....
..."Kau pasti membutuhkan ini" kata pemilik gedung....
... Melihat seprei dan selimut berwarna hijau dengan motif tropical kekuningan setiap dibagian dua benda di tangan....
... Menerima sprei dan selimut dari pemilik gedung....
..."Terimakasih" kata Nawa....
..."Sama-sama. Jangan sungkan" kata pemilik gedung....
... Percakapan terjadi tak berlangsung lama menutup kembali pintu kamar....
... Memasang sprei di kasur....
..."Ini lumayan" kata Nawa....
... Berbaring diatas tempat tidur beserta selimut yang cukup membantu menahan rasa dingin....
... Hening....
... Hanya terdengar suara serangga malam sedang melakukan aktivitas mereka setiap malam seperti biasa....
..."Dia akan sendiri lagi" kata Nawa....
... Tertawa tanpa suara dengan senyum sederhana dengan kebebasan yang ia inginkan tidak ingin merepotkan seseorang yang ia anggap sudah sebagai kakaknya sendiri....
... Untuk Hoshie....
... Dia sedang tertidur didalam ruang pribadi kapal belum terbangun selama satu jam lebih....
... Menyusul satu jam setelah Nawa datang di tempat penyewaan kamar dengan harga yang tergolong murah ada disekitar kota yang juga didatangi oleh Dashie....
... Dia datang dengan koper hitam berisi cukup penuh berat pakaian dimasukkan kedalam koper....
... Mengetuk kaca ruang pemilik gedung yang sedang menonton siaran televisi....
... Setelah proses negosiasi telah berhasil satu kunci dengan gantungan berbentuk ikan Anemon dengan ukuran sekitar lima sentimeter juga Dashie sudah dengan sprei dan selimut merah muda diterimanya sesaat setelah pintu kamar ditutup seperti waktu yang terjadi kepada Nawa. ...
... Berbaring menghadap ke arah sisi kanan dengan kedua tangan menjadi penyangga kepala berada diatas bantal dengan cover putih satin....
..."Kenapa disini jauh lebih nyaman?" tanya Dashie....
... Udara yang sejuk dengan hujan deras yang terdengar jatuh dari atas langit menimpa benda benda diluar sekitar bangunan yang menjadi tempat tinggalnya saat ini....
... Ghazi menerima penjelasan dari adiknya yang lebih memilih untuk tinggal ditempat lain tidak di dalam toko yang seperti yang dia lakukan saat ini....
..."Apa aku bukan kakak yang baik?" tanya Ghazi....
..."Dia pergi dan aku sendirian disini" kata Ghazi....
... Ruangan dengan penghangat ruangan yang menyala baik di cuaca yang dingin hujan lebat turun di menit yang ketujuh yang lalu....
... Dia dengan buku buku milik Dashie yang sengaja adiknya bawa dari rumah tadi pagi pagi sekali sebelum berangkat kerja sedangkan untuk Hot yang sudah sesuai rencana bisnisnya akan sibuk sekali bahkan akan jarang bertemu dalam beberapa hari kedepan....
..."Aku mencarimu tapi kau tak ada" kata Ten....
... Balas Dashie....
..."Dimana kau sudah mencari ku?" tanya Dashie....
... Balas Ten lagi....
..."Rumahmu yang dekat dengan rumah Jarrel?" tanya Ten....
... Balas Dashie....
..."Aku sedang tidak ada dirumah" kata Dashie....
... Balas Ten....
..."Dimana?" tanya Ten....
... …...
... Tidak ada balasan atau tanda mengetik dari pemberitahuan yang diketahui oleh Ten....
... Ten menunggu balasan pesan dari Dashie....
... Mengirim pesan lagi dengan mendapatkan keterangan bahwa pesan telah terkirim namun belum terbaca....
... Dashie sudah tertidur....
... Detik detik Hot menelpon kekasihnya....
... Khawatir dengan kekasihnya yang ada di toko sendirian tanpa seseorang pun....
..."Mungkin sedang hujan" kata Hot....
... Ponsel mereka saling terhubung tapi kekuatan sinyal mereka terganggu akibat hujan yang turun cukup deras....
..."Aku akan telpon lagi besok pagi" kata Hot....
..."Jaga dirimu" kata Hot....
..."Kau juga" kata Ghazi....
..."Ya" kata Hot....
... Hot dengan pertunjukan musik yang tetap berlangsung ramai meski sedang terguyur hujan....
... Beberapa kali Hot bersama para staf yang lainnya memeriksa segala peralatan yang mendukung jalannya pertunjukan agar bisa berjalan sesuai rencana....
... Selesai memeriksa segala perlengkapan dan peralatan pertunjukan musik lalu Hot berniat memeriksa kembali bagian event pameran yang lain....
..."Ini ku serahkan pada kalian. Aku akan segera kembali" kata Hot....
__ADS_1
... ...
... ...