Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 204: Anak panah.


__ADS_3

...Chapter 204: Anak panah....


..."Dia tidak pernah kulihat. Apa dia temanmu yang lain?" tanya Xie....


... Dengan santai sambil duduk di salah satu kursi di meja yang sama....


... Ghazi sedang memakan kacang almond duduk bersandar di kursi disebelah kanan kakak laki-lakinya itu....


..."Dia mantan kekasih Hoshie" jawab Dashie....


... Jujur....


..."Kenapa kau kalah cantik darinya. Wahhh, ini bisa bahaya" kata Xie....


... Memukul pundak sebelah kanan kakaknya lagi....


... Xie....


... Kesakitan....


..."Ahhhh!" ...


... Berbicara ke arah Ghazi....


..."Kenapa kau senang sekali memukul?!" kata Xie....


... Tapi dia tidak marah setelah dipukul lagi oleh adiknya lagi....


... Tatapan ingin menghabisi seseorang dari adiknya untuk kakak laki-lakinya itu....


... Merasa bersalah....


..."Ya. Aku minta maaf, aku hanya bercanda" kata Xie....


... Helaan nafas panjang....


... Kepada Ghazi....


..."Aku ingin pulang. Kakak mau ikut?" tanya Dashie....


... Dia dan tas snapback hitam dipakai dengan bentuk dan warna yang sama dibawa oleh mereka masing-masing lalu keluar dari dalam kafe untuk perjalanan pulang....


..."Aku juga akan pergi ke suatu tempat" jawab kakak perempuannya itu....


... Melihat adiknya yang akan segera pergi....


..."Perhatikan sekitar kalian. Hati-hati. Jangan sampai lengah" kata Xie ...


... Mereka keluar dari dalam kafe....


... Melirik adiknya....


..."Kau mau naik apa menuju rumah?" tanya Ghazi....


..."Bis" jawab Dashie....


..."Aku juga akan naik bus tapi kita memang beda arah" kata Ghazi....


... Menawarkan sesuatu sambil mengeluarkan beberapa lembar uang untuk naik bus....


..."Pakai ini" kata Dashie....


..."Tidak perlu. Aku tadi sudah mendapatkan uang dari kakak" jawab Ghazi....


..."Baiklah" kata Dashie....


... Tapi, kemudian berpikir ulang untuk tetap memberikan uang yang barusan akan diberikan kepada kakaknya itu....


..."Ambil saja. Kau bisa gunakan ini untuk beli camilan" kata Dashie....


... Memasukkan uangnya kedalam tas snapback milik Ghazi....


... Sambil masih jalan menuju arah lift melihat adiknya....


..."Thank you" kata Ghazi....


... Mengangguk pelan....


..."Hmmm" jawab Dashie....


... Sepuluh menit kemudian saudara kembar ini menunggu bus di tempat perhentian bus....


... Ghazi dengan bus yang sesuai dengan yang ditunggu sedangkan untuk Dashie tidak jauh berbeda dengan apa yang dilakukan oleh kakak perempuannya itu....


... Dashie memberikan salam perpisahan kepada Ghazi setelah dia sudah masuk kedalam bus terlihat dari kaca jendela yang terbuka....


... Dashie pergi dengan bus yang dia tumpangi sedangkan untuk Ghazi mencari tempat untuknya bisa menggunakan mode tidak terlihat oleh siapapun....


... Adiknya melihat kakaknya pergi tidak lagi ada di perhentian bus semula....


... Dashie turun kembali dari dalam bus dengan diam-diam pergi menuju ke arah kemana kakaknya pergi....


... Dia berhasil mengejar kakak perempuannya itu....


... Bersembunyi dibalik dinding tempat tadi kakaknya masuk kedalam sebuah gang yang cukup ramai tapi tidak dibagian dalam gang perumahan tersebut....


... Melihat sedikit ke arah Ghazi....


..."Sedang apa dia disana?" tanya Dashie....


... Dan akhirnya dia melihat sendiri bahwa kakaknya bisa menghilang tanpa pikir panjang dia berlari sekuat tenaga mencari tempat persembunyian agar tidak bisa ditemukan oleh Ghazi....


..."Bagaimana itu bisa terjadi?" tanya Dashie....


... Dia tidak melihat keberadaan siapapun melintas diantara orang-orang yang ada diluar gang yang merupakan langkah kaki dari kakaknya lagi....


..."Sungguh. Dia bukan manusia?" tanya Dashie....


... Dia tahu kalau itu adalah gang buntu tapi sejak tiga menit berlalu tak ada suara langkah kaki dari saudarinya keluar melewati tempat persembunyian adiknya ini....


..."Aku pasti sedang bermimpi" kata Dashie....


... Tapi dia sadar dia dalam kondisi sadar tidak tertidur sama sekali....


... Panik seperti tidak terjadi apapun....


..."Bagaimana ini?" tanya Dashie....


... Masih belum percaya bahwa apa yang dilihatnya barusan adalah memang kakak perempuannya sendiri....


..."Anggap saja dia hantu bukan kakakku. Oke" kata Dashie....


... Menarik nafas panjang lalu segera pergi dari gang buntu yang berada didepan keramaian jalan raya tersebut....


... Dia berlari dengan sangat cepat menuju perhentian bus kembali....


... Mode lebih waspada disekitar tempatnya berdiri menunggu bus datang bersama dengan para calon penumpang yang lain....


..."Jika ku ceritakan ini kepada kakak Xie, pasti dia akan menertawakan ku" kata Dashie....


..."Dia kan orangnya tidak percaya hantu" kata Dashie....

__ADS_1


... Lirik kanan lirik kiri....


... Berbicara kepada diri sendiri lagi....


..."Orang-orang akan menganggap ku aneh jika aku terus seperti ini" kata Dashie....


... Kembali mengendalikan diri bersikap seperti orang-orang disekitarnya pada umumnya....


... Dia merasakan sesuatu yang sebelumnya tidak dirasakan didalam diri....


... Mencari penyebab rasa sakit itu kenapa datang....


..."Kenapa hatiku sangat sakit?" tanya Dashie....


..."Kenapa ini terasa semakin menyiksa?" tanya Dashie....


... Dia menangis tanpa sadar air matanya jatuh....


... Menghapus air mata yang jatuh di pipi tanpa mau berhenti padahal dia sudah mencegahnya jatuh kembali....


... Dia merasakan atmosfer itu lagi seakan semua berjalan dengan sangat cepat setiap aktivitas di sekitar dan hanya dirinya yang stuck di tempat itu dalam beberapa detik waktu yang sedang dia rasa....


... Dia kembali dengan suara itu lagi....


..."Kau merasakan itu lagi?" tanya seorang pria....


... Seorang pria misterius itu datang lagi....


..."Dia sedang sangat sedih. Wajarlah jika kau juga merasakan isi hatinya" kata pria itu lagi....


... Berbicara tanpa suara sambil terus mencari suara pria itu ke segala arah....


..."Siapa kau?" tanya Dashie....


..."Aku?" tanya balik kepada diri sendiri pria yang sama....


..."Aku belum berubah. Kamu?" tanya Pria itu balik....


... Dashie ragu dalam kebingungan ini kebingungan dengan siapa ia bicara dan harus percaya sedangkan dia tahu orang yang mengajaknya bicara sama sekali tidak terlihat....


... Atmosfer berjalan sebagaimana seharusnya dengan bus yang ditunggu oleh Dashie datang dengan rute akan dia ambil....


... Kepada diri sendiri....


..."Kau tidak naik?" tanya Dashie....


... Dia tersadar semakin tersadarkan oleh diri sendiri dalam lamunan....


... Di dalam bus....


... Tanpa disadari disana ada seseorang yang pernah dilihatnya ada duduk di salah satu bangku bus sendirian sedang melihat ke arah jendela....


... Tak ada tempat duduk lagi selain di sebelah pria tersebut yang tersisa....


... Dashie berjalan ke arah kursi tersebut....


..."Permisi" kata Dashie....


... Dia duduk di sebelah kiri pria itu....


... Di dalam hati Dashie....


..."Oh My God. Dia benar-benar tipeku" kata Dashie....


..."Aku ingin berteriak" kata Dashie....


... Tanpa diketahui oleh Dashie kalau pria di sebelahnya itu bisa membaca isi pikiran gadis disebelahnya itu....


... Jadi, dia senyum-senyum sendiri sedikit dari ekspresi cuek karena memang mereka berdua terlihat jelas tidak pernah saling menyapa....


..."Ya ampun. Untung saja tak ada Hoshie disini" kata Dashie....


..."Dia kan orangnya bisa langsung membaca isi pikiran ku" kata Dashie....


..."Sadarlah" kata Dashie....


... Dia masih dengan suasana hati yang kini jadi berubah berbunga-bunga dengan menahan segala keceriaan di depan seseorang....


..."Beneran. Dia the best banget" kata Dashie....


..."Tuhan. Bisakah waktu berputar dan jadikan dia orang pertama sebelum Hoshie datang" kata Dashie. ...


..."Harapan ku ini sungguh membuat orang lain akan sedih" kata Dashie....


... Di rumah....


... Ghazi sedang berbaring di balik selimut berwarna khaki di kamar adiknya itu....


... Dia sedang berbaring ke arah samping sambil melihat ke arah luar jendela dengan kedua tangan berada disebelah kanan wajah menumpuk menjadi satu nangis sendirian nggak mau cerita ke orang lain kalau dia sedang sedih....


... Bergetar nomor ponselnya tetap dibiarkan diatas selimut tanpa di lihat karena dia tahu siapa yang sedang memanggilnya dengan nada dering khusus untuk mantan kekasihnya itu....


... Hot ada didepan gerbang rumah Ghazi....


... Melihat ke arah jendela kamar yang terbuka tirai jendela terlihat dari arah pria ini berdiri menengadah ke atas menatap sebuah rumah orang yang sangat disayang....


..."Hentikan kesalah pahaman ini" kata Oryn....


..."Dia pasti sedang tidak ingin mendengar banyak nasihat" kata Oryn....


..."Diamnya saja sudah bermakna bahwa dia sedang sangat sedih" kata Oryn....


... Mengirimkan pesan suara kepada Ghazi....


... Dia belum melihat layar ponselnya lalu mengirim lagi pesan suara lagi kepada Ghazi....


... Tirai jendela ditutup dari arah dalam kamar seseorang terlihat oleh Oryn langsung....


... Ghazi muncul didepan Oryn....


..."Bolehkah aku merindukanmu?" tanya Oryn....


... Dia dengan ekspresi tulus tanpa sebuah niat menipu tapi dia sudah mengatakan apa yang ingin dikatakan sebagai rasa cintanya kepada Ghazi....


... Ghazi yang mudah mengubah ekspresi wajah sedihnya kembali seperti tidak terjadi hal apapun tapi tidak mungkin setelah kejadian yang sudah membuat mereka berpisah seperti ini tidak mungkin untuknya tidak sedih....


..."Aku ingin memelukmu" kata Oryn....


... Dia memeluk gadis yang dia sayang dengan pelukan hangat sambil mendengar suara tangisnya yang belum berhenti didengar olehnya....


..."Maafkan aku. Aku tidak akan mengulanginya lagi" kata Oryn....


..."Menangis lah. Aku disini tidak pergi lagi" kata Oryn....


... Dia mengusap kepala belakang kekasihnya itu....


... Semakin dia diam tak merespon semakin itu mengartikan bahwa dia sangat marah hingga dia tidak berkata-kata untuk mengutarakan isi hatinya kepada siapapun termasuk kepada orang yang sekarang ada bersama dengannya maka Oryn merasa bahwa dia memang sedikit terlambat untuk meminta maaf....


..."Maaf. Aku baru bisa menjelaskan semua ini" kata Oryn....


..."Itu bukan aku yang mengirim pesan perpisahan kita" kata Oryn....

__ADS_1


... Tidak mengusap kepala bagian belakang kekasihnya itu lagi....


... Menatap kedua mata Ghazi....


..."Aku tetap mencintaimu dan tidak akan pergi" kata Oryn....


..."Aku yakin kau adalah pilihan terbaikku" kata Oryn....


... Dia sudah mulai mau diajaknya bicara lagi setelah mendengar penjelasan dari mantan kekasihnya itu....


... Tangan Oryn menghapus air mata Ghazi yang membasahi kedua pipinya yang memerah....


..."Kenapa kau melakukan itu?" tanya Ghazi....


..."Itu bukan aku. Itu hanya sebuah rencana untuk menguji seberapa kita saling mencintai" kata Oryn....


..."Siapa yang melakukannya?" tanya Ghazi....


... Selesai menghapus air mata kekasihnya lalu merapikan helai rambut di wajahnya perlahan....


..."Lupakan orang itu. Dia tidak sejahat yang kita kira" kata Oryn....


..."Yang terpenting kita bisa balikan kaya dulu lagi?" tanya Oryn....


... Ghazi memeluk Oryn lagi tidak ingin segera melepas orang yang dia sayang....


... Dia dan ponselnya yang sedang menghubungi nomor ponsel orang lain tidak sengaja menyaksikan pertemuan ini....


... Tak bisa lari di situasi semacam ini mengingat juga arah yang sedang dituju tepat ada disebelah rumah Ghazi....


..."Sorry" kata Jarrel....


... Dia lewat begitu saja tanpa rasa tidak nyaman....


... Kedua pasangan kekasih itu melepaskan pelukan mereka masing-masing setelah dilihat oleh Jarrel....


... Dia tersenyum sambil tertunduk ke arah bawah jalan setelah melewati keduanya yang masih melihat kemana dia pergi....


... Menatap Oryn....


..."Kau tidak ingin mengatakan semua yang telah kau lalui kemarin?" tanya Ghazi....


... Tatapan hangat dalam kedua matanya....


... Meraih kedua tangan....


..."Itu sudah berlalu yang terpenting kita sekarang sudah kembali lagi" kata Oryn....


... Ekspresi khawatir....


..."Sungguh tak apa jika kau tidak cerita padaku?" tanya Ghazi....


... Dia tambah khawatir....


..."Katakan padaku meski itu sulit" kata Ghazi....


... Meraih kedua tangan kekasihnya itu....


... Senyum tipis penyemangat....


..."Tidak ada yang perlu ku ceritakan kepada mu" kata Oryn....


... Melihat waktu di jam tangan di pergelangan tangan sebelah kanan sudah menunjukkan pukul dua siang lebih empat menit....


..."Sayang. Sepertinya, aku harus kembali kerja dulu" kata Oryn....


..."Secepat ini?" tanya Ghazi....


..."Ehmm" jawab Oryn....


... Dia lalu pergi ke arah pintu mobil bagian dalam lalu membukanya selanjutnya mengeluarkan banyak tas belanja cukup banyak dibawa di kedua tangannya lalu menutup kembali pintu mobil kembali ke arah kekasihnya....


... Memberikan itu kepada Ghazi....


..."Kau tidak lupa sesuatu?" tanya Ghazi....


..."Tidak" jawab Oryn....


... Dia lalu segera pergi setelah bertemu dengan kekasihnya itu karena suatu alasan bahwa pekerjaannya tidak bisa ditinggalkan begitu saja....


... Ghazi dengan kedua tangan yang mendapatkan hadiah dari Oryn melihatnya sampai pergi jauh menggunakan mobilnya lalu dari dalam kemudi mobil juga Oryn melihat dari arah spion bagian kiri depan mobil melihatnya sekali lagi dengan senyum teduhnya itu....


..."Aku tidak bisa berbohong kalau aku merindukanmu" kata Oryn....


... Dia dengan jemari tangan kanan memegang sedikit bibirnya yang tersenyum sambil tetap fokus mengemudi....


... Ghazi sudah melihat Oryn sudah jauh semakin tidak terlihat dari depan rumah lalu segera masuk melewati pintu gerbang rumah dan segera menguncinya dari dalam gerbang rumah menuju arah pintu depan rumah....


... Masuk kedalam rumah lalu menguncinya lagi dengan cepat....


... Dari arah rumah seseorang dia dan sahabatnya sedang diatas balkon lantai dua sedang bermain melempar anak panah ke arah dinding sebagai pusat poin kemenangan yang harus mereka ambil....


..."Kau hanya tidak tega pada orang lain?" tanya Ved....


..."Lumayan" jawab Jarrel....


... Padahal didalam hatinya hanya ada Callie seorang meski dia tahu wanita yang mereka bicarakan tidak jauh baiknya dari orang yang dia sayang dan dia tahu itu....


..."Kau yakin dengan ini?" tanya Ved....


..."Sure!" jawab Jarrel....


... Meledek....


..."Kau juga harus yakin dengan gadis itu" kata Jarrel....


... Satu anak panah berhasil mengarah ditengah lingkaran yang terpasang di dinding depan kamar Ved....


..."Aku tidak yakin" kata Ved....


..."Kenapa?" tanya Jarrel....


... Menebak....


..."Dia tidak cantik seperti Dashie?" tanya Jarrel....


..."Tidak juga" jawab Ved....


... Jujur sebagai pandangannya sebagai seorang pria....


... Duduk di kursi di meja yang sama untuk melihat pemandangan di luar rumah dari atas rumah di lantai dua tersebut....


... Berbicara ke arah Ved....


..."Ku rasa dia hanya perlu di poles sedikit saja. Dia sudah sangat cantik" kata Ved....


... Membujuk sahabatnya itu dengan penuh keyakinan....


..."Kau tidak mau?" tanya Jarrel....


... Menunggu jawaban itu dari lisan Ved tapi tak kunjung diterima oleh orang yang dia tunggu....

__ADS_1


..."Seleramu memang" kata Jarrel....


... ...


__ADS_2