
...Chapter 74: Siapa nama gadis itu?....
... Dua tahun lalu....
... Di tempat pendakian gunung diatas jurang Dashie sedang berusaha keras merangkak dengan tangan berdarah menuju keatas tepi jurang....
... Langit yang tiba-tiba menjadi mendung menggelapkan suasana disekitar dengan rintik rintik hujan bertambah deras tidak sesuai dengan perkiraan cuaca yang sudah diketahui diluar dugaan sore ini turun hujan dipukul setengah empat....
... Entah darimana asal seseorang dengan ransel yang tidak jauh berbeda dengan para pendaki gunakan pada umumnya orang itu mengulurkan tangannya untuk Dashie....
... Dashie ingat wajah itu dalam bayang bayang memori samar teringat hingga kini....
... Seorang gadis datang dengan senyum pucat tidak jauh dengan dua orang yang baru saja pergi meninggalkannya untuk berjuang sendiri....
..."Ulurkan tanganmu" kata gadis itu....
... Kali ini entah aura apa yang dimiliki oleh gadis seumuran dengannya itu memancarkan aura persahabatan tulus menawarkan pertolongan kepada Dashie....
..."Waktu akan semakin gelap tunggu apalagi, ulurkan tanganmu" kata gadis itu....
... Uluran tangan pertolongan dari gadis itu diterima oleh Dashie....
... Dia menggenggam tangan Dashie yang terluka berlumuran darah berjuang keduanya dengan gadis itu yang sedang mempertahankan genggaman erat tangannya kepada Dashie sedangkan Dashie juga berjuang agar tangannya tidak terlepas dari tangan gadis penolong tersebut....
... Dingin tangannya menggenggam tangan Dashie, itu yang dirasakan tanpa ingin berkomentar tentang banyak hal....
..."Bertahanlah" kata gadis itu....
... Menarik dan menarik perlahan sekuat tenaga oleh gadis penolong tanpa menyerah dia sedang sangat berusaha keras memberikan pertolongan....
... Raga Dashie semakin naik keatas tepi jurang bertambah keatas dan akhirnya dia bisa selamat dari jurang yang gelap dan dalam dibawah sana....
... Nafas terengah-engah keduanya dengan ritme hampir bersamaan saling melihat satu sama lain....
... Melihat semua jemari tangan Dashie....
..."Tanganmu terluka cukup parah" kata gadis penolong....
... Berniat ingin menyembunyikan luka luka di tangan tapi semua luka luka itu sudah terlihat olehnya lalu dia memberikan dua sapu tangan dengan warna yang sama berwarna putih....
... Menarik tangan kanan Dashie lalu membalut luka luka itu dengan sapu tangan miliknya setelah itu bergantian menarik tangan kirinya membalut luka luka itu dengan satu sapu tangannya yang lain....
... Menahan rasa sakit lagi....
..."Terima kasih" kata Dashie....
..."Sama-sama" kata gadis penolong....
... Dia kemudian tanpa banyak kata dan bertanya bagaimana Dashie bisa ada ditempat yang sangat berbahaya....
... Dia pergi tidak naik ke atas melanjutkan untuk mendaki tapi lebih memilih untuk turun gunung....
... Suaranya terdengar jelas dalam keheningan....
..."Kau tidak melanjutkan perjalanan?" tanya Dashie....
... Jaraknya sudah tujuh langkah dari Dashie berdiri saat ini....
... Dia berbalik dengan senyum ceria....
..."Dibawah sana ada seseorang yang membutuhkan pertolongan kita" kata gadis penolong....
... Setelah berpikir cepat dalam situasi ini tidak mungkin untuk Dashie untuk melanjutkan perjalanan terlebih berada di sebuah area pendakian sendirian....
..."Hanya dia yang berada didekatku" kata Dashie....
... Dengan kondisi yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan dengan kejadian yang menakutkan barusan tidak mungkin mengambil keputusan untuk melanjutkan perjalanan....
... ...
... Isi pikirannya memaksanya untuk membuat keputusan....
..."Aku tidak peduli jika aku dibilang seorang pengecut atau penakut" kata Dashie....
... Dashie mengejar gadis penolong yang turun tidak melanjutkan perjalanan mendaki lagi dengan banyak pertanyaan....
..."Dia bukan dari komunitasku" kata Dashie....
..."Siapa dia?" tanya Dashie....
..."Apa dia hantu tapi aku bisa menggenggam kedua tangannya" kata Dashie....
... Dashie mengikuti gadis itu....
... Angin mulai datang menebus pepohonan bersamaan dengan gerimis hawa dingin menerpa diri Dashie membuat tanda di pepohonan di setiap jalan yang diambil oleh mereka....
... Khawatir dengan kondisinya saat ini....
..."Aku tahu dia telah menolongku tapi apa pilihanku ini sudah benar?" tanya Dashie....
... Dia gadis penolong berbalik dan membuat kaget Dashie....
... Dia berhenti dari langkah yang diambil....
... Wajahnya pucat berpadu dengan ekspresi ceria belum pergi....
..."Apa kau percaya padaku?" tanya gadis itu....
..."Jika tidak jangan ikut denganku" kata gadis itu....
... Dia tidak bergerak pergi dari tempat itu lalu ekspresi penuh keceriaan tidak pergi menunjuk ke arah lain....
... Dashie mengikuti kearah lain arah tangannya menunjuk kesebuah turunan tanah dengan pepohonan diantaranya menutup tanah tempat mereka untuk menelusuri rerumputan hijau bergabung dengan pepohonan....
..."Itu bukanlah jalur pendakian" kata Dashie....
..."Kau tidak dengar!" tanya gadis itu....
... Menuruti apa yang dikatakan oleh gadis penolong itu yang lebih merasakan suara suara yang sedang bersembunyi diantara mereka....
... Dashie tidak mendengar hal apapun selain suara angin yang membawa air gerimis....
__ADS_1
..."Dengarkan lagi" kata gadis itu....
... Dashie sekali lagi melakukan apa yang diperintahkan olehnya....
... Dashie mulai mendengar suara suara yang samar samar terdengar tertutup oleh cuaca yang kurang mendukung sore ini....
... Suaranya sangat pelan berbicara diantara pepohonan....
..."Tolong!" kata seseorang itu....
... Dashie melihat ke arah gadis yang menolongnya tadi....
... Kehilangan....
..."Dimana dia?" tanya Dashie....
... Dia hilang terbawa oleh waktu tanpa ada lagi disana tak ada suara langkah kaki memeriksa berputar mencari dan tetap saja Dashie tidak menemukan gadis itu....
... Gerimis....
... Langit semakin gelap....
... Sendirian, bahkan untuk berteriak Dashie sudah tidak memiliki siapapun didekatnya selain dia dan bumi serta langit di atasnya....
..."Apa aku akan mati sekarang?" tanya Dashie....
... Darah diatas jemari jemari tangan menembus sapu tangan yang diberikan oleh gadis yang baru saja menghilang tanpa izinnya....
... Suara itu semakin jelas terdengar tidak seperti waktu sebelum Dashie datang disana kini suara itu semakin bertambah jelas terdengar....
... Dashie mencari dan mencari diantara semak-semak yang ada berada diantara pepohonan....
... Berhenti sejenak....
..."Jangan-jangan suara ini adalah suara hantu" kata Dashie....
... Apa yang ingin dilakukan oleh Dashie, apakah ingin pergi dari tempatnya sekarang berdiri tidaklah sama kondisinya sama saja penuh resiko....
... Pasrah....
..."Ada apa dengan diriku ini?" tanya Dashie....
..."Semudah ini aku menyerah" kata Dashie....
... Mencurigai diri sendiri....
..."Apakah aku sudah menjadi hantu?" tanya Dashie....
..."Mungkin saja kan" kata Dashie lagi....
... Kembali mencari sumber suara dari suara yang terdengar lagi dari balik semak-semak pepohonan yang lain....
... Membutuhkan tidak satu dua langkah untuk mencari letak dimana persisnya sumber suara meminta pertolongan....
... Teriakan lirih. ...
..."Tolong aku!" ...
... Dashie memperlambat langkah kakinya....
... Sura itu berubah menjadi suara seorang pria....
... Terdiam lebih mendengar lagi kejelasan sumber suara itu....
..."Tolong!" ...
... Sekali lagi Dashie mendengar suara permpuan juga meminta pertolongan....
... Dashie menjadi jauh lebih takut untuk melanjutkan berjalan maju ke arah sumber suara itu....
..."Tolong!" ...
... Kini dua orang meminta pertolongan bersuara bersamaan....
... Melihat ke arah kakinya yang mengalir darah akibat hujan yang turun semakin deras....
... Suara itu terdengar seperti dua orang bersamaan meminta pertolongan nyatanya tidak sesederhana itu yang sebenarnya terjadi kepada dua orang yang sedang terluka penuh darah dibagian kaki pundak juga perut seorang gadis mengeluarkan banyak darah terlihat tidak sadarkan diri sedangkan untuk pemilik mata itu menatap pucat Dashie suaranya sudah lirih dan tak sanggup untuk berteriak....
..."Kau bisa menolongnya?" tanya pria tersebut....
..."Menolongnya?" tanya balik Dashie....
..."Ya. Tolong dia" kata pria itu....
..."Lalu bagaimana denganmu?" tanya Dashie....
... Jika mereka tetap disana juga sama saja nyawa mereka terancam sambil menunggu bantuan datang dengan jalur yang sudah biasa digunakan pria itu menunjukkan arah lagi kemana seharusnya mereka akan pergi....
... Dashie mendengar arahan darinya dengan kondisi dirinya yang masih syok melihat dengan siapa orang yang akan dibawa olehnya saat ini untuk turun gunung....
... Pria itu juga terluka cukup parah kedua kaki dan bagian perutnya juga terluka lebih parahnya lagi bagian belakangnya juga terluka sama persis dengan apa yang dialami oleh gadis yang di papah Dashie untuk mengikuti kemana arah tujuan mereka meminta pertolongan ke pos sebelumnya sudah mereka lewati....
..."Bukankah gadis ini yang tadi menolongku" kata Dashie....
..."Tapi" kata Dashie....
... Dia jauh lebih merinding ketakutan ketika mengingat dengan siapa tadi dia berbicara jika saat ini gadis yang menolongnya saja sedang tidak sadarkan diri....
... Pria itu juga terlihat berjalan memaksakan diri agar tidak tumbang jatuh menyerah dengan kondisinya yang bisa saja kapan saja menghentikan perjuangan mereka....
... Tangan kanannya memegang erat sebuah pohon yang basah terkena hujan....
... Dia akan jatuh dan dia menatap Dashie....
... Ekspresi sangat pucat dengan goresan luka yang belum berhenti darah dari semua luka yang dimilikinya....
... Tubuhnya juga sudah gemetar dengan darah yang sudah banyak keluar ditambah lagi hujan yang datang belum berhenti....
... Mengusulkan sebuah ide....
..."Apa kita tidak istirahat sebentar?" tanya Dashie....
__ADS_1
... Nada suara gemetar menahan semua luka....
..."Siapa yang akan membawaku jika aku tak sadarkan diri?" tanya pria itu....
... Kemudian dia mengumpulkan energi yang tersisa yang dimilikinya untuk tetap melanjutkan perjalanan mereka....
... Dashie disini berpikir bukan tentang bagaimana dia akan sampai selain itu juga pertanyaan yang sama juga masih muncul disaat saat seperti ini....
... Didalam hati dan pikirannya yang rumit....
..."Siapa gadis yang kubawa ini dan siapa gadis yang menolongku tadi?" tanya Dashie....
..."Aku seperti berputar-putar didalam pikiran ku sendiri" kata Dashie....
... Pria itu melihatnya dengan sikap jauh lebih pucat kekurangan darah....
..."Cepatlah. Apa kau ingin mati sendirian disini?" tanya pria tersebut....
... Alasan kenapa Dashie mengurangi kecepatan berjalan karena sudah jelas semua beban yang dijalaninya saat ini tidak jauh berbeda dengan pria yang menyuruhnya bergerak lebih cepat....
... Tiba-tiba rasa kesalnya diubah oleh sebuah permintaan maaf dari pria berkaos hitam dan celana hitam berbahan katun....
..."Maaf. Maaf jika kata kataku kasar" kata pria tersebut....
..."Sudahlah. Jangan dipikirkan nyawa kita jauh lebih penting" kata Dashie....
... Berpikir lagi....
..."Tunggu. Seharusnya kau yang patuh pada ku. Kenapa ini terbalik?" tanya Dashie....
... Tidak mungkin juga melanjutkan pertandingan di situasi yang tidak memungkinkan ini....
..."Kita pergi!" kata Dashie....
... Dashie memilih memapah teman dari pria tersebut berjalan lebih awal darinya lebih cepat sesuai perintah dirinya sendiri....
... Satu langkah dua langkah tiga langkah hingga enam langkah sudah mulai sadar suara langkah lain itu mulai terdengar lirih berpijak pada bumi....
... Berbalik Dashie ke arah belakang....
... Benar dugaannya pria itu sudah semakin menjauh dibelakangnya....
..."Ya ampun" kata Dashie....
... Dashie menyandarkan teman pria tersebut di sebuah pohon yang lumayan besar lalu berjalan lebih cepat untuk menolong pria tersebut....
... Meraih lengan pria tersebut berusaha memapah pria tersebut membawanya agar bersandar bersebelahan dengan temannya yang sudah berada di depannya lebih jauh dari posisinya sekarang....
... Dia sedikit kehilangan kesadaran diri dengan pandangan mata mulai kabur....
..."Sadarlah. Kau bilang kita jangan mati disini!" kata Dashie....
... Suara Dashie menyadarkan pria tersebut yang memang sudah lemas kehilangan banyak darah....
..."Kau benar. Aku masih memiliki kesempatan" kata pria tersebut....
..."Ngomong-ngomong siapa namamu?" tanya pria tersebut....
... Tinggal dua langkah lagi untuk sampai ketempat yang dituju oleh mereka....
... Menjawab sekaligus bertanya balik....
..."Aku. Aku Dashie, kau?" tanya Dashie. ...
..."Ren. Panggil aku Ren" kata Ren....
... Dashie menyandarkan Ren di sebelah temannya yang belum sadarkan diri....
..."Siapa nama temanmu ini?" tanya Dashie....
... Suaranya masih lirih....
..."Pax" kata Ren....
... Menunggu bantuan datang mereka bertiga disana bertahan dari dinginnya cuaca yang menghitam langit semakin bertambahnya waktu dengan rasa panik dengan kondisi mereka yang semakin mengkhawatirkan....
... Tidak bisa bertanya banyak tentang bagaimana mereka mendapatkan banyak luka luka di tubuh mereka itu yang sedang ada dipikiran Dashie....
... Dan lagi wajah gadis yang tadi dipapahnya berjalan beriringan bukanlah wajah yang sama seperti wajah seorang gadis yang menolongnya dari kematian....
... Ini lebih aneh lagi bagi Dashie berpikir semua yang terjadi saat ini sudah sulit untuk dicerna akal pikirannya yang tidak ingin menanyakan tentang situasi kurang beruntung ini tapi semua pertanyaan itu datang menyerbu....
... Tanpa suara hening disana bahkan yang lebih ditakutkan oleh Dashie jauh lebih dari pikiran yang bisa ada dalam pikirannya keseharian....
..."Tuhan. Berikan kami kesempatan untuk bertahan" kata Dashie....
... Darah di tangannya yang merembes dari kedua sapu tangan yang membalut kedua tangannya tak sebanding jika melihat luka-luka yang dimiliki oleh kedua orang didepannya itu....
..."Aku tidak berani mengeluh di depan mereka" kata Dashie....
... Ren mendengar apa yang dikatakan oleh Dashie....
..."Tanganmu terluka" kata Ren....
... Berkata apa adanya tentang kondisi Pax dan Ren yang membuatnya bertambah dalam kekhawatiran....
..."Jangan pedulikan aku. Lihat luka luka yang kalian miliki" kata Dashie....
... Tanpa disadari oleh Dashie ingatan tentang kejadian mengerikan perjuangan dirinya lepas dari kejaran partner dakinya tadi berangsur pergi lenyap keluar dari diri Dashie ikut bersama pergi dengan udara dibawah hujan yang deras....
... Memori itu berhasil dihapus oleh Hoshie ingatan tentang dirinya yang membereskan tindakan mengerikan seseorang kepada gadis yang sedang melamun ini merasakan sesuatu yang hilang dari dirinya sendiri tapi tidak tahu apa yang sudah hilang yang diingat adalah disaat datang pertolongan dari gadis yang tidak dikenal yang mirip dengan seorang gadis yang berada di dekatnya saat ini dari awal mereka bertemu tapi nyatanya mereka berdua adalah orang yang berbeda....
... Setelah menunggu pertolongan kapan datang akhirnya dalam dua jam waktu yang berlalu mereka datang dengan petugas medis beserta para relawan lain datang memberikan pertolongan....
... Dua tahun kemudian....
... Di tempat parkir di sebuah event pameran....
... Dashie sedang berusaha menidurkan Babe kembali dari gendongannya sedang memikirkan kejadian itu lagi....
..."Gadis itu sudah meninggal tiga tahun yang lalu" kata Dashie....
__ADS_1
..."Jika dia sudah meninggal disana lalu siapa yang menolongku?" tanya Dashie....