
...Chapter 197: Mungkin....
..."Lakukan saja" kata Soft....
..."Hingga kau sadar dan aku pergi" kata Soft....
... Ponselnya dimatikan secara sepihak oleh remaja putri itu yang sudah muak melihat sifat dan karakter orang lain....
... Dia pergi dari hadapan Aka....
... Sedangkan untuk Stud terdiam didepan salah satu ruangan tempatnya tadi bersama dengan Aka sedang bermesraan berdua tanpa disadari bahwa disana ada kekasihnya yang baru diketahui setelah gadis itu meneleponnya secara langsung....
..."Dia sudah pasti merasa jijik denganku" kata Stud....
... Masuk kembali kedalam ruangan tersebut lalu mengambil jaket jeans biru gelapnya lagi....
... Stud terlihat sedang terburu-buru dengan sikapnya yang berubah setelah keluar dan masuk kembali kedalam kamar itu....
... Aka sedang merapikan gaun merah yang dia kenakan didepan cermin....
... Berbalik melihat Stud....
..."Ren. Kau mau pergi?" tanya Aka....
... Berjalan ke arah Aka lalu mencium bibirnya lagi....
... Sebentar dalam beberapa detik saja lalu pergi....
..."Aku pergi" kata Stud....
... Dia membuka pintu setelah itu keluar dengan langkah kaki cepat meninggalkan Aka yang sendirian didalam ruangan hotel....
... Pukul sepuluh lebih lima belas menit....
... Berjalan santai dengan langkah kaki menuju ke arah seseorang yang sedang bekerja tapi tetap dianggap sedang bermain oleh Ayahnya sendiri....
... Menawarkan beberapa selebaran juga sekaligus memberikan penjelasan kepada orang-orang yang lewat....
..."Apa aku perlu membantumu?" tanya Soft....
... Masih dengan kesibukannya mengajak bicara orang-orang disekitarnya itu....
... Berusaha mendapatkan perhatian dari orang yang dia anggap sudah menjadi kakak laki-lakinya itu....
... Galak....
..."Kakak!" panggil Soft....
... Berhenti....
... Dia melihat Soft....
..."Ada apa. Aku sedang bekerja?" tanya Hoshie....
... Mengambil selebaran yang ada ditangan Hoshie lalu membagikannya kepada orang-orang yang melintas disekitar mall dimana mereka berada dilantai tiga dengan situasi yang ramai di hari libur ini....
... Hoshie....
... Diam....
... Mode analisis diaktifkan oleh Hoshie....
..."Bisakah kau membantuku?" tanya Hoshie....
..."Kau ingin mengatakan itu lagi?" tanya Hoshie....
... Mengelak....
..."Tidak" jawab Soft....
... Belum percaya....
..."Katakan saja. Apa yang kau inginkan?" tanya Hoshie....
... Serius....
..."Kau tidak menginginkan nyawaku kan?" tanya Hoshie....
... Membela diri....
..."Aku tidak sejahat itu!" kata Soft....
... Jujur dengan reaksi apa yang dia lihat barusan....
..."Kenapa kau jadi kesal padaku?" tanya Hoshie....
..."Katakan, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Hoshie....
... Dia akan mengatakan apa yang baru saja dilihatnya tadi tapi dia ragu sekali lagi apakah ini pantas untuk diceritakan kepada orang lain....
..."Tak perlu kau ceritakan. Aku sudah tahu isi pikiran mu" kata Hoshie....
... Dia sudah membaca isi pikiran dari gadis remaja didepannya itu....
... Mengambil lagi brosur yang ada dikedua tangan Soft....
... Gadis itu terlihat ingin menangis tanpa harus dicegah oleh sifatnya sebagai salah satu bangsa Blacwhe yang tidak merasakan atau lebih tepatnya tidak tahu apa yang sedang dirasakan oleh dirinya sendiri....
... Menatap Soft....
..."Apa kau juga merasakan perasaan itu?" tanya Hoshie....
..."Aku tidak tahu ini apa" kata Soft....
..."Berhenti memaksa orang lain untuk menerimamu" kata Hoshie....
... Membela diri....
..."Aku tidak memaksa orang lain untuk memahami ku" kata Soft....
... Melihat realita....
..."Tapi, tadi apa yang sudah kamu perbuat" kata Hoshie....
... Raut wajah sedih tapi tidak sampai menangis....
..."Bagaimana kalau aku sangat menyukai pria itu?" tanya Soft....
... Menghela nafas panjang melihat ke sekitar lalu melihat gadis didepannya lagi....
..."Astaga. Kau masih muda dan cantik" kata Hoshie....
..."Kau juga terlihat baik-baik saja" kata Hoshie....
... Marah....
... Memukul lengan Hoshie di sebelah kiri....
..."Kau memang seperti ini. Tidak tahu perasaan wanita" kata Soft....
... Dia pergi begitu saja meninggalkan Hoshie yang heran kenapa dia yang harus jadi tempat pelampiasan orang lain yang jelas-jelas itu bukan urusannya yang berhak untuk dicampuri....
... Rindu....
..."Aku jadi merindukan orang lain dan mengatakan bahwa aku baru saja dimarahi" kata Hoshie....
..."Sifatku ini sungguh menjengkelkan sekali" kata Hoshie....
... Dia belum mendapatkan satu costumer dipagi menjelang siang ini....
... Melihat jarum jam di jam tangan dipergelangan tangan sebelah kanan menghitung masih banyak waktu yang harus dihabiskan untuk menyelesaikan pekerjaan....
... Menelepon nomor Seymour....
..."Ayo angkat" kata Hoshie....
... Dia berjalan ke arah lain dari lantai tiga sebuah pusat perbelanjaan yang dia datangi sambil menunggu panggilan teleponnya diangkat oleh mantan kekasihnya itu....
... Dan tetap tidak diangkat oleh Seymour....
__ADS_1
... Menelepon nomor ponsel Dashie beberapa kali tetap belum di jawab juga....
..."Dia pasti sedang mengerjakan sesuatu" kata Hoshie....
... Waktu berjalan mundur....
... Pukul sembilan lebih dua puluh menit....
... Di depan rumah Yellow....
... Dia dan realita yang dilihat di depannya sendiri....
..."Apa dia sudah tahu soal ini?" tanya Ans....
..."Terakhir kulihat, dia masih seceria biasanya" kata Ans....
... Jeda waktu untuk melihat ke segala arah rumah milik teman sekolahnya itu....
..."Jadi, dia akan tinggal dimana?" tanya Ans....
... Melihat aura hitam dan putih menyatu pergi dari dalam rumah terlihat diatas rumah menuju arah langit....
... Menghilang dengan masih menggunakan mode tidak terlihat ketika datang didepan rumah Yellow....
... Ans masuk kedalam rumah Yellow....
... Dia masih dengan mode tidak terlihat dengan sangat berhati-hati jangan sampai menyentuh apapun benda yang berada di dalam sana....
... Semua yang terlihat oleh indera penglihatannya tak ada yang mencurigakan seperti selayaknya rumah pada umumnya....
..."Apa karena aku yang terlalu berpikir ini tidak wajar?" tanya Ans....
..."Sisa aura milik orang lain masih tertinggal di sekitar rumah ini" kata Ans....
..."Dia berhasil membodohi siapapun yang menyaksikan perbuatan seseorang baru saja dilakukan dengan mudah" kata Ans....
..."Dan mereka akan menertawakan siapapun yang bekerja tertinggal di belakang mereka" kata Ans....
..."Orang yang mereka tertawakan salah satunya adalah aku sendiri" kata Ans....
... Dia mencari jejak kaki aura seseorang yang masih terasa ada tertinggal didalam ruangan tersebut....
... Didepan rumah Yellow saat itu juga terdapat orang lain yang sedang memeriksa kebenaran dengan apa yang dilihatnya....
... Tatapan kosong....
..."Kenapa jadi seperti ini?" tanya Jeje....
..."Dimana dia sekarang?" tanya Jeje....
..."Dia juga sulit untuk dihubungi. Apakah dia sudah tahu berita ini?" tanya Jeje....
... Sambil menelpon seseorang yang belum juga tersambung dengan nomor ponsel sahabatnya itu....
... Menanyakan tentang keberadaan salah satu sahabatnya itu kepada salah satu juga teman sekolah mereka....
..."Dia pasti sedang sibuk kerja" kata Jeje....
... Tentang Yellow....
..."Sekarang, dia akan tinggal dimana?" tanya Jeje....
... Mengirim banyak pesan kepada Yellow....
... Terkirim tapi belum dibaca....
... Masih dengan mode tidak terlihat Ans keluar dari dalam rumah salah satu teman sekolahnya itu mendapati dia ada didepan rumah Yellow....
... Ans....
... Ikut melihat rumah Yellow lagi seperti yang dilakukannya sebelum ada Jeje datang melihat ini secara langsung....
..."Dia pasti membutuhkan banyak bantuan dari orang lain" kata Jeje....
..."Apakah dia bisa tegar mengahadapi semua ini?" tanya Jeje....
... Dia pergi menuju arah rumahnya yang berjarak sekitar lima puluh meter dari jarak tempat tinggalnya dengan tempat tinggal Yellow....
..."Tidak bisa dan harus percaya bahwa dia bangsa manusia" kata Ans....
..."Apa dia juga adalah daftar orang yang patut ku curigai?" tanya Ans....
... Mengingat penyerangan yang diterima oleh seseorang....
... Tentang Soft....
..."Lalu siapa yang menyerang gadis itu?" tanya Ans....
..."Apakah itu aku?" tanya Ans....
... Gadis remaja ini pergi menghilang dari depan rumah salah satu teman sekolahnya itu....
... Dia kembali dengan cepat di sebuah kafe tempat ketua kelasnya sedang bekerja dilihat juga orang yang dia cari ada disana melakukan aktivitas yang sama dengan apa yang dilakukan Si Ketua Kelas. Bekerja....
... Dia berdiri di depan kafe memperhatikan Jeje yang sedang beradaptasi dengan pekerjaan barunya itu....
... Gan melihatnya sedang memperhatikan seseorang cukup lama dan dia sadar itu adalah Jeje....
... Sorot mata itu langsung menangkap pemiliknya....
... Dia menyapa dengan ceria seperti biasa dengan tangan kanan diarahkan ke atas terbuka bergerak ke kanan dan ke kiri....
... Ans datang masuk kedalam kafe....
... Dilihat juga oleh Nawa dan Eir tanpa disengaja juga oleh Yellow yang sedang mencatat menu makanan yang dipesan para pengunjung kafe di salah satu meja....
... Berdiri di sisi kanan meja....
... Gan dan Xie sedang melayani para pembeli yang masih mengantri dengan tujuh antrian keduanya kompak untuk bekerja sama....
..."Gan. Apa aku boleh mengganggu mu?" tanya Ans....
..."Aku sudah terbiasa" kata Gan....
... Melihat Gan yang sedang sibuk....
..."Apa kau perlu bantuan?" tanya Ans....
..."Kau duduk saja disana" kata Gan....
... Baru saja menunjuk ke arah Nawa dan Eir yang sedang membahas sesuatu dan Ans melihat arah kemana jari telunjuk dari Gan diarahkan....
..."Kau mengusir ku?" tanya Ans....
... Sambil buat es kopi....
..."Tidak sayangku" kata Gan....
... Dia langsung patuh dan pergi ke arah Nawa dan Eir....
... Xie agak sedikit tercengang juga sama halnya dengan para pembeli yang sedang mengantri di depan meja kerja mereka....
... Melihat ke arah Bosnya....
..."Aku minta maaf sudah mengganggu bisnismu" kata Gan....
... Dia dengan coffee ice dalam empat cup akan siap diberikan kepada pembeli setelah pembayaran dengan kartu elektronik dilakukan oleh pembelinya sekarang....
... Empat cup Coffee ice diberikan kepada pelanggan dan tidak lupa kartu elektronik juga struk pembayaran coffee ice yang diterima oleh pria yang menerima minuman dingin buatannya itu....
... Salam ramah kepada pembeli....
..."Terima kasih sudah datang. Jangan lupa datang lagi" kata Gan....
... Xie lebih memilih untuk melayani para pembeli lagi dengan membuatkan sandwich dengan toping berbeda terlihat dia sedang memanggang smoke beef untuk beberapa lapis sandwich sambil juga memanggang beberapa lembar roti yang memenuhi alat pemanggang....
... Ans duduk di salah satu kursi di meja yang sama dengan Nawa dan Eir yang sedang asyik berdiskusi....
... Melihat Ans keduanya....
__ADS_1
..."Lanjutkan. Anggaplah tidak ada aku disini" kata Ans....
..."Kau boleh mengganggu kami" kata Eir....
... Dia dan sifat ngeselin....
... Tatapan kesombongan dengan gestur tubuh menjauh dari keduanya yang bersikap lebih friendly tapi secara tidak langsung ditolak hanya dengan bahasa tubuh yang diberikan kepada mereka....
... Nawa....
... Dia yang mulai paham juga kesel ketika melihat salah sifat aslinya ini....
..."Tuan Putri duduklah yang manis ditempat itu" kata Nawa....
... Senyum tidak asing tetap ngeselin menekan semakin ke bagian akhir kalimat yang dia ucapkan kepada remaja yang satu meja dengannya itu....
..."Baik. Tuan muda" kata Ans....
... Sedikit mulai beradaptasi dengan situasi ini....
..."Oke" kata Eir....
... Meski Si Ketua Kelas sedang sibuk dengan pekerjaannya tapi masih menyempatkan untuk melihat ke arah Ans yang ikut bergabung dengan dua teman barunya itu....
... Dia kembali kerja....
... Di waktu yang sama ketika pukul setengah sebelas pagi....
... Ghazi dan adiknya Dashie sedang mengobrol ringan....
..."Dimana bodyguard-bodyguard mu?" tanya Dashie....
... Masih dengan selimut yang dia kenakan untuk menyelimuti sebagian dari raganya....
... Membuka mata sedikit memandang ke arah adiknya itu....
..."Mungkin mereka lelah dengan sikapku" kata Ghazi....
... Kesal....
... Dengan tangan menggenggam akan memberikan ancang-ancang untuk memukul tapi hanya bercanda....
..."Katakan saja kalau kau sudah menyuruh mereka pergi" kata Dashie....
... Masih ngantuk....
..."Ya" jawab Ghazi....
... Meledek....
... Mata masih tertutup. Ghazi....
..."Ku dengar Beckett adalah teman sekolah mu" kata Dashie....
..."Kenapa?" tanya Ghazi....
..."Ahhh. Kau ingin aku kenalkan padanya, boleh" kata Ghazi....
... Penasaran....
..."Kau juga punya nomor ponselnya?" tanya Dashie....
... Mata terbuka....
... Menunjuk ke arah ponselnya yang berada di atas meja dekat ranjang tempat tidurnya sekarang....
..."Disana ada kontaknya. Eksklusif asli tanpa palsu bilang saja kau adikku" kata Ghazi....
... Duduk bersandar di depan bantal dengan cover merah muda....
..."Dia langsung paham jika kau mengatakan itu" kata Ghazi....
... Setelah menjadi pendengar yang baik....
... Menganalisa foto didalam ponselnya yang merupakan foto dari Beckett salah satu aktor sekaligus penyanyi idola kakaknya itu....
..."Dia lebih tampan dari Hoshie. Benarkan?" tanya Dashie....
... Menambahkan....
..."Dia juga sedang tidak punya pacar" kata Ghazi....
... Kabar yang menggembirakan....
..."Really!" kata adiknya....
..."Dia bisa jadi saingan terberat gebetan mu sekarang" kata Ghazi....
... Hasil analisanya....
... Menjauhkan sedikit gambar orang yang mereka bicarakan dari hadapan adiknya yang agak ragu....
..."Dia tampan, keren, dan sudah mapan. Tapi … " kata Dashie....
..."Tapi apa?" tanya Ghazi....
..."Aku belum kenal orang ini" kata Dashie....
... Meledek....
..."Bilang saja kau hanya menyukai Hoshie" kata Ghazi....
..."Apalagi itu?" tanya Dashie....
..."Jika dia tahu kau dekat dengannya maka akan jadi masalah" kata Ghazi....
... Rasa penasaran yang belum berakhir....
..."Ada apa dengan mereka?" tanya Dashie....
..."Mereka sudah sering berkelahi sejak sekolah dasar. Aku saksinya" kata Ghazi....
... Menghela nafas....
..."Kau membuatku iri" kata Dashie....
..."Aku selalu menjadi penengah jika mereka berkelahi. Mereka sama saja dengan anak-anak seusianya" kata Ghazi....
..."Itu sama saja tidak merubah pendapat ku" kata Dashie....
... Berusaha menyadarkan orang lain....
..."Sadarlah. Dia bukanlah seorang dewa" kata Ghazi....
... Sadar....
..."Aku sadar. Aku bukan standarnya" kata Dashie....
... Menyadarkan adiknya yang masih dengan pendapatnya itu....
... Dia lebih menyiagakan diri setelah terbangun dari tidur barusan....
..."Adik!" panggil Ghazi....
... Dia yang sedang menggunting kuku ...
..."Ya. Aku disini" kata Dashie....
..."Apa kau tidak pernah dengar sebuah harapan bisa mengalahkan segalanya?" tanya Ghazi....
..."Pernah" jawab Dashie....
..."Jika kau sudah tahu itu. Kenapa kau masih belum percaya diri?" tanya Ghazi....
... Berhenti menggunting kuku di jari manis sebelah kanan....
..."Di dunia ini bukan hanya harapan yang kita butuhkan tapi semua aspek sangatlah berharga dan itu perlu perjuangan keras untuk mendapatkan semuanya" kata Dashie....
... Menghela nafas lalu melanjutkan menggunting kuku jemari tangan kiri....
__ADS_1
... Sadar....
..."Ahhh. Terlalu panjang penjelasan ku seperti aku paling bijaksana saja" kata Dashie....