Call Me, You?

Call Me, You?
Chapter 118: Ibu menelepon mu.


__ADS_3

...Chapter 118: Ibu menelepon mu....


..."Kau dapat dari mana masker itu?" tanya Hoshie....


..."Tadi dibelikan oleh Ghazi" kata Hot....


... Dia yang sudah bersiap untuk istirahat setelah seharian bekerja....


..."Ambil saja di meja. Aku masih punya banyak, jangan ganggu aku lagi" kata Hot....


... Hoshie yang berusaha untuk tetap terjaga mengambil sheet mask yang sama yang dipakai oleh kekasih dari sahabatnya itu....


... Duduk di tempat tidur....


... Melihat sheet mask lalu membuka satu sheet mask sekali pakai ditangan lalu ia berusaha untuk memakainya di wajahnya sendiri....


... Siap untuk beristirahat dengan sheet mask yang sedang ia pakai....


... Oryn membuka mata lalu menelepon kekasihnya....


..."Ya. Mason" kata Ghazi....


... Melirik ke arah Hoshie....


... Oryn yang kembali usil....


..."Sayang. Hoshie mengambil sheet mask ku" kata Oryn Mason....


... Ghazi yang masih mengantuk....


... Menghela nafas....


..."Berikan saja. Kau kan masih punya banyak" kata Ghazi....


..."Kau memang sangat baik" kata Oryn....


... Obrolan berakhir....


... Hoshie yang mendengar obrolan kedua sahabatnya yang membuatnya merasa ingin lari dari kediamannya sendiri....


..."Astaga. Aku hanya minta satu saja sampai bilang yang punya" kata Hoshie....


..."Besok sekalian kubelikan pabriknya!" kata Hoshie....


... Senang dengan reaksi yang ditujukan oleh Hoshie....


..."Tak perlu. Aku tahu ini perusahaan ibumu" kata Hot....


..."Hentikan. Itu bukan milikku tapi milik ibuku" kata Hoshie....


... Sekali lagi Hoshie merasa tidak nyaman dalam posisi ini ketika Oryn sudah mengajaknya bercanda....


..."Kau suka mengancam ku dengan alasan ibuku" kata Hoshie....


..."Jangan dekati pacarku lagi" kata Oryn....


... Dia yang masih sedikit marah masih juga memakai masker sheet mask....


..."Katakan sedari awal jika kau cemburu tak perlu sejauh ini" kata Hoshie....


..."Ini hanya untuk berjaga-jaga di masa depan" kata Oryn....


..."Ya Tuhan. Kau bahkan sudah mendapat restu dari orangtuanya lalu apa hubungannya denganku" kata Hoshie....


..."Kau sudah tahu bahwa dia adalah kesayangan ku" kata Oryn....


... Hoshie tidak ingin mendengar lagi orang yang sedang di mabuk cinta seperti yang dialami oleh orang yang sedang berbaring diatas sofa dengan selimut bermotif bola dengan dominasi warna hitam dan putih....


... Menuntut haknya....


..."Kau sebenarnya sahabatku bukan sih?" tanya Hoshie....


... Dia senang sekali melihat reaksi yang diberikan oleh Hoshie....


..."Jangan memohon kepadaku" kata Oryn....


... Menghela nafas lalu berniat untuk tidur daripada meladeni orang yang sedang kambuh lagi asik menjahili orang yang berada di atas dua tahun usianya....


... Hoshie belum membaca pesan yang dikirimkan oleh Xie....


... Waktu semakin maju menuju waktu pagi untuk mereka berdua yang terlihat tidak terbangun dari tidur mereka di tempat mereka masing-masing dengan alarm yang sudah berdering sejak tiga puluh menit yang lalu belum juga terbangun....


... Ghazi yang sedang berusaha membangunkan pacarnya dengan cara berulang kali menghubungi nomor ponselnya tapi sama saja dengan Hoshie juga bergantian ia hubungi beberapa kali tetap belum diangkat....


..."Aku tahu hari ini Oryn akan berangkat kerja dengan waktu lebih sedikit siang tapi, ini" kata Ghazi....


... Dashie sedang memakai lip balm tanpa warna didepan cermin persegi yang ada di tangan mendengar dan melihat sendiri kakak perempuannya berulang kali membangunkan dua orang sahabatnya yang belum juga bangun dari tidur lelap....


..."Kau akan menunggu Oryn atau ikut denganku?" tanya Dashie....


... Ragu dengan ajakan adiknya yang harus berangkat kerja....


..."Tapi, kak Xie sudah ada didepan gang menunggu kita" kata Dashie....


..."Mau ikut tidak?" tanya Dashie lagi....


... Ghazi yang khawatir dengan pacarnya yang belum bangun dari tidurnya....


... Wajah cemas tidak bisa ditutupi oleh kakaknya itu....


..."Bagaimana kalau dia telat sarapan nanti dia bisa sakit?" tanya Ghazi....


..."Dia sudah dewasa pasti bisa menjaga diri" kata Dashie....

__ADS_1


..."Benar yang kau katakan tapi tetap saja aku khawatir" kata Ghazi....


... Dashie yang sudah memakai setelan couple yang dibelikan oleh kakak perempuannya itu....


... Dia dengan warna putih kaos oversize dengan lengan pendek dan celana pendek selutut berpadu dengan sneaker hitam tanpa tali juga sepatu yang sama yang dipakai oleh kakaknya juga....


... Dengan gambar dua binatang lucu doggy dan cat yang lucu saling berpelukan dengan raut wajah lucu merah keduanya....


..."Sebentar" kata Ghazi....


... Kakak perempuannya menambahkan sesuatu di bagian sisi kiri sebuah riasan yang berbentuk hati....


..."Cute!" kata Ghazi....


... Hari ini dia menjadi penurut untuk kakak perempuannya yang sudah meriasnya sejak tadi....


..."Ini terlalu girly" kata Dashie....


..."Biasa saja. Kamu seperti buah plum yang manis" kata Ghazi....


... Dashie dibawa pergi oleh kakaknya keluar dari kamarnya untuk pergi bekerja....


..."Tunggu" kata Ghazi....


... Dia mengunci pintu kamar dari luar dengan kunci dengan gantungan kunci berbentuk ring dengan diameter sekitar tujuh sentimeter....


... Selesai mengunci pintu kamar lalu menarik pergi lagi adiknya menuju tempat kakak mereka sudah menunggu....


... Dashie yang tidak bisa berlari ketika didepannya saat ini ada orang lain yang seharusnya ia hindari sebisa mungkin tapi tidak bisa ia hindari. Ya, benar. Dia ada disana bersama dengan Xie yang sengaja tidak memberitahukan kedua adik perempuannya bahwa ada orang lain selain dirinya yang akan pergi menuju tempat kerja dalam satu arah yang sama....


..."Aku ingin lari dari kalian" kata Dashie....


... Tinggal sepuluh langkah lagi mereka berdua akan segera tiba di dekat dua pria dengan kepribadian yang berbeda....


..."Kenapa pertengkaran kalian jauh lebih menakutkan dari pertengkaran kau dan Hoshie?" tanya Ghazi....


..."Bisakah orang lain hidup susah dan bisa bertahan dalam titik terendah?" tanya Dashie....


..."Ada apa dengan pertanyaan mu yang terdengar sangat horor itu?" tanya Ghazi....


..."Kita dari diri kita tidak akan bisa bertahan" kata Dashie....


..."Siapa orang yang kau maksud?" tanya Ghazi....


... Waktu terkemas secara epik menjadikan situasi keadaan didalam mobil tidak mudah untuk kedua orang saling menyapa walau demi memanggil nama mereka keluar datang untuk menyapa lebih awal....


... Dashie yang duduk disebelah kiri kursi belakang mobil sedangkan untuk Rio ada disebelah kursi sebelah kanan belakang mobil....


... Ghazi yang lebih sibuk memilih untuk mendengar suara Oryn ketika bangun dari tidur akhirnya bisa terlaksana seperti hari biasa....


..."Sayang. Apa dia juga sudah bangun?" tanya Ghazi....


... Melihat ke arah Hoshie....


... Padahal Hoshie belum ingin beranjak pergi dari atas tempat tidur dengan sempurna tubuhnya tidak memiliki rasa sakit itu hal yang mustahil setelah banyak luka dan racun ia dapat dalam pertarungan tempo hari dirumah sakit....


... Dia duduk bersandar di tempat tidur sambil melihat wajahnya di sebuah cermin....


..."Ok. Nanti, ku hubungi lagi. Bye bye" kata Oryn....


..."Bye bye" kata Ghazi....


... Sebuah kisah asmara yang manis terdengar sebagai pembuka dipagi hari yang terlihat dan terasa tidak begitu cerah dengan langit yang sedikit mendung embun di kaca mobil Xie sudah terbentuk lagi terlihat dari sisi Dashie melihat jendela mobil di sisi kirinya yang tidak terbuka....


... Xie yang tidak menjawab panggilan telepon dari kekasihnya lagi, Nora....


... Sudah hal yang sering terlihat oleh Dashie sendiri apa yang dilakukan oleh kakaknya terhadap pacar pacarnya yang dahulu hingga kini ia berpacaran dengan teman satu sekolahnya sendiri bersikap cuek lebih sangat dingin tidak peduli dengan pacar sendiri....


... Hatinya yang sedang berkomentar tentang kisah asmara kakaknya sendiri....


..."Ini yang paling mendapatkan banyak kasih sayang" kata Dashie....


... Xie sedang tidak ingin terburu-buru untuk menanyakan hal yang ia saksikan secara langsung peristiwa yang menimpa mereka dengan perubahan yang tidak bisa dibilang sebagai perubahan biasa yang dialami oleh salah satu adik perempuannya itu....


... Dia melihat sekali lagi adiknya yang tak ingin saling menjalin komunikasi dengan orang disebelahnya itu menyebar aura ingin membakar yang sedang terlihat ada dalam diri Dashie....


... Dia kembali fokus mengemudikan mobilnya menuju tempat kerja Dashie....


..."Kalian sudah lama tidak bertemukan?" tanya Ghazi....


..."Ya. Itu benar" jawab Rio....


... Dashie lebih memilih untuk melihat keluar jendela mobil disisi kirinya saat ini tidak peduli hal apapun yang dikerjakan oleh mantan kekasihnya yang sedang berusaha mengambil hati dua orang saudaranya itu....


... Hati yang penuh kemarahan....


..."Entah apa yang membuatku pernah menyukai orang ini" kata Dashie....


... Xie yang sedang menjadi jembatan perdamaian diantara kedua pasang orang yang yang tidak ingin saling terlihat akrab....


..."Kalian berdua akan pergi kemana setelah pulang kerja?" tanya Xie....


... Mereka berdua yang tidak mengkonfirmasi bahwa mereka sudah putus beberapa hari yang lalu....


..."Kami belum ada rencana setelah sepulang kerja nanti" kata Rio....


... Dashie belum terlihat ingin bergabung didalam obrolan diantara mereka terkesan lebih memilih menjernihkan isi kepala ketimbang masuk dalam obrolan yang sedang berlangsung didekatnya saat ini yang sudah pasti sedang membahas asmara kisah asmara yang sudah berakhir....


... Ghazi yang sedang melihat layar ponsel secara sadar merasakan suhu udara didalam mobil yang tidak biasa sebagai tanda seseorang sedang tidak menyukai situasi dimana kakaknya sedang mengakrabkan diri dengan orang yang mereka anggap sebagai kekasih adik mereka tanpa tergambar jelas seberapa banyak tingkat kemarahan yang ada dalam diri adik mereka yang terkesan sangat ingin menutupi rasa kesal dalam diri tanpa ingin terus terang berkata kalau "Aku membenci orang ini"....


..."Sudah berapa lama kalian saling kenal?" tanya Ghazi....


..."Bisa dibilang dua tahun" jawab Rio....

__ADS_1


... Dia bertanya tapi terkesan cuek nada suara yang terdengar dari pertanyaan yang ia ajukan kepada Rio....


..."Lumayan untuk dua orang saling mengenal satu sama lain" kata Ghazi....


..."Apa kau nyaman dengan pekerjaan mu saat ini?" tanya Xie....


... Santai menjawab....


..."Aku sedang beradaptasi" kata Rio....


... ...


..."Ku tebak. Kau pasti sedang sangat sibuk-sibuknya akhir akhir ini" kata Xie....


... Obrolan ditanggapi Rio seperti ini adanya....


..."Bisa dibilang begitu" kata Rio. ...


... Dashie yang mendengar bagaimana cara mantan kekasihnya memberikan jawaban dan sesekali membuat obrolan keramahan diantara mereka membuatnya merasa semua itu hanyalah kepalsuan yang dibuat oleh Rio tak ada rasa simpati sama sekali apalagi empati dari Dashie untuk menerima hal positif yang sedang berusaha ditunjukkan oleh pria disebelah kanannya itu....


... Ekspresi berselimut manis tanpa sebuah kebencian....


..."Kapan semua ini akan berakhir. Aku sangat menunggunya" kata Dashie....


... Ghazi sedang asik bermain game dilayar ponsel....


... Dia menerima kode ketidaknyamanan seseorang akan situasi didekatnya bukan hanya kakak perempuannya yang merasakan hal itu akan tetapi kakak laki-lakinya juga merasakan ketidaknyamanan yang dirasakan oleh Dashie. Namun, dia berusaha tetap mau mengajak berkomunikasi pacar adiknya ini tanpa sebuah hal yang membuat orang yang sedang diajak bicara olehnya merasa canggung dengan kondisi situasi yang sebenarnya ada tidak bisa dihindarkan dari kehadiran seseorang yang tidak diharapkan oleh seseorang yang berada dalam mobil yang sama....


... Bersandar di kursi belakang mobil yang sama Rio melirik ke arah Dashie yang masih melihat kearah luar lagi jendela mobil....


... Rio mengirim pesan kepada Dashie....


..."Kau tak ingin bicara padaku?" ...


... Dashie membaca pesan dari Rio....


... Mode mengetik....


... Dibaca akan tetapi tidak dibalas oleh mantan kekasihnya itu....


... Rio mengirim pesan lagi kepada Dashie....


..."Aku merindukanmu"...


... Pesan terkirim lalu terbaca oleh Dashie....


... Dia belum juga ingin membalas pesan yang dikirimkan oleh Rio barusan....


..."Kau tidak merindukanku?" ...


... Pesan itu diterima oleh Dashie....


..."Bagaimana kabarmu sekarang?" tanya Rio dalam pesannya lagi....


... Terbaca oleh Dashie lalu mantan pacarnya itu berada dalam mode mengetik akan membalas pesan darinya....


..."Apa yang kau inginkan dariku?" tanya Dashie....


... Pesan diterima oleh Rio lalu segera ia baca....


... Membalas pesan dari Dashie....


..."Sungguh kau tidak merindukanku?"...


..."Maaf soal kemarin?"...


..."Aku sungguh merindukanmu"...


..."Cepat sekali kau sudah melupakan ku"...


... Pesan-pesan itu diterima dan dibaca oleh Dashie akan tetapi belum dibalas lagi seperti pesan-pesannya sebelumnya yang ia balas kepada Rio....


... Dashie tidak ingin menjelaskan lagi kepada Rio bahwa mereka sudah putus untuk apa yang dikatakan oleh mantan kekasihnya itu terdengar bukan sebuah cinta ataupun kasih sayang yang ditangkap oleh Dashie melainkan hanya sebuah rasa ingin memiliki....


..."Empat menit lagi. Ya, empat menit lagi. Aku akan sampai ditempat kerja ku" kata Dashie....


... Ghazi mendapati waktu yang sudah menunjukkan pukul enam lebih lima menit dari waktu yang terlihat di jam yang terpajang di depannya saat ini ada dibagian depan kendaraan roda empat yang mereka gunakan untuk mengantar mereka ke tempat kerja....


... Lisannya tidak berbicara tapi tidak dengan hati dan pikirannya....


..."Dia sampai tak mau bicara dengan pacarnya sendiri. Apa seserius itu permasalahan mereka?" tanya Ghazi....


... Dari segi kecocokan secara fisik mereka bisa dikatakan sangat serasi. Itu pendapat sedikit yang Ghazi nilai tentang hubungan asmara ini. ...


..."Mungkin ini hanya sementara bisa saja mereka akan berbaikan lagi" kata Ghazi....


..."Tunggu!" kata Ghazi....


..."Kenapa aku senaif ini?" tanya Ghazi kepada diri sendiri....


... Rasa penasarannya belum juga usai tapi bukan berarti ia juga ingin ikut campur dengan urusan privasi orang lain akan tetapi sudah hal yang sepantasnya sebagai seorang kakak merasa khawatir akan kondisi adiknya sekarang....


..."Aku harap mereka bisa menyelesaikan masalah mereka dengan cepat" kata Ghazi....


..."Tapi, sampai berapa lama ini akan tetap berlangsung?" tanya Ghazi...


..."Sepertinya masih lama" kata Ghazi....


... Ponselnya bergetar mendapatkan sebuah panggilan dari ibunya tapi ia masih fokus memikirkan kondisi Dashie....


... Xie memperhatikan adiknya yang terlihat masih melamun sejak empat menit terakhir....


..."Ibu menelepon mu" kata Xie....

__ADS_1


... Ghazi mengangkat telepon dari Ibunya segera....


__ADS_2